The True Worshipper

Shalom!

Kita berada dalam era Pentakosta ke-3 dimana bumi akan dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan seperti air yang menutupi dasar laut, karenanya hari-hari ini kita akan dibawa ke dalam suatu penyembahan yang semakin intim kepada Tuhan. Ketika kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang kudus, berkenan dan hidup di hadapan Tuhan maka hidup kita akan dipenuhi oleh kasih-Nya. Untuk masuk ke dalam penyembahan yang intim kepada Tuhan (dipenuhi Firman Tuhan dan Roh Kudus), maka terlebih dahulu kita mengaku dosa kepada Tuhan agar Tuhan mengampuni dan mentahirkan kita dari dosa-dosa tersebut. Kita harus disucikan dengan darah Yesus untuk mati dari hidup yang lama, kemudian bangkit bersama Kristus dalam hidup sebagai manusia yang baru agar hadirat Tuhan turun dalam kehidupan kita. Roh, jiwa dan tubuh kita harus terpelihara sempurna hingga kedatangan-Nya yang kedua kelak.

Ibrani 9:11-12 berkata “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. ” Dalam Perjanjian Lama, umat Tuhan harus menyucikan dirinya dari dosa melalui seorang imam namun dalam Perjanjian Baru kini Tuhan Yesus sendirilah yang menghapuskan dosa kita sehingga kita dilayakkan untuk beribadah secara intim dengan Bapa. “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:6-8)

Lalu bagaimana masuk dalam penyembahan yang intim kepada Tuhan? Yohanes 4:23 berkata “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Kelegaan, ketenangan, damai sejahtera dan kebahagiaan adalah bagian yang diperuntukan Tuhan bagi kita, bukan sebaliknya (kecemasan, putus asa, kecewa) karena melalui keintiman dengan Tuhan maka dari dalam hati kita akan mengalir aliran air hidup yang membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Tuhan menghendaki kita menjadi penyembah-penyembah yang benar dalam Roh dan kebenaran bukan hanya di gereja tetapi dalam setiap langkah hidup kita setiap saat, lakukanlah segala sesuatunya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Inilah yang memberikan kita sebuah pencerahan dan memiliki hidup yang berpengharapan.

Ketika kita lebih mengutamakan kehidupan jasmani kita, maka kita akan menjadi lemah. Namun, bersyukurlah sebab Tuhan memberikan kita kesempatan untuk mengalami perjumpaan dengan-Nya melalui doa, pujian dan penyembahan sehingga kita mendapatkan kekuatan baru ditengah ketidakstabilan keadaan dunia yang bisa mempengaruhi kehidupan kita. Hadirat Tuhanlah yang akan mengubahkan kehidupan kita dan membuka pintu-pintu yang tertutup dalam kehidupan kita. Worship God anytime, anywhere, anyway.

Advertisements

The True Worshipper

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

(Yohanes 4:23-24)

Menelaah kisah pertemuan wanita Samaria dengan Yesus, kita tersadar bahwa Allah sanggup memakai kita bagaimanapun keadaan kita. Mengapa wanita Samaria itu bisa berubah total setelah mengalami perjumpaan pribadi bersama Tuhan Yesus? Karena Tuhan Yesus mengajarkan pola ibadah yang baru kepada wanita tersebut, dimana umumnya mereka beribadah kepada Tuhan seperti hubungan antara tuan dan hamba (Mazmur 123:2) tetapi kini Yesus mengajarkan bahwa ibadah kepada Tuhan sebagai hubungan yang sangat intim dengan Bapa bahkan seperti hubungan suami dan istri (Efesus 5:32).

Ibadah penyembahan yang sejati adalah ketika kita bisa merasakan lawatan Tuhan yang mengubahkan kehidupan kita, yaitu mengalami keintiman dengan-Nya. Lalu, bagaimana kita masuk sebagai seorang penyembah yang sejati?

1 Korintus 14:14-15 berkata: “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

Kita harus menyembah dengan Roh karena daging tidak mendapat tempat dalam Kerajaan Surga. Penyembahan kita akan dibawa hingga kekekalan, karena Rumah Bapa adalah Rumah pujian dan penyembahan. Ketika kita menyembah dengan Roh, maka “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes 16:13)

Yohanes 8:23 berkata “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” tapi mengapa masih ada saja pelaku-pelaku penyembahan yang hidupnya masih terikat dengan keduniawian? Karena mereka tidak mau masuk lebih dalam lagi kepada keintiman penyembahan akan Bapa.

Pujian penyembahan adalah sesuatu yang keluar dari dalam hati kita. Surga akan ‘sensitif’ dengan penyembah-penyembah dalam Roh dan kebenaran, bukan karena ‘faktor X’. Ketika kita melakukan penyembahan yang dari hati maka terciptalah “HEAVEN ON EARTH”.