Hati Yang Tanpa Pengetahuan

Shalom!

Ibadah yang sesungguhnya bukanlah secara keagamaan yang hanya memiliki liturgi tanpa mendapatkan inti ibadah itu sendiri karena tidak ada penyembahan kepada Tuhan. Ibadah yang agamawi hanya mengakui Tuhan di mulut saja tetapi tidak dari hati yang tulus mengasihi Tuhan. Maka hendaklah kita beribadah karena hati kita mengasihi Tuhan, bukan sekedar liturgi agamawi semata.

Keadaan atau manusia terhebat sekalipun tidak mampu memberikan kita pengharapan, tetapi Tuhan Yesus selalu memberikan kita pengharapan yang baru. Percayalah, tidak ada yang mustahil untuk dilakukan oleh Tuhan. Seburuk apa pun keadaannya, Tuhan Yesus sanggup lakukan mujizat yang kreatif dalam hidup kita. Tuhan Elshaddai adalah Tuhan Allah yang berkuasa dan berkelimpahan. Kita sangat berbeda dari dunia sebab kita memiliki Allah yang hebat.

Wahyu 3:14-22 berkata “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.””

Gereja Laodikia adalah gambaran gereja di akhir zaman yang suam-suam kuku. Laodikia dalam Bahasa Yunani artinya pendapat orang-orang. Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ‘demokrasi’ dimana rakyatlah yang bertindak sebagai tuan. Gereja adalah tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala gereja. Jadi, gereja harus mendengar apa kata Tuhan. Gereja menjadi suam-suam kuku karena gereja hanya mendengar apa kata manusia, bukan apa kata Tuhan. Serohani apa pun seseorang, kita tetap harus mendengar apa kata Tuhan.

Gereja yang suam-suam kuku adalah gereja yang tanpa pengetahuan. Secara lahiriah mereka beribadah tetapi secara batiniah mereka tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Ketika diberkati Tuhan, gereja Laodikia mulai sombong. Gereja Laodikia merasa dirinya kaya sehingga mereka tidak hidup bersandar kepada Tuhan sepenuhnya. Keadaan mereka di luar sangat berbeda dengan keadaan di dalam dirinya. Ingatlah, bahwa Tuhan sangat memperhatikan hati kita bukan hanya keadaan luar kita. Karenanya, Tuhan menghendaki agar gereja Laodikia membeli dari Tuhan (beribadah dengan berkorban/bayar harga) hal-hal sebagai berikut:

  • Emas murni, yaitu iman yang semakin bertumbuh. Tanpa iman, tidak ada seorang pun yang dapat menyenangkan Tuhan.
  • Jubah putih, yaitu kekudusan. Kita tidak boleh hidup sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.
  • Minyak untuk melumas mata, yaitu Roh Kudus. Kita harus kepenuhan Roh Kudus untuk menuntun hidup kita agar seturut dengan kehendak Tuhan. Kita memerlukan Roh Kudus untuk memiliki visi hidup yang sama dengan Tuhan.

Hanya Tuhan Yesus yang mampu memuaskan kita. Gereja yang suam-suam kuku itu gereja yang angkuh, mereka menolak Tuhan Yesus masuk dalam kehidupan mereka. Kita harus selalu mengundang Tuhan Yesus masuk dalam hati kita agar Ia bertahta dalam kehidupan kita.

Advertisements

Pintu-Pintu Yang Terbuka

Shalom!

Gereja adalah ‘mulut’ Tuhan yang bertugas menyampaikan suara Tuhan. Gereja harus mewakili Tuhan untuk menyampaikan isi hati Tuhan kepada dunia ini.

Pintu yang terbuka disediakan bagi jemaat di Filadelfia, artinya bahwa gereja harus saling mengasihi. Wahyu 3:8 berkata Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” Gereja yang hidup adalah gereja yang merindukan Firman Tuhan. Firman Tuhan tidak pernah berubah. Kita harus teliti membaca Firman Tuhan, ketika kita dipenuhi Firman Tuhan maka kehidupan kita akan sangat berubah. Tuhan Allah adalah kasih, kita mengasihi karena Tuhan telah lebih dahulu mengasihi kita maka ketika kita saling mengasihi pasti pintu-pintu berkat terbuka bagi kita. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap akal budi dan segenap kekuatan kita. Tuhan ingin agar kita memberikan seluruh hati kita kepada-Nya. Ketika kita meresponi-Nya maka Ia akan membuka pintu-pintu berkat bagi kita. Selain itu, Tuhan memberikan kita sebuah amanat agung, yaitu menjadikan seluruh bangsa murid Tuhan. Disaat kita mengalami aniaya namun kita tidak meninggalkan Tuhan, maka Tuhan akan membukakan pintu penginjilan (pintu misi) bagi kita sehingga kita dapat membawa jiwa-jiwa bagi Tuhan bahkan Roh Kudus akan menuntun kita untuk melakukan hal-hal yang lebih besar lagi.

Pintu-pintu penginjilan yang selama ini tertutup sehingga Injil sangat sulit diberitakan ke seluruh dunia, akan dibukakan oleh Tuhan ketika umat-Nya sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Wahyu 3:9 berkata Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.” Hal ini berarti, Tuhan akan membuka pintu-pintu penginjilan agar semua bangsa mendengar Injil, pintu-pintu misi sehingga banyak jiwa yang menerima Tuhan Yesus sebaga Juru Selamat pribadinya, pintu-pintu musuh akan diberikan kepada kita, juga Tuhan akan membuka pintu-pintu surga sehingga kita menerima kelimpahan ketika kita setia mengembalikan persepuluhan kepada-Nya. Tuhan tidak hanya menyediakan berkat-berkat jasmani tetapi berkat-berkat rohani juga, dimana semua berkat tersebut akan mendatangi kita ketika kita mengasihi-Nya. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” (Mazmur 23:6) Sebagai gereja Tuhan, kita harus memiliki mimpi yang lebih besar lagi bagi perluasan Kerajaan Allah di muka bumi. Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Korintus 2:9) Tuhan mengasihi setiap umat-Nya yang mengasihi Dia, Ia akan memberkati umat-Nya berlimpah-limpah dan akan memakai umat-Nya bagi kemuliaan-Nya.