Coincidence: Myth Or Fact? (Suatu Kebetulan Apakah Mitos Atau Fakta?)

Rencana Tuhan begitu panjang dan besar maka kita tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan suatu momen tertentu yang singkat. Jangan terlalu cepat menilai Tuhan sebab masa depan kita belum selesai!

Rut 2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Kata “kebetulan” hanya muncul 1 kali di Perjanjian Lama dan 11 kali di Perjanjian Baru, yang mana dalam Bahasa Ibrani menggunakan kata “miqreh” yang memiliki 2 arti: (1) kecelakaan/kemalangan/sial, (2) kesempatan/keberuntungan. Ini bukan suatu keadaan melainkan cara pandang kita dalam menghadapi suatu masalah apakah hal tsb merupakan kesialan atau sebuah keberuntungan bagi kita.

Kata dasar miqreh adalah sugkuria [Yun.] yang terdiri dari 2 kata: sun (dengan/disempurnakan) & kurios (supreme/tuan tertinggi). Jadi, kebetulan artinya dengan peran Tuhan atau disempurnakan oleh kuasa tertinggi yaitu Tuhan.

Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Nasib sial yang menimpa hidup Rut bukanlah kebetulan, sebab pada akhirnya Tuhan merencanakan kelahiran Sang Juruselamat dunia melalui Rut!

Nasib sial bisa disebabkan karena kesalahan pilihan kita sebagai manusia (keluar dari rencana Allah sehingga langsung diterkam Iblis) atau rekayasa Iblis agar menghancurkan hidup manusia. Lalu bagaimana jika sudah terjadi demikian? Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja (work together) dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (kita dan Allah bekerja sama).

Kunci supaya Tuhan turut bekerja yaitu:

  1. Mengasihi Allah, yaitu selalu ingin menyenangkan hati Allah. Segala yang kita lakukan kita takar dengan standar memberi yang terbaik untuk Allah.
  2. Hidup dalam panggilan (rencana Allah). Untuk menghidupi panggilan itu sebuah pilihan, untuk hidup ikuti rencana Allah juga sebuah keputusan. Note: setiap orang punya panggilan masing-masing yang tidak dapat disamakan satu sama lain.

Mazmur 139:13-14 Sebab Engkaulah yang membentuk (=sudah dimiliki, dibayar lunas) buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; (=dibuat unik) ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Sekalipun dunia membuang kita, namun Allah memandang kita berharga sehingga Ia menebus kita dengan lunas maka tentu kita diciptakan bukan karena suatu kebetulan!

Bagaimana dari sebuah kebetulan menjadi sebuah kesempatan?

  1. Hati yang positif.
  2. Hati yang bersyukur.
  3. Hati yang berserah.
Advertisements