Pastor’s Message (February 2018)

Tahun 2018 adalah Tahun Permulaan Yang Baru. Penanggalan Ibrani memasuki tahun 5778.

Angka 5 berbicara tentang anugerah/kasih karunia Tuhan.

Angka 7 berbicara tentang kepenuhan/kesempurnaan.

Angka 8 berbicara tentang permulaan yang baru.

Jadi, tahun ini adalah tahun dimana ada anugerah Tuhan untuk memberikan berkat secara sempurna ketika memasuki permulaan yang baru.

“The Bible is the book of Hebrew thought. So, if we’re going to understand the Bible, we need to understand the Numerology, because that’s one of the way they thinking.” -Rev. Cindy Jacob.

Jadi, untuk mengerti Alkitab kita harus memiliki cara pandang seperti orang Ibrani sebab Alkitab ditulis berdasarkan kebudayaan mereka. Itulah sebabnya kita mengikuti penanggalan Ibrani.

Angka 70 (Ayin) melambangkan mata Tuhan yang tertuju kepada kita dan mata kita harus tertuju kepada Dia. Tuhan hendak menuntun kita melalui pewahyuan angka 8 (=permulaan baru), yang mana diartikan sebagai pribadi Tuhan Yesus. Yohanes 1:1-2 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Tahun ini mata kita harus semakin tertuju kepada-Nya (mengingat kasih-Nya) agar kita semakin mengasihi-Nya. 1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Roh Kudus dan Firman akan semakin berperan penting ketika kita dalam proses pengudusan (=sanctification) untuk kelak kita dimuliakan (=glorification). Hanya orang yang hidup serupa dengan Yesus yang akan mendengar panggilan sangkakala rapture!

Wahyu 1:17-18 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Matius 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Jadi, kita harus hidup takut akan Tuhan sebab Ia yang memegang segala kunci maut dan yang berkuasa membinasakan seseorang di dalam neraka. Jangan main-main dengan Tuhan Yesus!

Jika Tuhan Yesus dicobai, tentu kita pun akan mengalami hal serupa. Namun ingat, Tuhan Yesus keluar sebagai pemenang! Iblis akan datang berulang-ulang kepada kita untuk mencobai dengan hal yang sama.

1) Membuat fokus kita tertuju pada “roti” (berkat jasmani yang harus diperoleh dengan kerja keras). Matius 4:3-4 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

a) Mazmur 127:1-2 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

b) Matius 6:31-33 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

c) Matius 6:19-21 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Harta dijadikan Tuhan untuk mengetes di mana hati kita berada: Mamon atau Allah, maka jangan sampai kita terikat dengan Mamon!

2) Mempengaruhi kita untuk melawan hukum alam (contoh: gravitasi, sungai yang dalam, dll). Matius 4:5-7 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

3) Menawarkan segala kemegahan dunia. Matius 4:8-10 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Pentakosta ke-3 akan terjadi mulai dari Indonesia ke bangsa-bangsa!

Advertisements