Lebih Dari Pemenang

Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Kenapa kita harus jadi pemenang? Karena Tuhan tidak akan memakai seorang pecundang sebagai saksi-Nya melainkan orang-orang yang gagah perkasa, selain itu karena hidup adalah tantangan yang harus dimenangkan. Ayub 7:1 “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? [Perikop: Hidup itu berat.]

Ada jaminan kemenangan dari Allah bagi setiap anak-anak-Nya! Ibrani 13:5b Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. “Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Siapa itu pemenang? Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal melainkan mereka yang tidak pernah berhenti mencoba. Kegagalan dalam satu hal bukanlah kegagalan dalam seluruh kehidupan. Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Janji bagi pemenang dijamin dalam kitab Wahyu, pasti akan masuk surga!

Kunci hidup berkemenangan:

  1. Hadapi peperangan tidak dengan tawar hati, tetapi dengan iman yang teguh. Sikap hati menentukan apakah kita menjadi pemenang atau pecundang. You are what you think. Kemenangan terjadi sebelum berperang. Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” Kita harus melihat janji Tuhan, melihat diri kita di tangan Tuhan, optimis dan mendorong orang untuk maju. Jangan pandang keadaan, melainkan kebesaran Allah (selaraskan pikiran dengan firman Allah)! Lawan Goliatmu seperti Daud!
  2. Senantiasa berlatih siaga untuk berperang. Tuhan ijinkan kita melewati pergumulan agar menjadi kuat seperti bayi yang belajar berjalan mengalami beberapa kali jatuh bangun hingga akhirnya siap untuk berlari. 1 Samuel 17:34-37 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Jangan hindari proses, sikapi proses dengan sikap hati yang benar dan lihatlah bagaimana Tuhan mengubahkan hidup kita tepat pada waktunya! Proses tidak bisa dipercepat, bukanlah kupu-kupu indah yang akan keluar jika kepompong dibuka sebelum waktunya! Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
  3. Berperang tidak dengan baju perang dan senjata orang lain. Jadilah diri sendiri, jangan ingin seperti orang lain sebab kita berbeda! 1 Samuel 17:38-39 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya. Talenta adalah karunia Tuhan, orang yang memendam 1 talentanya karena ia merasa tidak berguna sebab orang lain diberi talenta lebih banyak. Banggalah sebab kita adalah unique handmade of God! Yang bisa membawa kita sampai ke puncak adalah Roh Kudus di dalam diri kita, bukan hal-hal lain (kehebatan, uang, dll)!
  4. Datang dalam nama Tuhan semesta alam sebab mengetahui jaminan Tuhan bagi diri kita! 1 Samuel 17:45-47 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”
  5. Tunduklah kepada Allah dan ikutilah tuntunan-Nya, lalu lawan habis musuh. Harus ada kerjasama antara kita dan Tuhan! Tanpa Tuhan, kita tidak bisa. Tetapi tanpa kita, Tuhan tidak mau. 1 Samuel 17:48-51 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu (=putuskan hubungan dengan dosa). Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Advertisements