Kingdom Principle

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Kerajaan Allah adalah suatu komunitas dimana Allah yang berdaulat sehingga segala sesuatu berjalan sesuai dengan kehendak Allah. Inilah yang dimaksud dengan Heaven on Earth, yaitu “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10) Berdasarkan prinsip Kerajaan Surga, berkat (secondary point) akan kita terima ketika kita hidup dalam kebenaran Allah dan dikendalikan oleh Allah (primary point). Semakin kita melakukan perintah-Nya, semakin kita dekat dengan perkenanan-Nya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus sangat dikenan oleh Tuhan karena bagi-Nya: makanan-Ku ialah melakukan kehendak Ia yang mengutus Aku. Sebaliknya, jika kita hidup sesuka hati kita tanpa mempedulikan perintah Tuhan maka segala berkat Allah akan dikurangi dalam kehidupan kita.

Allah memang Maha Pengampun tetapi setiap dosa selalu ada konsekuensinya agar manusia sadar dan bertobat. Berikut adalah konsekuensi yang harus ditanggung oleh dua contoh ‘oknum’ yang berdosa, yaitu:

  1. Ketika ular berdosa, ular dikutuk Tuhan (Kejadian 3:14). Karena berdosa, ular yang dulu ‘glorious’ sekarang menjadi terkutuk. Dari hal ini, kita belajar bahwa sifat dosa hanya akan mengurangi hal yang baik dalam hidup kita sedangkan melakukan kebenaran akan mendatangkan peningkatan dan kelimpahan hidup. “Debu tanah” yang akan dimakan ular seumur hidupnya adalah manusia maka waspadalah sebab “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)
  2. Ketika manusia berdosa, bukan manusia yang dikutuk Tuhan tetapi tanah yang dikutuk Tuhan sebab manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah (Kejadian 3:17-19). “Semak duri” berbicara tentang tempat kegagalan. Keadaan tanah merefleksikan kehidupan manusia yang hidup diatasnya. Karenanya, belajarlah hidup berintegritas untuk melakukan kebenaran sejak dini agar kita mengecap buah yang baik yang dihasilkan oleh tanah yang kita pijak. Your choice determines your future. Ketika kita memilih untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan, percayalah Ia sanggup mengubah semak duri tersebut menjadi tanah yang melimpah susu dan madunya.
Advertisements

Mental Lebih Dari Pemenang

 “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.”

(2 Korintus 4:8-9)

Seluruh manusia di bumi ini baik orang Kristen maupun non-Kristen mengalami problema umum yang sama, namun yang membedakan keduanya adalah cara mereka mengatasi problema tersebut karena sebagai anak Allah kita memiliki Roh Kudus di dalam diri kita yang lebih besar kuasanya dibanding roh-roh yang ada di bumi. Mental lebih dari pemenang berarti meyakini bahwa kita adalah anak Allah sehingga kita berhak untuk diberkati selama hidup di bumi ini sesuai dengan cara Allah memberkati.

Kualitas seseorang terlihat ketika ia sedang dalam masalah; bersungut-sungut sebenarnya sedang melemahkan semangat kita dalam menghadapi masalah. Amsal 13:12 berkata Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.” Meskipun Tuhan izinkan kita mengalami masa-masa sedih karena harapan yang tertunda, namun tetaplah berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa … Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

MENTAL PECUNDANG

Ciri-cirinya yaitu mudah menjadi lemah, mencari kambing hitam dan tidak terima dengan keadaan ketika ia menghadapi masalah.

MENTAL PEMENANG

Ciri-cirinya yaitu mengalahkan segala hambatan dengan berpikiran positif dan semangat yang luar biasa ketika ia menghadapi masalah. Ia seorang pengampun dan berusaha merubah yang negatif menjadi positif dengan yakin berdoa bahwa apa yang ia doakan telah ia terima (Markus 11:24) serta melakukan tindakan-tindakan iman.

MENTAL LEBIH DARI PEMENANG

Ciri-cirinya yaitu berani menghadapi setiap masalah, selalu melihat peluang/kesempatan dibalik setiap masalah dan menggunakan hikmat Allah untuk menyelesaikan masalahnya yang notabene berbanding terbalik dengan pola pikir dunia. Ia percaya ketika ia menggunakan kekuatan yang dari Allah, maka segala masalah akan terlihat lebih kecil dibanding kekuatan yang ia terima dari Allah sehingga ia memiliki keberanian Ilahi (bukan keberanian yang ‘nekat’) untuk melangkah mengambil ‘peluang’ tersebut dengan cara Allah tanpa berfokus kepada masalahnya. Seorang dengan mental lebih dari pemenang tidak cinta uang tetapi cinta Tuhan sehingga ia dituntun Tuhan melakukan apa yang mendatangkan damai sejahtera Allah karena ia memiliki prinsip hidup …carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)