Penuh Roh Kudus & Menjadi Saksi Kristus

Shalom! Kisah Para Rasul 1:8 berkata “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”” Berdasarkan ayat tersebut, Yerusalem berarti keluarga kita, Yudea berarti saudara seiman, dan Samaria berarti orang-orang yang tidak seiman. Orang yang akan melihat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya kelak adalah murid-murid Yesus, untuk itu kita harus diperlengkapi oleh kuasa Roh Kudus dan menjadi saksi Kristus. Sebagai murid Kristus, kita harus terlibat dalam penuaian jiwa besar-besaran di akhir zaman ini (Pentakosta ke-3). Penuaian jiwa besar-besaran hanya dapat terjadi dengan kuasa Tuhan, bukan karena kesanggupan kita sendiri. Goncangan-goncangan yang terjadi di akhir zaman ini dimaksudkan agar semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus, karena hanya nama Yesus yang memberikan keselamatan kekal bagi setiap orang: Kerajaan Allah adalah satu-satunya hal yang takkan tergoncangkan. Sekaranglah waktunya penuaian jiwa-jiwa besar-besaran itu! Penuaian jiwa yang besar dimulai dari setiap hati yang hancur dan tak berdaya namun dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya yang luar biasa. Kisah Para Rasul 2:14 berkata “Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.” Ada kuasa dalam perkataan kita, Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melakukan hal-hal seperti yang Tuhan kehendaki. Tuhan tidak merancangkan kecelakaan bagi kita melainkan masa depan yang penuh harapan dan bahagia, kita akan diangkat menjadi kepala dan bukan ekor, semakin naik dan bukan turun. Kisah Para Rasul 2:41-47 berkata “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Kuasa Allah sanggup melembutkan hati manusia yang setegar batu sekalipun. Kita harus menyatakan kebenaran di mana pun kita berada dengan mengatakan Firman Tuhan dan percayalah perubahan besar ke arah yang lebih baik pasti terjadi. Tuhan terlalu sanggup untuk mengubahkan segala hal menjadi lebih baik! Tahun ini adalah tahun Yobel (tahun pembebasan) dan tahun pemulihan segala sesuatu, percaya dan perkatakanlah itu! Kisah Para Rasul 3:4-7 berkata “Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.” Mungkin banyak hal yang terlalu mustahil bagi kita, tetapi percayalah bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Yesus. Nama Yesus adalah Nama di atas segala nama yang sanggup menjadikan apa yang mustahil menjadi mungkin.

Advertisements

The True Worshipper

Shalom!

Kita berada dalam era Pentakosta ke-3 dimana bumi akan dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan seperti air yang menutupi dasar laut, karenanya hari-hari ini kita akan dibawa ke dalam suatu penyembahan yang semakin intim kepada Tuhan. Ketika kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang kudus, berkenan dan hidup di hadapan Tuhan maka hidup kita akan dipenuhi oleh kasih-Nya. Untuk masuk ke dalam penyembahan yang intim kepada Tuhan (dipenuhi Firman Tuhan dan Roh Kudus), maka terlebih dahulu kita mengaku dosa kepada Tuhan agar Tuhan mengampuni dan mentahirkan kita dari dosa-dosa tersebut. Kita harus disucikan dengan darah Yesus untuk mati dari hidup yang lama, kemudian bangkit bersama Kristus dalam hidup sebagai manusia yang baru agar hadirat Tuhan turun dalam kehidupan kita. Roh, jiwa dan tubuh kita harus terpelihara sempurna hingga kedatangan-Nya yang kedua kelak.

Ibrani 9:11-12 berkata “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. ” Dalam Perjanjian Lama, umat Tuhan harus menyucikan dirinya dari dosa melalui seorang imam namun dalam Perjanjian Baru kini Tuhan Yesus sendirilah yang menghapuskan dosa kita sehingga kita dilayakkan untuk beribadah secara intim dengan Bapa. “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:6-8)

Lalu bagaimana masuk dalam penyembahan yang intim kepada Tuhan? Yohanes 4:23 berkata “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Kelegaan, ketenangan, damai sejahtera dan kebahagiaan adalah bagian yang diperuntukan Tuhan bagi kita, bukan sebaliknya (kecemasan, putus asa, kecewa) karena melalui keintiman dengan Tuhan maka dari dalam hati kita akan mengalir aliran air hidup yang membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Tuhan menghendaki kita menjadi penyembah-penyembah yang benar dalam Roh dan kebenaran bukan hanya di gereja tetapi dalam setiap langkah hidup kita setiap saat, lakukanlah segala sesuatunya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Inilah yang memberikan kita sebuah pencerahan dan memiliki hidup yang berpengharapan.

Ketika kita lebih mengutamakan kehidupan jasmani kita, maka kita akan menjadi lemah. Namun, bersyukurlah sebab Tuhan memberikan kita kesempatan untuk mengalami perjumpaan dengan-Nya melalui doa, pujian dan penyembahan sehingga kita mendapatkan kekuatan baru ditengah ketidakstabilan keadaan dunia yang bisa mempengaruhi kehidupan kita. Hadirat Tuhanlah yang akan mengubahkan kehidupan kita dan membuka pintu-pintu yang tertutup dalam kehidupan kita. Worship God anytime, anywhere, anyway.