Doa Yang Memindahkan Gunung

Markus 11:22

Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!”

  1. Kita harus tahu posisi, yaitu: (1)posisi Kristus –Seorang Pribadi dengan posisi, otoritas dan kekuasaan tertinggi (Filipi 2:9-11); (2)posisi kita dalam Kristus –adalah sama dengan Kristus (Efesus 2:6). Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.” (2 Samuel 7:15).
  2. Kita harus tahu Firman Tuhan. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12). Firman Allah itu hidup, berarti bisa bertumbuh dan bergerak. Firman bergerak untuk melakukan mujizat.
  3. Kita harus tahu apa yang menjadi “gunung” (pergumulan) dalam hidup kita.
  4. Berbicaralah kepada “gunung” itu dengan otoritas Ilahi. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63). “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11). Berdoa yang memindahkan gunung berbeda dengan berdoa “meminta” kepada Tuhan. Dalam berdoa “meminta”, kita berdoa meminta sesuatu yang belum kita miliki kemudian kita mengucap syukur sebagai tanda percaya bahwa Tuhan telah memberikannya –jadi dalam hal ini, Tuhanlah yang melakukannya bagi kita. Sedangkan dalam doa yang memindahkan gunung, kitalah yang harus melakukannya dengan otoritas Ilahi.
  5. Kunci dari doa yang memindahkan gunung adalah PERCAYA. Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:22-24).
Advertisements

Logos & Rhema

Matius 7:28-29

“Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.”

            Setiap kali pengajaran Yesus disampaikan selalu membawa kegairahan baru. Yesus memberikan pengajaran yang berbeda dibanding ahli-ahli Taurat karena Yesus memberitakan rhema sedangkan ahli-ahli Taurat memberitakan logos.

Logos adalah seluruh perkataan Firman Tuhan yang ada di Alkitab dan menyentuh pikiran kita (memberi pengetahuan). Rhema adalah Firman Tuhan yang Ia sampaikan sesuai keadaan di waktu tertentu dan menyentuh hati kita (memberi kekuatan dan jalan keluar dalam pergumulan).

Ibrani 4:12 berkata “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

Jadi bagaimanakah rhema itu?

  1. Rhema adalah Firman Tuhan yang hidup; janji Tuhan secara pribadi kepada kita. Jadi, ketika dalam pergumulan kita mendapat rhema dari Tuhan, kita tak perlu meminta lagi agar Tuhan memulihkan keadaan kita tetapi kita harus melakukan/memperkatakan rhema tersebut dengan iman di tengah pergumulan kita dan lihatlah mujizat Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.
  2. Rhema itu aktif, berarti memberikan energy baru (memberi kehidupan).
  3. Rhema itu selalu cepat, tidak berlambat-lambat untuk dinyatakan.
  4. Rhema itu penuh kuasa untuk memberikan mujizat.
  5. Rhema adalah pedang bermata dua. Ketika kita memperkatakannya, rhema bekerja di dalam Roh kita kemudian menyembuhkan kelemahan jiwa kita dan menyatakan kesembuhan juga dalam tubuh jasmani kita serta mengubahkan karakter buruk kita. Manusia adalah makhluk hidup dan hanya dapat “dihidupkan” oleh Firman Allah yang hidup.