Nubuat Tahun 2018

Sungguh sebuah kehormatan untuk bisa kembali ke Indonesia, mengapa? Saya suka karena cara menyambah kami sama seperti orang di Indonesia. Dan saya merasakan bagaimana Tuhan itu melihat ke bawah tentang apa yang kita lakukan dan Dia berkenan atasnya. Ini adalah waktu, kunci yang penting untuk kita membuat sebuah kemajuan. Apa yang kita lakukan pada hari ini adalah untuk membawa atmosfir Tuhan turun atas kita. Dan kita mau agar Saudara bebas merdeka untuk menyembah. Ini adalah waktunya kita membuka surga, dan kemudian ada berkat baru yang dicurahkan.

Sekarang ini adalah waktunya untuk kita mulai keluar dari pola pikir yang lama/kuno, karena ada musim yang Tuhan ciptakan untuk masa tuaian. Kita sedang mengalami masa tuaian terbesar sepanjang sejarah, tetapi kita tidak bisa berpola pikir dengan cara yang sama. Oleh sebab itu, kita harus mempersiapkan diri untuk tuaian dari Tuhan.

Ketika Dia memberikan Firman, maka Firman itu dibentuk mental tentang tuaian. Karena Tuhan mau kita memiliki mentalitas tuaian itu. Tidak peduli siapakah Saudara, apapun yang engkau lakukan, dan Dia mau supaya kita memikirkan tentang tuaian. Pada musim in, di mana kita hidup adalah musim terobosan.

Tuhan mengajarkan kepada umat-Nya bagaimana Dia menggunakan gelombang untuk membawa ikan-ikan datang, dan ketika saya menyaksikan pulau-pulau yang ada di tanah ini, maka saya melihat bahwa ikan-ikan itu mulai bergerak. Tuhan katakan, “Bersiap-siaplah, ada satu kelimpahan yang akan datang. Bersiaplah supaya engkau menyiapkan masa depanmu, Aku akan melakukan terobosan sebagaimana yang belum pernah engkau saksikan sebelumnya”. Karena ini adalah musim tentang satu terobosan yang baru, artinya sesuatu yang bleum ada di masa lalu, atau kita mendapatkan satu akses yang lebih besar lagi dibandingkan apa yang pernah kita ambil sebelumnya.

Saya percaya bahwa di kawasan ini Saudara sedang mendapatkan akses yang baru, yang lebih besar lagi. Tahun 2018, di mana 18 merupakan angka  yang sangat menarik. Angka 8 itu berkaitan dengan permulaan yang baru. Tetapi 18 berarti kita maju untuk memperoleh kemenangan. Apapun yang Saudara ambil di tahun ini akan membawa Saudara berkemenangan di tahun berikutnya. Apa yang terjadi sekarang adalah percepatan, apa yang kita mulai sekarang itu akan menciptakan kegerakan di masa depan. Nyatakan kalau sekarang kita berada dalam pergerakan yang tepat.

Inilah yang perlu kita pahami, ada tiga perkataan yang perlu dipahami, ketika kita bergerak pada suatu pergerakan baru. Saudara harus berpikir tentang perubahan:

  1. Sebetulnya perubahan itu dipakai dalam istilah musik untuk naik, dimana suara itu tangga nada mengalami kenaikan. Perubahan bisa dikaitkan pada perubahan bentuk dari satu bentuk ke bentuk lain. Jadi kita harus waspada sekarang ini, ada banyak hal perkara yang terus berubah, di tengah segala perubahan kita harus belajar untuk mengharapkan kemenangan. Jangan biarkan kekalahan kita di musim lalu menjadi halangan yang menghentikan kita di musim yang akan datang.
  2. Perubahan itu berkaitan dengan ekspektasi dan ekspektasi itu berkaitan dengan emosi kita, oleh sebab itu emosi kita harus memberikan kompas kepada kita untuk musim yang terakhir ini. Dan emosi ekspektasi berkatitan dengan kata “harapan”, ekspektasi itu berkaitan dengan kata “masa depan” artinya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatu yang jauh lebih besar di masa yang akan datang dibandingkan dengan apa yang engkau alami saat ini.

Saya mau Saudara meletakkan tangan Anda di dada Saudara dan nyatakan supaya ada sesuatu yang lebih besar di masa yang akan datang dibandingkan dengan paa yang engkau alami saat ini. Dan engkau akan mulai berkata, inilah yang sedang terjadi, engkau mulai mengakuinya, dan Saudara mencoba untuk menjelaskannya kepada orang lain, engkau hanya katakana saja, “Inilah yang sedang Tuhan kerjakan”, kemudian Dia akan mulai melakukan satu hal yang tidak biasa yang belum pernah kita saksikan sebelumnya.

Kita berada di penghujung dimana kita akan mulai bergerak maju menerobos pada musim yang baru ini. Saya akan membagikan sebuah kisah di Alkitab yang berkaitan dengan angka 18, yaitu tahun dimana kita hidup saat ini. Angka 18 juga artinya kita menerobos kelemahan kita, apa yang melemahkan engkau di masa lalu, maka Roh Tuhan bersiap untuk mematahkan engkau dari kelemahan itu.

Ada seorang wanita yang kita temukan di dalam Alkitab. Selama 18 tahun wanita ini sudah terbungkuk demikian. Saudara bisa bayangkan di tahun 2000 engkau mengalami itu, lalu 18 thaun engkau masih berjalan menatap kakimu, ketika engkau bungkuk, maka sulit sekali untuk mendapatkan visi ke depan. Yang dapat engkau lakukan adalah berhati-hati dengan langkah yang engkau ambil, tetapi entah bagaimana wanita itu mendengar bahwa Tuhan Yesus sedang lewat ke tempat itu, kemudian Tuhan uga memperhatikan kondisi bungkuk wanita itu. Tuhan katakana kepada wanita yang bungkuk ini, bahwa “Roh yang diutus dari iblis (berkaitan dengan kelemahan yang dialami wanita, artinya ada roh dari si musuh yang mencoba untuk melemahkan langkahmu), Aku perintahkan pergi!” dan tiba-tiba wanita itu bisa berdiri tegak.

Coba bayangkan apa yang dilihat oleh wanita itu, ketika dia berhasil berdiri dengan tegak. Itulah arti dari tahun ini, tahun ini artinya di mana engkau akan berdiri dan menatap lebih jatuh dari apa yang belum pernah engkau lihat sebelumnya. Tahun in iadalah berbicara soal bagaimana engkau menatap sesuatu yang lain, yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya. Tahun ini berbicara kepada sumber-sumber daya yang belum pernah engkau temukan. Tahun ini berbicara tentang berdiri, kemudian mematahkan kuasa kelemahan dan melihat melampaui yang ada. Ada visi yang baru darang kepadamu.

  1. Angka 8 juga memiliki arti yang lain. Setiap angka memiliki gambar, setiap angka mempunyai suara, dan angka mempunyai arti dalam kata-kata, dan kata-kata mempunyai angkanya. Saya teringat, ketika saya datang di Indonesia dan menyembah di sebuah gereja yang besar beberapa tahun lalu, mereka sedang menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia, dan saya menemukan beberapa kata dalam bahasa Indonesia itu berkaitan dengan kata-kata di bahasa Ibrani.

Tahun ini dalam penanggalan Ibrani adalah tahun 5778, yang sepertinya sedikit berbeda dengan 2018, tetapi artinya ketika engkau keluar dari pembuangan, itulah arti 70 dan Tuhan memperhatikan bahaimana engkau akan bergerak maju thaun ini. Angka 70 juga berarti engkau akan sanggup melihat sesuatu yang tidak mampu engkau lihat sebelumnya. Angka 70 berkaitan dengan malaikat, sehingga 3 tahun ke depan ini kita akan melihat aktivitas malaikat yang lebih besar lagi, karena ada visi yang baru Tuhan berikan kepada umat-Nya. Tuhan juga akan mengirimkan malaikat-malaikat untuk menolong kita agar dapat menggenapinya. Angka 8 juga berkaitan dengan bagaimana kita menerobos masuk ke dalam sebuah pintu gerbang. Kita sudah perkatakan angka 8 merupakan sebuah permulaan yang baru.

Angka 8 berbicara mengenai mematahkan kelemahan, karena Tuhan sudah menyediakan pintu gerbang kepada kita yang harus kita masuki. Dan di balik pintu gerbang itu disediakan sumber-sumber daya yang jauh melampaui lebih banyak dari apa yang kita miliki saat ini. Di balik pintu gerbang itu akan lebih banyak peperangan rohani. Di sisi yang lain di balik pintu gerbang itu ada tujuan baru yang belum pernah engkau temui sebelumnya. Tuhan mengatakan kepada umat-Nya bahwa engkau akan memasuki pintu gerbang yang baru. Ini adalah pengumuman sebuah perubahan, ada pergeseran perubahan yang terjadi, dan peperangan rohani yang sesungguhnya akan ada padamu. Dan di tengah-tengah semua itu kita harus terus bergerak maju.

Angka 8 berbicara tentang identitas kita di masa depan, engkau akan menjadi seperti apa? Apakah engkau akan membiarkan dunia menentukan jalan hidupmuu atau engkau mau mengalami terobosan seperti Tuhan menyediakan terobosan bagimu.

Identitas 8 adalah ekspresi sebagaimana Tuhan menciptakan Saudara. Saat ini kita memasuki masa di mana Tuhan akan menyingkapkan sesuatu yang belum pernah Dia lakukan sebelumnya, karena engkau terpanggil untuk berkelimpahan, engkah telah dipanggil untuk berkeuntungan. Ketika engkau diciptakan, engkau ditentukan untuk menjadi orang-orang sukses, tetapi bukan berarti kita tidak pernah mengalami kekalahan, artinya ada sukses di dalam diri kita yang sudah ditentukan dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri yang membuat kita ini dilahirkan untuk menjadi sukses.

Dikatakan apapun yang dikerjakan tanganmu, lakukan dengan baik. Jadi sukses tidak hanya berkaitan dengan kekayaan, tetapi sukses berkaitan dengan pencapaian-pencapaian, di mana engkau harus mencapai apa yang sanggup engkau kerjakan, dan ada kuasa yang berkaitan dengan kesuksesan.

Pada Yosua 1, umat Israel memasuki apa yang memang harus dimasuki, dan Tuhan mengingatkan kepada mereka bagaimana mereka bisa sampai ke tempat itu. Selama 40 tahun sebelumnya mereka mengalami kekekalan, bukan berarti engkau mengalami kekalahan, Tuhan melupakanmu, kemudian Tuhan berbicara kepada Yosua, karena ia yang akan memimpin ke Tanah Perjanjian, dikatakan-Nya, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan kalau engkau merenungkannya siand dan malam apa yang Aku katakana padamu, maka setiap hati engkau akan berkemenangan”.

Merenungkan itu artinya adalah kita bepikir sebagaimana Tuhan berpikir. Inilah waktunya ketika Tuhan akan membuat kita berpikir dengan cara yang berbeda, dan ada kuasa yang berkaitan dengan kelimpahan. Dikatakan bahwa Dia akan memberikan kuasa untuk mendapatkan kekayaan, artinya bahwa Dia memberikan kuasa, kekuatan untuk kita memperoleh kekuatan, sehingga kita bisa masuk dengan kemenangan, untuk mendapatkan sumber-sumber yang membuat kita maju, dan tidak peduli apabila engkau terisolasi sendirian. Kata ‘sukses’ dalam bahasa Ibrani artinya di sepanjang jalanmu, Tuhan telah menetapkan orang-orang yang akan membuatmu sukses, bahwa Tuhan telah menempatkan orang-orang di sepanjang hidupmu yang akan memberikan perkenanan kepadamu, dan Tuhan menempatkan orang-orang yang akan memberikan kepada Saudara hikmat, tentang bagaimana engkau bisa mengalahkan musuh dan melanjutkan perjalanan, tetapi Saudara harus mau bersedia menjadi pribadi yang Dia kehendaki, ini adalah sebuah proses.

Saya ingat dalam kehidupan saya sendiri, saya selalu berpikir bahwa saya akan menjadi dokter, dan Tuhan memberkati saya dengan luar biasa dengan kemampuan untuk berpikir, lalu tibalah suatu waktu saya mendengar Tuhan berbicara, “Aku telah memanggil engkau untuk kesembuhan bangsa-bangsa”. Lalu saya berpikir bahwa saya akan lulus di kedokteran dan saya akan pergi ke Afrika atau bangsa-bangsa lain. Tetapi semakin saya mencari Tuhan dan semakin saya mengikuti Dia, dan bahkan saya semakin menolak dengan apa yang Tuhan katakan, Tuhan terus menuntun saya dan membawa saya ke jalan yang Dia mau untuk saya lalui.

Lihatlah apa yang sudah Tuhan tentukan untuk saya jalani, panggilan Tuhan untuk menyembuhkan bangsa-bangsa bukan dalam istilah medis saja, dan sekarang saya sudah berkeliling dunia ke-160 negara. Tuhan memiliki rencana bahwa Dia mampu memulihkan segala sesuatunya, apapun yang telah terjadi di suatu negara, maka Tuhan mampu menyembuhkan tanah itu, Tuhan bisa menyembuhkan perpecahan suatu bangsa dan membawa kepada tingkat rancangan yang terbaru.

Saya mendengungkan di Indonesia bukan soal kesembuhan saja, tetapi sebuah akselerasi kegerakan, di mana Tuhan mulai bergerak kepada orang-orang yang mencari wajah-Nya bagi bangsa-bangsa. Saudara boleh memberkati orang tersebut dengan cara yang baru dan engkau akan memberikan dampak kepada seluruh dunia untuk menghadapi masa depan.

Sekarang bagaimana kita bisa mendapatkan identitas yang baru ini? Saya begitu suka dengan apa yang dikatakan Alkitab dalam Yesaya 41, pada waktu itu nabi sedang menubuatkan Yakub, bahwa Israel adalah Yakub. Dan dia katakan akan memastikan bahwa Aku akan menolong engkau, tetapi supaya Aku bisa menolong engkau, engkau harus melakukan sebuah perubahan dan berapa banyak dari Saudara yang membutuhkan pertolongan Tuhan saat ini? Angkat tanganmu dan katakana Tuhan aku ingin mengalami terobosan!
Dikatakan Yakub, engkau akan melepaskan rasa takutmu bahwa perasaan takut itu sangat menguasai. Rasa takut itu bukan hanya kita memperoleh sesuatu yang akan terjadi, tetapi rasa takut itu adalah roh yangmau menginvasi kita dan engkau begitu takut akan masa depan, seperti engkau begitu takut akan orang di sekelilingmu. Dikatakan bahwa jangan takut, Aku yang akan menyertaimu, “Janganlah takut, hai sic acing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.” (Yesaya 31:14)

Apakah engkau suka, bila Tuhan memanggil  Anda “si cacing”? Tetapi seringkali kita memperoleh identitas kita sebagaimana cacing. Kita memiliki identitas tidak seperti yang Tuhan inginkan, salah satu alasan saya suka datang ke Indonesia, kita bisa turun ke bawah sini menyembah, menari tanpa rasa takut, maka ketika Tuhan melihat kita menyembah tanpa rasa takut, Dia mulai melakukan sesuatu dalam hidup kita. Dia mulai mengubahkan sekeliling kita.

Dikatakan bahwa “Hai Yakub, si cacing, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar;” Itu adalah ciri-ciri yang begitu berbeda dengan seekor cacing. Tuhan sanggup melakukan sesuatu yang baru dalam hidupmu. Saudara jangan menjadi cacing lagi, Tuhan memiliki rencana yang dahsyat dalam hidupmu. Lalu dikatakan ini yang akan mengubah identitasnya, tetapi sebelum dilanjutkan, Saudara harus menerima perkataan Tuhan dalam hidupmu. Tuhan mau agar Saudara bisa bersama-sama, Saudara harus belajar menyukai jati diri Saudara, saya tidak mengartikan bahwa Saudara suka terhadap apa yang Saudara lakukan. Kalau Saudara menyukai tentang segala sesuatu yang Tuhan sudah tentukan Saudara menjadi satu pribadi, maka Saudara akan melakukan hal-hal dengan benar.

Dan kemudian dikatakan kepada Yakub: dengan cara demikianlah engkau mengubahkan identitasmu, engkau akan melihat gunung-gunung itu yang telah menghentikan engkau di musim sebelumnya dan engkau yang akan melumpuhkan gunung-gunung itu. Karena identitas yang engkau miliki saat ini bukanlah cacing yang sedang berjalan dengan perutnya, tapi pengirikan yang tajam; yang akan menghancurkan setiap gunung-gunung yang mencoba menghentikan engkau di musim sebelumnya.

Nabi yang lain adalah Zakharia. Diperlukan waktu yang lama untuk Israel menemukan jati diri mereka yang sebenarnya. Kita menghabiskan banyak waktu untuk menemukan siapa diri kita. Bisa saja Tuhan sudah menunjukkan sesuatu, tetapi Indonesia membutuhkan waktu yang lama untuk mengenalinya. Mungkin saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun, namun dalam seketika Saudara menyadarinya, ternyata aku diciptakan untuk melakukan ini, dan tiba-tiba Tuhan mencurahkan perkenanan-Nya dengan cara yang terbaru. Dia mulai menggerakkan Saudara dengan cara yang baru, dan Tuhan memberikan kemampuan kepada Saudara untuk melakukan apa yang Dia perintahkan untuk dilakukan.

Zakharia 3, kita berbicara tentang ratusan tahun berikutnya, mereka masih bergumul, mereka masuk di dalam pembuangan selama 70 tahun, tetapi Zakharia adalah nabi yang selalu berkata, “Tuhan akan segera datang. Tuhan akan menyembuhkan engkau, Tuhan memiliki masa depan bagimu”. Saudara masih belum menyaksikan apapun juga, yang terbaik masih ada di hadapanmu, dan tiba-tiba ada waktu yang menciptakan momentum untuk masa depanmu.

Sudah tiba waktunya bagi Yosua untuk memimpin umat masuk ke tempat yang baru. Ini bukan Yosua yang sama yang tadi kita baca, dan Tuhan masih menantikan mereka ratusan tahun lamanya, supaya mereka bergerak ke tempat yang baru. Di dalam Zakharia ini, Yosua adalah imam besar yang membawa umat Israel dalam penyembahan yang baru. Pada saat kita tiba di waktu yang sudah ditetapkan, maka iblis akan datang dan mulai menghakimi, menuntut kepada kita, dan iblis akan selalu mengingatkan kita pada masa lalumu. Pada saat engkau siap masuk ke masa depanmu, dan saya suka sekali cara Tuhan membela Yosua. Dia katakan, “Aku tahu bagaimana kacaunya mereka di masa lalu”. Tuhan tahu semua kegagalan Saudara di masa lalu, Dia tahu semua perasaan takutmu di masa lalu, kemudian Tuhan katakan, “Aku menengking engkau iblis, karena Aku akan membawa umat-Ku masuk ke tempat yang baru”. Inilah waktunya untuk masa depan Indonesia.

Kemudia Dia katakan, “Aku akan menanggalkan pakaian kotormu itu”. Sepanjang sejarah Alkitab, Tuhan menanggalkan pakaian kotor dari umat-Nya, dan di dalam nubuatan-Nya bahwa dia masih mengenakan baju yang lama (masa lalunya). Untuk dapat memasuki masa depanmu, engkau harus menanggalkan masa lalumu, dan Tuhan tidak mau engkau memakai sesuatu dari masa lalumu yang menghalangi engkau masuk ke masa depanmu. Dikatakan, “Aku memiliki pakaian yang baru bagimu, Aku memiliki sebuah hiasan kepala yang baru untukmu. Aku akan memberikan tanda, ketika engkau sudah mendapatkan pakaian yang baru”. Ini sangat penting, apapun yang Saudara kenakan sebagai pakaian baru, “dan Aku akan memberikan tanda-tanda, supaya engkau dapat maju ke depan”, kemudian tiba-tiba malaikat Tuhan menampakkan diri, dan menolong dia untuk dapat bergerak maju, lalu membawanya kepada sebuah gunung.

Kita ingat apa yang sudah dinubuatkan Yesaya ratusan tahun sebelumnya, bahwa mereka akan menjadi pengirikan yang tajam dan baru, sehingga mereka akan sukses berhasil untuk mengirik dan menghancurkan gunung-gunung yang mencoba menghentikan mereka. Dan di sini kita melihat waktu yang berbeda, tempat yang berbeda, dan Tuhan katakan bahwa ini sudah waktunya. Kemudian dia berdiri di hadapan gunung-gunung, dan berteriak kepada gunung-gunung itu “kasih karunia!”.

“Aku sekarang memberikan identitas baru yang telah menghentikan engkau di masa yang lalu, dan ketika engkau mulai berteriak, maka hal itu mulai runtuh”. Tiba-tiba gunung itu runtuh di hadapan mereka dan mereka berhasil untuk masuk ke masa depannya. Doakan apapun yang mencoba menghalangi kita untuk maju, saat ini diruntuhkan, supaya bisa masuk ke hari yang baru. Mari kita doakan agar semua itu digenapi, apa yang menghalangi kita untuk masuk ke masa depan sudah dihancurkan.

Kelimpahan adalah sebuah sifat utama, yang artinya bahwa Saudara itu mendapatkan kekuatan atau dikuatkan, Saudara dipulihkan. Mungkin Saudara telah ditinggalkan, dikhianati, digosipkan, tetapi Saudara sudah dipulihkan, supaya bisa masuk ke musim yang baru.

Uang bisa menjadi sesuatu yang buruk, tetapi di dalam Kerajaan Tuhan bahwa uang itu akan digunakan untuk memajukan kerajaan-Nya dan dipakai untuk sesuatu yang baik, sehingga kita mendapatkan profit itu. Letakkan tanganmu di dadamu sekali lagi, Saudara sudah diciptakan agar kelimpahan menjadi inti dari dirimu. Dan Saudara mungkin bertanya kepada Tuhan apakah Saudara akan mendapatkan profit di level yang baru. Kalau Saudara berkata “Ya”, maka ini yang akan terjadi kepadamu.

Akan ada sebuah pewahyuan yang tidak konvensional, artinya bahwa Tuhan menunjukkan kepada Saudara untuk berpikir dengan cara yang berbeda, kemudian Tuhan akan menunjukkan hal tertentu yang akan kita lakukan, supaya mendapatkan terobosan. Oleh sebab itu, Saudara akan amemasuki kesuksesan. Tahun ini kita akan memasuki era sukses dan era kekayaan yang baru, tahun kelimpahan kekayaan. Ini adalah waktunya untuk mematahkan penundaan-penundaan yang menghambat kita untuk mengalami kegerakan, dan Tuhan memiliki strategi bagi Saudara untuk memasuki level kekayaan ini, serta menciptakan kekayaan di tahun ini. Tuhan memiliki kemampuan agar Saudara memiliki dimensi yang baru, supaya Saudara menemukan emas.

Emas itu berkaitan dengan pengujian yang kita alami. Tahun ini berkaitan dengan emas yang akan kita dapatkan, yang belum kita temuai sebelumnya. Tahun ini adalah berbicara mengenai peningkatan pewahyuan, mengalami terobosan yang belum pernah Saudara alami.

Ketika Tuhan siap menggerakkan umat-Nya ke tempat yang baru, maka:

  • Dia akan memberikan sebuah teriakan yang baru.
  • Dia akan memberikan identitas yang baru.
  • Dia memanggil kita untuk berpikir dengan cara yang berbeda.
  • Dia memberikan kemampuan untuk menghancurkan segala sesuatu yang telah menahan kita di musim sebelumnya.
  • Dia melepaskan sebuah kuasa kasih karunia baru yang melimpah, dan kebanyakan orang tidak tahu bagaimana cara untuk menerima kelimpahan kasih karunia Tuhan.

Di dalam Markus 2, Dia akan mengampun orang yang lumpuh. Orang-orang percaya kepada kesembuhan, dan memang mereka percaya ada orang-orang yang memiliki karunia kesembuhan pada zaman itu. Waktu itu Tuhan sedang mengajar banyak orang, pada saat orang berkerumun mencoba untuk masuk, ada satu orang lumpuh yang tidak berhasil memasuki tempat itu. Kemudian teman-teman orang lumpuh ini mencoba untuk membawa masuk ke tempat di mana kuasa Tuhan menjadi sebuah kenyataan.

Satu hal yang perlu Saudara pahami di dalam kehidupan ini adalah ada kuasa yang besar yang akan menghadang Ssaudara di masa depan, jauh lebih besar dari kuasa yang sebelumnya, sehingga orang itu harus membuka atap untuk menurunkan orang lumpuh di hadapan Tuhan. Tuhan begitu kagum dengan iman mereka, dan saya begitu terkagum-kagum melihat iman orang-orang yang saya temui dua hari yang lalu.

Kalau Tuhan datang hari ini apa yang Dia cari di muka bumi ini? Saya juga begitu luar biasa kagum dengan teman-teman kita di sini, dan saya juga kagum dengan orang-orang yang memiliki iman bahwa mereka akan memiliki kekayaan untuk mengubahkan bangsa ini. Sekarang Saudara harus bertanya kepada Tuhan. “Di level mana aku sudah beroperasi di dalam imanku?”

Engkau memiliki iman terhadap sesuatu, mungkin imanmu terpatok kepada dirimu, tetapi apa yang engkau miliki dengan imanmu itu yang akan melepaskan kuasa kreatifitas bagi masa depanmu. Tidak dikatakan tentang iman orang lumpuh itu, tetapi teman-teman orang lumpuh itu yang memiliki iman. Kadang-kadang Saudara akan diberikan iman untuk mengubahkan kondisi orang lain. Mungkin Tuhan akan memberikan iman kepadamu, supaya satu bangsa bisa diubahkan, kemudian apa yang dilakukan oleh Tuhan? Dia melihat kepada orang lumpuh itu, Dia berkata, “Dosamu sudah diampuni”, dan pikiran beberapa orang yang tidak ada kaitannya dengan kesembuhan, bahkan orang-orang tidak pernah akan menduga kalau Tuhan akan menguvapkan kata-kata itu yang menyebabkan kelemahan orang itu nampak.

Kemudian orang-orang agamawi pada saat itu mulai mengejek Tuhan, karena Dia melepaskan kasih karunia pengampunan-Nya. Tuhan tahu apa yang menjadi pikiran orang-orang itu, dan bahkan Tuhan akan memberikan kemampuan kepada Saudara untuk memahami apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Kemudian Tuhan mulai menatap orang lumpuh itu dan berkata, “Bangunlah, berjalanlah dan sembuhlah”. Dengan kata-kata itu Tuhan sedang menyinggung orang-orang yang tidak mau masuk kepada dimensi rohani yang lebih besar. “Baik, kalau engkau tidak mau bergerak di dimensi rohani yang baru, maka Aku akan menggunakan dimensi yang baru ini untuk menyembuhkan orang lumpuh itu”. Inilah yang akan saya sampaikan, ketika Saudara memasuki sebuah musim yang baru, kita masuk ke pintu gerbang yang baru. Kita harus memiliki level kasih karunia yang baru. Ketika kita mulai meneriakkan kasih karunia itu, maka segala sesuatunya akan mulai dibukakan untuk masa depan. Ketika kita bergerak di level iman itu, maka segala sesuatu mulai bekerja untuk Saudara.

Ada seorang sahabat saya yang selama empat puluh tahun ini saya berdoa bersama dengan dia. Anak laki-lakinya mendapatkan kecelakaan sepeda motor, sangat tragis. Kepalanya hancur, dokter mengatakan sudah tidak ada pengharapan. Kami mulai berdoa, lalu bertanya kepada Tuhan apakah ini sudah waktunya untuk anak laki-laki muda ini kembali ke Rumah-Mu? Tuhan katakan “Aku akan menyembuhkan dia”.

Pada saat itu memang situasi begitu sulit, tetapi kalau Tuhan sudah berbicara, kita harus percaya. Lalu anak ini dipindahkan dari satu tempat sampai ke Houston. Anak muda itu dalam status koma selama satu tahun, tidak pernah terjaga. Mereka memanggil teman saya, “Bapak harus segera datang ke Houston”, peristiwa tentang kecelakaan itu sudah satu tahun, koma terus dan tidak pernah ada perubahan. Dokter katakan sepertinya anak ini tidak bisa bertahan lebih jauh lagi. Teman saya menuju Houston dalam perjalanan lima jam itu.

Waktu itu kami sedang ada pertemuan doa, Ann Martin juga berada di pertemua doa itu. Teman saya menelepon saya sambil menangis, karena dia berpikir anak laki-lakinya akan tiada. Saya katakan, “Ayo kita berdoa, kita sedang ada pertemuan doa saat ini”. Otak anak itu sudah tidak bisa berfungsi lagi. Kami berdoa, tiba-tiba dalam pertemuan doa itu saya mendapat penglihatan dimana telunjuk Tuhan turun. Tuhan katakan “Perhatikan apa yang dapat Aku lakukan dengan jari-Ku!”. Tuhan meletakkan jari-Nya dan masuk ke dalam otak anak muda itu dan mulai melakukan beberapa perubahan.

Satu jam kemudian ayah anak itu menelpon saya kembali, dia menangis terisak-isak. Saya tidak bisa mengerti apa yang dia katakan. Saya katakan, “James, jari Tuhan masuk ke otak anakmu dan mulai melakukan sesuatu. Anak laki-lakimu akan baik-baik saja”. Saya tidak bisa mamahami, karena dia tidak bisa mengendalikan dirinya, dia terus menangis. Dia katakan, “Tiga puluh menit sebelumnya anak laki-laki saya terjaga, lalu dia bangun melihat kepada dokter. Aku perlu menelpon ayahku”.

Mereka kemudian menuliskan sebuah buku tentang anak ini, dan yang ingin saya sampaikan kepada Saudara adalah Tuhan memiliki cara-Nya untuk melepaskan kasih karunia-Nya yang baru kepada Saudara. Tidak peduli siapa Saudara atau latar belakang Saudara, Dia memiliki kemampuan untuk membuatmu memiliki kasih karunia.

Inilah yang akan saya katakan kepada bangsa ini, “Dalam tahun ke depan, akan ada teriakan kasih karunia. Bangsa ini akan menyorakkan karih karunia, yang akan membuat penyelarasan terhadap segala sesuatu yang perlu diselaraskan bagi masa depan bangsa ini”. Hari ini mari kita sorakkan kasih karunia, dan lihatlah bagaimana segala halangan itu akan runtuh. Ada kasih karunia yang baru yang akan Tuhan berikan padamu, dan ada sorak sorai kasih karunia yang keluar dari tubuhmu yang akan menerobos bangsa ini melakukan penyelarasan, menerobos segala sesuatunya.

Saya mau Saudara memikirkan hal-hal yang merintangi Saudara di masa lalu, ada dinding tembok yang menghalangi Saudara di masa lalu, artinya ketika Saudara mencapai satu titik yang tidak bisa ditembus pada tahun sebelumnya. Oleh karena musim yang kita alami saat ini, hari ini Tuhan mengawasi apa yang sedang kita lakukan dari titik masuk kita sampai kita menerobos, artinya bahwa Tuhan memberikan kepada Saudara bagaimana caranya. Dia akan membantu Saudara untuk menjalani sebuah jalur yang baru.

Tahun ini adalah tentang gerbang, pintu, malaikat-malaikat, kekayaan, bunyi-bunyian dan peperangan, juga soal memberi. Bagaimana lewat pemberian itu akan membukakan pintu-pintu, dan yang menarik ada satu bagian dimana mereka menemukan tentang malaikat, yaitu di Kejadian 16. Hagar, dia adalah yang menolong Sarah, kemudian dia bersama Abraham memperoleh seorang anak, bernama Ismael. Kemudian Sarah dan Hagar mempunyai perbedaan pendapat.

Hagar bersama Ismael meninggalkan Abraham, tetapi padang gurun sangat panas, kemudian Hagar sampai di suatu tempat di padang gurun. Dia berpikir bahwa dia akan mati karena kehausan, kemudian Tuhan mengutus malaikat untuk mendatanginya, dan malaikat menunjukkan tempat untuk mendapatkan air.

Saya merasa ini merupakan hal yang penting untuk Indonesia, karena yang saya saksikan adalah bagaimana Tuhan menunjukkan orang-orang di Indonesia untuk melakukan sesuatu demi masa depan mereka. Tuhan akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk membantu kita, bagaimana cara supaya kita bisa masuk ke tanah perjanjian kita. Tetapi mereka harus percaya dan belajar untuk mendengar suara-Nya.

Semuanya itu berfokus bagaimana kita memperoleh akses. Murid-murid Tuhan bertanya, “Ajari kami untuk berdoa Tuhan”, lalu Tuhan katakan, “Ketika engkau berdoa, katakan: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, dan kita mau memuliakan nama-Nya dan menghormati-Nya”.

Tuhan yang membantu Saudara melihat, ketika Saudara tersesat tidak bisa melihat jalanmu, supaya Saudara dapat melihat jalan-Nya. Dan ketika ingin menjamah atau berkoneksi dengan kehendak Bapa di sorga, lalu Saudara membawa kehendak-Nya turun ke alam semesta. Saya mau Saudara membayangkan bahwa di pintu surga sana ada jalan, sehingga mereka dapat memulai akses kepada Bapa di surga. Setiap dari kita memiliki Roh, tetapi sampai Roh Tuhan itu datang dan diam di dalam diri kita, sampai kita melihat ada Roh Tuhan di dalam diri kita.

Sebetulnya roh kita itu hidup di dalam kegelapan dan terbatas, tetapi melalui kuasa kebangkitan Yesus Kristus, kita mendapatkan akses kepada Roh Kristus, kemudian Roh-Nya dapat berdiam di dalam kita. Setiap kita di sini mempunyai hati nurani, dan ketika Roh Tuhan itu ada di dalam kita, maka jendela itu bersama kita, maka jendela itu mempunyai akses ke surgawi. Saat hal itu terjadi, maka kita bisa melihat tentang kesempatan masa depan kita di tahun ini. Banyak sejkali kemampuan untuk membuat kita melihat alam-alam yang belum pernah kita saksikan sebelumnya. Ketika kita selaras dengan surga, lalu jendela surga Saudara sudah diakrifkan, kita dibawa untuk melihat masa depan kita. (bersambung)

Advertisements