Kelahiran Yang Baru Berawal Dari Nubuatan

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Jadi, urutannya adalah pertama-tama kita semakin hidup oleh Roh maka otomatis semakin lama kedagingan kita akan mati, bukan mematikan kedagingan terlebih dahulu dan berpikir bahwa Roh akan semakin besar mempengaruhi kita. Bagaimana caranya? Melalui doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan setiap saat.

Tahun 2019 adalah Tahun Kelahiran Yang Baru, artinya dari yang tidak ada menjadi ada (seperti bayi yang semula tidak pernah ada di dunia menjadi terlahir). Sebelum mengalami kelahiran yang baru (melahirkan bayi-bayi rohani), kita akan mengalami ‘sakit bersalin’ (ada sesuatu yang tidak nyaman dalam roh kita).

Sebuah kehamilan memiliki masa hingga tiba saatnya melahirkan, tentu sebuah kelahiran yang baik harus terjadi di waktu yang telah ditentukan (tidak boleh dipercepat ataupun diperlambat). Secara jasmani, masa kehamilan normal adalah 9 bulan. Namun secara rohani, masa kehamilan kita berbeda-beda tergantung yang sudah Tuhan tetapkan sesuai kapasitas masing-masing.

Seorang ibu yang baik tentu menjaga diri sebaik mungkin selama masa kehamilan agar bayinya terlahir sehat, artinya kita harus sungguh-sungguh menjaga kerohanian kita agar melahirkan hal-hal yang baik (buah Roh). Buah Roh bisa dirasakan oleh orang-orang sekitar kita, jika tidak demikian berarti kita belum melahirkan buah roh.

Apa yang harus kita lakukan agar kelahiran yang baru terjadi? Banyak bernubuat. Nubuat adalah kehendak Tuhan atas masa depan yang kemudian kita perkatakan (setelah kita menerima nubuat tsb di hadirat Tuhan), bukan memperkatakan kehendak kita terhadap suatu hal agar terjadi di masa depan (padahal tidak pernah dijanjikan Tuhan). Contoh:
1) Ketika dalam saat teduh Tuhan memberi rhema tentang kebangkitan generasi Yeremia, atau yang mandul Tuhan janjikan memiliki keturunan, itu menjadi nubuat yang harus kita perkatakan terus-menerus hingga terjadi.
2) Ketika kita keluar rumah lalu melihat lawan jenis yang rupawan dan kita langsung mengatakan “dalam nama Yesus dia jadi kekasih saya”, atau melihat kendaraan orang lain lalu kita tumpang tangan atas kendaraan tsb dan berkata “dalam nama Yesus ini jadi milik saya”, yang mana semua hal tsb tdk Tuhan taruhkan untuk dinubuatkan maka inilah yg disebut doa sihir (#maksa).

Ingat Yeremia 1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. [Tuhan terlebih dahulu menaruh perkataan-Nya dalam mulut Yeremia, barulah Yeremia memperkatakan hal tsb kepada bangsa Israel.]

Dengan demikian, sebagai orang yang ditaruhkan perkataan Tuhan maka kita harus menjaga perkataan kita. Tentunya terlebih dahulu kita harus menjaga hati, karena dari hatilah sumber segala perkataan. Tidak mungkin dari hati yang kotor keluar perkataan mulia.

Kejadian 1:1-3 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Tahun kelahiran yang baru merupakan tahun penciptaan dari yang tidak ada menjadi ada. Karena itu, jika kita tidak banyak bernubuat tentu tidak akan ada sesuatu yang tercipta (seperti bumi yang belum berbentuk, kosong dan gelap gulita). Ketika mencipta, Allah memperkatakan firman-Nya, bukan hanya disimpan dalam hati. Jadi, lepaskan nubuat!

2 Petrus 1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti *memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap* sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Alkisah, ada seorang hamba Tuhan yang sedang dalam keterpurukan lalu Tuhan menyuruhnya pergi ke pantai di malam hari. Di pantai, Tuhan bertanya padanya: “Apa yg kamu lihat?” Ia menjawab, “Tidak ada.” Lalu Tuhan menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya, dan tetap hamba Tuhan tsb berkata tidak melihat apa-apa karena gelap malam. Untuk ketiga kalinya, Tuhan kembali bertanya: “Coba lihat baik-baik, apakah ada sesuatu yang kamu lihat di sana?” Dan dijawab, “Ya, Tuhan, aku melihat sesuatu kali ini. Aku melihat ada 3 titik cahaya putih di ujung laut sana!” Lalu Tuhan berkata, “Nak, sekecil apapun cahaya yg kamu lihat, teruslah berfokus padanya, tanpa menghiraukan gelapnya tempat kamu berada saat ini.”

Dari kisah tsb, Tuhan menghendaki agar sekecil apapun nubuat yg kita terima (meskipun seolah ‘kegelapan hidup’ terasa lebih besar dari pada nubuat tsb), perkatakanlah itu dan pasti terjadi! Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Roma 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Seperti Abraham yang dijanjikan Tuhan tentang Ishak, kita harus percaya bahwa firman-Nya akan menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. 2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: *”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”,* maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Hati-hati agar kesalahan yang Abraham perbuat perihal Hagar tidak kita lakukan. Kita harus peka apakah berkat tsb dari Tuhan atau bukan!

Advertisements