Setia Pada Panggilan Tuhan

2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Kita harus tetap beriman meskipun janji Tuhan belum terlihat.

Kita harus tetap setia pada panggilan pelayanan kita, meskipun “selalu tersembunyi” (jangan iri melihat bidang pelayanan lain selalu “ditampilkan”).

Panggilan sebagai pendoa syafaat paling luar biasa sebab kita adalah front liner (orang-orang di garis depan, penerobos) yang menghubungkan surga dengan bumi. Dengan demikian, tentulah kita menjadi orang pertama yang meraih berkat Tuhan (bukan yang terbelakang)! Jika kita menjalani panggilan pelayanan ini dengan bersungut-sungut, tentu tidak akan menerima berkat sulung!

Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kita harus mengalami pembaharuan (perubahan) jika ingin berkenan pada Tuhan. Pelayanan yang produktif adalah pelayanan yang sesuai kehendak Allah. Jika tidak demikian, bagaimanapun spektakulernya pelayanan kita tidaklah bernilai bagi Allah. Kehendak Tuhan adalah prioritas kita. Matius 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Ulangan 8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

Kehendak Tuhan dan perintah Tuhan bagaikan 2 sisi mata uang (tidak terpisahkan), maka tidak boleh ada sedikitpun keraguan (sepakat) terhadap firman Tuhan dan harus taat (tunduk) sepenuhnya kepada firman Tuhan. Pelayanan bukan atas dasar sesuka hati, melainkan atas kehendak Roh Kudus.

Ini adalah zaman peperangan dan kita pemenangnya! 1 Korintus 15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Kita akan menjadi orang yang kalah jika kita tidak sepakat dengan firman Tuhan. Ingat, manusia pertama berdosa karena tidak sepakat dengan firman Tuhan. Jika kita tidak taat, maka tamatlah kita.

Yesaya 48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Jika kita goyah terhadap panggilan pelayanan kita, tentu jerih payah kita dalam persekutuan dengan Tuhan hanyalah kesia-siaan. Karena itu, mulai sekarang pastikan bahwa diri kita benar-benar menerima panggilan Tuhan sebagi imam doa agar kita tidak goyah menjalaninya! Kita harus bangga akan panggilan kita, bangkit dan bersukacitalah menjalaninya dalam kesungguhan! [Note: Gembala pesan agar kita disebut sebagai “imam doa”, bukan pendoa syafaat lagi.]

2 Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Sebagai perantara, kita harus menyebarkan keharuman pengenalan akan Tuhan di mana-mana. Yang membawa kemenangan adalah Yesus, kapan? Ketika Yesus mengampuni orang yang menyakiti-Nya di kayu salib. Dengan demikian, kita harus mengampuni jika kita mau menang! Matius 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Advertisements