2015: Tahun Pelipatgandaan Mujizat

Shalom!
Goncangan di tahun depan akan semakin dahsyat, namun kita harus percaya bahwa Tuhan akan melipatgandakan mujizat-Nya dalam hidup kita. Mujizat itu disaat manusia angkat tangan, namun Tuhan turun tangan. Tahun depan akan banyak terjadi hal-hal yang diluar kendali kita, di saat itulah kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Efesus 3:20 berkata “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” Kata ‘kuasa’ berasal dari kata ‘dunamis’ yang artinya keperkasaan, ketidakterbatasan. Ini artinya kita harus senantiasa intim dengan Tuhan dan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus dalam menjalani kehidupan. Kisah Rasul 2:21 berkata “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Barangsiapa yang memiliki keintiman dengan Tuhan, pasti akan peka dengan suara Tuhan. Efesus 3:19b berkata “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kita harus membuka diri kepada Roh Allah untuk memenuhi kehidupan kita. Lalu, bagaimana agar kita senantiasa kepenuhan Roh Kudus?
A. Miliki iman dan jangan menggunakan logika manusia. Efesus 3:17 berkata “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1) Seringkali pengalaman hidup dan kemampuan diri menggeser posisi iman kita kepada Tuhan. “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”” (Lukas 18:8) Iman akan semakin langka, hanya orang yang taat melakukan Firman Tuhanlah yang disebut orang beriman. Ibrani 6:19 berkata “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.” Melkisedek berarti Allah perkasa dan mampu melakukan segala sesuatu. Mujizat tak lepas dari iman. Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan hal itu diperhitungkan Allah sebagai kebenaran. Roma 15:4 berkata “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” Sewaktu kita membaca Alkitab, kita harus 100% yakin bahwa itu adalah Fiman Allah. Jangan biarkan sesuatu apapun menggeser keyakinan kita akan Firman Tuhan (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Kita harus waspada akan ragi orang Farisi (kemunafikan) dan ragi orang Saduki (tidak percaya akan kuasa Roh Kudus) agar iman kita tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berharaplah sepenuhnya kepada Tuhan! Lalu, dalam hal apa kita harus berjaga-jaga? Wahyu 16:15 berkata “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Pakaian berbicara tentang kehidupan kita sehari-hari, itulah ibadah yang sejati, bukan sekedar ibadah ketika kita ke geraja saja. “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat” (1 Korintus 10:6) Wahyu 19:8 berkata “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” Kita adalah orang-orang kudus, maka sepanjang kehidupan kita, kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang benar. Mazmur 34:13-15 berkata “Siapakah orang yang meny Shalom! Goncangan di tahun depan akan semakin dahsyat, namun kita harus percaya bahwa Tuhan akan melipatgandakan mujizat-Nya dalam hidup kita. Mujizat itu disaat manusia angkat tangan, namun Tuhan turun tangan. Tahun depan akan banyak terjadi hal-hal yang diluar kendali kita, di saat itulah kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Efesus 3:20 berkata “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” Kata ‘kuasa’ berasal dari kata ‘dunamis’ yang artinya keperkasaan, ketidakterbatasan. Ini artinya kita harus senantiasa intim dengan Tuhan dan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus dalam menjalani kehidupan. Kisah Rasul 2:21 berkata “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Barangsiapa yang memiliki keintiman dengan Tuhan, pasti akan peka dengan suara Tuhan. Efesus 3:19b berkata “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kita harus membuka diri kepada Roh Allah untuk memenuhi kehidupan kita. Lalu, bagaimana agar kita senantiasa kepenuhan Roh Kudus? Miliki iman dan jangan menggunakan logika manusia. Efesus 3:17 berkata “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1) Seringkali pengalaman hidup dan kemampuan diri menggeser posisi iman kita kepada Tuhan. “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”” (Lukas 18:8) Iman akan semakin langka, hanya orang yang taat melakukan Firman Tuhanlah yang disebut orang beriman. Ibrani 6:19 berkata “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.” Melkisedek berarti Allah perkasa dan mampu melakukan segala sesuatu. Mujizat tak lepas dari iman. Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan hal itu diperhitungkan Allah sebagai kebenaran. Roma 15:4 berkata “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” Sewaktu kita membaca Alkitab, kita harus 100% yakin bahwa itu adalah Fiman Allah. Jangan biarkan sesuatu apapun menggeser keyakinan kita akan Firman Tuhan (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Kita harus waspada akan ragi orang Farisi (kemunafikan) dan ragi orang Saduki (tidak percaya akan kuasa Roh Kudus) agar iman kita tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berharaplah sepenuhnya kepada Tuhan! Lalu, dalam hal apa kita harus berjaga-jaga? Wahyu 16:15 berkata “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Pakaian berbicara tentang kehidupan kita sehari-hari, itulah ibadah yang sejati, bukan sekedar ibadah ketika kita ke geraja saja. “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat” (1 Korintus 10:6) Wahyu 19:8 berkata “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” Kita adalah orang-orang kudus, maka sepanjang kehidupan kita, kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang benar. Mazmur 34:13-15 berkata “Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” Perdamaian adalah awal dari berkat Tuhan yang berkelimpahan dalam hidup kita (Mazmur 133). Ada 2 macam pakaian, yaitu pakaian keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita (Mazmur 45:13) dan pakaian kekudusan yang harus kita kenakan dengan usaha yang sungguh-sungguh (2 Petrus 1:5-11) Tidak ada kata ‘sekali selamat tetap selamat’. Miliki pondasi kasih yang kuat. Efesus 3:18-19 berkata “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17) “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13) Sahabat selalu ada disaat kita sedih maupun senang. Melakukan perintah Tuhan adalah tanda bahwa kita sahabat-Nya. 1 Tesalonika 5:24 berkata “Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.” ukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” Perdamaian adalah awal dari berkat Tuhan yang berkelimpahan dalam hidup kita (Mazmur 133). Ada 2 macam pakaian, yaitu pakaian keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita (Mazmur 45:13) dan pakaian kekudusan yang harus kita kenakan dengan usaha yang sungguh-sungguh (2 Petrus 1:5-11) Tidak ada kata ‘sekali selamat tetap selamat’.
B. Miliki pondasi kasih yang kuat. Efesus 3:18-19 berkata “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17) “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13) Sahabat selalu ada disaat kita sedih maupun senang. Melakukan perintah Tuhan adalah tanda bahwa kita sahabat-Nya. 1 Tesalonika 5:24 berkata “Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”

Advertisements

2015: Tahun Pelipatgandaan Mujizat

Shalom,
Bersyukurlah jika kita masih diberi kesempatan hidup hingga kini oleh Tuhan, sebab banyak orang lain yang bahkan telah dipanggil pulang ke rumah Bapa secara tiba-tiba di usia muda. Memasuki tahun 2015 kita harus sadar bahwa kasih Tuhan tak pernah habis dan selalu baru setiap pagi, maka tidak ada alasan bagi kita untuk berputus asa di tahun ini, pujilah Tuhan! Masuki tahun ini dengan semangat dan pandangan yang tertuju kepada Tuhan.
Ayin Hey berarti Tuhan hendak menunjukan jalan hidup terbaik bagi kita, karenanya mata kita harus senantiasa fokus kepada-Nya. Tahun 2015 adalah tahun pelipatgandaan mujizat. Inilah hal yang akan Tuhan kerjakan dalam hidup kita.
Efesus 3:20  Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Tuhan akan melipatgandakan mujizat-Nya dalam segala aspek kehidupan kita, semua ini Tuhan yang melakukannya bukan karena kekuatan kita. Kita harus memiliki respon yang benar dalam menghadapi kehidupan ini, yaitu membuka hati selebar-lebarnya bagi Tuhan. Biarlah kita tulus memiliki paradigma: Tuhan adalah Tuan dan kita hamba-Nya.
Kisah Para Rasul 2:19-20  Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Tahun ini kita akan melihat hal-hal ajaib berlipat-lipat ganda. Pelipatgandaan mujizat terjadi seiring dengan pelipatgandaan goncangan yang tak terduga, tetapi kita harus percaya bahwa Tuhan tetap menyertai kita.
Tahun 5775 adalah tahun iman. Ini adalah tahun double sabath, sabath berarti membiarkan begitu saja (melepaskan). Saatnya kita hidup oleh iman dengan taat sepenuhnya pada perintah Tuhan meski tidak mengerti.
Amsal 3:9-10  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Mari kita taat memberikan persembahan buah sulung kita di awal tahun ini! Semakin kita taat maka kita akan semakin mengenal Tuhan bahwa Tuhan itu lebih dahsyat dibanding yang kita duga. Ketika kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan, maka terjadilan pelipatgandaan mujizat.
Ada 2 hal yang harus kita perhatikan di tahun ini, yaitu banyak beristirahat di hadirat Tuhan dan berharap pada-Nya saja karena hari-hari ini kita masuk dalam peperangan yang sangat dahsyat. Pastikan bahwa kita mengalami Mazmur 91 disaat-saat genting ini.
Beristirahat di dalam hadirat Tuhan berarti memikirkan perkara-perkara yang di atas, semua hal yang kita lakukan di bumi harus berkorelasi dengan perkara surgawi. Lakukanlah segala sesuatunya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kita harus senantiasa berjaga-jaga dan menyiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan menjelang kedatangan-Nya yang tak terduga keduakalinya kelak. Tuhan Yesus datang lebih cepat dari yang kita duga, waktunya sudah sangat singkat.
Yesaya 40:30-31  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Mazmur 42:5  (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Filipi 4:6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Mazmur 22:3  (22-4) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. Mazmur 16:11  Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Filipi 4:6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Matius 11:28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Bersyukur adalah salah satu bentuk daripada berharap kepada Tuhan. Damai sejahtera Ilahi berbeda dengan damai sejahtera yang diberikan oleh dunia, dan itu akan kita dapatkan ketika kita bersyukur di tengah pergumulan hidup. Sudahkah kau miliki damai di hatimu? Mujizat kreatif masih ada dan nyata! Yesaya 48:18  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.