Menjadi Garam & Terang Dunia

Matius 5:13-14 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Menjadi garam dan terang dunia merupakan identitas kita.

Garam (halas, Yun.) artinya:

  1. Pengaruh. Kehadiran kita harus memberi pengaruh baik pada orang lain.
  2. Pengorbanan. Di mana pun kita berpijak kita membawa value yang berkorban demi kepentingan Tuhan.
  3. Damai. Di mana pun kita berpijak seharusnya membawa damai dan memutuskan untuk mempertahankan berita damai tersebut (tidak memicu pertengkaran).
  4. Kebijaksanaan. Seharusnya kita dikenal sebagai orang yang bijaksana (memiliki pengendalian diri yang kuat) di mata orang lain.
  5. Kasih karunia. Keberadaan kita adalah hadiah Tuhan bagi orang lain.

Tawar (moraino, Yun.) artinya:

  1. Terbukti bertindak bodoh.
  2. Hilang kekuatan untuk berfungsi sebagai garam.
  3. Tumpul (tidak dapat dipakai).
  4. Tidak Ilahi (tidak saleh, tidak rohani).

Terang (phos, Yun.) artinya:

  1. Pikiran yang berkualitas pada sisi moral dan spiritual.
  2. Manifestasi dari pikiran yang berkualitas tsb, yaitu tindakan yang berkualitas.

Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Pikirkan (logisomay, Yun.) artinya jadikan 8 hal di atas sebagai inventaris dalam otak kita.

Tersembunyi (kripto, Yun.) artinya rahasia. Ketika kita menjadi terang, Tuhan akan mengangkat dan memamerkan kita agar semua orang yang melihat bisa menerima dampak kehidupan kita.

Ayub 2:3 Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” [Ayub dipamerkan oleh Tuhan karena tindakannya yang berkualitas.]

Advertisements

Menjadi Garam & Terang Dunia

Matius 5:13-16 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Gereja tercipta untuk bertanggung jawab atas kehidupan sosial di dunia. Kuncinya terletak pada Matius 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Kasih kita kepada Tuhan terlihat dari cara penyembahan kita. Tuhan menghendaki agar apapun yang kita lakukan dilakukan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi, itulah yang berkenan pada-Nya!

1 Korintus 13:1-3 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Lalu, bagaimana menyatakan kasih kepada sesama? Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Allah tak terukur kuasa dan kasih-Nya, namun Allah bisa “berhutang” kepada kita ketika kita menolong sesama yang sedang membutuhkan.

Matius 25:34-36, 40 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Jadi, orang-orang miskin ditempatkan di sekitar kita untuk membuat kerohanian kita lebih baik, yaitu: semakin mengasihi dan diberkati. Amsal 11:17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

Lalu, bagaimana Tuhan membalas perbuatan kasih kita tsb?

  1. Mazmur 41:1-3 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.
  2. Yesaya 58:10-11 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.