Penyembah Yang Sejati

Shalom!

            Panggilan kekristenan yang tertinggi adalah menjadi seorang penyembah yang sejati. Penyembahan adalah sikap hati yang tunduk kepada Tuhan dalam segala keadaan dan pada segala keadaan. Orang jujur adalah orang yang paling mudah untuk dilawat Tuhan. Ekspresi tertinggi penyembahan adalah ketaatan, bukan dari lagu rohaninya.

            Tuhan melakukan banyak mujizat di Betania dibandingkan di Nazaret karena orang-orang Betania membuka hatinya kepada Tuhan. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. (Yohanes 12:3-8). Ciri dari seorang penyembah yang sejati, yaitu:

  1. Penyembahan yang menarik kuasa Tuhan, yaitu hidup yang penuh pengorbanan. Orientasi ibadah yang sejati adalah kehidupan (di luar gereja) yang menjadi terang Kristus. Persembahan yang hidup yang Tuhan kehendaki adalah membangun “mezbah” bagi Tuhan dengan hati yang murni (Mazmur 24:3-4), maka jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Menyembah berarti memberi dari hati, Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku. (Filipi 2:30).
  2. Penyembahan yang sejati selalu menghadapi tantangan, karena hidupnya semakin menyatakan kebenaran Ilahi. Iblis tidak suka dengan orang yang diurapi Tuhan sehingga tantangan semakin besar akan dihadapi oleh orang yang semakin dekat dengan Tuhan.  “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,” (2 Timotius 3:12) Tantangan akan membuat kita semakin kuat untuk naik ke level yang lebih tinggi, jangan kuatir karena iblis gentar terhadap penyembah yang benar. Tuhan Yesus memberkati.
Advertisements

Penyembah Yang Benar

Yohanes 4:23

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”

Shalom!

            Penyembahan berbicara tentang hati kita. Identitas penyembahan adalah Roh dan kebenaran karena Roh dan kebenaran tidak bisa dibuat-buat. Penyembahan itu spontan, apa adanya dan tidak bisa dibuat-buat. Menyembah dalam Roh dan kebenaran berarti memiliki gaya hidup seperti Kristus, karena kita akan menjadi sama seperti yang kita sembah. Tuhan tidak mencari penyembahan tetapi penyembah yang memiliki kesungguhan hati untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

            Berserulah hanya kepada pribadi yang layak disembah, bukan kepada manusia. Seorang penyembah yang benar tidak akan berhenti menyembah karena sebuah tekanan tetapi ia akan terus menyembah kepada Tuhan meskipun dalam keadaan yang tidak memungkinkan (Markus 10:46-52).

            2 hal yang membuat seorang yang sederhana seperti Bartimeus mengalami metamorfosis setelah berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus dalam penyembahan, yaitu:

  1. Bartimeus berani menanggalkan “jubahnya” (kepahitan, kebanggaan, keangkuhan, dll). “jubah” yang tidak ditanggalkan akan menghalangi kita untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
  2. Bartimeus mengetahui hal terpenting yang ia butuhkan dan meminta Tuhan untuk melawatnya, bukan hanya meminta apa yang ia inginkan. “Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”” (Markus 10:51). Bartimeus memang seorang pengemis, namun tidak memiliki mental seorang pengemis. Jadilah seorang yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

Kehidupan Yang Maksimal

Shalom!

Kita harus mengetahui proses penciptaan manusia oleh Tuhan agar kita dapat hidup secara maksimal, yaitu:

  1. Tuhan berfirman (Kejadian 1:1-3). Firman mengangkat derajat manusia sedangkan dosa menghancurkan derajat manusia. Jadilah pecandu Firman! Firman adalah Allah sendiri (Yohanes 1:1-3). Cara terbaik untuk membuktikan bahwa kita mencintai Tuhan adalah dengan mempraktekan-Nya. Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (1 Yohanes 1:1)
  2. Tuhan menciptakan (Kejadian 1:16). Firman menjadikan yang tak ada menjadi ada. Dalam bahasa aslinya, kata ‘gambar’ dalam Kejadian 1:27 adalah ‘pselem’ yang berarti mulia dan berharga di mata Tuhan, sangat cemerlang, tidak ada cacat sedikitpun, berharga sekali, sungguh-sungguh luar biasa. Manusia diberi hal yang sangat berharga di dalam dirinya, yaitu nafas Tuhan sendiri. Karena kita tahu siapa kita, maka jangan berikan hidup kita untuk hal-hal yang najis.
  3. Tuhan memberkati (Kejadian 1:28). Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (Ulangan 8:18) Orang yang diberkati itu berarti maksimal menerima, maksimal mengelola, maksimal memberi. Beri pengaruh positif (upgrade) bagi orang-orang terdekat kita terlebih dahulu (diberkati untuk memberkati).

Buktikan pada dunia bahwa kita mempunyai Roh yang berbeda! Tuhan Yesus memberkati.