Menyiapkan Bagi Tuhan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya

Tanggal 21/09/2017 – 09/09/2018 kita memasuki tahun 5778, yang mana:

Angka 70 (ayin) melambangkan mata Tuhan yang tertuju pada kita.

Mazmur 33:18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,

Mazmur 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Tuhan selalu memberi visi pada kita, semuanya membutuhkan “tindakan” maka janji-Nya sedikit demi sedikit akan dibukakan oleh Tuhan.

Angka 8 (chet) melambangkan permulaan yang baru.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Tahun ini GBI Gatot Subroto berusia 30 tahun. Daud, Yusuf dan Yesus dipakai Tuhan di usia 30 tahun, ini berarti angka 30 pun melambangkan permulaan yang baru. Generasi milenial (kelahiran 1980, 1981, dst) umumnya generasi yang paling bermasalah (pemberontak, susah diatur, narsis, malas), namun Tuhan sangat mengasihi generasi milenial dan akan memakai mereka secara luar biasa.

Apa yang kita teladani dari Daud, Yusuf dan Yesus (generasi milenial yang dipakai Tuhan)?

  1. Mereka mengasihi Tuhan.
  2. Mereka mengalami proses yang menyakitkan namun keluar sebagai pemenang.
  3. Mereka dipenuhi Roh Kudus. Yesaya 32:15-17 Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun (=jiwa yang belum menerima Roh Kudus) selalu akan berlaku keadilan (=saling membalas kejahatan) dan di kebun buah-buahan (=jiwa yang sudah menerima Roh Kudus) akan tetap ada kebenaran (=tidak membalas kejahatan). Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Memikirkan perkara yang di atas artinya: memprioritaskan hal-hal yang rohani dan meresponi masalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Hanya orang-orang demikian yang akan rapture. 

Wahyu 2-3 mengutip pesan Tuhan bagi gereja-Nya, yang mana jika kita melakukan hal-hal yang menyenangkan Tuhan (=menang) pasti kita mendapat reward dari Tuhan, namun jika kita melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan (=kalah) tentu tidak mendapat reward tsb.

Jangan mati rohani dan suam-suam kuku! Orang yang mati rohani kelihatannya melayani Tuhan sedemikian rupa tapi tanpa kuasa Roh Kudus dalam dirinya, orang yang suam-suam kuku itu orang-orang Kristen yang berkompromi dengan dunia (Kristen tapi kerohaniannya payah). Dengan demikian, sangat sulit bagi orang-orang luar untuk mengenal Tuhan karena sangat sedikit orang Kristen yang sungguh-sungguh menghidupi nilai-nilai Alkitabiah. Tuhan jijik dengan falsafah-falsafah yang mencampur adukan nilai-nilai Alkitabiah dengan prinsip-prinsip kesuksesan dunia.

Efesus 5:14-17 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur (=suam-suam kuku) dan bangkitlah dari antara orang mati (=mati rohani) dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (=keselamatan bagi umat manusia).

Kita tak pernah tahu seberapa lama kesempatan hidup yang Tuhan beri, karenanya jangan menunda-nunda untuk hidup dalam kebenaran. Mazmur 90:10-12 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Bagian Tuhan adalah menyelamatkan kita, sedangkan bagian kita harus hidup dalam pertobatan dan pengudusan untuk kelak dimuliakan oleh Tuhan.

Ibrani 10:26-27 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Roma 8:29-30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Advertisements

Tahun 5778 (Ayin Chet)

Tahun 5778 (Ayin Chet) dimulai tanggal 21/09/2017 – 09/09/2018.

Angka 70 (Ayin) berbicara tentang mata Tuhan yang tertuju kepada orang yang takut akan Tuhan dan berharap kepada kasih setia-Nya (Mazmur 33:18, Mazmur 32:8). Bagi orang yang seperti itu, Tuhan menjanjikan mujizat (menerima hal-hal yang mustahil) seperti tertulis dalam Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Angka 8 (chet) berbicara tentang:

– Permulaan yang baru. Angka 7 itu simbol kepenuhan (sempurna), jadi angka 8 bisa disamakan dengan angka 1 sebagai angka pertama (awal). 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kita harus menanggalkan kedagingan yang tercatat dalam Galatia 5:19-21. 

– Dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah (dimensi Roh Kudus, supranatural). Ketika fokus kita hanya “sukses jasmani”, berarti kita masih di “angka 7” (belum masuk “angka 8”). Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Mulai sekarang, porsi hal-hal rohani harus lebih besar dibanding porsi hal-hal jasmani.

Bagaimana “dimensi yang melampaui jasmani” itu?

– Berkaca dari kesaksian Benny Hinn tentang bagaimana ia diberi *kesempatan kedua* oleh Tuhan, pelayanannya sudah di angka 7 (sempurna) namun tak ada yang tahu bagaimana kehidupannya yang sebenarnya di hadapan Tuhan. Mungkin kita pun seperti ini, jangan sia-siakan kesempatan kedua tsb (mulailah permulaan baru).

– Belajar dari Ayub, Alkitab mencatat tidak ada manusia di bumi yang sedemikian salehnya (Ayub 2:3, berarti ia sudah di angka 7). Setelah ia mengalami proses, barulah Ayub menyatakan “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:5). Kita harus alami proses (tidak berada di zona nyaman lagi) hingga mengalami mujizat itu sendiri (bukan hanya sekedar kata-kata), maka jangan lari dari proses tsb karena itu baik bagi kita untuk masuk dalam dimensi yang baru seperti Ayub telah dipulihkan bahkan menerima berkat 2x lipat dari sebelumnya.

Kasih Tuhan Yesus Begitu Luar Biasa Bagi Kita

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,     
Bulan yang lalu kita bersama-sama memperingati Paskah, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, dan pada bulan ini kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, sekaligus pencurahan Roh Kudus pada Hari Raya Pentakosta.       
Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (namanya siapa? YESUS!), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Bulan ini saya mengajak Saudara semua untuk merenungkan dan merasakan kembali kasih Tuhan yang luar biasa. Tuhan tidak menghendaki kita binasa atau masuk neraka, tetapi masuk sorga dan hidup kekal bersama-sama Dia selama-lamanya di sorga. Memang akhir-akhir ini Tuhan banyak menyuruh saya untuk berbicara tentang sorga dan neraka. Tuhan menyuruh saya membaca buku-buku tentang pengalaman mereka-mereka yang diajak Tuhan naik ke sorga serta neraka. Setelah banyak melihat dan merenungkan, ada 2 hal yang terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini, yaitu:     
1.  Saya lebih menghormati dan menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dan kasih-Nya     
2.  Saya mengerjakan keselamatan dengan lebih takut dan gentar.       Apakah ketika Saudara mendengar khotbah-khotbah seperti itu juga merasakan hal yang sama? Alkitab katakan bahwa umur manusia itu 70 tahun dan kalau kuat 80 tahun, setelah itu kemana? Setelah itu kita diperhadapkan kepada 2 tempat, yaitu sorga atau neraka dan itu untuk kekekalan. Hidup kekal selama-lamanya atau mati kekal selama-lamanya? Pilihan ada pada kita! Jangan menukar kekekalan dengan kehidupan sekarang yang hanya bersifat sementara. Kita harus sungguh-sungguh memikirkan hal itu sehingga fokus kita dalam kehidupan di dunia ini bukan hanya untuk memikirkan bagaimana supaya sukses dalam mendapatkan uang, pangkat atau popularitas, sebab itu tipuan Iblis semua. Tetapi fokus hidup kita sekarang ini haruslah mempersiapkan diri untuk masuk kepada masa kekekalan, yaitu untuk hidup kekal selama-lamanya bersama dengan Tuhan Yesus.      
Pada waktu saya masih kecil, gereja begitu berani berkata, “Sorga atau neraka?”. Lama-kelamaan tidak demikian lagi, sebab kalau Saudara dengar hari-hari ini ternyata gereja mengalami degradasi dan saya tidak tahu alasannya yang pasti. Mengapa gereja tidak lagi berani bicara secara tegas tentang sorga dan neraka? Gereja dulu berkata, “Sorga atau neraka?”, lama-lama berubah menjadi, “Selamat atau tidak selamat?” dan sekarang malah,“Diberkati atau tidak diberkati?”. Ini sudah merupakan degradasi atau penurunan sebab itu hanya berbicara tentang hal-hal yang duniawi dan fana. Padahal kita mempersiapkan diri untuk yang kekal. Amin!       

PENDERITAAN TUHAN YESUS     
Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita. Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Tuhan Yesus mati menggantikan Saudara dan saya. Penderitaan Tuhan Yesus dimulai di Taman Getsemani. Tuhan Yesus mengalami ketakutan yang luar biasa, sehingga peluh-Nya bertetesan menjadi seperti darah. Ini satu bentuk tekanan yang luar biasa. Kemudian datanglah murid Tuhan Yesus yang bernama Yudas Iskariot. Dengan ciuman mautnya dia mengkhianati dan menyerahkan Tuhan Yesus. Itu satu bentuk pengkhianatan yang luar biasa. Lalu Tuhan Yesus ditangkap dan dibawa ke rumah Imam Besar Kayafas serta dihadapkan di Mahkamah Agama. Di sana Tuhan Yesus diludahi, ditampar, dipukul, dsb. Ini adalah masalah hati. Tetapi Tuhan Yesus hanya diam. Kemudian Tuhan Yesus dibawa kepada Pilatus dan dicari kesalahan-Nya namun tidak dapat ditemukan. Tuhan Yesus kemudian diserahkan untuk disalibkan.          
Proses awal dari penyaliban, Tuhan Yesus dihukum cambuk. Jubah-Nya dibuka dan Tuhan Yesus dicambuk. Luka di sekujur tubuh-Nya dan darah mengalir keluar, sakitnya luar biasa. Ditambah lagi Tuhan Yesus diberikan mahkota duri di kepala-Nya. Belum selesai, lalu tangan dan kaki Tuhan Yesus dipaku dan Dia digantung di atas kayu salib. Dia menderita sengsara yang luar biasa dan dada-Nya terasa sesak. Belum lagi orang-orang yang lalu-lalang semuanya menghujat Dia. Orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan para tua-tua semuanya menghujat Tuhan Yesus bahkan salah satu penjahat yang di sebelah Tuhan Yesus ikut menghujat-Nya. Sakitnya luar biasa! Penderitaan Tuhan Yesus secara lahir dan batin dialami-Nya. Itulah kematian yang seharusnya Saudara dan saya tanggung! Namun Dialah yang telah menanggung semuanya itu.      
Dan sekitar jam 12 siang hingga jam 3 sore tiba-tiba langit di Golgota gelap. Tuhan Yesus gelisah karena merasa ditinggalkan oleh Allah Bapa, sehingga Dia berteriak, “Eli, Eli, lama sabakhtani? Eli, Eli, lama sabakhtani? Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Saya percaya penderitaan sebelumnya yang Tuhan Yesus alami itu bukan apa-apa dibandingkan dengan penderitaan-Nya yang terakhir karena Dia ditinggalkan Bapa. Ini konsekuensi yang harus Tuhan Yesus tanggung karena orang berdosa itu ditinggalkan oleh Allah Bapa di mana Roh Allah meninggalkan orang itu. Itulah yang harus Tuhan Yesus tanggung dan itu sangat berat bagi-Nya. Karena Tuhan Yesus selalu ada kontak dengan Bapa-Nya setiap hari, Dia selalu berada di hadirat-Nya. Namun ketika itu tiba-tiba Dia tidak bisa merasakan hadirat Bapa dan Dia ditinggalkan sendirian. Itulah puncak penderitaan Tuhan Yesus!      
Saudara, sejak awal pelayanan saya selalu menekankan 3 hal ini, yaitu:     
1.  Hadirat Roh Kudus atau hadirat Tuhan itu sendiri     
2.  Pengurapan oleh Roh Kudus     
3.  Bahasa roh     
Ketiga hal ini yang menjadi penekanan pelayanan saya sampai dengan hari ini. Alangkah tersiksanya kalau saya sampai tidak masuk hadirat Tuhan. Saya ingin bertanya kepada Saudara, apakah Saudara juga mengalami hal yang seperti itu? Berbahagialah Saudara kalau setiap saat Saudara merindukan hadirat Tuhan. Alkitab berkata, “Dihadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah..” (Mazmur 16:11). Kalau Saudara bersukacita sepanjang hidup Saudara, Saudara akan sembuh! Sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur dan sukacita yang seperti itu hanya ada di dalam hadirat Tuhan. Amin!    

KEBANGKITAN TUHAN YESUS     
Setelah mengalami puncak penderitaan, Tuhan Yesus tiba-tiba berkata, “Sudah selesai!”.Tuhan Yesus mati! Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita! Karena dosa Saudara dan saya Dia harus mati. Betapa kasih-Nya luar biasa. Tuhan Yesus mengasihi Saudara, Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Haleluya! Tuhan Yesus bangkit untuk Saudara dan saya! Sebab kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit, maka:     
1.  Pemberitaan Firman Tuhan itu sia-sia     
2.  Kepercayaan kita sia-sia dan kita masih ada di dalam dosa-dosa kita     
3.  Orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan tetap binasa     
4.  Kita disebutkan orang-orang yang paling malang dari segala manusia.     
5.  Mujizat dan kesembuhan tidak akan ada lagi      
Tetapi puji Tuhan karena Tuhan Yesus bangkit, maka:     
1.  Pemberitaan Firman Tuhan tidak sia-sia.     
2.  Kepercayaan kita tidak sia-sia, kita tidak di dalam dosa kita lagi, tetapi kita akan hidup kekal selama-lamanya bersama dengan Tuhan Yesus.     
3.  Orang-orang mati di dalam Tuhan akan dibangkitkan kembali.      
4.  Kita bukan orang-orang yang paling malang dari segala manusia, tetapi justru orang-orang yang paling beruntung dari segala manusia.
5.  Mujizat dan kesembuhan itu masih ada sampai dengan hari ini.      Dan Tuhan Yesus katakan, “Tahun 2015 adalah tahun pelipatgandaan mujizat!”. Haleluya!    
TUHAN YESUS MENAMPAKKAN DIRI KEPADA MURID-MURIDNYA     
Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Dan setelah itu selama 40 hari Tuhan Yesus berulang-ulang menampakkan diri-Nya kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya. Untuk apa?     
1.  Untuk membuktikan bahwa Tuhan Yesus hidup!     
2. Untuk mengunjungi murid-murid-Nya yang mengalami frustrasi, tergoncang, terluka akibat kematian Tuhan Yesus. Dia sangat mengasihi Saudara, Dia akan mengunjungi Saudara yang mungkin keadaannya sama seperti murid-murid pada waktu itu.      

Tuhan Yesus Mengunjungi Tomas     
Saya ingat pada waktu Tuhan Yesus mengunjungi Tomas. Dia tidak percaya kalau Tuhan Yesus bangkit karena pada waktu Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya, Tomas tidak ada di tempat. Tomas berkata, “Aku tidak akan percaya sebelum aku melihat bekas luka di tangan-Nya serta bekas luka di lambungnya dan mencucukkan jariku ke dalamnya, sekali-kali aku tidak percaya!”.      
Tuhan Yesus datang khusus untuk orang yang seperti ini, yang tidak percaya seperti Tomas. Sebab Dia tahu, kalau sampai Tomas tidak percaya terus, maka dia tidak akan selamat. Untuk itulah Tuhan Yesus datang khusus kepada Tomas dan berkata, “Tomas, ini Aku…Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (Yohanes 20:27). Lalu Tomas tersungkur, “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Kemudian Tuhan Yesus berkata kepada Tomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat(mungkin mendengar) namun percaya.” (Yohanes 20:29). Itulah Saudara semua dan saya!       

Tuhan Yesus Mengunjungi Ketujuh Murid-Nya Yang Sedang Mencari Ikan     
Tuhan Yesus mengunjungi ketujuh murid-Nya yang sedang frustrasi, yaitu Petrus, Yohanes, Yakobus, Natanael, Tomas dan 2 murid lainnya yang sedang mencari ikan. Mereka semalam-malaman tidak mendapat ikan, tetapi Tuhan Yesus memberi komando, “Tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu, niscaya engkau akan beroleh.” Ini adalah perintah yang tidak masuk akal, karena mereka telah semalam-malaman mencari ikan dan tidak mendapatkannya. Sedangkan hari telah pagi, artinya bukan waktunya untuk mencari ikan. Apalagi sudah dekat dengan daratan karena jaraknya hanya 200 hasta (90 m) dari pantai, jadi tempat yang relatif dangkal, jadi bukan tempatnya ikan. Namun mereka semua taat dan mujizat yang kreatif itu terjadi. 153 ekor ikan besar-besar berhasil ditangkap dan jalanya tidak koyak. Itulah Tuhan Yesus.      
Mungkin ada di antara Saudara yang sedang frustrasi dengan keadaan ekonomi atau pekerjaan Saudara saat ini, jangan kuatir sebab Tuhan pasti melawat Saudara. Saudara percaya dan taat saja, meskipun perintah-Nya tidak masuk akal. Tetapi kalau Saudara percaya, taat dan lakukan, maka pelipatgandaan mujizat akan terjadi dalam hidup Saudara.           

Tuhan Yesus Memulihkan Petrus     
Saya ingat bagaimana Tuhan memulihkan Petrus di mana Petrus mengalami guilty feelingyang luar biasa. Tuhan Yesus berkata, “Petrus, sebelum ayam berkokok, kamu telah menyangkal Aku 3 kali.” Berbeda dengan Yudas, Petrus tidak pernah merencanakan perbuatan menyangkal Tuhan Yesus, namun itu terjadi. Sebelum ayam berkokok Petrus telah menyangkali Tuhan Yesus 3x. Pada saat ketiga kalinya Petrus menyangkali-Nya, bertepatan Tuhan Yesus memalingkan wajah-Nya kepada Petrus. Empat mata beradu dan Petrus menangis tersedu-sedu.          
Dan ketika mendatangi Petrus, Tuhan bertanya, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada segalanya?” Petrus langsung menjawab, “Ya Tuhan, aku ini mengasihi Engkau lebih dari semuanya”. Lalu Tuhan Yesus berkata, “Kalau begitu gembalakanlah domba-domba-Ku.” Namun kemudian Tuhan bertanya kembali untuk kedua kalinya bahkan sampai 3x, di situlah Petrus menangis dan berkata, “Ya Tuhan, aku mengasihi Engkau lebih dari semuanya” dan kembali Tuhan berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”Apakah Saudara mengasihi Tuhan Yesus? Kalau Saudara mengasihi-Nya, Tuhan Yesus berkata,“Gembalakanlah domba-domba-Ku.”     

TUHAN YESUS NAIK KE SORGA     
Setelah 40 hari berulang-ulang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke sorga dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya. Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 14:2-3, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”      
Saat ini Tuhan Yesus ada di sorga. Dia sedang menyediakan tempat buat Saudara dan saya. Tuhan Yesus berkata, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.” Tidak lama lagi Dia akan datang kembali dan waktu kedatangan-Nya sudah sangat-sangat-sangat dekat. Amin! Untuk itu pesan Tuhan kepada kita semua, “BERJAGA-JAGALAH!”.      Ada 2 pesan Tuhan yang harus saya sampaikan, yaitu:      
1.  Kita Harus Memiliki Kasih yang Mula-mula     
Dalam Wahyu 2, Tuhan Yesus berpesan kepada jemaat di Efesus: “ Aku tahu segala pekerjaanmu…engkau rajin, tekun, tidak dapat sabar terhadap orang jahat yang menyebut dirinya rasul, tetapi sebenarnya adalah rasul palsu. Engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku. Engkau melayani pekerjaan Tuhan dengan tidak mengenal lelah. Dan engkau membenci perbuatan-perbuatan pengikut Nikolaus yang juga aku benci.” Bukan benci orangnya tetapi benci perbuatannya di mana pengikut-pengikut Nikolaus mempunyai pengertian bahwa perzinahan dan percabulan tidak berpengaruh terhadap keselamatan.       
1 Korintus 6:9-10, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”       Kita harus hati-hati dan jangan sampai di ’nina-bobo’ kan dengan pengajaran yang berkata,“Sudah jadi orang Kristen toh? Ya sudah, semuanya beres! Semuanya sudah ditanggung oleh kasih karunia! Sudah pasti masuk sorga.” Ini artinya di ’nina-bobo’ kan! Jemaat di Efesus membenci perbuatan-perbuatan seperti itu, mereka adalah orang Kristen yang luar biasa. Tetapi apa pandangan Tuhan Yesus terhadap jemaat Efesus? Tuhan berkata, “Tetapi Aku mencela engkau, sebab engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Karena itu bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak, Aku akan datang mengambil kaki dianmu dari tempatnya.”      
Lalu Tuhan Yesus berjanji, “Barangsiapa menang, kalau engkau mau bertobat, engkau mau berubah dan engkau dalam kondisi kasih yang mula-mula, engkau akan Aku beri makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” Mungkin kita belum sampai seperti itu, tetapi karena mereka tidak memiliki kasih yang mula-mula, apa pun yang mereka lakukan dalam melayani pekerjaan Tuhan, Tuhan berkata, “Betapa dalamnya engkau telah jatuh!” Saya berdoa supaya semua yang ada di tempat ini semuanya menjadi pemenang. Saudara harus keluar sebagai pemenang!       
2.  Kita Harus Mengumpulkan Harta Di Sorga     
Hal kedua yang Tuhan katakan adalah tentang hal mengumpulkan harta. Tuhan berpesan supaya kita harus mengumpulkan harta di sorga dan bukan harta di bumi. Sebab harta di sorga, ngengat dan karat tidak akan merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Firman Tuhan berkata, “Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada.” Kalau Saudara sekarang beratnya untuk mengumpulkan harta di bumi, berarti hati kita di bumi dan bukan di sorga. Tetapi kalau kita mengumpulkan harta kita di sorga, hati kita pun di sorga. Apakah kita mau hidup di bumi selamanya? Tentu tidak, sebab Alkitab katakan umur kita 70 – 80 tahun, setelah itu pilih hidup kekal selama-lamanya atau mati kekal selama-lamanya? Tetapi Tuhan berkata, “Kumpulkanlah harta di sorga!”. Kita tidak bisa mengabdi di dunia kepada 2 tuan, tidak bisa mengabdi kepada Allah dan kepada mamon. Jangan menjadi orang Kristen dengan kehidupan ganda.       

Kesaksian Ibu Suzette Hattingh     
Pada waktu dia merilis kesaksian ini dia berkata supaya tolong diterima secara dewasa dan juga dibawa dalam doa, sebab itu bisa ‘dipelintir-pelintir.’ Pada tahun 2000 dia mendapatkan mimpi tentang kedatangan Tuhan. Dia berkata pada waktu itu, “Saya sama sekali belum siap”.Tetapi untungnya kata Tuhan itu masih dalam masa persiapan. Kemudian di tahun 2013 kembali dia bermimpi dan waktu itu pun dia belum siap. Akhirnya dia mendapat mimpi yang terakhir di bulan Mei 2014, jadi 1 tahun yang lalu. Di mimpi itu Tuhan berkata, “Sekarang waktunya pengangkatan! Pesta perkawinan Anak Domba sudah akan dimulai. Tidak ada waktu lagi!” Lalu dia melihat orang-orang yang berpakaian putih pergi ke pesta perkawinan. Lalu dia pun berganti baju dan memakai pakaian putih juga. Tetapi alangkah kagetnya ketika dia melihat pakaiannya, sebab dilipatan roknya yang sebelah kiri ada noda. Dia sudah tidak berpikir tentang noda itu lalu dia berangkat saja ke pesta. Tetapi ketika dia sampai di tempat pesta perkawinan itu tiba-tiba dia merasakan kalau dia kurang bergairah kepada Sang Mempelai Pria. Mempelai Pria itu mengasihinya tetapi dia yang kurang bergairah. Kemudian dia baru mengerti bahwa inilah yang dimaksud dengan noda tersebut. Dia tidak dalam kondisi kasih mula-mula! Lalu dia pun terbangun dan Tuhan tiba-tiba berkata, “Mempelai-Ku sekarang memang jatuh cinta kepada-Ku, tetapi mereka tidak dalam kondisi cinta seperti kasih yang mula-mula!”. Dan Tuhan memberikan pesan, ”Yang Aku inginkan adalah keintiman, bukan kegiatan!”. Di situ Suzette langsung mengerti dan saya percaya kalau dia mempersiapkan dirinya sekarang. Mungkin Saudara terlalu sibuk karena di dunia ini seolah-olah mau tidak mau Saudara disibukkan, dipacu dan dipaksa untuk sibuk sehingga kehilangan kasih yang mula-mula. Dan ini akibatnya fatal! Kita harus seperti Maria yang duduk di kaki Yesus serta mendengarkan Dia dan bukan seperti Marta. Seperti apa yang Tuhan katakan bahwa kita sedang masuk dalam Tahun Sabat di mana kita harus banyak beristirahat dalam hadirat Tuhan. Pilihan ada di tangan kita, tetapi saya berdoa supaya semua berjaga-jagalah!       

Kesaksian Ps. Park Yong Gyu     
Kesaksian ini bisa Saudara baca di Google, tetapi yang mau saya garis bawahi adalah saya percaya akan kesaksian itu. Karena itu saya mau saksikan sekarang. Ini adalah sebuah kesaksian dari seorang Pendeta Korea yang bernama Park Yong Gyu. Dia adalah seorang pendeta besar dengan jemaat 5000 orang. Yang luar biasa adalah dia seorang yang kaya karena dia sebutkan pada waktu itu kekayaannya adalah US $ 150.000.000 atau sekarang sekitar 2 trilyun Rupiah. Dia juga mempunyai 5 mobil mewah. Di sini mungkin dia mau katakan bahwa Dia mengumpulkan harta di bumi.      
Pada tahun 1987 dia menderita sakit lalu mati. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan kepadanya untuk kembali hidup di bumi selama 20 tahun lagi. Pada waktu mati ini dia dibawa oleh Tuhan dengan diantar malaikat-Nya untuk melihat sorga dan neraka. Dia berasal dari aliran Presbyterian yang percaya sekali selamat tetap selamat dan tidak percaya kepada cerita tentang sorga dan neraka, tentang hidup kudus. Memang kalau orang sudah punya pengertian bahwa jadi orang Kristen itu sekali selamat tetap selamat, buat apa hidup kudus? Buat apa bicara tentang neraka? Buat apa berdoa, kan sudah selamat semua? Namun demikian Ps. Park adalah seorang pembicara terkenal waktu itu. Dia berkata, “Itulah keadaan saya, tetapi setelah saya diperlihatkan sorga dan neraka yang tadinya saya tidak pernah percaya akan hal itu, sekarang saya adalah salah satu orang yang disuruh oleh Tuhan menuliskan tentang sorga dan neraka.”  Dan dia bicara soal kekudusan, bahkan setelah peristiwa itu, dia menjual seluruh assetnya dan hidupnya berubah total. Dia berkata, “Ternyata bukan harta yang kita miliki di dunia yang banyak yang bisa membuat kita masuk sorga.”      
Memang penulis-penulis yang Tuhan izinkan melihat neraka, mereka diperlihatkan orang-orang Kristen yang ada di neraka. Jadi dengan jelas dikatakan ada pendeta, penatua, majelis dan jemaat yang ada di neraka. Bahkan dia terkaget-kaget karena melihat ada pendeta yang terkenal ada di neraka! Jadi supaya Saudara tahu bukan berarti kalau namanya Kristen itu tidak akan masuk neraka. Dan itu saya sangat percaya sebab dari dulu Firman Tuhan dengan jelas sudah berbicara kepada kita. Dan ini Tuhan buktikan.      
Apa yang Ps. Park lihat? Di sana dia dibawa ke 3 tempat untuk melihat:     
– Yang pertama dia dibawa ke tempat anak-anak, indahnya bukan main. Anak-anak itu ditempatkan di sebuah kebun yang tidak dapat dia tuliskan betapa indahnya kebun itu.     
– Yang kedua dia diperlihatkan orang-orang Kristen, ada yang pendeta, penatua dan jemaat yang mendapat rumah satu persatu. Rumahnya ada yang besar dan ada yang sedang, tetapi mereka semua senang sekali.     
– Yang ketiga dia dibawa ke tempat yang jauh dari situ di mana dia berjalan cukup jauh dan        malaikat berkata bahwa dia akan melihat rumah.     
Namun sesampainya di sana dia heran, “Mana rumahnya?” karena tidak melihat rumah-rumah, melainkan hanya melihat gudang-gudang. Lalu dia diberitahu oleh malaikat yang mengantarnya, “Ini adalah bagian tempat pendeta yang sebelah sini, dan di sebelah sana untuk para pemimpin. Aku akan mengajak kamu ke tempat pendeta, ya.” Kemudian dia dibawa masuk, lalu apa yang dilihatnya? Dia melihat gudang yang dia katakan ‘seperti kandang ayam’cuma isinya jiwa-jiwa. Di sana dia kaget, “Loh ini pendeta yang menjadi ikon di Korea mengapa ada di sini?” Dan mereka yang ada di sana mukanya suram dan pakaiannya juga suram. Kemudian dia berkata, “Untung masih masuk sorga, tetapi kalau saya jika disuruh memilih maka saya akan memilih tempat yang tadi, yang ada rumah-rumahnya itu!” Di kandang ayam itu adalah tempat orang-orang Kristen yang masuk sorga dengan perasaan malu.      
Dalam 1 Korintus 3 dikatakan bahwa kita membangun tubuh kita, artinya membangun kehidupan kita dengan dasar Tuhan Yesus karena kita percaya. Masalahnya sekarang, dengan bahan apa kita membangunnya? Dengan emas, perak dan batu permata atau dengan kayu, rumput kering atau jerami? Semuanya akan terbukti pada waktu diuji dengan api. Jadi kalau terbakar maka bahannya adalah kayu, rumput kering atau jerami. Selamat sih selamat, tetapi seperti keluar dari dalam api. Itulah orang-orang yang ada di dalam kandang ayam tadi. Tetapi yang membangun dengan dasar emas, perak dan batu permata itu akan mendapat upah dari Tuhan, yaitu rumah-rumah. Saya mau bertanya, Saudara mau tinggal di mana, mau di rumah atau kandang ayam?      
Untuk itu ada syaratnya. Mereka yang tinggal di ‘kandang ayam’ karena mereka tidak pernah mengirimkan bahannya. Kepadanya diberitahu kalau mau membangun rumah maka bahannya  adalah berapa lama kamu gunakan waktu dalam hidupmu untuk:     
1.  Memuji dan menyembah Tuhan     
2.  Berdoa     
3.  Membaca Firman Tuhan     
4.  Menginjil kepada orang lain     
5.  Membawa persembahan kepada Tuhan yang berupa uang atau jiwa-jiwa     
6.  Seberapa taat memberikan perpuluhan dengan benar     
7.  Melayani pekerjaan Tuhan     
Itulah bahan-bahan untuk membangun rumah tadi; kalau tidak, akan tinggal di ‘kandang ayam’ seperti itu. Jangan seperti pendeta yang menjadi ikon di Korea itu yang akhirnya tinggal di ‘kandang ayam.’ Itu adalah upah!      
Kemudian Ps. Park Yong Gyu penasaran, “Apakah saya boleh melihat rumah saya?”, tetapi malaikat itu berkata, “Oh tidak boleh, sebab kamu belum mati. Memang sekarang kamu sudah mati, namun kamu akan dikembalikan ke bumi”. Tetapi karena dia terus memaksa akhirnya diperlihatkan juga. Saya percaya, yang diperlihatkan kepadanya menjadi pelajaran buat kita. Ketika diperlihatkan dia sangat kaget karena rumahnya masih pondasi. Dia bertanya,“Bagaimana mungkin hanya masih pondasi? Saya kan sudah mengirim bahan-bahannya. Pada waktu itu saya menjual rumah saya untuk gereja, saya penulis terkenal malah salah satu buku saya menjadi best seller dan saya gunakan hasilnya untuk membangun sekolah Alkitab yang menghasilkan 240 pendeta. Saya juga memberikan beasiswa kepada 400 anak-anak yang kurang mampu. Saya membuatkan rumah bagi janda-janda miskin dan sengsara. Itu bagaimana?”.Malaikat itu menjawab, “Itu semua tidak layak untuk dijadikan bahan baku, sebab semua yang kamu lakukan itu untuk popularitas kamu sendiri. Pada waktu kamu memberikan itu, kamu sebarkan beritanya kemana-mana bukan? Bukankah semua orang menjadi tahu? Kamu telah menerima penghormatan seperti itu sehingga itu tidak menjadikan bahan untuk membuat rumah.” Dia pun terdiam.       
Saudara, ketika saya mendengar kesaksian ini saya baru mengerti kenapa Tuhan Yesus berkata seperti ini, “Kalau tangan kananmu memberi, biarlah itu tidak diketahui tangan kirimu.” Itulah maksudnya! Sekarang ini memang menjadi trend di mana kalau ada orang yang mau memberikan sesuatu, lalu ramai-ramai memanggil TV untuk di shooting dan diberitakan kemana-mana supaya kelihatan bahwa dia baik hati. Itu tidak akan menjadi bahan untuk membuat rumah di sana. Terus-terang ketika membaca kesaksian ini, semua saya kembalikan kepada diri saya. Saya akan koreksi diri supaya jangan sampai apa yang kita lakukan ternyata sampai di sana membuat kita hanya melongo karena kita tidak mendapat apa-apa. Sepertinya kita sudah melakukan sesuatu yang luar biasa di sini, padahal di sana tidak ada apa-apa! Untung kalau masih masuk sorga, tetapi kalau masuk ke tempat yang satunya (neraka) bagaimana?       Saudara, Firman Tuhan yang seperti ini diperlukan oleh jemaat Tuhan hari-hari ini. Sebab kalau Firman Tuhan tidak seperti ini, tidak mungkin menjadikan seseorang mempelai Kristus atau entering the next level. Kalau diberitakan, “Tidak apa-apa, lakukan apa saja. Pokoknya kamu pasti masuk sorga!” Saya mau beritahu bahwa yang seperti itu akan membawa Saudara masuk neraka! Park Yong Gyu berkata, “Dulu banyak orang yang berkata bahwa kalau sudah percaya Yesus, sudah menjadi orang Kristen bisa melakukan apapun sekehendak hatinya, ternyata saya melihat bahwa mereka yang seperti itu ada di neraka!” Saya berdoa supaya setiap Saudara yang mendengar Firman Tuhan hari ini, semuanya bersiap-siap untuk masuk sorga dan Tuhan janjikan selama kita masih ada di dalam dunia ini mengalami, tahun 2015 tahun pelipatgandaan mujizat. Haleluya!

2015: Tahun Pelipatgandaan Mujizat

Shalom,
Bersyukurlah jika kita masih diberi kesempatan hidup hingga kini oleh Tuhan, sebab banyak orang lain yang bahkan telah dipanggil pulang ke rumah Bapa secara tiba-tiba di usia muda. Memasuki tahun 2015 kita harus sadar bahwa kasih Tuhan tak pernah habis dan selalu baru setiap pagi, maka tidak ada alasan bagi kita untuk berputus asa di tahun ini, pujilah Tuhan! Masuki tahun ini dengan semangat dan pandangan yang tertuju kepada Tuhan.
Ayin Hey berarti Tuhan hendak menunjukan jalan hidup terbaik bagi kita, karenanya mata kita harus senantiasa fokus kepada-Nya. Tahun 2015 adalah tahun pelipatgandaan mujizat. Inilah hal yang akan Tuhan kerjakan dalam hidup kita.
Efesus 3:20  Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Tuhan akan melipatgandakan mujizat-Nya dalam segala aspek kehidupan kita, semua ini Tuhan yang melakukannya bukan karena kekuatan kita. Kita harus memiliki respon yang benar dalam menghadapi kehidupan ini, yaitu membuka hati selebar-lebarnya bagi Tuhan. Biarlah kita tulus memiliki paradigma: Tuhan adalah Tuan dan kita hamba-Nya.
Kisah Para Rasul 2:19-20  Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Tahun ini kita akan melihat hal-hal ajaib berlipat-lipat ganda. Pelipatgandaan mujizat terjadi seiring dengan pelipatgandaan goncangan yang tak terduga, tetapi kita harus percaya bahwa Tuhan tetap menyertai kita.
Tahun 5775 adalah tahun iman. Ini adalah tahun double sabath, sabath berarti membiarkan begitu saja (melepaskan). Saatnya kita hidup oleh iman dengan taat sepenuhnya pada perintah Tuhan meski tidak mengerti.
Amsal 3:9-10  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Mari kita taat memberikan persembahan buah sulung kita di awal tahun ini! Semakin kita taat maka kita akan semakin mengenal Tuhan bahwa Tuhan itu lebih dahsyat dibanding yang kita duga. Ketika kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan, maka terjadilan pelipatgandaan mujizat.
Ada 2 hal yang harus kita perhatikan di tahun ini, yaitu banyak beristirahat di hadirat Tuhan dan berharap pada-Nya saja karena hari-hari ini kita masuk dalam peperangan yang sangat dahsyat. Pastikan bahwa kita mengalami Mazmur 91 disaat-saat genting ini.
Beristirahat di dalam hadirat Tuhan berarti memikirkan perkara-perkara yang di atas, semua hal yang kita lakukan di bumi harus berkorelasi dengan perkara surgawi. Lakukanlah segala sesuatunya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kita harus senantiasa berjaga-jaga dan menyiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan menjelang kedatangan-Nya yang tak terduga keduakalinya kelak. Tuhan Yesus datang lebih cepat dari yang kita duga, waktunya sudah sangat singkat.
Yesaya 40:30-31  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Mazmur 42:5  (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Filipi 4:6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Mazmur 22:3  (22-4) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. Mazmur 16:11  Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Filipi 4:6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Matius 11:28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Bersyukur adalah salah satu bentuk daripada berharap kepada Tuhan. Damai sejahtera Ilahi berbeda dengan damai sejahtera yang diberikan oleh dunia, dan itu akan kita dapatkan ketika kita bersyukur di tengah pergumulan hidup. Sudahkah kau miliki damai di hatimu? Mujizat kreatif masih ada dan nyata! Yesaya 48:18  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.

Berharap Pada Tuhan

Berharap pada Tuhan itu berarti:

  1.       Taat dengan sepenuh hati & membaca Firman Tuhan setiap hari.
  2.       Tidak sombong, ditandai dengan kerendahan hati untuk unity.
  3.       Mendapat kekuatan baru karena menanti-nantikan Tuhan. Pastikan bahwa kita mendapatkan 3 hal paling esensi dalam beribadah, yaitu: hadirat Tuhan, pengurapan dan Bahasa Roh. Hadirat Tuhan muncul ketika ada kekudusan, kerendahan hati, unity dan Bahasa Roh.
  4.       Ingin lebih peka mendengar suara Tuhan dan melakukannya pada ‘zaman ini’. Menjadi ‘Maria’ yang senantiasa duduk dekat kaki Yesus adalah prioritas hidup yang utama untuk mengerti isi hati Tuhan (kebutuhan-Nya).

Pentakosta ke-3 itu berbicara tentang:

  • Banyak masuk menara doa
  • Umat Tuhan dipakai menjadi leader of 7 mountains
  • Miliki respon yang benar ditengah goncangan
  • Menjadi saksi Kristus
  • Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat singkat!

Entering the next level berarti menjadi semakin dewasa rohani. Matius 7:13-14 berkata Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. Untuk masuk surga, biarlah kita termasuk dalam bilangan orang-orang yang ‘sedikit’ itu, yaitu orang-orang yang murni hatinya di hadapan Allah dan manusia.

Yesus Memberi Makan 5000 Orang

Nilai kehidupan yang bisa kita petik dari peristiwa Yesus memberi makan 5000 orang di Yohanes 6, yaitu:

  • Percaya penuh dan berserah total pada Tuhan (seperti anak yang memberikan bekalnya)
  • Taat meski perintah Tuhan sepertinya tidak logis (seperti murid-murid Yesus)
  • Sabar menanti kairos/waktu Tuhan (seperti jemaah yang menanti giliran untuk mendapatkan makanan)

Perhatikan Dengan Seksama Bagaimana Kita Hidup!!!

Kita harus hidup menjadi saksi Yesus sebagai anak-anak Terang.

  1. Perhatikan bagaimana cara hidup kita. “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Efesus 5:15)
  2. Sadar bahwa hari-hari ini jahat. “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:16)
  3. Berusaha mengerti kehendak Tuhan. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:17)
  4. Penuh dengan Roh Kudus dan jangan mabuk anggur. “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” (Efesus 5:18)
  5. Berkata-kata dengan bahasa yang baik kepada orang lain. “dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” (Efesus 5:19)
  6. Senantiasa mengucap syukur atas segala sesuatu. “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Efesus 5:20)
  7. Merendahkan diri seorang kepada yang lain. “dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.” (Efesus 5:21)

Kita Wajib Hidup Sama Seperti Kristus Telah Hidup

Tahun 2013 adalah tahun pemulihan seutuhnya. Jika kita mau mengalaminya, maka kita harus mendengar apa yang Tuhan minta untuk kita kerjakan. Perintah Tuhan kepada kita yaitu peduli kepada orang-orang miskin dan memberikan buah sulung (Amsal 3:9-10).

Wahyu 12:11 berkata “Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.” Tahun ini kita akan mengalami banyak peperangan rohani yang luar biasa. Tuhan Yesus datang supaya manusia selamat, dan untuk itu Ia menyerahkan nyawa-Nya. Begitu juga kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup, yaitu dengan menginjil tanpa menyayangkan nyawa kita.

Apa saja pengalaman yang dilalui oleh Tuhan Yesus dalam proses menyerahkan nyawa-Nya?

  1. Taat kepada kehendak Allah Bapa. Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39)
  2. Mengasihi orang yang tidak mengasihi kita. “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.” (Lukas 6:32-33)
  3. Mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas  23:34)
  4. Menyalibkan kejahatan (kedagingan) kita. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:27)
  5. Selalu didalam hadirat Tuhan. Puncak penderitaan Tuhan Yesus justru pada waktu ditinggal Bapa, bukan ketika Ia dianiaya dan dihujat manusia. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)
  6. Setia sampai akhir. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 24:13)
  7. Mengalami mujizat Tuhan. Mujizat terbesar adalah ketika kubur Yesus ditemukan kosong. Tuhan Yesus mengalami mujizat, maka kita pun pasti akan mengalami mujizat. Mujizat masih ada!

“Siapa Bertelinga Hendaklah Mendengarkan Apa Yang Dikatakan Roh Kepada Jemaat-Jemaat”

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”” (Matius 7:21-23)

Kehendak Bapa yang mana yang harus kita lakukan?

“Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” (Kisah Rasul 13:22)

Jadi rahasia Daud sangat berkenan di hati Tuhan adalah “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya,…” (Kisah Rasul 13:36a) Bukan zamannya orang lain, tetapi kehendak Tuhan yang spesifik di dalam diri Daud untuk dilakukannya pada zamannya.

Memang secara umum kita tahu apa kehendak Tuhan, tetapi yang harus kita perhatikan adalah perintah-perintah Tuhan pada satu zaman atau saat tertentu, apa yang Tuhan mau lakukan pada waktu itu. Inilah yang lebih penting yang harus kita perhatikan baik-baik!

“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.” (Yesaya 48:18-19)

Ketika kita meresponi dengan baik apa yang telah Tuhan pesankan kepada kita, inilah yang disebut dengan melakukan kehendak Bapa yang di sorga. Ada 3 pesan Tuhan yang begitu kuat pada tahun 2012, yaitu:

  1. Tahun 2012 adalah tahun perkenanan Tuhan. “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Korintus 2:9)
  2. Tahun 2012 adalah tahun dimulainya penuaian 1 milyar jiwa. “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan….Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.” (Yoel 2:28-32) Hari-hari ini adalah era kemuliaan Tuhan di mana Roh Kudus sedang dicurahkan, hendaklah kita meresponi hal tersebut dengan: memasuki hubungan yang lebih mendalam dengan Tuhan (Yehezkiel 47:1-12)unity bersama Tuhan, keluarga dan saudara seiman; serta banyak masuk menara doa serta meminta tuntunan Tuhan akan apa yang harus kita kerjakan.
  3. Tahun 2012 kita dibawa naik ke level yang lebih tinggi oleh Tuhan dengan alasan: (1) tanpa naik ke level yang lebih tinggi penuaian jiwa 1 milyar jiwa tidak akan terjadi; (2) Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua sehingga kita harus kedapatan tidak bercacat dan bercela.

Target akhir dari “naik level” adalah Roma 8:29-30 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Kita bisa mengenal Kristus adalah bukan suatu kebetulan, melainkan karena kita adalah “orang-orang pilihan”. Orang-orang pilihan itu mengalami proses:

  • Dipanggil, umumnya kita mendengar panggilan Tuhan dalam kondisi yang kurang enak.
  • Dibenarkan, kita dibenarkan bukan karena perbuatan baik kita tetapi karena perkenanan Tuhan sehingga kita menjadi orang pilihan dan mendengar panggilan-Nya.
  • Dimuliakan, berarti “diproses habis-habisan”. Unity adalah salah satu kunci dari naik level, dimana seorang menopang dan menguatkan satu akan yang lain ketika temannya “diproses”. Jangan lari dari proses meskipun sakit, karena kita harus LULUS untuk naik level!

TAHUN AYIN GIMEL

  1. Ayin (70), berbicara tentang mata Tuhan yang senantiasa tertuju kepada kita untuk menuntun & menasihati kita jalan yang harus kita tempuh dan juga tentang mata kita yang selalu tertuju kepada-Nya, fokus dan menantikan nasihat-Nya. Mazmur 91 akan kita alami jika hati kita melekat kepada-Nya.
  2. Gimel (3), berbicara tentang karakteristik seekor unta. Perhatikan Matius 19:24 dimana Tuhan Yesus membandingkan seorang muda yang kaya dengan seekor unta. Di akhir zaman iblis memegang kendali akan dunia hukum dan keuangan. Iblis mencoba menjerat manusia dengan virus paling berbahaya, yaitu cinta akan uang. Pesan Tuhan agar kita harus berhati-hati akan filsafat dunia tentang kesuksesan, yaitu menjadi kaya raya. Matius 6:33 berkata “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu!” Urutan yang benar adalah mengutamakan Tuhan kemudian kekayaan akan mengikuti kita, bukan sebaliknya! Jangan cinta uang! (1 Timotius 6:9-10) Selain itu, huruf gimel menggambarkan seseorang yang sedang mengejar orang miskin untuk memberi sedekah. Hendaklah kita menjadi kaya dalam kebajikan dengan peduli kepada orang miskin (1 Timotius 6:17-19).

Tahun 2013: Tahun Pemulihan Seutuhnya, Entering The Next Level!

2013 adalah tahun permulaan yang baru, karenanya “Memasuki tahun 2013 suruh umat-Ku memperbaharui komitmennya kepada-Ku.”

Pesan Tuhan dalam memasuki tahun 2013, yaitu:

  1. Hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6)
  2. Menerima jauh lebih banyak dari yang kita doakan (Efesus 3:20)
  3. Muliakan Tuhan dengan harta kita (Amsal 3:9-10)

Entering The Next Level

  1. Menjadi serupa dengan gambar Yesus. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” (Roma 8:29-30) “dimuliakan” di sini berarti “diproses habis-habisan”.
  2. Makna Gimel sebagai pribadi ke-3, yaitu Roh Kudus. Kita harus unity dengan Tuhan dan keluarga meskipun tidak semua orang menyukai kita. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” (Yohanes 17:22-23). Selain itu, kita pun harus semakin dalam dengan Roh Kudus; kita harus mengalir saja tenggelam di dalam sungai-Nya, bukan melawan arus (Yehezkiel 47:1-12).
  3. Roh Kudus membawa kehidupan, bukan kematian. Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.” (Yehezkiel 47:8-11).

Hendaklah kita berkata, “Tuhan, sekarang saya mengerti dan saya akan ikuti. Apa pun resikonya, saya harus bayar harga!” Keselamatan memang gratis, tetapi menjalani keselamatan perlu bayar harga. Ingatlah, jangan melarikan diri dari ‘proses’ karena Saudara pasti akan ‘babak-belur’, bersukacitalah karena Tuhan Yesus pun pernah mengalami seperti yang kita alami. Walaupun Saudara keluar, bukankah suatu hari pasti masuk kembali karena belum selesai prosesnya untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya (target akhir naik level)? (sampai mengalami kepenuhan sungai 4000 hasta dan menikmati berkat setelah mengalami proses di level tersebut, bukan hanya di level 1000, 2000 atau 3000 hasta saja). Jangan murtad! Ketika Saudara masuk kembali dalam proses, ikuti saja alirannya meskipun nampaknya susah. Saya berdoa agar setiap Saudara yang sedang naik level, semuanya dinyatakan lulus ‘Summa Cum laude’. Amin! Tuhan Yesus memberkati.