Tipe Orang Yang Harus Mengalami Pemulihan

Yesaya 60:1-7

Kata “bangkitlah” dalam Yesaya 60:1 bermakna “perubahan posisi”.

Shalom!

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”” (Roma 4:18)

Mazmur 107:1-3 berbicara mengenai orang-orang yang dipulihkan oleh Tuhan karena “melangkah” (melakukan perubahan posisi). Tipe orang yang harus dipulihkan agar berubah dan memberi kesaksian tentang kebesaran Tuhan dalam hidupnya, yaitu:

  1. Orang yang tersesat dalam hidup mereka sendiri. Tipe orang seperti ini merasa kesepian di tengah keramaian karena tak pernah mendapat kepuasan jiwa akan kebahagiaan dan damai sejahtera. Mereka selalu mencari orang-orang yang “nyaman” bagi mereka dan menjauhi orang-orang yang mereka anggap “jahat” terhadap mereka. “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.” (Mazmur 107:4-9) Sebenarnya mereka masih menyimpan kepahitan di hatinya dan membawa “luka” kemana-mana, mencari orang yang mampu menyembuhkan “luka” tersebut. Kunci perubahan yang Tuhan mau adalah melepaskan pengampunan agar mereka memperoleh damai sejahtera. Jika kita mengampuni maka Bapa di surga pun mengampuni kita.
  2. Orang yang memberontak terhadap Allah sehingga tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Mazmur 107:10-12 berkata “Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam, terkurung dalam sengsara dan besi. Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah, dan menista nasihat Yang Mahatinggi, maka ditundukkan-Nya hati mereka ke dalam kesusahan, mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong.” Mereka “dipepet” Tuhan dan digoncang Tuhan sehingga membawa goncangan kemana-mana. Yang Tuhan kehendaki adalah berseru dan kembali ke jalan-Nya.
  3. “Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut.” (Mazmur 107:17-18) Bertobatlah, lakukan perubahan posisi dan lihatlah terang Tuhan terbit atasmu!
  4. Orang yang kelihatannya ”sukses” tapi ternyata tidak dalam kehendak Tuhan. Mazmur 107:23-27 berkata “Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal.” Menjadi kaya memang tidak salah tetapi Tuhan ingin agar kita tetap rendah hati (tidak sombong) dan kaya dalam kebajikan. Tuhan ingin kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain juga.

Kita harus melakukan “bagian kita” jika kita mau naik level. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

Masuk Level Baru

Efesus 5:14

Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.””

Shalom!

Kata “bangkitlah” dalam ayat tersebut berarti suatu perubahan posisi. Tuhan mau kita melakukan bagian kita, maka kemuliaan Tuhan akan terjadi atas kita. Tuhan mau kita pindah ke level yang baru. Bagi Tuhan, makna masuk level yang lebih tinggi berarti kita semakin kecil dan Kristus semakin besar dalam diri kita.

Roma 4:18 berkata “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”” Jangan pernah berhenti berharap dan percaya kepada Tuhan meskipun sepertinya tak ada alasan untuk berharap ditengah pergumulan kita. Iman nyata ketika kita memperkatakan Firman Tuhan ditengah keadaan yang bertolak belakang.

Yehezkiel 47:1-12 menggambarkan level kepenuhan kita akan Roh Kudus di mana semakin tenggelam kita, maka semakin berkuasa otoritas Ilahi di dalam kita.

  • Level semata kaki. Di level ini kita melihat ibadah sebagai salah satu pelengkap dalam hidup kita karena kita adalah petobat baru, kita merasa begitu ‘dimanja’ oleh Tuhan dan ibadah hanya sebuah kesenangan.
  • Level selutut. Di level ini kita mulai merasa desakan arus yang membuat kita mulai merasa ada ‘perlawanan’ dalam diri kita karena Tuhan memaksa kita untuk mulai memiliki kehidupan doa.
  • Level sepinggang. Di level ini Tuhan ingin kita untuk lebih intim lagi dengan-Nya karena kepentingan Ilahi dalam diri kita semakin nyata agar kita menghasilkan buah-buah rohani. Di sini terjadi ‘peperangan’ antara Roh dan kedagingan kita.
  • Level ‘tenggelam’. Jemaat yang dewasa adalah jemaat yang mau tenggelam dalam kepenuhan Roh Kudus. Yang harus kita lakukan di level ini hanyalah taat dan berserah pada Tuhan karena jika kita ‘keluar’ dari sungai ini maka hidup kita akan hancur.

“tenggelam” yang Tuhan inginkan untuk dilakukan sebagai bukti “kebangkitan” kita, yaitu:

  1. Menjadi orang yang hidup bijaksana. Efesus 5:15-16 berkata Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Hidup bijaksana berarti mempergunakan waktu hidup kita dengan menentukan prioritas secara tepat/benar sehingga kehidupan kita berkenan kepada Tuhan.
  2. Memiliki prioritas hidup yang benar. Efesus 5:17 berkata “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Tuhan menginginkan kita memiliki prioritas hubungan dengan: (1) Tuhan, (2) keluarga, (3) pekerjaan & pelayanan, (4) hobi & rekreasi. Pelayanan tidak dapat menggantikan hubungan pribadi kita dengan Tuhan; quality time dengan keluarga pun harus kita miliki.
  3. Tidak tenggelam dalam kesenangan duniawi. Efesus 5:18 berkata “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” Hendaklah kita berhikmat untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan benar, bukan menyalahgunakannya.

Cara kita membangun hubungan dengan Tuhan agar tetap dipenuhi oleh Roh Kudus yaitu berdoa, melakukan pujian dan penyembahan dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” (Efesus 5:19) Melalui hal inilah Tuhan menyingkapkan pewahyuan-Nya kepada kita dan membuka tingkap-tingkap surga. Tuhan Yesus memberkati.

Gaya Hidup Jemaat Mula-Mula

Kisah Para Rasul 2:4, 42-47

Shalom!

Ada 6 hal dalam jemaat mula-mula dimana mereka hidup sebagai saksi Kristus, yaitu:

  1. Mereka banyak berdoa memuji dan menyembah Tuhan dalam Bahasa Roh (Kisah Rasul 2:4)
  2. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul (Kisah Rasul 2:42) –seorang saksi Kristus akan selalu lapar & haus akan Firman Tuhan –Mazmur 1:1-3
  3. Mereka banyak berkumpul dengan sehati/unity (Ibrani 10:25) –ada kuasa yang dahsyat dalam kesatuan hati sehingga berkat Tuhan mengalir berlimpah dalam kehidupan kita
  4. Mereka saling menolong sehingga tidak ada yang berkekurangan (Kisah Rasul 2:44-45, Amsal 19:17)
  5. Mereka disukai semua orang (Kisah Rasul 2:47) –orang Kristen yang semakin bertumbuh dalam kedewasaan rohani pasti akan semakin memiliki kepribadian yang baik (memiliki kebenaran, damai sejahtera & sukacita) sehingga menarik orang lain untuk mengenal mereka
  6. Mereka melakukan banyak tanda dan mujizat (Kisah Rasul 2:43)

Point ke 4-6 (bersaksi secara aktif) adalah dampak karena telah melakukan point 1-3 (bersaksi secara pasif). Kunci utama untuk menjadi saksi Kristus yang efektif (penuh kuasa) adalah kepenuhan Roh Kudus. Terobosan rohani dimulai dengan bermazmur (nyanyian spontan secara pribadi kepada Tuhan), kidung puji-pujian (nyanyian baku/lagu-lagu rohani) dan  nyanyian rohani (penyembahan dalam Bahasa Roh) –Efesus 5:18-19. Tuhan Yesus memberkati.

Restorasi Pondok Daud

Shalom!

Melalui pemulihan Pondok Daud (doa, pujian, penyembahan), digenapilah janji Tuhan yang luar biasa bagi gereja-Nya, yaitu:

  1. Terjadinya penuaian jiwa yang besar (Amos 9:11-12 – “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok  Daud  yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya;  Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu  kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,  “demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini. )
  2. Terjadi pertumbuhan rohani yang begitu cepat (Amos 9:13a – “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman TUHAN, “bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; )
  3. Pencurahan Roh Kudus secara berlimpah (Amos 9:13b – gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.)
  4. Akan banyak terjadi mujizat (Amos 9:14a – Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel:)
  5. Gereja akan mengembang ke kanan dan ke kiri (Amos 9:14b – mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya;)
  6. Gereja Tuhan akan diberkati berlimpah-limpah (Amos 9:14c – mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.)
  7. Perlindungan Tuhan yang sempurna bagi gereja-Nya (Amos 9:15 – Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, ” firman TUHAN, Allahmu.)

Pemulihan Pondok Daud terjadi karena ada seseorang yang mengasihi Tuhan, yaitu seorang penyembah yang benar (proskuneo – Mazmur 123:2). Tuhan menginginkan pemulihan Pondok Daud terjadi secara pribadi kepada umat-Nya.

Yang kita lakukan ketika menyembah Tuhan, yaitu:

W – Wait upon the Lord/merindukan & menanti-nantikan Tuhan (Mazmur 130:5-6)

O – Offer our lives as living sacrifice/berikan persembahan yang terbaik-bereskan dulu dosa (Roma 12:1)

R – Rest in His presence/istirahat di hadirat Tuhan, jangan bawa beban (Yesaya 28:11-12)

S – Sing onto the Lord/bernyanyi untuk Tuhan-perkatakan Firman Tuhan

H – Humble ourselves before Him/merendahkan diri di hadapan Tuhan-ekspresi iman secara fisik

I – Intimate with Him/keintiman dengan Tuhan-ekspresi iman di dalam Roh

P – Pleasing Him/menyenangkan Tuhan dengan segala cara.