Perbuatan Daging VS Perbuatan Roh

Tahun 2018 : “Tahun Permulaan Yang Baru” (The New Beginnings).

You can’t improve your past, but you can improve your future. Semua itu tergantung keputusan kita hari ini. Tuhan memberikan kita pilihan: berkat atau kutuk. Jika kita memutuskan untuk memilih berkat, tentu perbuatan kita pun harus sesuai dengan pilihan tersebut. Jika tidak, tentulah kutuk yang kita peroleh.

Sebagai pendoa syafaat, seharusnya kita menjadi orang yang paling percaya akan firman-Nya sebab kita adalah orang yang paling intim dengan Tuhan. Ketika Tuhan belum menjawab doa kita, berarti ada suatu maksud Tuhan untuk mendewasakan kita dibalik hal tsb.

Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roh menghidupkan kita, jadi persembahan yang hidup adalah persembahan yang berasal dari Roh, yaitu buah-buah Roh. Kita harus menjadi pendoa syafaat yang jujur (berintegritas), bukan munafik.

Galatia 5:19-23 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Kolose 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kita harus memutuskan untuk berubah ke arah yang lebih baik (menghasilkan buah-buah Roh) setiap hari, kasih mula-mula terhadap Tuhan harus tetap menyala-nyala di hati kita. Betapa dalamnya kita telah jatuh jika hidup tanpa kasih mula-mula tsb.

Lukas 10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Jadi tak mungkin kita dapat berkata mengasihi Tuhan tapi membenci sesama.

Kita adalah utusan-utusan Kerajaan Allah (perantara bumi dan surga), jadi kita harus menjadi seorang pendoa syafaat yang dapat dipercaya. Kita harus terus memperbaiki diri selama masih diberi kesempatan hidup. Pendoa syafaat harus “lentur”, artinya menjadi orang yang paling mudah dibentuk Tuhan menjadi serupa dengan gambaran-Nya.

2 Korintus 5:17-20 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Sebagai pendoa syafaat, kita harus mendamaikan jemaat dengan Tuhan. Karena itu, terlebih dulu kita harus berdamai dengan Tuhan. Jika kita terus berprasangka buruk terhadap Tuhan, tentulah sangat mendukakan Roh Kudus yang telah dimateraikan dalam diri kita. Inilah kunci mendapatkan mujizat yang tak lazim (unusual miracle), yaitu: memiliki cara pandang seperti Kristus. Kita harus berubah sesuai standar Tuhan, bukan standar manusia.

Advertisements

2018: Tahun Permulaan Yang Baru

Permulaan yang baru berawal dari perubahan diri menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Meskipun menyakitkan, tetapi perubahan tsb membawa kita kepada kesempuraan rupa seperti Yesus. Itulah fokus hidup kita!

Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Galatia 5:19-23 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Kerajaan Surga adalah kehidupan nyata kita sekarang, sedangkan Kerajaan Allah adalah kehidupan kita kelak setelah pengangkatan. Kita harus fokus menghasilkan Buah Roh Kudus agar mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Latihlah diri kita untuk beribadah setiap saat, bukan hanya di hari Minggu saja.

2 Korintus 5:17-20 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Kia harus mempertahankan damai sejahtera Allah dalam diri kita sebagai utusan-utusan Allah yang dipercayakan berita pendamaian bagi dunia. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai Raja di hidup kita tentu damai sejahtera itu akan selalu ada. Yesaya 48:18-19 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”

Inilah tugas baru kita setelah menjadi ciptaan baru dalam Kristus, yaitu menjadi agen-agen damai sejahtera Allah bagi orang lain. Orang lain harus bisa merasakan damai sejahtera Allah dalam diri kita. Yakobus 3:18  Dan buah yang terdiri dari kebenaran (=Buah Roh Kudus) ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. Jika kita tak menabur damai, bagaimana mungkin akan menuai damai?

2 Timotius 3:1-5, 7 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka (=orang Kristen), tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.

Orang Kristen yang tidak berlaku seperti Kristus adalah seorang trouble maker. Bandingkan kisah seorang muda kaya yang bertanya bagaimana mendapatkan hidup yang kekal kepada Yesus dengan kisah Zakheus si pemungut cukai yang bersedia menggantikan kerugian orang-orang yang pernah dirugikannya & wanita Samaria yang berjumpa dengan Yesus. Poin pentingnya adalah perubahan diri berawal dari perjumpaan pribadi dengan Kristus, bukan seberapa banyak teologi kekristenan kita ketahui. Lepaskan segala sifat-sifat lama dan kenakan sifat-sifat Kristus!

2018: Tahun Permulaan Yang Baru

Mengawali tahun ini kita harus membaca Mazmur 91.

Amos 3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

Sesuai kalender Ibrani, kita sedang memasuki tahun 5778 (Ayin Het). Ayin (angka 70) berbicara tentang mata Tuhan yang tertuju kepada kita dan mata kita yang tertuju pada Tuhan (mau diajar, dituntun, ditegur). Sedangkan Het (angka 8) berarti permulaan yang baru.

Permulaan yang baru berbicara tentang:

  1. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Sebab itu Tuhan memberi tema: “Tahun 2018: Tahun Permulaan Yang Baru”.
  2. Perubahan (pembentukan). 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Artinya kita tidak boleh menggunakan sifat lama kita, yaitu perbuatan daging. Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Untuk berubah memang tidak gampang, tetapi Roh Kudus & Firman Allah memampukan kita melakukannya hingga menjadi serupa dengan gambar Yesus yang tak bercacat dan bercela. Orang-orang seperti ini yang akan diangkat/dimuliakan Tuhan. Kolose 3:1-4  Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Segala hal yang kita lakukan harus berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rohani agar kita siap kapanpun Tuhan Yesus datang kelak.
  3. Pemisahan. Kejadian 1:3-4  Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Tahun 2018, Tuhan akan dengan jelas memisahkan orang-orang benar dari orang-orang jahat. Wahyu 22:11  Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Maleakhi 3:18  Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Tuhan akan memberikan perlakuan khusus pada orang-orang benar di tahun ini!
  4. Membuat sesuatu yang baru. Yesaya 43:18-19  firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Bagi Allah tidak ada yang mustahil! 1 Korintus 2:9  Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Tuhan mengadakan mujizat yang tidak lazim (unusual miracle). Hal ini dialami oleh nabi Elia di tengah kekeringan yang diberi makan oleh burung gagak dan janda Sarfat yang miskin (1 Raja-raja 17:1-24). Janda Sarfat tsb mengalami mujizat karena ketaatannya [1 Raja-raja 17:15-16  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.], jadi Elia & janda tsb sama-sama diberkati; ini artinya pekerjaan Tuhan tidak terbengkalai dan kita pun diberkati berlimpah-limpah. Kuncinya: berikan kepada Tuhan terlebih dahulu apa yang Ia minta, barulah sisanya menjadi bagian kita (jangan dibalik). Kolose 3:23-24  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 1 Tesalonika 5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Amsal 3:9-10  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Kita harus mempersembahkan harta kita terlebih dahulu kepada Tuhan di awal tahun ini, yaitu buah sulung. Hal ini berbicara tentang permulaan yang baru. Ishak pun mengalami mujizat yang tidak lazim di masa kelaparan. Ishak pergi ke Gerar sesuai perintah Tuhan, bukan ke Mesir; artinya Ishak menggunakan cara-cara Allah, bukan cara-cara dunia. Ke depan ini akan terjadi kelaparan secara jasmani maupun rohani, dan kita tidak boleh menyelesaikannya dengan cara-cara dunia. Salah satu cara dunia cirinya adalah sombong. Kejadian 26:12-13  Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 

Hal Kekuatiran

Matius 6:25-27, 31-34 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Kata “kuatir” di ayat tsb menggunakan Bahasa Yunani yang berarti cemas berlebihan, gelisah berlebihan, perhatian kita sepenuhnya tertuju kepada hal yang mengganggu.

Kalimat “hidup itu lebih penting” di ayat tsb didefinisikan sebagai:

  • Nafas hidup yang Tuhan berikan itu lebih penting dibandingkan segala kekuatiran yang berlebihan tsb.
  • Roh manusia (pikiran yang sehat) itu jauh lebih penting sebagai tanda seseorang tsb rohani, juga memiliki pertimbangan logis yang objektif (seimbang). Dengan demikian, akan mudah bagi kita untuk mempercayai firman Tuhan. Bilangan 23:19  Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? Hal ini sudah terbukti dari generasi ke generasi, bahwa janji-Nya ialah ya dan amin.
  • Kekekalan jauh lebih penting bagi untuk diutamakan dibandingkan memusingkan perkara duniawi.

Kata “jauh melebihi” (=diafero, Yun.), berarti ditanggung dengan lebih sempurna.

Filipi 4:6-9 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Kuatir berasal dari pikiran yang tidak benar, yaitu tidak mempercayai firman Tuhan yang diwahyukan kepada kita. Jadi, kesadaran untuk berpikir benar berasal dari dalam diri kita dengan berprinsip bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara. Dasar kita percaya pada Tuhan, yaitu: janji-Nya sudah terbukti, Ia tahu apa yang akan terjadi di masa depan, He is The Master Logic.

Medan pertempuran terbesar dalam hidup adalah di pikiran kita, jadi jika kita bisa memenangkan pikiran kita maka hidup kita merdeka dari kekuatiran. Kekuatiran hanya akan menghambat langkah kita dan tidak melihat hal-hal yang baik. Maka dari itu, kita harus mengenal siapa yang kita sembah agar secara natural dapat berpegang pada firman-Nya dan menerima janji-janji-Nya.

Kerajaan Allah menandakan bahwa pemerintahan Allah mutlak ada dalam kita, dengan demikian apapun yang kita butuhkan (bahkan tidak diminta) akan ditambahkan oleh Tuhan. Jangan biarkan perasaan mendominasi jalan hidup kita, maka kekuatiran akan menyingkir dengan sendirinya. Kita tidak bisa lari dari kenyataan atau menyerah pada kenyataan, maka biasakanlah untuk berpikir benar sesuai firman Tuhan.

1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Kata “serahkanlah” (=epiripto, Yun.), artinya melemparkan ke atas (jangan dipegang lagi). Kata “memelihara” artinya Ia peduli dan tertarik pada apa yang kita lempar. Tuhan Sang Pencipta gravitasi, maka tak ada gravitasi apapun yang dapat membuat Tuhan melepaskan hal yang sudah kita lempar kembali lagi ke bawah. Kita selalu butuh pertolongan Tuhan dalam segala hal sebab tak dapat kita menyelesaikannya sendiri.

Amsal 12:25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Kata “membungkukkan” (=saha, Ibr.) artinya membuat seseorang tertekan lalu lemah, juga membuat seseorang akan sakit hingga tumbang. Kata “perkataan yang baik” didefinisikan sebagai perkataan bijak yang bersumber dari Allah.

Daud VS Goliat

Tahun Mujizat Penuaian tinggal 28 hari lagi, sudahkah kita terima mujizat penuaian yang seutuhnya?

1 Samuel 17:4-7  Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal (=hampir 3 meter). Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.

Berdasarkan ayat di atas, adakah manusia biasa seperti kita setara Goliat? Memakai baju zirahnya saja tidak mungkin! Jadi, Daud VS Goliat adalah hal yang sangat mustahil ibarat kita VS problema hidup yang tidak dapat diselesaikan oleh tangan manusia sehebat apapun, sungguh bukan perbandingan yang setara. Hal ini bermakna lebih dalam dari “kisah klasik” yang biasa kita dengar tentang Daud VS Goliat, kita perlu mujizat untuk mengalahkan goliat-goliat dalam hidup kita.

Lalu, bagaimana cara kita mengalahkannya? Mari belajar dari yang dilakukan Daud!

1) 1 Samuel 17:40  Lalu Daud mengambil tongkatnya (=melambangkan kuasa Tuhan) di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin (=angka 5 melambangkan Taurat/firman Tuhan) dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Jadi, Daud berperang mengandalkan firman & kuasa Tuhan.

2) ‎1 Samuel 17:45  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Daud tidak fokus pada “senjata-senjata Goliat” (yang mengintimidasi dan melemahkan iman), melainkan fokus pada Nama di atas segala nama yang berkuasa menaklukan segala jenis goliat dalam hidupnya.

3) ‎1 Samuel 17:46  Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, Daud memperkatakan iman, meskipun ia belum melihat kemenangan terjadi. Tahukah Anda? Ketika kita perkatakan “pergumulan saya selesai hari ini juga”, tetapi kenyataannya tidak demikian. Ternyata dengan begitu kita sedang mengaktifkan iman dan Tuhan pun segera melaksanakan janji-Nya bagi kita. Mujizat lagi on the way. Hal ini serupa dengan jawaban Abraham kepada Ishak, Kejadian 22:7-8  Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” (padahal belum terlihat tanda-tanda hal tsb akan terjadi) Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

4) ‎1 Samuel 17:47  dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran (=berarti pergumulan kita adalah “pergumulan” Tuhan juga) dan Ia pun menyerahkan kamu (=goliat) ke dalam tangan kami.” Berdoalah seakan Tuhan ada di dalam kita, ini berarti mengakui bahwa Tuhan yang memegang kendali atas segala hal. Contoh: kita berdoa “Tuhan sembuhkan aku.” (ini berdoa seperti Tuhan itu ‘orang luar’ (bukan bagian dari diri kita), maka berdoalah “Tuhan, aku ini Bait-Mu, aku percaya Engkau yang bertahta di dalamku, akan menyerahkan penyakit ini ke dalam tanganku (=penyakit itu tak menguasai kita lagi).”

Perkatakan dengan iman: Hari ini juga saya alami mujizat penuaian, bukan besok, bukan tahun depan! Gbu.

    Menjadi Garam & Terang Dunia

    Matius 5:13-16 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

    Gereja tercipta untuk bertanggung jawab atas kehidupan sosial di dunia. Kuncinya terletak pada Matius 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

    Kasih kita kepada Tuhan terlihat dari cara penyembahan kita. Tuhan menghendaki agar apapun yang kita lakukan dilakukan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi, itulah yang berkenan pada-Nya!

    1 Korintus 13:1-3 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

    Lalu, bagaimana menyatakan kasih kepada sesama? Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Allah tak terukur kuasa dan kasih-Nya, namun Allah bisa “berhutang” kepada kita ketika kita menolong sesama yang sedang membutuhkan.

    Matius 25:34-36, 40 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

    Jadi, orang-orang miskin ditempatkan di sekitar kita untuk membuat kerohanian kita lebih baik, yaitu: semakin mengasihi dan diberkati. Amsal 11:17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

    Lalu, bagaimana Tuhan membalas perbuatan kasih kita tsb?

    1. Mazmur 41:1-3 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.
    2. Yesaya 58:10-11 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

    Doa Yang Menghidupkan Injil Tuhan (Pentacostal Prayer)

    Pasukan doa adalah penggerak terjadinya Pentakosta ke-3. Lukas 1:16-17 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

    1 Timotius 2:1-6 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

    Dasar dari pendoa syafaat yang menghidupkan Injil Tuhan, yaitu:

    1) Damai sejahtera. Berdampak pada perubahan kehidupan di sekitar kita menuju ke arah yang lebih baik.

    2) Firman Allah. Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Berdoa harus dilandasi oleh hati yang murni. Amsal 30:5-6 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

    Berdoa harus dilandasi oleh paradigma baru yang sesuai dengan firman Tuhan (seorang pendoa syafaat harus mendapatkan dan menyampaikan pesan Tuhan). Ibrani 4:12-13 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Mazmur 139:17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Kesulitan mengetahui pikiran Allah dapat diatasi melalui doa (Yeremia 33:3,6-9).

    Pentakosta ke-3 akan terjadi di dalam komunitas yang berdampak dan bertumbuh (pasukan doa) seperti terjadi pada murid-murid Tuhan Yesus.

    Memperoleh Janji Tuhan

    Ulangan 6:1-3 “Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

    Hal yang harus kita lakukan untuk memperoleh janji Tuhan tsb, yaitu:

    1. Mendengar firman Tuhan, bukan dunia. Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
    2. Mencintai Tuhan dengan penuh totalitas, cinta dapat membuat seseorang melakukan sesuatu yang lebih dari kapasitas dirinya sendiri tanpa perhitungan. Ulangan 6:5-6 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
    3. Ajarkan dengan keteladanan yang natural. Ulangan 6:7-9 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
    4. Takut akan Tuhan. Ulangan 6:10-13 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.

    Yohanes Akhir Zaman

    Lukas 1:13-17 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 

    Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”  

    Sesuai ayat tsb maka tugas kita adalah:

    1) Membuat orang yang tidak percaya menjadi percaya. Kita harus siap dipakai Tuhan untuk hal ini!

    2) Membuat orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai firman Tuhan menjadi bertobat.

    [Sesuai Wahyu 2 & 3: barangsiapa bertelinga hendaklah mendengarkan Roh, barangsiapa menang akan masuk surga!] 

    Yang tidak disukai Tuhan yaitu orang Kristen yang:

    – meninggalkan kasih mula-mula

    – ‎suam-suam kuku (kompromi dengan dunia)

    – ‎mati rohani (melayani Tuhan tanpa kuasa Roh Kudus)

    – ‎meninggalkan iman yang Alkitabiah

    – ‎toleran terhadap pelayan jemaat yang amoral (takut menegur dengan alasan tidak enak hati; kita harus menegur orang yg amoral demi keselamatannya, jika tidak demikian maka darah orang tsb akan tertanggung atas kita)

    – ‎menukar kerohanian yang sejati (kekudusan, kebenaran, hikmat rohani) dengan kesuksesan secara duniawi.

    3) Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.

    Firman Tuhan menyatakan bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya untuk hidup berkenan di hadapan Allah dengan:

    – menegur anak untuk hidup sesuai firman Tuhan

    – ‎menjadi teladan iman yang Alkitabiah bagi anak-anaknya

    – ‎memprioritaskan keselamatan kekal untuk anak-anaknya dibanding pekerjaan, pelayanan, ataupun kedudukan di mata dunia.

    Ulangan 6:6-7 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya *berulang-ulang* kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

    Amsal 22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

    Maleakhi 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

    2 Petrus 3:10-11 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup [Perintah ini sangat sangat sangat penting, jika tidak dilakukan maka Tuhan akan menghancurkan bumi.]

    2 Timotius 3:2-4 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

    Alasan mengapa generasi milenial melakukan hal-hal yang tercatat dalam 2 Timotius 3:2-4, yaitu karena orang tuanya: salah didik.

    Berdasarkan riset, jika orang tua yang sungguh-sungguh kepada Tuhan adalah ibu maka hanya berdampak 30% bagi kerohanian anak, jika yang lebih sungguh-sungguh beribadah adalah ayah maka dampaknya 70% terhadap kerohanian anak, sedangkan jika ayah & ibu sama-sama sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan maka 100% anak-anaknya pun akan sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan.

    3 Yohanes 1:4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.

    Untuk dapat mewujudkan 3 tugas tsb (sebagai Yohanes akhir zaman), maka kita harus:

    1) Dipenuhi Roh Kudus

    2) ‎Berjalan dalam roh dan kuasa Elia, yaitu tegas dan tidak ada kompromi terhadap dosa dan daya tarik dunia

    Alat untuk mewujudkan hal tsb adalah restorasi Pondok Daud (doa, pujian, penyembahan). Kisah Para Rasul 15:15-18 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.

    Filipi 2:10-11 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Mengenal Jalan Tuhan

    1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain (=bukan berarti kita tidak perlu membaca Alkitab, mengikuti kelas KOM, maupun mendengar kotbah). Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

    Pengurapan menolong kita mengenal Tuhan dengan benar.

    Keluaran 33:13-14 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”

    Matius 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Membandingkan 2 ayat di atas, mengenal Tuhan adalah suatu keharusan jika kita ingin masuk surga.

    Mazmur 103:7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya (=prinsip hidup yang diberkati) kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya (=berkat & mujizat) kepada orang Israel.

    Jika kita mengenal jalan-jalan Tuhan (bukan sekedar perbuatan-perbuatan-Nya), tentu tak ada keluhan terhadap Tuhan ketika kita mengalami goncangan. Karena itu, jangan sekedar mencari berkat dan mujizat Tuhan, tapi carilah prinsip-prinsip kebenaran Tuhan.

    Musa gagal masuk Tanah Perjanjian karena kepahitan, ini menandakan bahwa selain pengenalan akan Tuhan, kita perlu selalu mengampuni jika ingin masuk surga. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.