Melangkah Pasti Di Tengah Ketidakpastian

Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Kejadian 12:7-8 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.

Ketika Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengitari tembok Yerikho dengan sorak-sorai di hari ke-7, Tuhan ingin mengetahui isi hati mereka apakah bangsa Israel bersorak karena kedahsyatan Tuhan atau bersorak karena sebuah perintah semata. Jadi, doa pujian penyembahan adalah sesuatu yang keluar dari hati kita.

Membangun mezbah berbicara tentang membangun hubungan dengan Tuhan.

Kenapa korban hewan? Karena hewan tidak memiliki dosa dan hewan makhluk yang punya darah selain manusia.

Persembahan Habel diterima Tuhan karena ia mempersembahkannya dengan iman sebagai gambaran rancangan Allah di masa depan tentang pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba yang sempurna. Jadi, orang yang membangun mezbah adalah orang yang menghargai pengorbanan Yesus dan beriman bahwa ia telah dikuduskan sehingga menghindari dosa.

Yohanes 3:7-8 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Orang Kristen yang sesungguhnya adalah orang yang dilahirkan dari Allah (menggunakan kata ‘procreate’ = artinya diciptakan dari yang sudah ada). Dengan demikian, ia tidak dapat murtad. Orang Kristen adalah orang yang siap menghadapi ketidakpastian (sebab mengikuti tuntunan Roh Kudus). Ketika kita hidup mengikuti Roh Kudus maka kita sedang mengaktivasi roh dan iman (setia, percaya meski belum melihat). Kita tidak tahu Roh Kudus akan membawa kita ke mana tetapi kita tahu apa peran Roh Kudus bagi kita.

2 Korintus 3:2-3 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Galatia 4 menjelaskan tentang 2 anak, yaitu: anak yang masih dalam pengawasan (budak) dan anak yang dewasa (hidup oleh Roh) sehingga tidak perlu diawasi lagi. Jadi, Roh Kudus bekerja menulis masa depan di loh hati kita!

Ketika Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengelilingi tembok Yerikho dengan bersorak pada hari ke-7, Tuhan ingin mengetahui isi hati mereka apakah mereka bersorak dengan kesadaran akan kedahsyatan Tuhan atau hanya karena sebuah perintah. Doa pujian penyembahan adalah tentang hal yang keluar dari hati kita. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Advertisements