Doa, Iman, Anugrah

Doa adalah satu-satunya hal yang dapat mengubah segala hal. Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Yesus saja yang adalah Anak Allah meluangkan waktu khusus untuk berdoa, apalagi kita sebagai manusia biasa tentu sangat perlu berdoa dalam waktu yang tidak singkat. Berapa lama kita sudah meluangkan waktu dalam doa? Berdoa bukan semata berkata-kata kepada Tuhan, tetapi itu juga saatnya Tuhan untuk berkata-kata kepada kita.

Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Penderitaan fisik adalah bagian dari iman. Contohnya: Paulus yang merasakan ‘duri dalam daging’. 2 Korintus 12:8-9 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Kita ada hingga saat ini hanya karena anugrah Tuhan, maka bersyukurlah! Anugrah-Nya sangat cukup untuk kita melanjutkan hidup dengan semestinya. Tuhan selalu menyertai kita dan memenuhi kebutuhan kita pada waktunya. Tuhan itu baik, Ia tidak memberikan yang jahat kepada kita. Kita harus percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil maka semua janji-Nya pasti digenapi bagi kita, kita takkan dipermalukan karena nama-Nya!

Advertisements

DOA

Matius 6:6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Tidak ada satupun kegerakan tanpa diawali dengan doa. Ibadah-ibadah kita tidak akan berkuasa jika tidak ada pasukan-pasukan yang mau berkorban “membayar dengan doa”. Persiapan doa itu bukan saja saat PIR tetapi dari sejak waktu-waktu pribadi kita di tempat tersembunyi bersama Tuhan (ketika orang lain tidak ada yang melihat, tidak ada yang tahu). Upah yang spesial akan Tuhan beri ketika kita mengorbankan waktu untuk berdoa khusus dan menjadikannya sebagai gaya hidup yang konsisten dan disiplin. Kerinduan setiap kita untuk menjadi pendoa syafaat dan dibarengi dengan kedisiplinan pasti mendatangkan perkenanan Tuhan. Percuma banyak pendoa syafaat tetapi tak memiliki hati untuk berkorban dalam doa.

Matius 21:12-17  (Perikop: Yesus Menyucikan Bait Allah) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?” Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

Kita memiliki visi sebagai prajurit Tuhan yang tidak memusingkan persoalan hidupnya. Jika kita masih memusingkan persoalan-persoalan kehidupan, kita tidak akan mengalami kelimpahan. Tuhan sangat mengetahui kebutuhan kita, karenanya tak perlu kuatir akan itu. Tetapi ambilah yang terpenting, yaitu sebagai rumah doa. Ketika kita memilih untuk bersyafaat dibandingkan memusingkan persoalan pribadi, ada kuasa Allah yang dahsyat bekerja di dalam kita dan yang terpenting adalah ketika orang lain mengakui ada Allah dalam diri kita karena kehidupan kita yang memuliakan Allah.

Tuhan Yesus memberi teladan terbaik bagi kita, yaitu selalu berdoa siang dan malam, bahkan sebelum kematian-Nya pun Ia berdoa. Kitapun harus disiplin menambahkan jam-jam doa kita dan selalu mencari Tuhan sebelum memulai apapun juga setiap harinya. Perjalanan hidup Yesus sebagai pendoa syafaat adalah perjalanan penuh kemenangan, Ia tidak pernah dikalahkan oleh apapun juga, termasuk persoalan hidup-Nya. Urapan doa kita terima bukan dari pemimpin rohani tetapi impartasi langsung dari Tuhan.

DOA

Doa kita tidak dijawab Tuhan karena:

  1. Dosa. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)
  2. Kurang percaya. “Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:19-20)
  3. Tuhan hendak memurnikan iman kita. “Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:8-9)

Lalu, bagaimana agar Tuhan menjawab doa kita?

  1. Berdoa dari hati dengan sungguh-sungguh (bernazar).
  2. Berdoa agar mengalami pertumbuhan rohani, bukan untuk memuaskan kedagingan.
  3. Menjadikan doa sebagai tindakan pertama ketika mengalami kesulitan, berarti meyakini sepenuhnya kuasa Tuhan, bukan mengandalkan manusia.
  4. Hidup benar dan setia kepada Tuhan.
  5. Berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus. “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”” (Yohanes 14:13-14)