Kinds of People

Ibrani 12:1-2 Karena kita mempunyai banyak saksi [terjemahan Bahasa Inggris: huge crowds], bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Belajar dari orang-orang yang Tuhan kirim sebagai mentor-mentor Daud, kita pun dikelilingi oleh berbagai macam karakter orang yang menyaksikan perjalanan iman kita, yaitu:

  1. Tipe Saul, yaitu orang-orang yang menanti-nantikan kejatuhan kita. Karena itu, kita harus intim dengan Tuhan agar senantiasa ada perlindungan Ilahi. Kita hanya perlu merendahkan diri di hadapan Tuhan, bukan menantang/meninggikan diri di hadapan mereka.
  2. Tipe Akhis (raja kota Gat), yaitu orang-orang yang dengan mudah berkata ‘hosana bagi Yesus’ namun seketika itu juga berkata ‘salibkan Dia!’. Terlalu ambil hati atas perlakuan mereka hanya merugikan diri sendiri, jadi jangan memusingkannya! Jangan berkomitmen dengan orang-orang yang seperti ini.
  3. Tipe Samuel, yaitu ‘malaikat tak bersayap’ yang selalu mengangkat kita saat jatuh, menjadi mentor yang penuh teladan, serta mengasihi kita tanpa syarat. Orang-orang seperti ini memandang kita dengan kaca mata Tuhan sehingga mampu melihat potensi tersembunyi dalam diri kita yang bahkan kita sendiri tidak mengetahuinya. Bersyukurlah atasnya dan jadilah demikian!

Matius 10:16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Kita tidak perlu memusingkan perlakuan orang terhadap kita, poin pentingnya adalah tipe orang seperti siapakah kita bagi mereka? Berbuatlah baik kepada semua orang, mungkin saja mereka yang dipakai Tuhan untuk menolong kita di kemudian hari.

Advertisements

Rahasia Penyertaan Tuhan

​1 Raja-raja 17:1-6  Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Tidak dijelaskan asal usul Elia seperti apa, tetapi dalam ayat pertama nama Elia disebutkan di Alkitab, Elia tercatat sedang melayani Ahab. Ini pertanda Elia adalah orang yang cakap dalam pekerjaannya. Kunci penyertaan Tuhan atas Elia terlihat dari cara bicaranya dalam menyebut Tuhan, yaitu “Demi Tuhan yang hidup…” (tidak menyebut Tuhan secara formal seperti orang kebanyakan). Hal ini berarti Elia memiliki pengenalan akan Tuhan (intim dengan Tuhan). Selain itu, Elia dengar-dengaran akan suara Tuhan dan taat melakukannya. Bayangkan, Elia menemui Ahab yang notabene raja yang ‘hobinya’ memenggal kepala para nabi. Tuhan sertai Firman-Nya, jadi jika kita melakukan Firman-Nya pasti Tuhan menyertai kita. Tempat paling aman di dunia adalah melakukan kehendak Tuhan. Jika kita tidak melakukan kehendak-Nya, pasti tidak akan disertai Tuhan. Alkitab berisi perintah dan janji berkat. Jika kita lulus dalam ‘ujian pertama’ dari Tuhan (taat pada perintah-Nya), pasti Tuhan akan menggenapi janji-Nya. Jika tidak lulus, pasti kita akan selalu diuji dalam hal tersebut sampai kita lulus. Tuhan memegang hari esok kita, Ia pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita. Kita hanya perlu percaya, meskipun Tuhan tidak memberitahukan masa depan kita seluruhnya sebab Tuhan menuntun kita step by step (heart to heart). Kita harus melangkah dulu, baru melihat kemuliaan Tuhan. Langkah Tuhan berbeda dengan rencana kita, bahkan bukan seperti drama yang ber’sequel’. Bersyukur jika Tuhan beri kesempatan kedua bagi kegagalan kita, kita tidak boleh gagal lagi di kesempatan kedua. Kita harus tahu penempatan Allah dalam hidup kita, contoh: Tuhan memerintahkan burung gagak ke Sungai Kerit, jadi Elia harus ke sana untuk mendapatkan makanan (bukan ke sungai lain). Kita harus berjalan sesuai kehendak Tuhan dalam hidup kita, itulah sukses. Bukan berjalan sesuai apa yang menurut kita baik (itu bukan Sungai Kerit kita). Jika kita berada tepat di “Sungai Kerit” kita, pasti ada pengurapan Tuhan atas apa yang kita kerjakan. Kita harus ada di “posisi” yang Tuhan urapi.

Matius 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Jika Tuhan minta ‘nasi goreng’, jangan diberi ‘mie goreng’ karena Tuhan tidak akan ‘membayar’ apa yang Ia tidak pesan. Jika kita berada di tempat yang Tuhan tidak suruh, tidak akan ada penyertaan Tuhan. Sebaliknya, jika kita berada di tempat yang Tuhan suruh, bahkan neraka pun tidak berkuasa atas kita. Jangan suruh Tuhan melakukan apa yang Tuhan suruh kita lakukan. Tuhan menyertai kita di alam jasmani dan rohani, mujizat tak ada rumusnya. Tapi Tuhan memberikan kita hikmat untuk melakukan bagian kita juga, bukan hanya menggunakan mujizat untuk jadi ‘pemalas’ (bersantai dan hanya mengandalkan mujizat).

The Art Of Character

Shalom! Hidup kita tidak boleh dibangun diatas dasar karunia, tetapi harus dibangun diatas karakter Ilahi. Panggilan tertinggi kita adalah menjadi seperti Kristus. Rahasia urapan Allah ada atas kita adalah selalu menjaga hati. Bilangan 20:22-29 berkata “Setelah mereka berangkat dari Kadesh, sampailah segenap umat Israel ke gunung Hor. Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa dan Harun dekat gunung Hor, di perbatasan tanah Edom: “Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia tidak akan masuk ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel, karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titah-Ku dekat mata air Meriba. Panggillah Harun dan Eleazar, anaknya, dan bawalah mereka naik ke gunung Hor; tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada Eleazar, anaknya, kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya dan mati di sana.” Lalu Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Mereka naik ke gunung Hor sedang segenap umat itu memandangnya. Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya kepada Eleazar, anaknya. Lalu matilah Harun di puncak gunung itu, kemudian Musa dengan Eleazar turun dari gunung itu. Ketika segenap umat itu melihat, bahwa Harun telah mati, maka seluruh orang Israel menangisi Harun tiga puluh hari lamanya.” Eleazar bisa dikatakan anak yang ‘malang’ tetapi ia tidak pernah mengeluh dengan keadaannya, itulah karakter Ilahi. Seseorang yang selalu tak pernah puas adalah orang yang masih memiliki kesombongan dihatinya. Mengalah bukan berarti tidak memiliki prinsip hidup, melainkan disitulah sumber kuasa Allah nyata bagi kita. Apa yang kita keluhkan, menunjukan siapa diri kita sebenarnya. Karakter Ilahilah yang membuat kita ‘stay on top’, bukan mujizat ataupun talenta. Hidup yang tidak dibangun diatas dasar karakter Ilahi pasti akan berakhir berantakan. Seseorang yang memiliki karakter Ilahi pasti tekun belajar dalam segala hal, termasuk belajar dari kesalahan di masa lalu. Apapun yang terjadi, kita tidak boleh mengeluh akan keadaan. Hal yang patut kita keluhkan adalah diri kita sendiri (introspeksi atas kekurangan diri kita). Hal terpenting yang harus kita wariskan kepada keturunan kita adalah warisan rohani, bukan harta semata. Harus ada ‘kematian kedagingan’ untuk menerima urapan khusus dari Tuhan. Kita harus hidup takut akan Tuhan sejak dini agar mampu hidup bijak (berhikmat) di masa mendatang dan menjadi berkat bagi banyak orang. Orang yang berhasil adalah orang yang memiliki kekuatan karakter Ilahi, bukan orang yang dilimpahi dengan segala kehebatan. Amsal 4:23 berkata “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Mazmur 37:37 berkata “Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan” Orang-orang yang tak memiliki karakter Ilahi akan mudah kecewa kepada Tuhan maupun orang lain lalu memberontak dan tentunya tidak layak menjadi pemimpin (karena pasti mudah terpengaruh oleh ketidakbenaran), sedangkan orang-orang yang memiliki karakter Ilahi pasti akan tetap menjaga hati di tengah kebenaran. Jika kita ingin ‘diangkat’ Tuhan, buktikan bahwa diri kita ‘layak’ untuk ditinggikan oleh-Nya. Orang yang tidak memiliki karakter Ilahi akan mudah mengutuki dan mempermalukan leluhurnya ketika mereka kepahitan, sehingga mereka hanya akan mendatangkan kutuk kepada keturunan mereka selanjutnya. “mendengar kepahitan” lebih berbahaya dibanding mengalami kepahitan tersebut sendiri, hal itu ibarat lebih berbahaya menjadi perokok pasif dibandingkan perokok aktif. Kita harus selalu menjaga hati untuk memiliki kehidupan yang terbaik di masa depan. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8) Jaga hati itu karena kita sadar bahwa kita “anak Terang” bukan karena menginginkan upah. Eleazar merupakan seorang pribadi yang “self-less” (tidak egois). Hal ini terbukti ketika Musa memilih Yosua untuk meneruskan kepemimpinannya dibandingkan Eleazar. Dibalik keberhasilan seseorang, selalu ada karakter Ilahi. Orang sabar akan menang dibandingkan orang yang gagah perkasa. Kemuliaan raja adalah menyimpan rahasia, karenanya jika kita anak Allah maka kita harus bisa menjaga rahasia. Jika kita tidak bisa menjaga rahasia, pasti kita tidak bisa menjaga pengurapan Tuhan. Karakter lebih penting dibandingkan karisma semata. Jangan pernah meremehkan diri kita sendiri sebab Tuhan pasti akan memberkati kita keturunan demi keturunan ketika kita setia kepada-Nya. Keturunan kita akan menjadi lebih hebat dibandingkan kita, kuncinya ada pada kita: menjadi leluhur yang menjaga hati bagi Tuhan. Tak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi lakukan saja bagian kita maka kelak kita akan terheran-heran melihat keberhasilan keturunan kita yang gilang-gemilang. Dibalik kesuksesan seseorang, selalu ada leluhur yang hidup benar di hadapan Tuhan. Peperangan kita bukan hanya sekarang, tetapi taburlah yang benar agar kita menuai hal yang baik di masa mendatang. Kesuksesan tidak bergantung pada kekayaan (modal) kita, tetapi pada karakter Ilahi (mental) yang ada pada diri kita. Mungkin kita terlihat ‘biasa’, tetapi kita harus memiliki karakter Ilahi (hikmat & kejujuran) yang membuat diri kita ‘luar biasa’. Jangan terburu-buru untuk cepat kaya, tekunlah dalam perkara kecil. Yehezkiel 43:19 bekata “berikanlah kepada imam-imam orang Lewi dari keturunan Zadok seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa, sebab merekalah yang boleh mendekat kepada-Ku untuk menyelenggarakan kebaktian, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” Karakter Ilahi membuat kita menjadi “orang kepercayaan Tuhan” dan dipercaya oleh manusia juga. Orang pintar banyak tetapi itu bukanlah segalanya; melainkan orang yang menjaga kepercayaan Tuhan, tidak akan dibuang.

Cewek, Cowok & Cinta

Anak muda adalah masa depan bangsa, karenanya harus sungguh-sungguh menjaga kekudusan diri di tengah-tengah dunia yang cemar ini.

Hai pria, kedewasaanmu lebih lambat dibandingkan wanita karena Tuhan memerlukan waktu yang cukup untuk membentuk karakter kepemimpinanmu. Satu tulang rusukmu diambil, secara profetik berarti ada yang “kosong” dalam dirimu. Jangan gunakan wanita sebagai “pengisi” kekosongan dalam dirimu. Tetapi isilah kekosongan itu dengan Firman Tuhan, agar kamu tahu bagaimana cara memperlakukan wanitamu. Wanita yang tidak terlalu mencintaimu pun akan berubah total mencintaimu jika kamu mengerti hal ini. Wanita tercipta dari tulang rusukmu, secara profetik wanita lebih kuat dibandingkan pria. Jangan kira wanita tak bisa hidup tanpa pria, wanita tunduk kepada pria karena ia memutuskan untuk mencintai pria tersebut dengan tulus.

Hai wanita, hargai dirimu! Wanita adalah “rem masyarakat” agar pria tidak “lose control”. Pria tanpa kepenuhan Firman Tuhan, tujuan hidup yang benar dan karakter yang bertanggung jawab tidak layak memimpinmu dalam berumah tangga. Woman doesn’t need a man to be complete. Tetap tenang dan buat dirimu berkualitas dengan ilmu dan berkarya, maka pria yang berkualitas pun akan menemukanmu. Tuhan terlalu sanggup memberikan jodoh yang terbaik bagimu, jangan kuatir. Pacaran dan menikah itu hanya sekali seumur hidup. Berbahagialah kamu yang menikah dengan sahabatmu 🙂

Menjaga Hati

Amsal 4:23

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Shalom!

Jesus for all people –Yesus untuk semua denominasi orang (Indonesia for Jesus). Kita semua adalah satu kerejaan karena kita punya satu hati untuk Tuhan Yesus. 1 Samuel 16:7 berkata Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”” Kita ada di pikiran Tuhan, Ia tak pernah meninggalkan kita. Jangan kepahitan ketika kita ‘dinomorduakan’ oleh dunia, karena Tuhan belum selesai dengan hidup kita. Hati kita menentukan bagaimana Allah akan berperkara dengan kita. Daud diurapi Tuhan karena hatinya berkenan kepada Allah sehingga Allah ‘terpikat’ kepadanya. Menjaga hati adalah ‘perlombaan iman’. Kekristenan itu begitu sederhana: menjaga hati adalah satu-satunya bagian (tugas) kita, sisanya adalah bagian Tuhan. Kita tak perlu bangga karena prestassi kita tetapi banggalah karena Tuhan Yesus mengenal kita. Lakukanlah segala sesuatunya hanya untuk Tuhan. Hari-hari ke depan adalah hari pencurahan Roh Kudus karena Tuhan ingin memakai anak-anak-Nya (generasi berikutnya) secara luar biasa untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka memiliki Roh yang berbeda. Allah lebih memilih generasi berikutnya karena mereka menyerahkan hatinya lebih awal untuk Tuhan; teruna-teruna akan menggenapi visi generasi sebelumnya yang telah lebih dahulu diurapi. Jangan serahkan hatimu untuk kesia-siaan, tetapi serahkanlah hatimu untuk Tuhan dan menangislah untuk jiwa-jiwa.

Mengapa kita perlu menjaga hati?

  1. Ketika kita menjaga hati dengan iman, maka segalanya akan Tuhan jaga dalam hidup kita. Maksudnya menjaga hati dalam segala kewaspadaan adalah menjaga hati sebelum melakukan segala sesuatunya kemudian melakukan tanggung jawab kita dan mengakhirinya dengan kembali menjaga hati (evaluasi), itulah yang membuat kehidupan kita diberkati Tuhan. Jangan biarkan diri kita terlarut-larut dalam keterpurukan (down). Cara terbaik untuk menjaga hati adalah dengan memperkatakan Firman Tuhan karena itu adalah pedang Roh, kalau tidak menjaga hati… kita akan menjadi batu sandungan (berdampak negatif) bagi diri kita sendiri (psikologi, kesehatan memburuk) dan orang-orang sekeliling kita.
  2. Orang yang menjaga hatinya, tubuhnya akan diurapi Tuhan. Hati diibaratkan sebuah jantung yang ‘memompa’ darah ke seluruh tubuh. Kita tak perlu iman yang besar untuk sebuah pengurapan, tetapi milikilah hati yang besar karena Tuhan yang akan menumbuhkan iman di hati kita. Kita akan dimampukan untuk ‘mentransfer’ urapan Tuhan dalam diri kita ke orang lain ketika kita memiliki belas kasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Ketika hati kita diurapi, maka apapun perkataan kita akan terjadi. Tuhan Yesus memberkati.

Rahasia Pengurapan Kristus

Shalom!

Kita berhasil karena Roh Kudus bukan karena kekuatan kita, agar kita menjadi saksi dalam setiap hal yang kita lakukan. Iman terletak pada keberadaan Roh Kudus dalam diri kita bukan talenta yang dimiliki; karenanya terkadang Tuhan izinkan untuk kita kehilangan ‘kebanggaan’ kita agar kita belajar untuk tak beriman pada hal itu.

Tuhan melihat hati dan Ia masih mencari hati yang rendah hati untuk dipakainya secara luar biasa. Kunci kehidupan yang diberkati adalah pengurapan Roh Kudus dalam diri kita sehingga kita akan menjadi berkat dimanapun berada bagaimanapun keadaannya. Berkatlah yang akan mengejar kita, bukan kita yang mengejar berkat. Kuncinya adalah hidup berbeda pada zamannya. Matius 3:4-6 berkata Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.” Tuhan ingin agar kita ‘hidup berbeda’ (tak serupa) dengan dunia untuk ‘menampar’ mereka yang sedang ‘tertidur’ (terbiasa hidup biasa-biasa saja dan merasa sudah ‘benar’).

Kerajaan Surga tidak hanya sebatas perkataan tetapi berbicara tentang kuasa yang memberi hidup yang kekal yang tak bisa diberikan oleh dunia. Selalu lakukanlah yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan. Bukan ‘penampilan luar’ yang membuat kita ‘menarik’ orang kepada Tuhan, tetapi yang Tuhan cari ada di setiap kita adalah:

  1. Karakter Kristus yang lebih dari segalanya di dalam diri kita. Hanya Yesus yang ditinggikan/disembah dan salib-Nya saja yang ditegakan, hendaklah Kristus makin bertambah dan kita semakin berkurang. Let Holy Spirit drives life, not potency. Rindukanlah untuk dipakai Tuhan secara luar biasa, bukan biasa-biasa saja. Kita bukan hanya sekedar ‘hamba Tuhan’ tetapi ‘sahabat Tuhan’ karena seorang sahabat tahu apa yang dilakukan sahabatnya tetapi hamba tidak tahu apa yang dilakukan oleh tuannya. Tuhan menghendaki kematian kedagingan terlebih dahulu sebelum kita diurapi (itulah sebabnya Daud diurapi melalui tanduk binatang, sedangkan Saul hanya melalui tangan seorang nabi). Kemurnian karakter dan ketaatan kita diuji disaat kita sedang sendirian.
  2. Kesucian. Hendaklah kita menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa mencemari kita (bad influence). Life is dangerous. Jangan bahayakan hubungan kita dengan Tuhan, pasangan dan ‘para penonton’ kita. Mujizat kreatif bisa terjadi jika kita belajar takut akan Tuhan.
  3. Keintiman dengan Tuhan adalah segalanya dan terpenting. Life without God is nothing. Lima menit bersama Tuhan lebih berarti dibanding lima jam melihat kebangkitan orang mati. Percayalah ketika kita intim dengan Tuhan, orang mati akan dibangkitkan melalui hidup kita. Sukses bukan soal ‘jumlah’ tetapi bagaimana kita tetap bahagia hidup di dalam Tuhan dalam keadaan apapun. Tuhan Yesus memberkati.

Bersaksi Mengasihi Jiwa-Jiwa Yang Terhilang

Yohanes 6:7-9 – “Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?””

Sebagian besar umat Tuhan berhenti melangkah untuk menjadi saksi Kristus karena melihat kekurangan diri sendiri. Mereka berpikir bahwa mereka harus menjadi seorang pribadi yang “sempurna” terlebih dahulu untuk bisa menjadi saksi Kristus. Padahal, Tuhan tidak menginginkan hal seperti itu terjadi, Tuhan sangat mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang dan sangat menghargai setiap ciptaan-nya (manusia ataupun hewan/tumbuhan/dsb). Jadi, jangan pernah berpikir untuk mengandalkan diri sendiri dalam menjadi saksi Kristus, Anda mempunyai Roh Kudus yang akan selalu menuntun, membimbing dan menolong Anda dalam bersaksi.

Bagi Tuhan, jiwa-jiwa itu sangat berharga. Oleh karena itu, seekor ikan pun tak dibiarkan-Nya tersisa dalam kisah Yesus memberi makan banyak orang.

Yohanes 6:12-13 – “Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.”

Tuhan Yesus memberkati.

Happy Disciples Of Jesus

Matius 5:1-12

Kunci sukses orang Kristen adalah “I’m a happy Christian”. Be holy, then be happy. Buat kekudusan sebagai tujuan hidup, bukan kebahagiaan. Tapi berbahagialah karena kekudusan, kamu akan memperoleh kebahagiaan kalau hidupmu kudus di hadapan Tuhan.

Orang-orang yang berbahagia adalah mereka yang:

  1. rendah hati dan memiliki hati yang benar di hadapan Tuhan (Mat 5:3)
  2. tidak mengasihi diri sendiri, melainkan mengasihi orang lain dan berdukacita karena jiwa-jiwa yang terhilang (Mat 5:4, mereka telah memiutangi Tuhan)
  3. menggunakan kekuatannya untuk menguatkan mereka yang lemah dan memberi nilai lebih kepada orang lain (Mat 5:5, mereka akan menjadi pemimpin)
  4. rajin mendekat kepada Tuhan (Mat 5:6, percaya saja pada Firman Tuhan semustahil apapun keadaan kita untuk mempercayai-Nya, Tuhan tahu apa yang harus Dia lakukan)
  5. murah hati dan memperhatikan kesusahan orang lain, bahkan orang yang telah menyakitinya (Mat 5:7, mereka akan beroleh kemurahan)
  6. meresponi panggilan Tuhan untuk hidup kudus (mat 5:8, tetap jujur dan sungguh-sungguh dalam bekerja, promosi itu datangnya dari Tuhan, kekudusan itu ada upahnya)
  7. rindu dipakai oleh Tuhan secara luar biasa menjadi juru selamat dunia sebagai totalitas dalam pelayanan kepada Tuhan, bukan kesombongan dan tidak setengah-setengah dalam bekerja (Mat 5:9)
  8. dianiaya karena ikut Tuhan atau sukses karena Tuhan, difitnahkan yang jahat tapi tidak terbukti sebab Tuhan membela dan beserta, memang melakukan hal yang benar di mata Tuhan meski dunia tak menyukainya (Mat 5:10-12, upahmu besar di Surga)

The Father’s Love

Yohanes 15:1-5

Mengenal kasih Bapa, kuncinya adalah tinggal dalam kasih Bapa. Jangan sia-siakan setiap detik dalam hidup kita di luar kasih Bapa. Jangan kerja keras sendiri! Surga di bumi berarti Surga di hati kita. Kita didisiplinkan Tuhan karena kita bukan anak-anak gampangan. Lebih baik kita jatuh ditangan Tuhan dari pada ditangan orang fasik yang tak mengenal pengampunan.

Berbuah berarti semua potensi dalam hidup kita berkembang secara penuh dalam kehidupan kita untuk kemuliaan Tuhan sehingga kita mengalami kebahagiaan sejati. Kita dikasihi Bapa apa adanya, bersukacitalah! Tuhan sangat mengerti kita meski kita tidak mengerti Dia.

When you feel that you are lonely, always remember that God is always be with you. He is really understand you at all.

 

One Love Until The End

Mintalah tuntunan Roh Kudus untuk mencari pasangan

Bersabarlah dan menantikan dia yang Tuhan sudah sediakan bagi kita, ditandai dengan bermunculannya teman-teman yang kudus dan takut akan Tuhan

Tuhan menghargai hak bebas kita dalam memilih pasangan, tetapi jangan memilih pasangan yang tak seiman karena terang tidak bisa bersatu dengan gelap (2 Kor 6:14). Jangan paksa Tuhan untuk memberkati yang Dia tidak suka karena Dia Raja. Mulailah suatu hubungan dengan benar dari awalnya. Nobody’s perfect and we’ll face those imperfect things, just prepare!

Jadilah anak muda yang selalu bersukacita, percaya diri, memiliki kuasa Allah, buat keputusan dengan bijak dan Tuhan akan memberkatimu.

7 tipe pasangan yang tak seimbang:

  1. Bertepuk sebelah tangan
  2. Anda menjadi juru selamat hidupnya (karena perasaan bersalah dan kasihan)
  3. Pacaran karena mencari “kesembuhan batin” dari pasangan kita – pulihkanlah dahulu dirimu, keluarlah dari gambaran diri yang tak sempurna, baru bangun sebuah hubungan lagi; carilah pasangan hidup yang membangun diri kita dan jangan “menuntut” kasih dari orang lain
  4. Hanya terpikat pada penampilan luar (Amsal 32:30) – sebuah hubungan yang baik perlu proses
  5. Cuma cinta lokasi ditempat yang tak normal/tak biasa
  6. Berniat untuk berontak/pembuktian kemampuan diri
  7. Anda mencintai kepunyaan orang lain – kamu adalah anak Raja jadi sudah sepatutnyalah mendapatkan pasangan yang terbaik dari Tuhan, carilah orang yang single & available (bebas menjalin hubungan dengan kamu) dan jangan gunakan kebebasan yang kamu miliki untuk hal-hal yang tidak memuliakan nama Tuhan