Menangkap Momentum

Roma 11:15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati? [Karena Israel menolak Yesus sebagai Juru Selamat, maka kita “dicangkokan” kepada pohon zaitun asli sehingga turut menerima berkat-berkat yang ditentukan Allah bagi Israel. Jika penolakan mereka saja berarti keselamatan bagi kita, apalagi jika mereka menerima Yesus sebagai Mesias, tentu berkat yang lebih besar akan menjadi bagian kita!]

Karena kita terhubung dengan pohon zaitun asli tsb, maka segala hal yang menyangkut Israel adalah perkara kita juga.

Kita harus melihat zaman. Pembangunan Bait Suci ke-3 menandakan bahwa pihak-pihak yang telah ditentukan sedang “mempersiapkan jalan bagi kedatangan Antikris” (yang akan menduduki Bait Suci), sedangkan kita ditentukan untuk “mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan” (yang mana akan terjadi polanya dari Timur ke Barat, yaitu Indonesia ke Yerusalem). Karena kita dipercayakan tugas yang sedemikian besar di waktu yang sangat singkat (genting), maka kita harus “menangkap momentum” ini dengan cepat (tidak ada waktu bersantai).

Secara rohani, Bait Suci itu adalah tubuh kita sendiri. Selain berbicara mengenai bejana tanah dan kelahiran (melahirkan tujuan Ilahi), Tet (angka 9) berbicara mengenai peperangan benih jahat dan benih baik. Jangan biarkan tubuh kita diduduki oleh benih jahat, melainkan kita harus memelihara benih baik yang sudah Tuhan tabur dalam hati kita. Ada sesuatu yang dahsyat dalam diri kita sebab kita memiliki benih sulung (double portion, tanggung jawab lebih besar) dan ditentukan untuk memerintah!

Tuhan akan memunculkan negara kambing dan negara domba di tahun 5779. Ciri negara domba yaitu: memperbolehkan Injil diberitakan dan mengakui kedaulatan Tuhan (juga memberkati Yerusalem). Barangsiapa mengutuki Yerusalem akan mendapat kutuk, maka kita harus sungguh-sungguh berdoa agar Indonesia muncul sebagai negara domba (demi kebaikan hidup kita sendiri)!

Matius 24:32-34 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. [Angkatan yang tidak akan berlalu ini adalah kita sebagai generasi yang akan melihat kedatangan Tuhan.]

Daniel 9:1-19 mencatat bagaimana Daniel bertobat (meminta ampun atas kesalahan bangsanya) setelah ia menerima janji Tuhan atas pemulihan Israel. Demikian hendaknya kita, Tuhan memberitahu bagaimana ia akan melakukan perkara besar di masa depan maka kita pun harus bertobat dan memohon pengampunan Tuhan atas dosa bangsa ini. Kita harus membangun tubuh ini seperti layaknya Bait Suci secara fisik akan dibangun untuk mempersiapkan kedatangan Mesias, sediakan tempat yang layak bagi Tuhan!

Advertisements