Yohanes Akhir Zaman

Lukas 1:13-17 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 

Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”  

Sesuai ayat tsb maka tugas kita adalah:

1) Membuat orang yang tidak percaya menjadi percaya. Kita harus siap dipakai Tuhan untuk hal ini!

2) Membuat orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai firman Tuhan menjadi bertobat.

[Sesuai Wahyu 2 & 3: barangsiapa bertelinga hendaklah mendengarkan Roh, barangsiapa menang akan masuk surga!] 

Yang tidak disukai Tuhan yaitu orang Kristen yang:

– meninggalkan kasih mula-mula

– ‎suam-suam kuku (kompromi dengan dunia)

– ‎mati rohani (melayani Tuhan tanpa kuasa Roh Kudus)

– ‎meninggalkan iman yang Alkitabiah

– ‎toleran terhadap pelayan jemaat yang amoral (takut menegur dengan alasan tidak enak hati; kita harus menegur orang yg amoral demi keselamatannya, jika tidak demikian maka darah orang tsb akan tertanggung atas kita)

– ‎menukar kerohanian yang sejati (kekudusan, kebenaran, hikmat rohani) dengan kesuksesan secara duniawi.

3) Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.

Firman Tuhan menyatakan bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya untuk hidup berkenan di hadapan Allah dengan:

– menegur anak untuk hidup sesuai firman Tuhan

– ‎menjadi teladan iman yang Alkitabiah bagi anak-anaknya

– ‎memprioritaskan keselamatan kekal untuk anak-anaknya dibanding pekerjaan, pelayanan, ataupun kedudukan di mata dunia.

Ulangan 6:6-7 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya *berulang-ulang* kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Amsal 22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Maleakhi 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

2 Petrus 3:10-11 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup [Perintah ini sangat sangat sangat penting, jika tidak dilakukan maka Tuhan akan menghancurkan bumi.]

2 Timotius 3:2-4 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Alasan mengapa generasi milenial melakukan hal-hal yang tercatat dalam 2 Timotius 3:2-4, yaitu karena orang tuanya: salah didik.

Berdasarkan riset, jika orang tua yang sungguh-sungguh kepada Tuhan adalah ibu maka hanya berdampak 30% bagi kerohanian anak, jika yang lebih sungguh-sungguh beribadah adalah ayah maka dampaknya 70% terhadap kerohanian anak, sedangkan jika ayah & ibu sama-sama sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan maka 100% anak-anaknya pun akan sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan.

3 Yohanes 1:4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.

Untuk dapat mewujudkan 3 tugas tsb (sebagai Yohanes akhir zaman), maka kita harus:

1) Dipenuhi Roh Kudus

2) ‎Berjalan dalam roh dan kuasa Elia, yaitu tegas dan tidak ada kompromi terhadap dosa dan daya tarik dunia

Alat untuk mewujudkan hal tsb adalah restorasi Pondok Daud (doa, pujian, penyembahan). Kisah Para Rasul 15:15-18 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.

Filipi 2:10-11 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Advertisements