Hidup Dalam Realita Kerajaan Allah

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

1) Kebenaran.

Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”

Kita tidak bisa mengatakan hidup dalam Kerajaan Allah tanpa meyakini (beriman) kepada firman-Nya dan menjadi pelaku firman.

2) Damai sejahtera.

Orang yang damai sejahtera memiliki rasa aman di dalam dirinya. Kekosongan/kesepian dalam hati kita hanya bisa diisi oleh Tuhan, bukan oleh hal-hal lain yang menurut kita akan membawa kebahagiaan. Orang yang luka batin tampaknya memiliki damai sejahtera, namun begitu lukanya “disentuh” maka damai sejahteranya hilang kembali. Kita tidak dapat mengalami damai sejahtera yang sejati jika masih memendam luka batin.

3) Sukacita oleh Roh Kudus.

Ini adalah sukacita yang berasal dari Roh Kudus, bukan sukacita yang diupayakan oleh diri sendiri. Jika kita memendam kepahitan maka yang terangkat ke hadirat Tuhan hanyalah persembahan yang berbau busuk, bukan persembahan yang harum. Jika hati kita bersih, maka sukacita dari Roh Kudus akan memenuhi kita.

Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Kehendak Bapa pada zaman ini adalah penuaian jiwa-jiwa. Kita akan mengetahui kehendak Bapa selangkah demi selangkah setiap hari melalui rhema saat teduh kita. Ketika kita setia melakukan kehendak Bapa dimulai dari hal-hal kecil, maka Bapa akan mempercayakan kita untuk melakukan hal-hal yang lebih besar!

1 Yohanes 2:16-17 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Jika kita ingin hidup dalam realita Kerajaan Surga selama di bumi ini, maka kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus. Kekuatiran hidup tidak menyenangkan hati Bapa, orang yang hidup dalam realita Kerajaan Surga tidak akan meminta-minta kepada manusia sebab ia percaya bahwa Allah menyediakan segala kebutuhannya. Orang yang demikian akan hidup dalam keajaiban demi keajaiban Tuhan setiap hari, sungguh berbeda dengan orang yang tidak melakukan kehendak Bapa!

Doa Yang Naik Level

Doa yang naik level berarti doa yang tidak hanya didengar oleh Tuhan tapi juga diwujudkan oleh-Nya. Sebagai pendoa, kita sering kali bertanggungjawab untuk ‘mendoakan apa yang Tuhan kehendaki’. Namun Yohanes 15:7 berkata Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Jadi, langkah-langkah untuk menjadi pendoa yang naik level adalah:

  1. Tinggal di dalam kasih Yesus. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yohanes 15:10) Ketika kita memiliki kasih Kristus maka kita akan mendoakan orang lain, melihat keadaan dari sudut pandang Tuhan serta rela berkorban demi kepentingan orang lain meskipun hal itu menyakitkan kita. Kasih ditunjukan dengan saling mengampuni dan menerima satu sama lain karena Allah adalah kasih.
  2. Firman Tuhan diam di dalam kita. Firman Tuhan dan kepenuhan Roh Kudus adalah kunci untuk memenangkan peperangan rohani.
  3. Menghasilkan buah Roh. Yohanes 15:16 berkata Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
  4. Unity mendatangkan berkat Allah. Baik atau tidaknya seseorang hanya Tuhan yang berhak menilainya. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16) Penyatuan cawan dan kecapi berbicara tentang menaikan doa, pujian dan penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan dimana apabila nama Tuhan ditinggikan maka Ia akan menarik semua bangsa datang kepada-Nya. Untuk ‘ditinggikan’ oleh Tuhan, kita pun harus semakin rendah hati.