Karakter Yesus

Yesus itu penuh kasih. Yohanes 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Yesus disalib demi kita karena kasih-Nya kepada kita. Maka kasih adalah fondasi kekristenan, bukan teori. Yesus adalah pribadi yang penuh kasih tercermin dalam ayat lain, yaitu: Matius 15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” Tuhan Yesus melihat kita dengan penuh kasih, maka kita pun akan melihat orang lain dengan penuh kasih ketika kita menjadi murid-Nya. Tuhan itu baik! Selama 40 tahun bangsa Israel diberi makan manna dari surga tanpa mengusahakannya, surga tak pernah kekurangan stok berkat! Tuhan memberi kita harapan di tengah keputusasaan, yang Ia kehendaki adalah kesetiaan kita (terhadap panggilan Tuhan, pasangan hidup, dll). Betapa bahagia kita diberi kesempatan untuk melayani-Nya! Ia adalah Allah yang dahsyat dan berkuasa lebih dari segala yang ada. Kita bisa mengandalkan-Nya sebab Ia takkan membatalkan janji-Nya bagi kita, semua pasti digenapi!

Apa kebutuhan kita saat ini? Yeremia 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk menjawab segala doa-doa kita, Ia menanti kita berseru dan akan menggenapi janji-Nya dengan mujizat-mujizat!

Matius 15:21:28 mengisahkan seorang perempuan Kanaan yang percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan anaknya hingga menerima mujizat, kuncinya adalah berseru pada Yesus.

Mazmur 46:1 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

Tuhan lebih dekat kepada kita dibanding pasangan hidup kita!

Doa, Iman, Anugrah

Doa adalah satu-satunya hal yang dapat mengubah segala hal. Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Yesus saja yang adalah Anak Allah meluangkan waktu khusus untuk berdoa, apalagi kita sebagai manusia biasa tentu sangat perlu berdoa dalam waktu yang tidak singkat. Berapa lama kita sudah meluangkan waktu dalam doa? Berdoa bukan semata berkata-kata kepada Tuhan, tetapi itu juga saatnya Tuhan untuk berkata-kata kepada kita.

Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Penderitaan fisik adalah bagian dari iman. Contohnya: Paulus yang merasakan ‘duri dalam daging’. 2 Korintus 12:8-9 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Kita ada hingga saat ini hanya karena anugrah Tuhan, maka bersyukurlah! Anugrah-Nya sangat cukup untuk kita melanjutkan hidup dengan semestinya. Tuhan selalu menyertai kita dan memenuhi kebutuhan kita pada waktunya. Tuhan itu baik, Ia tidak memberikan yang jahat kepada kita. Kita harus percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil maka semua janji-Nya pasti digenapi bagi kita, kita takkan dipermalukan karena nama-Nya!

Peperangan: Bagian Dari Kehidupan Kristen

1 Samuel 30:1-6 Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis. Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorang pun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya. Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Pengalaman yang Daud alami di Ziklag ini mungkin serupa dengan yang pernah kita alami karena bisa saja hal buruk menimpa setelah kemenangan besar terjadi. Kehidupan seorang Kristen adalah sebuah peperangan. Filipi 1:29  Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Kita tak ingin mengalami hal yang buruk tentunya, namun peperangan tetap harus kita lalui. Kita memiliki musuh yang sama, yaitu setan. Setan berusaha mendorong kita masuk ke dalam peperangan tertentu, jika kita tidak berperang maka kita takkan tahu siapa yang menang. 

Kita harus lakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita perbuat sebab Tuhan mencari orang-orang yang mau bertindak bagi-Nya melakukan suatu perintah Ilahi. Kita tak perlu takut menghadapi suatu peperangan selama kita menjalankan perintah-Nya sebab Tuhan yang menyertai kita lebih besar dibanding segala tantangan yang menghadang. 

Mazmur 121:1-3 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

Ketika semua sahabat berubah jadi musuh dan tak ada yang mau menolong kita, belajarlah dari Daud yang menguatkan kepercayaannya pada Tuhan. Hanya Tuhan jawaban hidup kita, Ia sanggup lakukan apa saja dengan tak terbatas.

Pendoa Syafaat Yang Terhebat

Ibrani 7:25  Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Ibrani 9:24  Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Yesus Kristus adalah Imam besar yang terbesar, Imam besar menurut aturan Melkisedek. Tuhan mengenal domba-domba-Nya dan domba-domba-Nya pasti mengenal suara-Nya, kita tak pernah bisa melarikan diri dan bersembunyi dari Tuhan. Yesus adalah pendoa syafaat yang terhebat. Ia adalah teladan kita dan kita seharusnya mengikuti apa yang Ia lakukan jika kita mau berbuah untuk kerajaan-Nya. Kita dipanggil untuk menghasilkan buah (subur).

Yohanes 15:5  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Kejadian 18:22  Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.

Abraham berdoa syafaat untuk Sodom dan Gomora, pusat
LGBT di zaman itu. Abraham terus “tawar-menawar” dengan Tuhan perihal jumlah jiwa yang diselamatkan di Sodom dan Gomora, namun 5 orang pun tidak didapati orang benar di sana sehingga Abraham pun akhirnya berkata “Biarlah kehendak-Mu yang jadi”. Ketika semua hal di dunia tak sanggup membantu, berseru-seru kepada Tuhan akan mengubah keadaan karena Tuhanlah satu-satunya yang dapat memberikan hidup yang bermakna. Musuh boleh menyerang kita dari satu jurusan, tetapi ia akan lari dari kita ke tujuh jurusan karena Tuhan membela kita. Hanya doa yang mengubahkan segala sesuatu.

Roma 11:14  yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka. >> Paulus berdoa bagi keselamatan bangsanya.

Roma 8:34  Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? >> Yesus menjadi pendoa syafaat bagi kita.

Betapa pentingnya menjadi pendoa syafaat, kita harus selalu berdoa bahkan berpuasa bagi keselamatan sesama, dan Tuhan pasti menjawab doa kita. Tuhan bisa memakai satu orang untuk menyelamatkan banyak jiwa.

Yesaya 53:12  Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Bahkan ketika di salib pun, Yesus masih sempat berdoa memohon pengampunan bagi mereka yang menyakitinya “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Yesus pun masih terus berdoa syafaat bagi kita, karenanya kita masih bisa menjalani hari demi hari.

1 Petrus 5:8  Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Yesus menghendaki kita menjadi orang Kristen yang berkemenangan dan semua itu bisa terjadi karena doa syafaat Yesus bagi kita. Tuhan memanggil setiap kita untuk menjadi “partner doa-Nya”.

Berjalan Dalam Iman

Shalom!
Kejadian 26:2-6 berkata “Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku. Jadi tinggallah Ishak di Gerar.” Tuhan adalah Tuhan yang sangat peduli akan hidup kita, Ia tidak pernah melalaikan kita meskipun kita sering menganggap bahwa Tuhan tidak mendengar doa-doa kita. Kita adalah orang-orang yang lebih diberkati dibandingkan orang-orang yang hidup di zaman Abraham, karena di zaman itu orang-orang belum memiliki Alkitab dan hanya orang-orang tertentu saja yang dituntun Tuhan secara khusus. Sangatlah aneh jika kita tidak dapat mendengar suara Tuhan di zaman ini, karena Tuhan rindu untuk berbicara setiap hari kepada kita dengan berbagai cara. Percayalah bahwa Tuhan selalu pegang kendali atas hidup kita, karenanya kita tidak perlu kuatir dengan kondisi dunia ini. Hal yang terutama untuk kita lakukan adalah peka mendengar suara Tuhan dan taat melakukannya tanpa keraguan. Kejadian 12:1-2 berkata “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”” Mazmur 122:6 berkata “Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!”” Tuhan berjanji bahwa siapa saja yang berdoa bagi Yerusalem dan memberkatinya maka hidupnya akan diberkati berlimpah-limpah karena Yerusalem adalah sumber berkat, pusat pemerintahan kota Daud. Kejadian 13:2 berkata “Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.” Tuhan meminta agar kita mengikuti arahan-Nya, kita melakukan banyak kesalahan ketika kita tidak mengikuti kehendak-Nya. Kita boleh bertanya berulang kali hingga mengerti kehendak-Nya, jika kita tidak mengerti arahan Tuhan. Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan. Hal yang terbaik dalam hidup ini adalah mendengarkan Tuhan tanpa menyimpang kemana-mana. “Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.”” (Kejadian 15:1) “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” (Kejadian 17:1) Ketika kita berjalan semakin dekat kepada Tuhan, maka pasti Ia akan semakin menyingkapkan diri-Nya kepada kita. Kita harus mendengarkan suara Tuhan karena Ia adalah Bapa Surgawi kita. Jika kita tidak memiliki hadirat Tuhan kemanapun kita pergi, maka pastilah hidup kita akan gagal dan kacau. Hadirat Tuhan adalah yang terpenting dalam hidup kita. Sebaik apapun keadaan suatu tempat tanpa Tuhan, hal tersebut takkan berarti karenanya bertahanlah dan tetap tinggal di tempat yang memiliki hadirat Tuhan. Tuhan adalah perisai kita, Ia memisahkan kita dari dunia karena kita adalah bagian dari Kerajaan Surga: kita milik Tuhan. Kejadian 26:12-13 berkata “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” Karena Abraham mendengarkan suara Tuhan dan taat melakukannya, maka Tuhan memberkatinya dan keturunannya berlimpah-limpah, bahkan hingga bangsa-bangsa pun diberkati melalui Abraham. Seburuk apapun keadaan dunia kini, Tuhan tetap sanggup memberkati kita asalkan kita taat mendengarkan dan melakukan firman-Nya. Berfokuslah pada Tuhan, bukan pada masalah.