Dibentuk Untuk Memiliki Hati Kristus

Habakuk 2:1-3

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”

Shalom!

Yesus hidup terfokus kepada Allah Bapa dengan hidup hanya mendengar dan melakukan kehendak Bapa saja. Tujuan Roh Allah di dalam diri kita adalah menjadikan kita serupa dengan Kristus dalam karakter, pola pikir dan tingkah laku kita. Ini adalah sebuah proses yang terus berlangsung dan 100% bergantung kepada kita. Tuhan telah memiliki rancangan khusus bagi hidup kita tetapi Tuhan bekerja tergantung respon kita yang rela untuk dibentuk oleh-Nya. Percayalah, kekristenan tidak membosankan!

Kita berharga karena kita diciptakan oleh Allah, Roh kita berasalh dari Allah. Manusia adalah ciptaan yang kekal seperti Tuhan tergantung pilihan hidupnya masing-masing apakah kelak akan menikmati kekekalan di surga atau neraka. Tuhan menciptakan kita dengan kehendak bebas karenanya Tuhan tidak akan memaksa kita untuk melakukan kehendak-Nya. Ketika Tuhan Yesus disalib dan mengatakan “Sudah selesai.” artinya Ia berhasil menggenapi tujuan Allah dalam hidupnya sebagai Anak Domba yang tak bercela sehingga kuasa darah-Nya kekal dan bekerja penuh sampai kapanpun dalam hidup kita.

Jika kita telah dimateraikan oleh darah Yesus tersebut, berarti kita dikhususkan untuk Tuhan sehingga wajib hidup seperti Kristus. Kita menjadi berkenan kepada Allah karena dara Anak Domba telah “melalukan” setiap tuntutan-tuntutan dosa dalam hidup kita, bukan karena kehebatan kita. Darah Anak Domba tersebut membebaskan kita untuk kapanpun datang kepada Bapa sebagai pribadi yang telah dibenarkan.

Hidup sebagai orang Kristen mewajibkan kita untuk hidup dengan mengetahui dan menggenapi tujuan Ilahi bagi kita. Tuhan menghendaki kita menjadi:

  1. Orang yang bersedia mencari Tuhan.
  2. Orang yang bersedia dibentuk hidupnya oleh Tuhan.
  3. Orang yang tetap percaya dan mengasihi-Nya bagaimanapun keadaannya.

Tuhan adalah Bapa yang baik yang mengetahui segala rancangan-Nya bagi kita, Ia tahu bakat kita dan Ia sanggup menggunakan kehancuran kita bagi kemuliaan-Nya. Proses ketidaknyamanan itu sangat berharga. Jadi, jangan meminta Tuhan untuk “mempercepat” proses tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

Jadilah Kehendak Bapa Di Hidup Kita Seperti Di Hati-Nya

Habakuk 2:1-3

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”

Shalom!

Kita dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi serupa dengan Kristus, yaitu memiliki hati-Nya. Yesus hidup atas suatu rancangan Ilahi atas diri-Nya, peka akan suara Bapa dan tahu untuk apa Ia dipanggil. Tuhan menciptakan kita “dengan sengaja” dan memberikan kita Roh-Nya dengan sebuah tujuan Ilahi.

Yesus adalah jawaban bagi manusia. Ini adalah saatnya umat Tuhan bangkit karena dunia sedang menanti Kristus, yaitu seseorang yang diurapi oleh Allah. Matius 24:14 berkata “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.””

Tuhan akan izinkan kita masuk dalam keadaan yang terdesak karena Ia mencintai kita dan mengetahui bakat kita serta mengetahui untuk apa kita hidup. Melalui keadaan inilah Tuhan tahu bahwa kita akan bersungguh-sungguh mencari-Nya dan Ia akan memberikan jawaban atas pergumulan kita.

Tuhan sedang membentuk kita dengan suatu maksud yang pasti, yaitu menjadi alat yang mulia bagi-Nya. Ketika kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya sewaktu kita tertekan, hal itu dicatat oleh Tuhan dan ‘menarik’ hati-Nya. Tuhan tidak punya masalah dengan ketidakdewasaan kita (masih beremosi, mareh, tidak fasih berdoa, sedikit tidak sopan), tetapi Tuhan hanya mencari seruan yang ada di hati kita. Mata Tuhan ada di segala tempat mengawasi orang yang mencari-Nyaa, yang berseru “Biarlah kehendak-Mu yang terjadi dalam hidupku”.

Di akhir zaman, generasi ini sedang mengalami keterdesakan dan Tuhan sedang mencari orang yang bersedia bayar harga/berkorban. Kehidupan kita sebagai orang Kristen harus seimbang, yaitu diberkati dan memberkati. Tuhan sedang melatih kita sebagai seorang atlit yang hari demi hari dilatih seluruh kemampuannya untuk mampu bertahan ‘satu ronde lagi’ ketika orang lain sudah menyerah. Karenanya, Tuhan harus menemukan kita sebagai orang yang hatinya rela untuk dibentuk oleh-Nya.

Akan tiba saatnya dalam hidup kita dimana kita berbicara “Dimanakah janji-Mu Tuhan?”. Tetapi ketahuilah bahwa Tuhan sedang mencari orang yang tetap percaya kepada-Nya bagaimanapun keadaannya. Tuhan tahu kapan saat yang tepat untuk kita menerima berkat-Nya yang berlimpah, yaitu ketika kita sudah “mampu” mengelolanya. Tuhan Yesus memberkati.

Menaklukan Ketakutan

II Timotius 1:7

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

Shalom!

Kejadian manusia itu dahsyat dan ajaib karena roh manusia berasal dari Allah sehingga manusia adalah satu paket komplit dengan berbagai potensi Ilahi yang mampu melakukan hal yang dahsyat dan perkasa. 1 Korintus 2:9 berkata “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Manusia yang telah mengetahui potensi Ilahi dalam dirinya dan memaksimalkannya adalah ancaman besar bagi iblis. Oleh karena itu, iblis akan berusaha semaksimal mungkin untuk mematikan potensi Ilahi yang manusia miliki (Yohanes 10:10), salah satunya melalui rasa takut. Ketakutan adalah hambatan terbesar dalam memaksimalkan potensi Ilahi dalam kehidupan Anda.

                Prinsip-prinsip Firman Tuhan dalam menaklukan ketakutan, yaitu:

1.       Stop running!

Berhentilah berlari dan menghindar dari apa yang Anda takutkan! Ayub 3:25 berkata “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” Ketakutan adalah iman kepada iblis. Jadi, janganlah takut, hadapi ketakutan Anda seperti Daud berani mengalahkan Goliat! Tuhan menciptakan Anda bukan untuk ditaklukan, tetapi untuk hidup dalam kemenangan.

2.       Ketahuilah bahwa Tuhan ada di pihak Anda

Allah Bapa sangat baik dan Dia sangat rindu untuk memberikan Kerajaan-Nya kepada Anda (Lukas 12:31-32), yaitu “Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Roma 14:16-17). Tuhan memang mengizinkan pencobaan datang dalam kehidupan Anda tetapi bukan Dia yang memberikan pencobaan tersebut, melainkan iblis.

3.       Temukan identitas Anda sebagai anak Allah

Roma 8:15 berkata “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”.” Status Anda bukanlah ‘hamba’, melainkan ‘anak’ sehingga Anda ‘berhak’ memanggil Dia ‘Bapa’ dan memiliki hubungan yang sangat hangat dengan Tuhan sebab tidak ada jarak antara Anda dengan Tuhan.

4.       Gunakanlah kuasa Firman Allah

2 Petrus 1:4 berkata “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Firman Tuhan adalah pedang Roh yang membawa kita ke dalam kemenangan (Efesus 6:17). Selalu mendengar, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup Anda! Tuhan Yesus memberkati.

Identitas Kita Sebagai Anak Tuhan

Shalom!

Hubungan kita dengan Tuhan adalah seperti hubungan anak dan bapa

Galatia 4:4-7

Kamu diselamatkan untuk pemulihan hubungan dengan Tuhan

2 Korintus 3:18

Cinta Tuhan kepada kamu lebih dari cinta bapa kamu yang ada di dunia ini

Milikilah karakter dan pola pikir Kristus

Hubungan ini tentang “keintiman”

Cara kamu berdoa menunjukan hubungan kamu dengan Tuhan

Perhatikan cara kamu berdoa! Jangan menuding Tuhan yang berikan sakit!

Selalu melihat Tuhan supaya semakin mirip dengan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.