Life Satisfaction (Kepuasan Hidup)

Filipi 4:11-13

Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Shalom!

Keadaan zaman ini membuat kita sulit untuk mendapatkan kepuasan hidup. Surat Filipi disebut juga sebagai Kitab Sukacita karena Rasul Paulus (Rasul Sukacita) banyak berbicara tentang menikmati kehidupan bagaimanapun keadaannya, dimana ia mendapat pewahyuan ini ketika ia sedang dalam keadaan yang tidak menyenangkan.

Kepuasan adalah sebuah keterampilan yang bisa dipelajari! Sukacita tidak tergantung keadaan tetapi tergantung pada keterampilan hidup yang kita miliki. Kepuasan bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu, melainkan hasil dari sebuah gaya hidup yang dilakukan dengan sengaja (dibiasakan), yaitu mengucap syukur kepada Tuhan bagaimanapun keadaannya. Beranilah keras kepada diri kita sendiri, kita harus memaksa diri kita sendiri untuk belajar ketika kita sedang tidak ingin belajar (karena keadaan tidak memungkinkan). Kepuasan tidak bisa ditunggu, tapi harus ditumbuhkan! Masalahnya bukanlah “keadaan buruk” tapi “kebiasaan buruk”. Prinsipnya adalah: “Ubahlah sikapmu, maka situasi akan berubah!”

“Try to pretend that you are happy. Slowly it becomes your habit & gradually it becomes your character.” Belajarlah untuk menampilkan respon yang benar meskipun sepertinya sedang menipu diri sendiri agar perlahan-lahan karakter kita pun akan berubah menjadi benar. Sukacita berhubungan erat dengan cara kita berpikir dan beranggapan (pasti penderitaan/proses ini akan membawa kebahagiaan pada akhirnya –tidak merugikan), contoh di Alkitab: Rasul Paulus, Yusuf, Paulus & Silas (Kisah Rasul 16:24-25), Habakuk (Habakuk 3:17-18).

“Life is like a roller coaster. It has its ups and downs. But it’s your choice to scream or enjoy the ride.” Kita semua mengalami perjalanan kehidupan yang sama namun tergantung cara pikir kita apakah takut menjalaninya atau menikmatinya saja. Mazmur 100:4 berkata “Enter with the password: “Thank you!” Make yourselves at home, talking praise. Thank Him. Worship Him.” (Msg) Tuhan Yesus memberkati.

Open Heaven Living (Kehidupan Di Bawah Langit Terbuka)

EFESUS 6:11-12

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

Shalom!

Ketika seseorang berkelakuan tidak berkenan kepada Tuhan, maka malaikatlah yang ditegur Tuhan (Wahyu 2:1,8,12,18). Kita memiliki malaikat yang mirip dengan kita untuk melayani kita jika kita berkenan kepada Tuhan (Kisah Rasul 12:13-15, Matius 18:10).

Iblis pertama-tama membuat sebuah kubu/benteng (tipu muslihat) untuk membuat berkat Tuhan terhalang bagi umat-Nya. Iblis menggunakan orang-orang yang tidak percaya Tuhan untuk menjadi batu sandungan bagi orang-orang percaya. Inilah yang membuat ada orang Kristen “yang diberkati” dan orang Kristen “yang tidak diberkati” (sebenarnya berkat surga memang selalu mengalir tapi tak pernah diterima).

Kita harus menggunakan perlengkapan senjata Allah (bukan senjata kita) untuk melawan penguasa di alam roh (2 Korintus 10:4-5). Perlu diketahui bahwa setiap daerah memiliki “penguasa”-nya masing-masing sehingga memiliki “pertarungan”-nya masing-masing. Iblis yang menguasainya pun ada tingkatannya tergantung luas wilayahnya (dari tingkatan paling tinggi ke paling rendah: pemerintah, penguasa, penghulu, roh jahat).

Orang yang berada di bawah “kubu itu” ada tiga jenis, yaitu:

  1. Orang yang berdoa namun sia-sia karena hidupnya tidak berkenan kepada Tuhan (1 Korintus 4:9)
  2. Orang yang berdoa namun doanya terhalang oleh “kubu itu” karena hanya ingin memuaskan hawa nafsunya/salah meminta (Yakobus 4:2-3, Mazmur 106:14)
  3. Orang yang berdoa dan doanya menembus “kubu itu” sehingga langit terbuka dan mujizat Tuhan terjadi (Matius 3:16). Ketika kita terhubunga dengan seseorang yang “langitnya terbuka” maka langit kita akan terbuka juga, karena langit yang terbuka itu akan selalu mengikuti kemana orang tersebut melangkah. Nikmatilah dahulu ketika kita merasakan langit yang terbuka itu, dan jangan terburu-buru meminta berkat Tuhan.

Orang yang “langitnya” terbuka pasti hidupnya berbahagia (selalu diberkati), namun orang yang “langitnya” tertutup mulai menggunakan strategi manusia untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya. Kita berdoa agar langit terbuka, sedangkan kita beribadah untuk memenangkan peperangan rohani. Keadaan malaikat kita untuk memenangkan peperangan rohani tergantung keadaan kerohanian kita karena keberadaan malaikat kita mirip dengan kita. Ketika kita berdoa namun orang lain yang mendapatnya berarti kita sedang kalah dalam peperangan roh sehingga berkat kita dicuri iblis (Yakobus 1:17). Tuhan Yesus memberkati.

Every Day Is A Mother’s Day

Masyarakat internasional memperingati Mother’s Day setiap minggu ke-2 dalam Bulan Mei. Mari kita merenungkan potensi yang Tuhan beri dalam diri seorang ibu.

Many things we can give as a Mother.

Mother = something or someone that gives rise to or exercises protecting care over something else, origin or source (Oxford Advanced learner’s Dict)

Segala sesuatu yang ada dalam sebuah keluarga bersumber dari sentuhan seorang ibu. Moms, what kind of source are you?

Outstanding = Excellent

Ikuti teladan wanita dalam Amsal 31:29 dikatakan wanita tersebut melakukan melebihi (excel = do extremely well) dari yang orang lain lakukan.

Tuhan tidak hanya menginginkan kemampuan terbaik kita sebagai ibu, tetapi seluruh sisi terbaik yang kita miliki sesuai dengan kehendak-Nya mencakup penundukan diri dan komitmen total kita dalam mengasuh dan mendidik anak-anak kita. Semua pengorbanan yang kita berikan bagi keluarga kita tidak akan pernah sia-sia, bahkan semuanya itu akan mendatangkan penghargaan Tuhan atas hidup kita. So Moms, do it in Excellent ways

Talented

The Mom Ministry merupakan satu pelayanan yang Tuhan beri kekuatan extra. Peran ibu mencakup psikolog, perawat, negosiator, ahli keuangan handal, guru, juru masak, merangkap ahli listrik, air dan pertukangan, bahkan sebagai pebisnis ulung. Moms, Give Thanks for the Gift!

Heavenly Atmosphere

Kekuatan seorang ibu berasal dari kasih yang ibu miliki bagi anak-anak dan suaminya. Dekapan yang penuh kasih mengimpartasikan kekuatan dan kepercayaan diri yang besar. Suami dan anak-anak merasa sangat diterima sebagaimana mereka adanya. Kasih yang demikian mengingatkan kita pada kasih dan penerimaan Tuhan Yesus bagi anak-anaknya (Matius 11:28). Let’s create that at your home sweet home Moms…!

Everlasting Spirit

Sebagai seorang ibu, kita sangat perlu tempat perhentian. Sebuah tempat agar kita dapat dikuatkan, disegarkan, dipulihkan, atau sekedar tempat untuk kita beristirahat.

Yesaya 40:31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru (renew their strength): mereka seumpama burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Luar biasa Tuhan kita, sangat terencana dalam memberi kemampuan dan menjamin tersedianya tempat untuk kita mengisi ulang. Always depend on God Moms!

Radiant = Bright with Joy and Hope

Dalam Amsal 31:25b dan 30b digambarkan wanita yang senantiasa memancarkan sukacita dan pengharapan keluar dalam dirinya. Ia memilih untuk bersyukur dalam segala keadaan dan tetap menaruh harap pada Tuhan. Puji-pujian didapatnya karena Tuhan berkenan pada apa yang dilakukannya. Ekspresi pengucapan syukur dapat memberkati banyak orang di sekitar kita. Moms…be ready for the God’s Favor!

Setelah kita tahu betapa besar potensi yang Tuhan beri pada seorang ibu, mari kita jadikan setiap hari menjadi hari kemenangan dan penuh berkat as a Mother… Every Day is A Mother’s Day with HIM

Romantic

Seseorang menikah karena “CINTA” kepada kekasihnya yang kini jadi pasangannya.

Banyak kali karena kesibukan, dinamika hidup dan anak yang Allah percayakan membuat perhatian kita kepada pasangan menjadi berkurang bahkan dengan berjalannya waktu, “cinta” kita kepada pasangan menjadi kurang “gregetnya” bahkan cenderung mulai “memudar”. Hati-hati!!!

HIDUPKANLAH KEMBALI “ROMANTISME” ANDA!!! HOW?

  1. Pikirakan tentang hari-hari ketika Anda berkencan. Apa yang membuat “kekasih” Anda merasa istimewa?
  2. Temukan cara-cara baru untuk menyenangkan pasangan Anda.
  3. Bawa pasangan Anda pergi untuk sesuatu yang istimewa. Simpan tujuan Anda sebagai kejutan. Pergi berdua seperti “pacaran” lagi.
  4. Jangan menganggap rendah nilai sebuah “pelukan dan senyuman”.

Merenungkan Firman

Mazmur 1:2 – Merenungkan Firman (meditating the Word) berarti membicarakan (to talk about), mendeklarasikan (to declare), menyanyikan (to sing), dan memikirkan berulang-ulang (to think).

Mazmur 1:3 – Upah bagi orang yang kesukaannya adalah merenungkan Firman Tuhan adalah (1) berbuah pada waktunya (Ibrani 5:11-14); (2) menjadi orang yang bijaksana, hidupnya tidak bodoh, tidak mudah jatuh bangun dalam dosa, menjadi orang terhormat (2 Timotius 3:16), (3) hidupnya selalu berhasil (mengalami kemajuan/progress, untung, berlimpah dan diserang dengan kebaikan Tuhan berkali-kali).

Syarat Untuk Memperoleh Perkenanan Tuhan

  1. Hidup dalam Firman Tuhan & kepenuhan Roh Kudus
  2. Memuliakan Tuhan dengan tubuh kita
  3. Memuliakan Tuhan dengan harta kita
  4. Hati-hati dengan hati kita: harus memiliki damai sejahtera, menjaga hati dalam menghadapi goncangan dengan mengucap syukur & beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepadanya, jangan takut
  5. Memenangkan peperangan rohani dengan unity & naik ke tempat yang tinggi untuk masuk masa perhentian (spiritual refreshing)

Kunci Untuk Masuk Dalam Penuaian Jiwa Besar-Besaran

  1. Memahami paradigma baru penuaian
  2. Merindukan kembali kemuliaan Tuhan
  3. Hanya mengandalkan Tuhan
  4. Dalam segala sesuatu bertanya kepada Tuhan
  5. Selalu menyenangkan hati Tuhan
  6. Mempersembahkan korban yang berharga kepada Tuhan
  7. Hidup intim dengan Tuhan

Memelihara Kesatuan Dalam Keluarga & Tubuh Kristus

  1. Saling mendengar (Yoh 1:19)
  2. Saling membangun (Roma 15:2)
  3. Saling menerima apa adanya (Roma 15:7)

Soul Care (Memelihara Jiwa)

3 Yohanes1:2

“Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.”

Shalom!

Tubuh kita adalah Bait Allah, Tuhan berkenan ketika kita menjaga tubuh kita dengan baik. Namun alangkah lebih baiknya jika kita pun turut menjaga jiwa (pikiran, perasaan, kehendak) –not only body care. Hendaknya kita tidak ‘menganggap enteng’ tentang keadaan jiwa kita agar tidak dipenuhi/didominasi oleh hal negatif karena keadaan jiwa/hati mengendalikan kehidupan kita (Amsal 4:23).

“Beloved, I wish all things that you may prosper and be in health, just as your soul prospers.” (3 Yoh 1:2 – NKJV). Kemakmuran (lahiriah) kita ditentukan oleh keadaan jiwa (respon) yang baik. Tetaplah memiliki respon yang benar meskipun menghadapi berbagai keadaan yang buruk. Bilangan 14:24, “Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” Tuhan akan ‘mengistimewakan’ orang-orang yang ‘berbeda jiwanya’ yaitu mereka yang memiliki keadaan jiwa yang benar (sehat).

Ulangan 1:34-36 “Ketika TUHAN mendengar gerutumu itu, Ia menjadi murka dan bersumpah: Tidak seorang pun dari orang-orang ini, angkatan yang jahat ini, akan melihat negeri yang baik, yang dengan sumpah Kujanjikan untuk memberikannya kepada nenek moyangmu, kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN.” Kaleb dan seluruh bangsa Israel mengalami hal yang sama namun Kaleb lebih memilih untuk mengucap syukur meskipun tak ada alasan untuk itu dibandingkan sebagian besar bangsa Israel yang malah menggerutu (cerminan dari hati yang sedang menentang Tuhan) –mengucap syukur adalah pilihan, tidak tergantung keadaan.

Berhati-hatilah sebab Tuhan akan menghukum orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya (Yudas 1:14-16). Sebagai manusia biasa yang masih memiliki hati tentunya pernah merasa sakit hati itu manusiawi namun jangan biarkan diri kita untuk terus-menerus hidup dalam kepahitan. Apapun yang kita miliki bisa diambil oleh orang lain namun kita selalu memiliki KEBEBASAN UNTUK MEMILIH (tetap memegang prinsip kehidupan yang benar dalam menanggapi berbagai situasi baik/buruk yang dihadapi tanpa beralasan untuk terpengaruh oleh keadaan/perlakuan orang lain –contoh: tetap mengampuni & mengucap syukur meskipun terluka), itulah yang akan menentukan kualitas kehidupan kita –Victor Frankl. Tuhan ‘tak tahan’ dengan umat-Nya yang mampu mengucap syukur dalam situasi yang sulit sebagai tanda bahwa ia mengasihi Tuhan tanpa alas an (Yunus 2:9-10).

Bukan orang yang bahagia/sukses yang bisa bersyukur tetapi orang yang bersyukur pasti akan bahagia/diberkati. Mazmur 19:8 “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Tuhan Yesus memberkati.

Gaul, Amal, Jalan-Jalan, Introspeksi (Ketaatan & Iman)

MATIUS 10:5-15

Shalom!

GAUL             Gereja adalah suatu komunitas dimana orang-orang yang terhilang (dari gelap) masuk ke dalam terang Kristus. Maka berbahagialah kita yang sudah mengenal Kristus, janganlah kita merusaknya dengan gaya hidup yang duniawi sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Tuhan Yesus memberi teladan yang sangat baik dengan bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status sosial atau latar belakang mereka sebab Tuhan hanya melihat hati. Tujuan Tuhan Yesus tidak menutup diri dari pergaulan meskipun mereka berdosa adalah “memberi dampak” (menjadi garam & terang) kepada mereka agar kehidupan mereka berubah menjadi lebih baik (Yohanes 4:9). Hendaklah kita juga bergaul tanpa membeda-bedakan orang berdasarkan standar tertentu (jabatan, kekayaan, ras, agama, dll) karena dalam Yesus kita semua bersaudara. Bergaul itu ‘duduk sama rendah, berdiri sama tinggi’. Ketika kita sudah dewasa kerohaniannya, maka kita akan dimampukan untuk bergaul dengan siapa saja tanpa harus memperdebatkan/menyalahkan kebenaran doktrin-doktrin dari masing-masing pihak tetapi kita akan saling menghargainya. Sebagai orang Kristen, kita harus tahu bagaimana caranya bergaul dengan baik dengan siapapun (sesama anggota gereja & masyarakat umum) dan yang terpenting & terutama adalah bagaimana kita harus selalu bergaul erat dengan Allah sebab pergaulan dengan Allah menghasilkan sesuatu yang baik. Melalui pergaulan dengan Tuhan, kita akan lebih peka mendengar suara-Nya; maka semua hal yang kita perlukan pasti Tuhan sediakan bagi kita.

AMAL             Amal adalah menolong orang lain yang membutuhkan dengan apapun yang kita miliki (uang, tindakan, senyum, penghiburan). Ketika kita menolong orang lain, selalu lakukan & berikanlah yang terbaik dengan kerelaan tanpa mengharapkan pamrih. Ingat, hukum tabor-tuai selalu berlaku. Sebagai orang Kristen, kita harus tetap menjadi garam & terang, tetap harus memberi meskipun kekurangan. Harus menjadi berkat dengan bersukacita tanpa bersungut-sungut!

JALAN           Jangan sampai kita kehilangan waktu-waktu yang produktif dengan hanya berdiam diri saja (do nothing) tetapi jadilah pro-aktif (do something) untuk menambah wawasan. ‘Keluarlah dari rumah’ untuk suatu hal yang positif (berbagi dan mengambil hal-hal yang baik) sehingga orientasi kita akan menjadi luas!

INTROSPEKSI          Hendaklah kita selalu mawas diri akan: KEROHANIAN (apakah kita & keluarga kita sudah belajar membangun hubungan baik dengan Allah & membaca Alkitab secara rutin; kunci diberkati Tuhan adalah ‘percaya saja’ –Yosua 1:8), KELUARGA (keluarga merupakan stasiun/tempat perhentian dari segala kesibukan kita karenanya hendaklah kita ‘menyelesaikan’ segala permasalahan keluarga kita dengan saling rendah hati & terbuka demi kebaikan keluarga kita –berani berbuat, berani bertanggungjawab), KEUANGAN (hendaklah kita hidup dengan ‘kebebasan finansial’ & bertanggung jawab mempergunakannya), KESAKSIAN HIDUP (taat melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus –Markus 16:15). Tuhan Yesus memberkati.