Kingdom Principles

Matius 6:33

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Shalom!

Kata ‘kerajaan’ dalam Bahasa Inggris adalah ‘kingdom’ berasal dari dua kata, yaitu: king & dominium artinya raja yang berdaulat. Jadi, kingdom of God adalah kehendak Tuhan dinyatakan dalam hidup kita. Tidak ada kehendak yang lebih baik selain kehendak Tuhan yang terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita mengerjakan apa yang Tuhan kerjakan, maka hidup kita akan semakin dekat dengan kasih karunia. Yesus penuh dengan kasih karunia Allah karena makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa. Kerajaan Tuhan adalah tempat di mana umat-Nya rela menanggalkan kepentingan pribadinya demi kepentingan Tuhan sehingga hidupnya penuh berkat. Sebaliknya, ketika kita hidup sekehendak hati tentunya hidup kita semakin jauh dari berkat. Tuhan memang mengampuni dosa kita ketika kita meminta ampun, tetapi selalu ada konsekuensi dari sebuah dosa agar manusia bertobat sungguh-sungguh. Berikut adalah contoh pribadi-pribadi yang berdosa dan harus menerima konsekuensinya, yaitu:

  1. Ketika ular berdosa, ular dikutuk Tuhan. Kejadian 3:14 berkata “Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah [manusia] akan kaumakan seumur hidupmu.” Dosa bersifat mengurangi kualitas terbaik dalam hidup manusia. “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10) Kerja sama dengan dosa mendatangkan kehancuran dan penurunan, sedangkan kerja sama dengan kebenaran mendatangkan peningkatan dan kelimpahan.
  2. Ketika manusia berdosa, bukan manusianya dikutuk tetapi tanah yang dikutuk. Kejadian 3:17-19 berkata “Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”” Kasih karunia berfungsi mempermudah, menguatkan dan memberdaya sedangkan kutuk berarti jauh dari Tuhan. Setiap perbuatan kita dicatat oleh tanah di bumi. Tanah berbicara tempat di mana kita menjalani kehidupan, menerima berkat, dan segala hal yang membahagiakan. Sedangkan semak duri dan rumput duri melambangkan tempat di mana kita mengalami kutuk, sakit penyakit, dan semua hal yang menyakitkan. Tanah merefleksikan keadaan manusia yang hidup di atasnya. Perbuatan kita sekarang menentukan masa depan kita. Ketika hidup di luar kebenaran, tanah berkat tersebut akan berubah menjadi semak duri. Jangan pernah merendahkan sesama, karena hal tersebut berarti kita sedang merendahkan Tuhan. Sebaliknya, ketika kita menghargai sesama berarti kita sedang menghargai Tuhan. Berhati-hatilah jika kita sering menyakiti sesama, karena hal tersebut bisa menjadi ‘boomerang’ (karma) bagi kita. Hidup yang diberkati di masa depan adalah kepastian yang akan kita terima ketika kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan dengan penuh integritas dan kejujuran. Kebenaran meninggikan derajat bangsa; ketika kita menghidupi kebenaran Firman Tuhan maka negara kita pun akan diberkati berlimpah-limpah bahkan menjadi berkat bagi negara-negara lain. Percayalah, Firman Tuhan adalah janji Tuhan yang pasti ditepati!
Advertisements

Kingdom Principle

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Kerajaan Allah adalah suatu komunitas dimana Allah yang berdaulat sehingga segala sesuatu berjalan sesuai dengan kehendak Allah. Inilah yang dimaksud dengan Heaven on Earth, yaitu “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10) Berdasarkan prinsip Kerajaan Surga, berkat (secondary point) akan kita terima ketika kita hidup dalam kebenaran Allah dan dikendalikan oleh Allah (primary point). Semakin kita melakukan perintah-Nya, semakin kita dekat dengan perkenanan-Nya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus sangat dikenan oleh Tuhan karena bagi-Nya: makanan-Ku ialah melakukan kehendak Ia yang mengutus Aku. Sebaliknya, jika kita hidup sesuka hati kita tanpa mempedulikan perintah Tuhan maka segala berkat Allah akan dikurangi dalam kehidupan kita.

Allah memang Maha Pengampun tetapi setiap dosa selalu ada konsekuensinya agar manusia sadar dan bertobat. Berikut adalah konsekuensi yang harus ditanggung oleh dua contoh ‘oknum’ yang berdosa, yaitu:

  1. Ketika ular berdosa, ular dikutuk Tuhan (Kejadian 3:14). Karena berdosa, ular yang dulu ‘glorious’ sekarang menjadi terkutuk. Dari hal ini, kita belajar bahwa sifat dosa hanya akan mengurangi hal yang baik dalam hidup kita sedangkan melakukan kebenaran akan mendatangkan peningkatan dan kelimpahan hidup. “Debu tanah” yang akan dimakan ular seumur hidupnya adalah manusia maka waspadalah sebab “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)
  2. Ketika manusia berdosa, bukan manusia yang dikutuk Tuhan tetapi tanah yang dikutuk Tuhan sebab manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah (Kejadian 3:17-19). “Semak duri” berbicara tentang tempat kegagalan. Keadaan tanah merefleksikan kehidupan manusia yang hidup diatasnya. Karenanya, belajarlah hidup berintegritas untuk melakukan kebenaran sejak dini agar kita mengecap buah yang baik yang dihasilkan oleh tanah yang kita pijak. Your choice determines your future. Ketika kita memilih untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan, percayalah Ia sanggup mengubah semak duri tersebut menjadi tanah yang melimpah susu dan madunya.