A Trilogy Of The 3 Leaders

Shalom! 1 Raja-Raja 2:10 berkata “Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.” Ketika kita tahu bagaimana kehidupan Daud berakhir maka kita akan memiliki hikmat untuk menjalani kehidupan dengan akhir yang lebih baik. 1 Samuel 13:14 berkata “Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.” Pertanda bahwa Samuel adalah seorang nabi sejati, yaitu ia peka mendengar suara Tuhan. 1 Samuel 16:11-13 berkata “Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.” Jangan menganggap remeh penumpangan tangan atas kita, karena Roh Allah akan turun dan bernaung atas kita. Urapan Tuhan sungguh berharga, kita harus memiliki keintiman dengan Tuhan. Setelah Daud diurapi Tuhan, ia tidak langsung menjadi raja Israel tetapi menjadi pembawa senjata raja dan pemusik pribadinya raja. 1 Samuel 17:56 berkata “Kemudian raja berkata: “Tanyakanlah, anak siapakah orang muda itu.”” Daud memiliki kemungkinan untuk kepahitan karena Saul yang ia layani tidak mengenalnya, namun ia memilih untuk menjaga hatinya. Jika kita ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, jangan pernah melupakan orang-orang sekeliling kita. 1 Samuel 8:7 berkata “dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”” Mendengar hal tersebut, Saul begitu iri kepada Daud, Saul tidak menjaga hati. 1 Samuel 18:14 berkata “Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.” Daud memberikan teladan bagi kita agar kita hidup dengan bijaksana ketika orang-orang di sekitar kita mengecewakan kita, Daud tetap menjaga hati. 1 Samuel 22:2 berkata “Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.” Daud begitu terdesak dan berhimpunlah kepadanya orang-orang yang sakit hati. Setelah itu, meskipun ia memiliki kesempatan berkali-kali untuk membunuh Saul, ia tidak melakukannya. Daud memiliki kekuatan dari dalam yang lebih besar daripada di luar. Apa yang dia hargai dan dia hormati tidak ada bandingannya. 1 Samuel 30:6 berkata “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” Ketika kita sedang menghadapi masalah yang sangat sukar, jawaban dari segala permasalahan kita bukanlah manusia tetapi di kedalaman diri kita sendiri, sebab di situlah Roh Kudus berdiam. Hanya Roh Kuduslah yang sanggup menjadi jawaban segala permasalahan hidup kita. 2 Samuel 2:4 berkata “Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. Ketika kepada Daud diberitahukan bahwa orang-orang Yabesh-Gilead menguburkan Saul” Daud akhirnya menjadi raja Israel setelah 22,5 tahun sejak ia pertama kali diurapi dan mendapat nubuat untuk menjadi raja Israel. Ada suatu nilai dalam diri Daud, yaitu ia begitu menghormati Firman Tuhan, selain itu…ketika ia berdosa dalam hal Batsyeba, ia pun mengakuinya dengan jujur dan menanggung konsekuensinya tanpa menyalahkan keadaan.

Advertisements

Refocus On Jesus

Ibadah itu berarti memulai sesuatu dan mengembalikan fokus kita kepada Tuhan. Kita harus mempersembahkan waktu khusus bagi Tuhan. Ibadah itu seperti mengaktifkan ‘anti-virus’ sehingga diri kita dibersihkan dari segala dosa.

Matius 3:13-17 (TB)  Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

1) Kehidupan yang baru. Setiap kita memiliki permulaan yang baru di dalam Tuhan, hal ini menandakan identitas baru bagi kita yaitu anak Allah. Menjadi Kristen bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan meskipun kita menghadapi masalah tetapi kita memiliki Roh Kudus yang menyertai kita. Pencobaan ditujukan bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menguatkan kita.
2) Kehidupan Firman. Jika kita ingin menjadi kuat, maka kita harus memiliki Firman Allah dalam diri kita. Matius 4:4 (TB)  Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kita tidak boleh dikendalikan oleh kebutuhan dan keadaan kita, melainkan harus didorong oleh Firman Tuhan yang ditaruhkan di hati kita. Firman Tuhan harus kita “makan” (baca) sendiri, bukan mengandalkan orang lain yang membacakannya bagi kita. Kita harus berkomitmen untuk melakukannya, tanpa alasan. Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
3) Kehidupan yang dikhususkan bagi Tuhan. Matius 4:6-7 (TB)  lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”  Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Jangan menyalahgunakan atau memakai nama Tuhan dengan seenaknya demi keuntungan pribadi kita. Jika Tuhan tidak menyatakannya kepada kita, janganlah berani menyatakan sesuatu hal atas nama Tuhan. Jangan menyebut nama Tuhan sembarangan!
4) Kehidupan seorang hamba. Matius 4:8-10 (TB)  Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Melayani dan menyembah Tuhan tak dapat dipisahkan, karena seorang hamba pasti menyembah Tuhan. Kerinduan seorang hamba hanyalah melayani Tuhan, setiap ia melayani berarti ia sedang menyembah Tuhan. Kita harus memahami keindahan dari sebuah pelayanan, yaitu menjadi hamba adalah bagian kita sedangkan menjadi tuan adalah bagian Tuhan.
5) Kehidupan di dalam kuasa Roh (memberitakan Injil, memiliki kerinduan untuk memenangkan jiwa). Matius 4:17 (TB)  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Lukas 4:14 (TB)  Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. | Setelah dicobai, Yesu kembali dalam kuasa Roh. Kita diurapi berarti diperlengkapi untuk pekerjaan Tuhan, bukan untuk “kepuasan pribadi” semata.
6) Kehidupan yang memberi pengaruh. Matius 4:18-19 (TB)  Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Matius 28:19 (TB)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, | Kita harus memuridkan seseorang setelah kita dimuridkan. Urapan Tuhan dalam diri kita ditujukan untuk memberikan dampak bagi kehidupan orang lain. Kita bisa mempraktekan karunia Tuhan setiap saat.
7) Kehidupan sebagai pelaku Firman Tuhan. Matius 4:23 (TB)  Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. | Jangan takut jika kita tidak memiliki gelar sebagai pendeta, tetapi latihlah diri kita untuk menyediakan diri dan mendoakan orang. Jangan berfokus kepada diri kita, Tuhanlah yang sanggup melakukan mujizat lebih dari yang sanggup kita pikirkan dan doakan. Kita harus mempraktekan iman kita, jika tidak dipraktekan maka takkan terjadi apa-apa. Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri untuk menyatakan mujizat-Nya. Harus terjadi kehidupan yang supranatural dalam hidup kita.

Volunteerism

Sukarela dalam 2 Korintus 2:9 disebut sebagai willingness/kerelaan (NKJV), eagerness/keinginan yang menggebu-gebu (NIV), readiness/kesiapan (ESV), dan forwardness of your mind/ketetapan hati (KJV).

Sukarelawan adalah seseorang yang bersedia untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan pengeluaran pribadi untuk kepentingan orang lain. Sukarelawan adalah seorang yang proaktif, penuh semangat, selalu memiliki inisiatif pribadi untuk membantu dan melayani dengan senang hati tanpa pamrih/keluhan. Penghargaan bagi seorang sukarelawan adalah ketika ia bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Berikut adalah 6 hal mengenai hati yang sukarela, yaitu:

1)      Hati yang sukarela adalah hati yang melakukan sesuatu dengan penuh kerelaan karena mengasihi Tuhan bukan karena keterpaksaan

2)      Hati yang sukarela selalu ingin bersepakat bukan menimbulkan perpecahan

3)      Hati yang sukarela berarti mengerjakan sesuatu tanpa banyak alasan; bahkan mencari solusi untuk setiap halangan

4)      Hati yang sukarela selalu mengerjakan sesuatu dengan sempurna meskipun pekerjaan tersebut sepele

5)      Hati yang sukarela ditandai dengan sikap yang tangkas dan gesit

6)      Hati yang sukarela akan selalu bermurah hati memberikan miliknya bagi orang lain

Volunteerism is about the spirit of giving. Dengan memberi berarti kita sedang memperluas lingkaran kehidupan kita karena pemberian kita akan selalu membekas dalam kehidupan orang lain meskipun kita tidak bersamanya. Guys, life is about caring people 🙂