Mengenal Jalan Tuhan

1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain (=bukan berarti kita tidak perlu membaca Alkitab, mengikuti kelas KOM, maupun mendengar kotbah). Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Pengurapan menolong kita mengenal Tuhan dengan benar.

Keluaran 33:13-14 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”

Matius 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Membandingkan 2 ayat di atas, mengenal Tuhan adalah suatu keharusan jika kita ingin masuk surga.

Mazmur 103:7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya (=prinsip hidup yang diberkati) kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya (=berkat & mujizat) kepada orang Israel.

Jika kita mengenal jalan-jalan Tuhan (bukan sekedar perbuatan-perbuatan-Nya), tentu tak ada keluhan terhadap Tuhan ketika kita mengalami goncangan. Karena itu, jangan sekedar mencari berkat dan mujizat Tuhan, tapi carilah prinsip-prinsip kebenaran Tuhan.

Musa gagal masuk Tanah Perjanjian karena kepahitan, ini menandakan bahwa selain pengenalan akan Tuhan, kita perlu selalu mengampuni jika ingin masuk surga. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Advertisements

Kinds of People

Ibrani 12:1-2 Karena kita mempunyai banyak saksi [terjemahan Bahasa Inggris: huge crowds], bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Belajar dari orang-orang yang Tuhan kirim sebagai mentor-mentor Daud, kita pun dikelilingi oleh berbagai macam karakter orang yang menyaksikan perjalanan iman kita, yaitu:

  1. Tipe Saul, yaitu orang-orang yang menanti-nantikan kejatuhan kita. Karena itu, kita harus intim dengan Tuhan agar senantiasa ada perlindungan Ilahi. Kita hanya perlu merendahkan diri di hadapan Tuhan, bukan menantang/meninggikan diri di hadapan mereka.
  2. Tipe Akhis (raja kota Gat), yaitu orang-orang yang dengan mudah berkata ‘hosana bagi Yesus’ namun seketika itu juga berkata ‘salibkan Dia!’. Terlalu ambil hati atas perlakuan mereka hanya merugikan diri sendiri, jadi jangan memusingkannya! Jangan berkomitmen dengan orang-orang yang seperti ini.
  3. Tipe Samuel, yaitu ‘malaikat tak bersayap’ yang selalu mengangkat kita saat jatuh, menjadi mentor yang penuh teladan, serta mengasihi kita tanpa syarat. Orang-orang seperti ini memandang kita dengan kaca mata Tuhan sehingga mampu melihat potensi tersembunyi dalam diri kita yang bahkan kita sendiri tidak mengetahuinya. Bersyukurlah atasnya dan jadilah demikian!

Matius 10:16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Kita tidak perlu memusingkan perlakuan orang terhadap kita, poin pentingnya adalah tipe orang seperti siapakah kita bagi mereka? Berbuatlah baik kepada semua orang, mungkin saja mereka yang dipakai Tuhan untuk menolong kita di kemudian hari.

Permulaan Baru

Dari tahun 5778 (Ayin Chet):

– Angka 70 (ayin) artinya mata, yaitu mata Tuhan dan mata kita yang saling tertuju. Ini melambangkan adanya komunikasi (kode) mata antara kita dengan Tuhan, yang mana komunikasi jenis ini hanya dilakukan antar pribadi yang saling intim (mengenal dekat satu sama lain).

– Angka 8 (chet), artinya permulaan baru. 2 Korintus 5:17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Karena itu, kita harus memahami yang Tuhan kerjakan saat awal mula penciptaan manusia: 6 hari penciptaan + 1 hari perhentian (maka 7 hari merupakan penyempurnaan penciptaan). Angka 7 menandakan kesempurnaan secara jasmani, sedangkan angka 8 menandakan dimensi baru yang supranatural. Dengan siklus yang demikian, kita takkan bisa menapaki hari ke-8 (permulaan baru) tanpa melalui hari ke-7 (Sabath, perhentian penuh).

Apa maksud hari ke-7 dalam penciptaan? Pada hari ke-6 Allah menciptakan manusia seturut gambar-Nya (Kej. 1:26-27), lalu pada hari ke-7 Allah berhenti dari segala pekerjaan-Nya (Kej. 2:2-3; bukan untuk ‘beristirahat karena lelah’, ingat: Allah adalah Sumber kekuatan, maka tak pernah sedetik pun Allah lelah/berkurang kekuatannya seperti raga manusia). Maksud Allah ‘berhenti’ di hari ke-7, yaitu untuk menikmati ciptaan-Nya (berelasi intim). Manusia diciptakan dengan satu ruang kosong di hati yang tak dapat diisi oleh apapun secara jasmani, kecuali Allah. Sebab manusia tercipta seturut gambar Allah, berarti Allah pun memiliki ruang-ruang kosong di hati-Nya yang hanya dapat diisi oleh manusia (=ciptaan yang sepadan dengan Allah). Karena itulah Allah menciptakan manusia serupa dengan-Nya, dengan satu tujuan agar manusia dan Allah dapat saling mengasihi. Jadi, tujuan utama Yesus mati bagi kita adalah mengembalikan hubungan kita dengan Allah yang saling mengasihi tsb.

Deep calleth unto deep at the noise of thy waterspouts: all thy waves and thy billows are gone over me. (Mazmur 42:7, KJV) Artinya: hati Tuhan yang terdalam memanggil hati manusia yang terdalam untuk mendekat (bersekutu intim), kembali pada esensi kasih yang sejati. Tuhan sangat merindukan kita.

Jika kita benar-benar telah melalui “hari ke-7” tsb, maka kita akan menjadi pribadi yang penuh kasih mesra terhadap Tuhan (ringan beban), tidak lagi berada di tahap kehidupan yang selalu penuh pergumulan (terbeban). Jiwa-jiwa yang baru dituai tentunya adalah jiwa-jiwa yang hancur dan sangat membutuhkan kasih, kita tak mungkin dapat memberi kasih sejati kepada mereka jika kita tak memiliki kasih tsb (=gagal menuai).

Berikut adalah tahapan permulaan yang baru bercermin dari tahapan awal mula penciptaan manusia:

1) Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (bukan sekedar memiliki sifat kasih). Dengan demikian, kita pun harus memulai awal yang baru ini dengan Allah (=kasih, LOVE). Segala sesuatu harus kita lakukan atas dasar kasih, bukan sekedar kewajiban untuk hidup yang baik.

2) Kejadian 1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Setelah kita menjadi kasih (seperti Allah), maka tentu hidup kita akan menjadi terang sejati bagi semua orang (=LIGHT) .

3) Kejadian 2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Jika kita menjadi terang, tentu terang tsb akan menarik banyak jiwa ke arah kita. Maka dalam permulaan yang baru ini kita harus mengucapkan hal-hal yang membangun hidup orang lain (=LIVE), bukan ‘mematikan’ hidup mereka. Orang-orang tsb harus melihat Yesus dari kehidupan kita.

Dampak Pencurahan Roh Kudus

Yesaya 32:15-17 Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Ketika Roh Kudus dicurahkan, segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin terjadi (ada perubahan yang baik). Hidup yang berbuah adalah hidup yang berguna bagi Allah dan sesama.

Hidup yang bahagia (memiliki damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman selama-lamanya) dimulai dari ditegakkannya kebenaran, dan kebenaran hanya dapat ditegakkan jika kita kepenuhan Roh Kudus. Jadi, keputusan apa yang harus kita ambil agar hidup berbahagia?

  1. Putuskan untuk bersukacita dalam Tuhan setiap hari. Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Ketika susah, kita harus membaca Alkitab. Yeremia 15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Iblis berusaha mencuri sukacita kita sebab ketika kita tidak sukacita, maka kita akan menjadi orang yang lemah dan kehilangan perlindungan Ilahi. Ulangan 28:47-48 “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.
  2. Putuskan untuk berbuat baik setiap hari (jangan ditunda), hal tsb dimulai dari hati yang baik. Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Mazmur 41:1-4 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya. 
  3. Putuskan untuk tidak kuatir, sebab orang yang kuatir selalu membicarakan/memikirkan apa yang tidak dikehendakinya, maka perbanyaklah berdoa dan menyembah Tuhan. Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
  4. Putuskan untuk fokus pada perkara-perkara yang di atas, maka tentukanlah target (pencapaian) kerohanian kita. Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Iman, kasih dan pengharapan kita kepada Tuhan akan selalu kuat jika kita memikirkan perkara-perkara yang demikian.
  5. Filipi 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Menyiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya

Tanggal 21/09/2017 – 09/09/2018 kita memasuki tahun 5778, yang mana:

Angka 70 (ayin) melambangkan mata Tuhan yang tertuju pada kita.

Mazmur 33:18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,

Mazmur 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Tuhan selalu memberi visi pada kita, semuanya membutuhkan “tindakan” maka janji-Nya sedikit demi sedikit akan dibukakan oleh Tuhan.

Angka 8 (chet) melambangkan permulaan yang baru.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Tahun ini GBI Gatot Subroto berusia 30 tahun. Daud, Yusuf dan Yesus dipakai Tuhan di usia 30 tahun, ini berarti angka 30 pun melambangkan permulaan yang baru. Generasi milenial (kelahiran 1980, 1981, dst) umumnya generasi yang paling bermasalah (pemberontak, susah diatur, narsis, malas), namun Tuhan sangat mengasihi generasi milenial dan akan memakai mereka secara luar biasa.

Apa yang kita teladani dari Daud, Yusuf dan Yesus (generasi milenial yang dipakai Tuhan)?

  1. Mereka mengasihi Tuhan.
  2. Mereka mengalami proses yang menyakitkan namun keluar sebagai pemenang.
  3. Mereka dipenuhi Roh Kudus. Yesaya 32:15-17 Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun (=jiwa yang belum menerima Roh Kudus) selalu akan berlaku keadilan (=saling membalas kejahatan) dan di kebun buah-buahan (=jiwa yang sudah menerima Roh Kudus) akan tetap ada kebenaran (=tidak membalas kejahatan). Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Memikirkan perkara yang di atas artinya: memprioritaskan hal-hal yang rohani dan meresponi masalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Hanya orang-orang demikian yang akan rapture. 

Wahyu 2-3 mengutip pesan Tuhan bagi gereja-Nya, yang mana jika kita melakukan hal-hal yang menyenangkan Tuhan (=menang) pasti kita mendapat reward dari Tuhan, namun jika kita melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan (=kalah) tentu tidak mendapat reward tsb.

Jangan mati rohani dan suam-suam kuku! Orang yang mati rohani kelihatannya melayani Tuhan sedemikian rupa tapi tanpa kuasa Roh Kudus dalam dirinya, orang yang suam-suam kuku itu orang-orang Kristen yang berkompromi dengan dunia (Kristen tapi kerohaniannya payah). Dengan demikian, sangat sulit bagi orang-orang luar untuk mengenal Tuhan karena sangat sedikit orang Kristen yang sungguh-sungguh menghidupi nilai-nilai Alkitabiah. Tuhan jijik dengan falsafah-falsafah yang mencampur adukan nilai-nilai Alkitabiah dengan prinsip-prinsip kesuksesan dunia.

Efesus 5:14-17 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur (=suam-suam kuku) dan bangkitlah dari antara orang mati (=mati rohani) dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (=keselamatan bagi umat manusia).

Kita tak pernah tahu seberapa lama kesempatan hidup yang Tuhan beri, karenanya jangan menunda-nunda untuk hidup dalam kebenaran. Mazmur 90:10-12 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Bagian Tuhan adalah menyelamatkan kita, sedangkan bagian kita harus hidup dalam pertobatan dan pengudusan untuk kelak dimuliakan oleh Tuhan.

Ibrani 10:26-27 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Roma 8:29-30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Mengenal Allah Dengan Benar

Efesus 1:17-19  dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 

Tanda bahwa kita sudah mengenal Allah dengan benar yaitu tidak ada sedikitpun keraguan atas apa yang tertulis di Alkitab (percaya penuh terhadap Tuhan). 

Kita selalu menyanyikan: “Kaulah Bapaku yang baik, tak pernah rancangkan yang jahat bagiku” maka tak sepatutnya kita mengeluh saat menghadapi goncangan. Ketika kita mau melakukan perintah Tuhan sepenuhnya, itulah pertanda bahwa kita sudah mengenal Allah dengan benar.

Kita harus memiliki mata hati yang terang, yaitu mata yang melihat sebagaimana mata Tuhan melihat sehingga kita bisa melihat berkat dibalik segala goncangan. Lukas 11:34 Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. 

Wahyu 3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku … minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Artinya, ada harga yang harus dibayar untuk memiliki mata seperti mata Tuhan yaitu melalui pengurapan minyak.

Buah Kasih

Yohanes 15:16-17 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Wahyu 2:4-5 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Kita harus berbuah dalam standar kasih mula-mula. Berdasarkan penelitian Prof. David Hawkins, seseorang dengan frekuensi getaran cinta dibawah angka 200 akan banyak terserang penyakit sedangkan jika frekuensi getaran cintanya diatas angka 700 pasti hidup bebas dari segala penyakit. Hidup sehat berawal dari hati yang penuh cinta (Amsal 17:22).

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kita harus bergairah kembali pada cinta yang mula-mula dengan melupakan segala kenangan buruk di masa lalu. 

Penyebab seseorang tidak berbuah kasih, yaitu:

  1. Tidak mengampuni. Matius 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Matius 18:21-22  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (sama dengan 70 pangkat 7 = 8.235.430.000.000). Mengampuni membuat tubuh kita sehat dan diberkati oleh Tuhan (seperti Ayub yang diberkati 2X lipat setelah dicobai Tuhan karena ia mengampuni teman-teman yang menghinanya ketika jatuh).
  2. Sikap hati yang tidak dijaga. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Yesaya 32:16 Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Artinya selama kita terus menuntut keadilan maka hidup kita akan selalu berada di ‘padang gurun’ (kehidupan tanpa berkat), tetapi ketika kita terus menghidupi kebenaran pasti hidup kita berada di ‘kebun buah-buahan’ (kehidupan penuh berkat). Kita harus memiliki sikap hati yang rendah hati. 

Nostalgia

Filipi 1:3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu (=bernostalgia).

Nostalgia adalah kenangan manis (moment indah) di masa lalu. Tidak semua hal indah terjadi di masa lalu, namun adalah keputusan kita untuk menilai masa lalu tsb indah atau buruk. Jika hati kita baik, semua hal dapat kita syukuri tetapi jika hati kita pahit, segala hal baik pun terasa buruk.

Dalam nostalgia ada mujizat, pemulihan dan kekuatan, yaitu ketika kita bernostalgia tentang kebaikan Tuhan. Contoh:

  1. Perjamuan Kudus. 1 Korintus 11:23-25 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
  2. Ketika Daud hendak melawan Goliat. 1 Samuel 17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Lupa artinya lepas dari ingatan, tercatat sebanyak 118 kali di Alkitab. Sedangkan kata “ingat” (kata dasar dari “peringatan”) tercatat sebanyak 345 kali di Alkitab. Ini artinya kita harus lebih banyak mengingat hal-hal indah dan melupakan kenangan buruk. Lebih baik fokus pada sejumlah kebaikan dibanding fokus pada setitik kesalahan.

Melupakan kebaikan Tuhan akan berakibat fatal, seperti bangsa Israel yang telah mengalami mujizat menyeberangi Sungai Nil yang kering namun bersungut-sungut hanya karena air pahit di Mara (Keluaran 15:22-24, mengingat ‘black spot’), akhirnya mereka tidak dikenan Tuhan untuk masuk Tanah Kanaan.

Kesuksesan Yang Membawa Petaka

1 Raja-raja 11:1-6, 9-11 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 

Salomo memulai hidupnya dengan luar biasa di hadapan Tuhan tetapi mengakhirinya dengan buruk karena ia tidak menjaga kesuksesannya. Ingat, Tuhan tidak melarang kita untuk sukses bahkan Yesus rela menanggung segala kutuk untuk memberikan segala berkat bagi kita.

Hal yang harus kita perhatikan dalam menjaga kesuksesan kita, yaitu:

  1. Memiliki penguasaan diri. Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Diberkati tanpa penguasaan diri hanya akan membinasakan kita. Iblis akan menyerang ketika kita lengah.
  2. Jangan meremehkan firman Allah. Ulangan 6:6-7  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 
  3. Jangan meninggalkan persekutuan pribadi dengan Tuhan, jangan sampai berkat malah menjauhkan kita dari Tuhan. Prioritas hidup tidak boleh salah. 
  4. Jangan tidak mau bertobat ketika ditegur oleh Tuhan, Tuhan bisa berbicara melalui siapa saja.

Pengampunan

Matius 18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Bapa di surga telah mengampuni kita maka sepatutnyalah kita pun mengampuni orang lain seperti kita telah diampuni. Pengampunan jangan ditunda-tunda sebab kita tidak tahu kapan kesempatan terakhir kita untuk mengampuni. Kesalahan orang lain kepada kita tidak sebesar kesalahan kita kepada Bapa di surga (Matius 18:21-35). 

Banyak dari kita fasih mengatakan Matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; tetapi tidak fasih melakukannya, ini sangatlah menyedihkan Tuhan.

Kasih Kristus bukanlah teori, melainkan praktek. Pengampunan membuka pintu berkat bagi kita sedangkan tidak mengampuni hanya menutup pintu berkat tsb. Matius 18:21-22 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 

Lukas 17:3-6 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Melalui ayat ini Tuhan menegaskan bahwa jika kita tidak mengampuni berarti kita tidak memiliki iman.

Orang yang tidak mengampuni bukanlah manusia Allah, melainkan manusia daging. Roma 8:8-9, 13-14 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Untuk dapat mengampuni, kita harus penuh Roh Kudus dan hidup serupa dengan Kristus. Ingatlah, Tuhan Yesus telah merasakan segala kesakitan tsb bagi kita namun tetap mengampuni orang-orang yang telah menyakitinya. Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Lukas 10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”