Kingdom Principle

Ibrani 12:26-29
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.”
Shalom!
Tahun Ayin Hey adalah tahun goncangan, tahun double kasih karunia, tahun double sabath juga tahun mujizat yang kreatif. Semua yang di langit dan di bumi digoncang, tetapi satu hal yang tidak tergoncangkan, yaitu Kerajaan Allah. Semua tanda-tanda zaman semakin menguatkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, karenanya kita harus senantiasa berjaga-jaga. Goncangan dijadikan agar tinggal tetap semua yang tidak tergoncangkan, yaitu umat Allah yang setia. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, kita tidak perlu takut sebab Tuhan selalu beserta disaat kita bimbang asalkan kita tetap hidup melekat pada-Nya. Matius 6:33 berkata “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Hal yang harus pertama-tama kita lakukan ketika digoncang adalah mencari Tuhan, Sang sumber kehidupan. Seseorang yang memiliki prinsip Kerajaan Tuhan tidak akan pernah takut dengan masalah karena ia percaya bahwa Tuhan lebih besar dari segala masalahnya. “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (Mazmur 105:4) “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (1 Tawarikh 16:11) Inilah kunci menjadi umat Tuhan yang tidak tergoncangkan: mencari Tuhan sebagai sumber kekuatan.
Ketika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, sembahlah Dia saja…lupakan segala permasalahan dan semua hal yang membebani kita sehingga sulit mencari Tuhan. Kita harus benar-benar memiliki waktu yang berkualitas bersama Tuhan, sehingga kita bisa mengalami kepenuhan hadirat-Nya. “dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Efesus 3:19) Mujizat terhalang dalam kehidupan kita ketika kita ‘jaim’ di hadapan Tuhan dan kurang rendah hati, karenanya kita tidak mengalami hadirat Tuhan dalam hidup kita. Kita harus naik level dalam kerohanian kita dengan mencari, mengenal dan mengalami Tuhan. Dengan menyadari keberadaan Tuhan yang sesungguhnya sebagai Pribadi yang selalu ada bagi kita dan mengagumi kebaikan-Nya, maka kita akan mengalami hadirat-Nya. Yohanes 19:30 berkata “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” Tuhan menerima kita apa adanya, bahkan nyawanya Ia berikan bagi kita. Itulah bukti cinta-Nya pada kita: mengampuni dan menyembuhkan kita dalam segala keberadaan kita. Kasih Allah tak berkesudahan, selalu baru setiap pagi dan kasih-Nya tak pernah berubah bagi kita.
Tuhan sungguh-sungguh memberikan kasih-Nya bagi kita, selain itu Ia juga memberikan kita kuasa-Nya. Yesaya 32:15-17 berkata “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” Hal yang paling kita perlukan ketika berada di padang gurun adalah air. Begitu juga ketika kita sedang digoncang, satu-satunya yang kita perlukan hanyalah Roh Kudus. Paksakan diri kita untuk menyembah Tuhan meski dalam keadaan tersulit pun dan lihatlah mujizat kreatif itu nyata! Ketika kita ‘kekurangan’ kasih, hanya Tuhanlah yang sanggup memberikan kasih itu dengan sempurna, karenanya kita pun harus menyalurkan kasih itu ketika kita telah kepenuhan kasih Tuhan. Bersyukurlah senantiasa!

Advertisements

Masuk Pintu Berkat

Wahyu 3:7-8

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”

Shalom!

Tahun Ayin Dalet berarti pintu berkat terbuka dalam kehidupan kita dan kita menjadi pemenang. Apabila Tuhan telah membuka pintu tersebut bagi kita, maka tidak ada yang dapat menutupnya. Hendaklah kita sebagai orang bijaksana memilih untuk memasuki pintu itu di tahun ayin dalet ini.

Lalu, apa yang membuat Tuhan memberkati kita? 1 Samuel 16:18 berkata “Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”” Doa, pujian dan penyembahanlah yang membuat Tuhan berkenan kepada kita dan penyertaan-Nya memampukan kita untuk bisa bertahan hidup hingga sekarang ini. Hendaklah doa, pujian dan penyembahan dalam unity siang dan malam menjadi gaya hidup kita meskipun kita sedang ‘down’, dan jadilah seorang prajurit Tuhan yang tangguh!

Daud adalah seorang yang sederhana tetapi memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menghadapi hidupnya yang banyak diperhadapkan dengan masalah karena ia hidup intim dengan Tuhan sehingga dari Tuhanlah ia selalu mendapat kekuatan baru. Ini adalah pilihan orang yang bijaksana, yaitu mencari Tuhan senantiasa dan mengutamakan Tuhan lebih dari segalanya dalam kehidupan ini. Itulah yang membuat kita menjadi seorang yang lebih dari pemenang. Ingatlah, bahwa Tuhan telah terlebih dahulu memberikan cinta dan Roh-Nya bagi kita.

Daud adalah seorang yang berkenan kepada Tuhan. Selain sebagai seorang raja dan pemazmur, Daud juga adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa. Bagaimana caranya agar kita pun menjadi seorang pahlawan Tuhan bagi kota kita? Hal-hal yang besar dapat kita lakukan bila kita cinta Tuhan, karena Tuhanlah yang beperkara bukan dengan kuat dan gagah kita.

Daud pun adalah seorang prajurit yang pandai bicara. Pandai bicara seperti apa yang dikehendaki oleh Tuhan? Kuatkanlah yang lemah melalui perkataan kita yang membangun dan memberkati mereka yang sedang tak berdaya.

                Daud elok perawakannya karena penuh dengan kemuliaan Tuhan meskipun ia sedang banyak masalah. Tuhan menyertai kita seperti ia menyertai Daud, karenanya janganlah kuatir akan hidup kita. Bersama Tuhan, nothing is impossible! Percayalah, mujizat masih ada bagi kita! Yang Tuhan minta untuk kita lakukan adalah mentaati Firman-Nya. Wahyu 3:10-11 berkata “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu. Apa yang harus kita pegang itu? Keintiman dengan Tuhan.

Kenallah Tuhan!

Efesus 3:18-20

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”

Shalom!

Betapa indahnya jika kita mengenal Tuhan dengan luar biasa karena kasih-Nya lebih besar daripada segala masalah kita. Mengenal Tuhan berarti mengalami-Nya secara pribadi.

1 Korintus 2:9 berkata “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.””

Mujizat Tuhan itu nyata meskipun disaat kita tak berdaya, percaya saja! Tuhan Yesus baik, Ia peduli akan seluruh kehidupan kita. Kenallah Tuhan dengan sungguh-sungguh! Berdoa dan berserahlah kepada Sang Juru Selamat! Yang terpenting adalah kesatuan hati, terutama antara suami istri. Biarlah Tuhan yang menjadi segalanya bagi kita.

2 Korintus 6:2 berkata “Sebab Allah berfirman:  “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”  Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”

Perkenanan Tuhan menyangkut perubahan dalam pola hidup dan pola makan. Tubuh kita adalah bait Allah, jagalah! Tuhan adalah sumber kekuatan dan sukacita kita. Kolose 3:14 berkata “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Filipi 2:1,2,5 berkata “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,… Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” Hanya kasih Kristus yang ‘menyempurnakan’ kita.

Roma 8:35-37 berkata “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga kota kita. Namun karena dosa, kita telah kehilangan kemuliaan Tuhan, karenanya…kembalilah kepada kasih mula-mula akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Tenanglah..

Yesaya 30:15 – “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya, terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,”

Tenanglah dan alami mujizat Tuhan dalam hidup Saudara.

Respon yang benar ditengah goncangan adalah tetap tenang.

Matius 14:27 – “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!””

Mazmur 116:7 – “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.”

Ayub 39:37 – “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.”

Diamlah, jangan mengomel/mengeluh lagi. Jangan membalas kejahatan orang terhadap kita meskipun kita berhak (karena benar) dan sanggup membalas, tetapi izinkanlah Tuhan yang berperkara dengan mereka.