Hari Kegerakan Pentakosta Ke-3

Pentakosta ke-3 berkaitan dengan kelahiran yang baru, tidak mungkin kita akan mengalami kelahiran yang baru jika kita tidak memaknai Pentakosta ke-3.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Untuk mengalami sebuah kelahiran yang baru, kita harus mengalami perubahan hidup menjadi berkenan kepada Allah seperti Daud. Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

1 Tawarikh 16:28-29 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.

Seorang pendoa harus bersikap memuliakan Tuhan ketika menghampiri tahta-Nya.

Filipi 1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

Jadi, pertolongan Roh Kudus itu sangat penting bagi keselamatan jiwa-jiwa. Kita dimampukan berdoa pun karena pertolongan Roh Kudus (bukan karena kekuatan kita sendiri).

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Tujuan dari Pentakosta ke-3 adalah supaya semua umat manusia menyembah Tuhan dan diselamatkan.

Panggilan pelayanan kita sebagai pendoa syafaat adalah sebuah tanggung jawab, karena yang memanggil kita adalah Raja segala raja maka kita patut berbangga dan menghormati panggilan tsb. Kita harus bertahan memenuhi panggilan kita dengan sukacita, bukan dengan beban! Kolose 3:23-24 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Jika kita tidak memenuhi panggilan tsb dengan sukacita maka Ulangan 28:47-48 “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.

Karakter seorang pendoa syafaat, yaitu:

  1. Memiliki kejujuran (bukan kemunafikan/tidak sesuai antara hati dan perkataan). Tuhan membenci ibadah orang munafik. Amos 5:21-24 “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” [Perikop: Ibadah Israel dibenci Tuhan.]
  2. Memiliki ketenangan di tengah goncangan. Ingat: kita adalah tiang penopang, jika tiang penopang goyah maka goyahlah seluruh bangunan. Mazmur 62:2-3 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Ada 2 sisi dalam kegerakan Pentakosta ke-3 ini yaitu terjadinya goncangan dan Lukas 2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Advertisements