Sniper Allah

Dalam dunia militer, tentu semua prajurit mahir menggunakan senjata. Namun, hanya orang-orang tertentu yang terpilih sebagai penembak jitu, apalagi sniper.

Matius 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Wahyu 17:14b Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil [=prajurit], yang telah dipilih [=penembak jitu] dan yang setia [=sniper].”

Demikian halnya dalam peperangan rohani, ada 3 level pendoa syafaat sesuai dengan tingkat peperangan yang dihadapi, yaitu:

A. TERPANGGIL [PRAJURIT]

Mereka adalah pendoa syafaat yang lulus ujian kekudusan dalam peperangan tingkat dasar (fase remaja rohani).

B. DIPILIH [PENEMBAK JITU]

Mereka adalah pendoa syafaat yang lulus ujian motivasi dalam peperangan tingkat okultisme (fase pemuda rohani).

C. SETIA [SNIPER]

Mereka adalah pendoa syafaat yang lulus ujian iman dalam peperangan tingkat tinggi (fase dewasa rohani).

Bagaimana karakteristik seorang pendoa syafaat di level ini?

  • Sniper adalah penembak jitu yang memiliki kemampuan untuk membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan. Di level ini, pendoa syafaat memiliki kuasa dari ‘tempat tersembunyi’ (=tempat Bapa di sorga, Mat. 6:6) untuk melawan tipu muslihat Iblis dengan menggunakan perlengkapan senjata Allah (Ef. 6:11).
  • Istilah sniper muncul dari kata snipe, yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak sehingga orang yang mahir memburu burung ini diberi julukan “sniper”. Matius 17:19-20 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. Ya, dengan lulus ujian iman maka tidak ada doa pendoa syafaat yang terlalu mustahil untuk terjadi!
  • Tujuan sniper dalam peperangan adalah mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh sasaran yang bernilai tinggi, yaitu: komandan tempur musuh. Perjuangan pendoa syafaat bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan sasaran yang bernilai tinggi, yaitu: pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, dan roh-roh jahat di udara (Ef. 6:12).
  • Sniper tergabung dalam tim sniper yang memiliki fungsi berbeda, yaitu: shooter (penembak), spotter (pengintai target yang harus ditembak oleh shooter), dan flanker (pemberi informasi tentang segala hal yang tidak dapat terlihat oleh shooter dan spotter sehingga tim sniper dapat bertahan). Shooter dan spotter bertugas secara bergantian, sedangkan flanker bertugas mengawasi keadaan. Dalam peperangan rohani, pendoa syafaat adalah shooter & spotter, dan Tuhan adalah flanker.
  • Sniper mendapatkan pelatihan khusus untuk menguasai teknik bersembunyi dan pemakaian kamuflase agar tidak bisa dideteksi musuh, keahlian pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Sniper dapat bertahan berhari-hari dalam kondisi yang sulit. Ini membuat sniper memiliki peran strategis dalam peperangan sehingga keberadaannya memiliki efek psikologis terhadap musuh. Ya, pendoa syafaat diperlengkapi (diproses) Tuhan sedemikian rupa hingga berada di level ini hanya demi satu tujuan, yaitu: menjadi serupa dengan Kristus sehingga keberadaan pendoa syafaat tsb membuat iblis gemetar.

Perbedaan level penembak jitu dan sniper:

  • Penembak jitu ditugaskan untuk menembak dalam jarak kurang dari 50 meter sehingga hanya diperlengkapi dengan senapan jarak dekat, sedangkan sniper ditugaskan untuk menembak dalam jarak hampir 2,5 kilometer sehingga diperlengkapi dengan senapan jarak dekat dan senapan jarak jauh. Secara profetik, di level penembak jitu pendoa syafaat diberi Tuhan pewahyuan sebagai solusi masa kini, sedangkan di level sniper pendoa syafaat diberi Tuhan pewahyuan baik mengenai masa kini maupun masa depan yang masih jauh.
  • Penembak jitu tidak diperlengkapi dengan kemampuan kamuflase karena tidak dilibatkan dalam peperangan besar, sedangkan sniper diperlengkapi dengan kemampuan kamuflase menyesuaikan dengan beratnya medan tempur yang dihadapi. Artinya, di level sniper pendoa syafaat sudah berfungsi sempurna sebagai garam dunia yang tidak nampak namun berdampak.
  • Penembak jitu diposisikan dalam tingkat regu, sedangkan sniper diposisikan dalam tingkat batalion. Tentu, pendoa syafaat di level sniper adalah kepala, bukan ekor!

Perjalanan Mempelai Kristus (The Bride’s Journey)

Kita adalah makhluk surga yang diutus ke bumi untuk menyelesaikan Amanat Agung, bukan makhluk bumi yang berusaha masuk ke surga. Sebagaimana Adam & Hawa di Taman Eden (sebelum jatuh dalam dosa), demikian juga kita diciptakan untuk menikmati surga di bumi. Sejak Adam & Hawa jatuh dalam dosa, bumi dan seisinya yang semula berada di bawah pemerintahan Kerajaan Surga kini berada di bawah pemerintahan Kerajaan Iblis. Barangsiapa memberontak terhadap peraturan pemerintah pasti dihukum. Ketika kita mentaati peraturan Kerajaan Allah berarti kita sedang memberontak terhadap peraturan Kerajaan Iblis, karena itulah semakin kita taat kepada Tuhan semakin kita “dihukum” oleh Iblis. Bapa di surga terlalu rindu memberkati kita, namun Iblis menghadang malaikat yang mengantarkan berkat (rohani maupun jasmani) dari Bapa bagi kita sehingga kita tidak menerimanya. Jadi, fokus kita adalah memerangi Iblis sehingga Allah kembali memerintah di bumi.

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah- pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Jika demikian, kita harus memiliki roh yang kuat agar menang dalam peperangan rohani melawan Iblis. Bagaimana agar roh kita semakin kuat? Yoel 2:11 … pelaksana firman-Nya kuat.

Yehezkiel 47:3-5 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Air melambangkan Firman Allah & Roh Kudus yang menyucikan kehidupan kita.

Setiap fase kedalaman berjarak 1000 hasta. Gematria angka 1000 = angka 1, yaitu Aleph yang bentuk hurufnya serupa dengan kepala lembu; hal ini melambangkan korban bakaran. Artinya, ada harga yang harus dibayar untuk masuk ke setiap fase kedalaman selanjutnya (tidak ada kepenuhan Firman Allah & Roh Kudus tanpa pengorbanan).

Kepenuhan Firman Allah & Roh Kudus menentukan:

  • Level kerohanian kita (bayi, anak, remaja, pemuda, dewasa). Sebagaimana pertumbuhan jasmani dimana semakin dewasa usia kita maka semakin dipercayakan tanggung jawab yang lebih besar, demikian pula halnya dengan pertumbuhan rohani: semakin dewasa kerohanian kita maka semakin dipercayakan otoritas yang lebih besar dalam peperangan rohani.
  • Kapasitas maksimal berkat rohani dan jasmani yang kita terima. Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa [=Firman Allah & Roh Kudus] yang bekerja di dalam kita [=sepergelangan kaki, selutut, sepinggang atau seluruh tubuh].

Kalimat “ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu” menandakan bahwa:

  • Kita melangkah setelah mendengar tuntunan Tuhan.
  • Tuhan telah melewati 1000 hasta lebih dulu sebelum kita, artinya Tuhan telah “membayar harga” lebih dulu sebelum kita melakukan hal yang sama.
  • Tuhan sudah ada di masa depan kita sehingga Tuhan dapat menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh.

Efesus 4:13-15 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus [Firman Allah & Roh Kudus], sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Dalam kepenuhan Kristus, melalui setiap langkah kaki kita sebenarnya surga sedang dinyatakan di bumi. Jika emas (logam paling mulia di bumi) adalah aspal surga, maka sejatinya seluruh dunia ada di bawah kaki kita sehingga tidak perlu kita begitu memelas apalagi sampai mengorbankan nyawa untuk mendapatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya (Markus 8:36). Jika demikian, permintaan termulia kita sejatinya adalah keselamatan jiwa seseorang (tidak memusingkan soal-soal penghidupan supaya bisa berperang). Dengan demikian kita sedang menggenapi Misi Departemen Doa.

1 Korintus 3:10-15 Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Fase manusia lama.

Belum terbenam dalam air menandakan orang tsb belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi sehingga dalam segala aspek kehidupan ia tunduk di bawah pemerintahan Kerajaan Iblis.

Fase bayi rohani | Bangunan Rumput Kering & Jerami.

Bagian kaki dari telapak hingga pergelangan berfungsi untuk berpijak. Terbenam sepergelangan kaki menandakan keputusan seseorang untuk berpijak pada Yesus (lahir baru).

Fase anak-anak rohani melawan roh-roh jahat di udara | Bangunan Kayu.

Bagian kaki dari pergelangan hingga lutut berfungsi untuk melangkah bebas (=liar). Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Karena itu, di fase ini seseorang harus banyak membaca Alkitab baik mengerti atau tidak mengerti agar langkah-langkahnya tidak liar.

Fase remaja rohani melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap = Peperangan rohani tingkat dasar (Ujian Kekudusan) | Pelataran Kemah Suci & Bangunan Batu Permata.

Fase ini ditandai melalui rhema-rhema pembacaan Alkitab yang diterima berupa ketetapan-ketetapan (perintah & larangan) sebagai dasar-dasar hidup orang Kristen.

Bagian tubuh yang disucikan dari lutut hingga pinggang, meliputi:

a) Paha, berfungsi untuk menyokong tubuh (tulang paha merupakan tulang terbesar dan terkuat, manusia tidak dapat berjalan tanpa tulang paha yang kuat). Yakub dipukul pada sendi pangkal pahanya (Kej. 32:25); ini melambangkan potensi terbesar dan terkuat dalam diri harus mati agar potensi Roh muncul.

b) Organ ekskresi dan urinaria, berfungsi sebagai tempat pembuangan kotoran (zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh). Ya, hal-hal yang tidak berguna bagi Bait Allah harus disingkirkan.

c) Organ reproduksi dan pencernaan. Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum [=organ pencernaan], mereka kawin dan dikawinkan [=organ reproduksi], sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua (Luk. 17:26-27). Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah (Kej. 6:9), demikianlah seharusnya kita hidup di akhir zaman ini.

d) Tangan dari ujung jari hingga siku, berfungsi untuk melakukan berbagai macam pekerjaan. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Luk. 10:39-42) Satu saja yang perlu, yaitu duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, bukan sibuk mengurus hal-hal yang tidak esensi (apalagi mengoreksi hidup orang lain).

Fase pemuda rohani melawan penguasa-penguasa = Peperangan rohani tingkat okultisme (Ujian Motivasi) | Tempat Kudus Kemah Suci & Bangunan Perak.

Fase ini ditandai melalui rhema-rhema pembacaan Alkitab yang diterima lebih spesifik sesuai panggilan pelayanan masing-masing.

Bagian tubuh yang disucikan dari pinggang hingga leher, meliputi:

a) Hati, berfungsi:

  • Membersihkan racun dalam darah. Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
  • Menghancurkan sel darah merah yang sudah tua, artinya jangan mempertahankan paradigma yang lama jika ingin mengalami hal-hal yang baru. Markus 2:22 Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.

Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Markus 15:37-38 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

Jadi, apa yang terjadi di fase ini semata-mata agar tabir penghalang ke tempat maha kudus itu terbelah sehingga kita menghasilkan banyak buah!

b) Lambung, berfungsi menampung, menghancurkan dan menghaluskan makanan. Ini saatnya untuk merenungkan Firman Tuhan dengan lebih spesifik.

c) Paru-paru (organ pernafasan) dan jantung (organ peredaran darah), nyawa manusia bergantung pada kedua organ ini. Artinya, kehidupan kita hanya bergantung kepada Roh Kudus (nafas hidup) dan Yesus Kristus (darah Anak Domba).

d) Kerongkongan, berfungsi untuk menelan makanan dan mencegah agar makanan dari lambung tidak naik lagi ke mulut (muntah). Tidak ada yang dapat dilakukan selain “menelan” segala yang terjadi supaya tidak “muntah” (sifat manusia lama muncul kembali).

e) Leher, bahu dan lengan bagian atas, sebagai tempat disematkannya jubah kebesaran, lencana pangkat, bahkan gelar penghargaan. Ini melambangkan “pride” (kebanggaan). Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Fase dewasa rohani melawan pemerintah-pemerintah = Peperangan rohani tingkat tinggi (Ujian Iman) | Tempat Maha Kudus Kemah Suci & Bangunan Emas (1 Petrus 1:7).

Fase ini ditandai melalui rhema-rhema pembacaan Alkitab yang diterima berupa janji-janji Tuhan yang secara manusiawi itu mustahil terjadi.

Bagian tubuh yang disucikan merupakan kepala, meliputi:

a) Mulut, berfungsi untuk berbicara dan makan. Berenang menghentikan fungsi organ ini, artinya kita harus lebih banyak berdiam dan berpuasa.

b) Hidung, berfungsi untuk bernafas. Tanpa nafas, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang aktif. Ya, di fase ini kita harus menahan pergerakan diri (pasif). Yohanes 3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

c) Telinga, berfungsi untuk mendengar. Hal yang paling jelas terdengar di telinga ketika berenang adalah suara air, yaitu Firman Allah & Roh Kudus. Dengarkan saja itu!

d) Mata, berfungsi untuk melihat. Tentu dalam hal ini kita berenang tanpa kacamata renang, maka lebih baik menutup mata (tidak melihat apa pun) agar tidak perih. Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Lukas 18:8b Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?

e) Otak, berfungsi untuk mengatur seluruh tubuh dan pemikiran manusia. Filipi 2:5 (MSG) Think of yourselves the way Christ Jesus thought of himself. [Berpikirlah tentang dirimu sebagaimana Kristus Yesus berpikir tentang diri-Nya.] Kita gagal menjadi mempelai Kristus (tidak akan rapture) jika kita tidak satu pikiran (visi) dengan-Nya.

Fase tentara Allah yang gagah perkasa yang memiliki gaya hidup doa, pujian dan penyembahan siang malam bersama-sama dalam unity serta melakukan kehendak Bapa pada zaman ini = Penggenapan Visi Departemen Doa.

1 Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

1 Yohanes 5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Kita dapat lulus Fase Ujian Iman (mengalahkan dunia) ketika kapasitas Roh Kudus yang ada di dalam kita lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Dengan demikian, segala berkat dari surga dapat kita terima tanpa ada penghalang.

Wahyu 2:26 (TB) Dan barangsiapa menang [=melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, dan roh- roh jahat di udara] dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

Wahyu 2:26a (TSI) “Inilah hadiah yang akan diberikan kepada setiap kalian yang tetap taat kepada-Ku sampai hari terakhir dan yang menang dalam peperangan rohani ini: Seperti Aku menerima kuasa dari Bapa-Ku, kuasa itu jugalah yang akan Ku-berikan kepadamu— yaitu ‘kuasa untuk memerintah atas semua bangsa.’

Matius 28:18-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Pada akhirnya, kita kepenuhan Kristus dimaksudkan untuk menyelesaikan Amanat Agung dan memerintah di Kerajaan 1000 Tahun Damai bersama Dia.

2 Korintus 12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau — entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.

Perjalanan mempelai Kristus tidak berhenti di Fase Penggenapan Visi Departemen Doa saja, melainkan terus naik tingkat demi tingkat dalam Kerajaan Sorga sesuai kasih karunia yang dianugerahkan menurut ukuran pemberian Kristus (Efesus 4:7).

Hidup Orang Yang Berkenan Kepada Tuhan

Seberapa tinggi kita akan diangkat Tuhan di tahun 2020 bukan ditentukan oleh seberapa keras kerja kita melainkan ditentukan oleh perkenanan Tuhan atas kita.

Yeremia 9:23-24 Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

2 Samuel 23:5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?

Orang yang berkenan kepada Tuhan tidak akan menceritakan apa yang telah ia lakukan dalam buku diary-nya melainkan menceritakan tentang apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidupnya (The God’s story, penggenapan janji Firman-Nya).

Mazmur 37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;

Jalan hidup yang telah kacau akan Tuhan buat menjadi teratur dan terjamin ketika kita hidup berkenan kepadanya, hal-hal yang melampaui segala akal akan Tuhan lakukan bagi kita!

Bagaimana agar kita hidup dalam perkenanan Tuhan?

  1. Naftali, artinya pergumulanku. Ulangan 33:23 Tentang Naftali ia berkata: “Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan [=air Danau Galilea yang tidak pernah kering].” Kejadian 49:21 Naftali adalah seperti rusa betina yang terlepas [=semangat]; ia akan melahirkan anak-anak indah [=menghasilkan kata-kata yang indah]. Kata-kata yang indah di hadapan Tuhan yaitu ketika kita bijak berkata-kata/tidak banyak berkata-kata sehingga memberikan kesempatan bagi Tuhan untuk banyak bicara. Jadi, ketika kita dalam pergumulan hendaklah tetap bersemangat namun tidak banyak berbicara maka kita akan kenyang dengan segala kelimpahan dari Tuhan. Yosua 6:10 Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: “Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah kata pun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! — maka kamu harus bersorak.” Yakobus 1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; Mazmur 46:11 “Diamlah [=rileks] dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” Diam berarti menyerahkan kepada Tuhan yang menyelesaikan segalanya bagi kita. Kata “sela” di Kitab Mazmur bukan hanya sebagai tanda musik atau sikap sujud saat menyembah Tuhan, secara rohani menandakan kondisi berdiam diri.
  2. Hati yang tulus dan taat. Mazmur 101:2 Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. Daud hidup berkenan di mata Tuhan karena Daud berkomitmen untuk memperhatikan hidup yang tidak bercela. Tanda ketulusan kita terlihat dari cara kita mengasihi orang lain, ketika kita tulus maka kita akan memberi tanpa diketahui siapa pun dan tanpa mengharapkan balasan (pamrih). Kisah Para Rasul 20:22-23 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Paulus arti namanya “small” (kecil) namun hidupnya unstoppable. Gelar tertinggi bagi kita adalah sebagai “tawanan Roh” sebab keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa luas kita memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk berkarya dalam hidup kita, bukan ditentukan oleh gelar pendidikan atau jabatan kita.

Mujizat Tulang Rusuk

Kejadian 2:18-25 TUHAN Allah berfirman [marriage is God’s initiative, no God’s word first means nothing happens]: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Lalu TUHAN Allah membentuk [God needs time to build us better] dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama [be responsibility of our talents first] kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak [keep calm, don’t be hurry by your strength, let God acts for us]; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku [Wedding Vow!]. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu [It’s a true marriage life!].

God saves the best for the last! #LakonMenangBelakangan

Keputusan Ditengah Goncangan

Shalom!
Tahun pelipatgandaan mujizat tak lepas dari pelipatgandaan goncangan karena tak ada mujizat tanpa goncangan. Mujizat tidak dapat dilakukan oleh manusia, tetapi hanya oleh Tuhan. Hagai 2:6 berkata “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat” Ibrani 12:26b berkata “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Bagi orang yang tidak percaya Tuhan…semakin lama, dunia semakin penuh dengan ketidakpastian namun bagi kita sebagai orang percaya, kita mengerti bahwa semua ini adalah tanda-tanda menjelang kedatangan Tuhan yang keduakalinya. Rut 1:1-6 berkata “Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana. Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya. Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.” Bethlehem artinya rumah roti. Bethlehem seharusnya menjadi tempat yang penuh berkat namun kenyataannya kelaparanlah yang melanda kota itu, hal itu dikarenakan “Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.” (Hakim-Hakim 21:25) – Firman Tuhan tidak dijadikan standar kehidupan sehingga Tuhan menghukum kota tersebut dengan bencana kelaparan. Nama ‘Elimelekh’ berarti Allahku adalah Raja, sedangkan ‘Naomi’ berarti manis, menyenangkan, menggembirakan. Namun, mengapa hidup mereka penuh dengan kepahitan? Karena Elimelekh mengambil keputusan untuk menghindari bencana kelaparan dengan pindah ke daerah Moab tanpa bertanya terlebih dulu kepada Tuhan apakah hal tersebut berkenan kepada Tuhan atau tidak. Keputusan seorang kepala rumah tangga sangat fatal bagi masa depan keluarganya, karenanya setiap keputusan kita harus sesuai dengan Firman Tuhan. Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Elimelekh dan keluarganya adalah:
1) Jangan mengandalkan kemampuan dan kehebatan kita, tetapi andalkan Tuhan saja. Yeremia 17:7 berkata “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
2) Jangan jauh-jauh dari Tuhan disaat goncangan, tetapi kita harus semakin mendekat kepada-Nya memohon petunjuk-Nya. Yeremia 17:5 berkata “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”
3) Menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan. 1 Samuel 30:6 berkata “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” Tetaplah setia kepada Tuhan ditengah goncangan, percayalah ada mujizat dibalik setiap goncangan.

Mempersiapkan Umat Yang Layak

Lukas 1:15-17  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
Tahun ini adalah tahun pelipatgandaan mujizat, karenanya kita harus memperhatikan ibadah kita kepada Tuhan. Bukan orang yang hapal Alkitab yang akan mengalami pelipatgandaan mujizat tetapi mereka yang mengerti isi hati Tuhan yang akan mengalaminya. Lukas 1:15 For he will be great and distinguished in the sight of the Lord. Banyak orang besar di hadapan manusia tetapi tidak berkenan di hadapan Allah.
Standar menjadi besar di hadapan Tuhan? Matius 20:26-28  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Dalam mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan, kita harus sadar diri bahwa kita telah ditetapkan Tuhan sebagai alat-Nya, penuh Roh Kudus, memiliki penguasaan diri dan melayani Tuhan tanpa kompromi dengan sistem dunia. Pelayanan kita harus menjadi kesaksian bagi banyak orang dan menjembatani orang-orang yang tidak percaya Tuhan dengan Tuhan. Perhatikan keadaan keluarga dan pernikahan kita, karena segala kesuksesan adalah sia-sia jika keluarga kita hancur. Jadilah orang benar agar keturunan kita tidak terkutuk kelak (Mazmur 128).
Ulangan 5:29  Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!
Success is not about your talent or money, but how you deal with people. Kita harus kembali kepada panggilan untuk memberitakan kabar baik. Kelak Tuhanlah yang akan mengangkat kita, bukan manusia.

Menantikan Janji Tuhan

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:31)

Abraham adalah contoh orang yang menanti-nantikan Tuhan, selama 25 tahun ia tetap setia memegang janji Tuhan untuk memiliki anak.

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (Kejadian 12:1-4)

 

Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. (Kejadian 21:5)

 

Sikap yang patut diteladani dari Abraham dalam menanti-nantikan janji Tuhan digenapi dalam hidupnya, yaitu:

1)      Membangun mezbah bagi Tuhan karena inisiatif sendiri atas dasar cinta Tuhan, bukan karena hal lain atau terpaksa. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN. (Kejadian 12:7-8)

2)      Tidak serakah, melainkan rendah hati dengan mendahulukan kepentingan orang lain. Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” (Kejadian 12:8-9)

3)      Membangun iman percaya kepada Tuhan meski keadaan sepertinya mustahil. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.(Roma 4:18-21)

4)      Melakukan ‘sunat hati’ (‘membuang Haran’ –kehidupan lama Abram) sebelum Ishak dilahirkan, hal ini dimaksudkan Tuhan agar kita tetap rendah hati ketika kita diberkati berlimpah-limpah. Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya. Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya. (Kejadian 17:23-24)

Bagaimanapun keadaannya, tetaplah percaya dan setia memegang janji Tuhan hingga digenapi dan menghasilkan buah dalam hidup kita!