Ukupan Kudus & Ujian

Keluaran 30:34 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya.

Bahan-bahan ukupan kudus tersebut diperoleh setelah melalui berbagai proses yang tidak nyaman, contoh: sebuah pohon harus disayat terlebih dahulu untuk diambil getahnya. Ukupan kudus melambangkan doa, pujian, penyembahan yang mana harus selalu dijaga oleh imam agar tidak padam apinya. Dengan demikian, harus ada pengorbanan dalam mempersembahkan ukupan kudus bagi Tuhan.

Seorang pendoa syafaat sejati lahir dari berbagai proses hidup yang tidak nyaman, tanpa panggilan Tuhan tak mungkin kita dapat menunaikan tugas sebagai pendoa syafaat. Jika kita menerima panggilan Tuhan sebagai pendoa syafaat, pasti Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita untuk menunaikan panggilan ini.

Pentakosta ke-3 sedang terjadi, kita harus menangkap api Roh Kudus dan menjaganya agar tetap menyala!

Ada ujian-ujian bagi prajurit Tuhan yang gagah perkasa, yang mana kita harus keluar sebagai pemenang menghadapi ujian-ujian tersebut. Dari Hakim-Hakim 7, kita belajar bagaimana Tuhan menguji kita, yaitu:

  1. Ujian keberanian dalam melangkah. Hakim-hakim 7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
  2. Ujian saat menerima berkat. Hakim-hakim 7:5-7 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” Hati kita harus tetap melekat kepada Sang Sumber Berkat, bukan berkat-Nya. Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
  3. Ujian kesatuan. Hakim-hakim 7:19-22 Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka. Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: “Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!” Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat. Memecahkan buyung melambangkan menghancurkan sifat-sifat lama, dan menjadi manusia baru. Tuhan yang akan berperang bagi kita!
Advertisements