Ujian Padang Gurun

​Ulangan 8:2-3  Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.  

Kita mengalami ujian padang gurun supaya kita menjadi rendah hati. Humility is reflection of our heart, hati yang selalu berkata “semua karena Tuhan, bukan kehebatan saya”. Keluaran 13:17-18  Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.” Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.

Kita tentunya selalu mencari ‘jalan pintas’, tetapi seringkali Tuhan ijinkan hidup kita ‘berputar-putar’ agar kita siap berperang (bukan sekedar siap penampilan). 

Tujuan kita mengalami ujian padang gurun, yaitu:

1) Membangun daya tahan (endurance). Yakobus 1:4  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Belajarlah seperti pohon palem yang ‘lentur’ menghadapi badai, daun-daunnya hampir mencapai tanah tetapi tidak tumbang, disaat badai reda pohon palem akan kembali lagi ke posisinya semua (tegak). Ketika badai datang, kita akan semakin terbang tinggi supaya berbuah dengan buah yang matang.

2) Membangun karakter. Karisma itu karunia Tuhan, tetapi karakter harus dibentuk melalui berbagai proses kehidupan. Ulangan 1:28  Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. Hati yang tawar (terluka) cenderung melukai hati orang lain juga (saling menuntut). Amsal 12:18  Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Yosua 6:1-2  Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Tidak ada mustahil bagi orang yang percaya Firman Tuhan, keadaan semustahil apapun sanggup dibalikan menjadi berkat oleh Tuhan. Firman-Nya tak pernah gagal. 

3) Melatih kesabaran. Kesabaran adalah wujud dari iman, orang percaya harus sabar menanti waktu Tuhan. Ibrani 6:15  Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.  Jangan pernah menyerah sebab Tuhan sudah memberikan kita sebuah tujuan hidup untuk dicapai. Kita haru menyelesaikan apa yang sudah kita mulai dan mengakhiri pertandingan dengan baik (mencapai garis finish). Iman adalah jembatan dari iman untuk suatu kenyataan. Tuhan yang mengatur semua musim dalam hidup kita, we can do nothing to change it. Pengkhotbah 3:11  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

4) Agar belajar mendengar suara Tuhan. Pada zaman Tuhan Yesus, ada Pilatus di istana raja tetapi Tuhan malah berbicara kepada Yohanes pembaptis di padang gurun. Seringkali ketika kita di padang gurun, kita baru belajar mengandalkan Tuhan.

5) Padang gurun adalah pintu masuk ke Tanah Perjanjian. Yesaya 32:5  Orang bebal tidak akan disebutkan lagi orang yang berbudi luhur, dan orang penipu tidak akan dikatakan terhormat. Jangan kecewa ketika kita mengalami padang gurun karena itu hanya sementara, suatu saatnya keuka kita siap maka Tanah Perjanjian terbuka bagi kita. Padang gurun akan berubah menjadi kebun buah-buahan.

Advertisements

Kunci Daud

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” (Wahyu 3:7-8)

Marilah kita belajar dari kehidupan Daud untuk menerima ‘kunci Daud’ tersebut, yaitu:

1)      Proses. Ketika diproses Daud tidak tawar hati. Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” (Amsal 24:10) Proses bertujuan untuk membuat kita semakin mengandalkan Tuhan. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Matius 5:3,5) Biarlah melalui proses yang sedang kita alami, kita didapati semakin memuliakan nama Tuhan bukan malah bersungut-sungut. Kita akan terus diproses menjadi ‘emas murni’ oleh Tuhan sampai Ia bisa melihat cerminan wajah-Nya ketika ia melihat kita; disaat itulah kita serupa dengan Yesus (1 Yohanes 2:6).

2)      Promosi. Ketika dipromosikan Tuhan dari seorang gembala menjadi seorang raja, Daud tidak tinggi hati. Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 18:12)

3)      Perkenanan Tuhan. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” (Kisah Rasul 13:22) Daud didapati berkenan di hati Tuhan karena ia adalah seorang penyembah yang menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran, juga Daud adalah seorang yang taat akan perintah Tuhan meskipun ia tidak mengerti mengapa Tuhan memerintahkannya melakukan hal tersebut.

Buah Kesabaran

Yakobus 1:2-4

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.”

Shalom!

Buah kesabaran membawa kita menuju kepada kesempurnaan, keutuhan dan tidak kekurangan. Kesabaran itu penting karena:

  1. Kesabaran adalah karakter Allah. Roma 15:5 berkata Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus” Keadaan lingkungan yang ekstrim mempengaruhi karakter manusia yang berada di lingkungan tersebut. Hidup adalah proses untuk kita menjadi pribadi yang lebih sabar. Kesabaran adalah buah Roh. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan” (Galatia 5:22) Kesabaran adalah kasih. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” (1 Korintus 13:4)
  2. Kesabaran adalah pintu untuk menerima janji Allah. Ibrani 6:12 berkata agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” Iman harus disertai dengan kesabaran, karena kesabaran adalah jembatan yang menghubungkan iman dengan janji Allah. Tanpa kesabaran yang ekstra, pengharapan kita mulai memudar ketika janji Tuhan tak kunjung digenapi dalam hidup kita. Hidup adalah proses untuk memiliki benih agar menghasilkan buah-buah Roh. “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” (Lukas 8:15)
  3. Kesabaran adalah jalan menuju kedewasaan dan kesempurnaan. Hidup adalah proses yang memerlukan waktu (tidak instant) agar suatu hari kelak kita melihat bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Walaupun kita belum melihat hal-hal yang besar sekarang ini, tetapi tetaplah percaya bahwa Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Jika kita sabar, kelak kita akan menuai hasil yang luar biasa tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati.

Kunci Mujizat

Kunci untuk menerima mujizat pemulihan yang seutuhnya di tahun 2013 ini, yaitu:

  1. Dream Big. Milikilah mimpi yang besar tanpa meremehkan hal-hal yang kecil karena segala sesuatu yang Tuhan lakukan di dunia ini Ia mulai dari hal-hal yang sederhana. Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Mikha 5:1) Mungkin kita merasa “kecil” sekarang tetapi janganlah berkecil hati karena Tuhan sanggup mempromosikan kita, mujizat masih ada! Segala yang terjadi dalam hidup kita bukan kebetulan, hidup adalah proses. Mimpi yang besar itulah yang menopang Daud dan Yusuf untuk mampu melewati proses hidup mereka.
  2. Believe Big. Milikilah iman yang besar karena Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.… Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:30,37)
  3. Grow Big. Milikilah hati yang besar dengan menjadi orang yang bermurah hati dan suka memberi. “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7).

Sahabat Allah

Yakobus 2:23

“Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.””

Shalom!

Tiga berkat dan ciri dari seorang sahabat sejati, yaitu:

  1. Sahabat sejati tidak menyimpan rahasia (no secret). Seorang sahabat akan tulus hidupnya dan tidak mengambil keuntungan pribadi semata dari sahabatnya. Kejadian 18:17 berkata “Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?” Orang yang berkenan kepada Tuhan akan memiliki isi hati-Nya Tuhan sebab ia mengenal Tuhan dengan intim. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes16:13) Tuhan adalah partner/rekan sekerja kita: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)
  2. Sahabat sejati adalah penolong setia. Ibrani 13:5 berkata “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Tuhan selalu siap sedia untuk menolong kita dan memikul beban bahkan ketika kita sedang sendirian berada di lembah kekelaman, DIA PEDULI!
  3. Kasih yang terbesar adalah kasih seorang sahabat. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17) “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13) Tuhan Yesus adalah sahabat sejati kita. Tuhan Yesus memberkati.

Berkat Kesetiaan

Amsal 20:6

“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”

Shalom!

            Ada suatu kualitas yang Tuhan cari dari dalam diri kita melebihi penampilan kita, yaitu kesetiaan yang mengalir dari hati. Kesetiaan berarti:

  1. Trustworthy/Dapat dipercaya, berarti setia memegang janji/perkataan. “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” (1 Korintus 4:2) “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.” (Amsal 28:20) “maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.” (Kejadian 39:4-5)
  2. Dedication/Pengabdian, berarti menyelesaikan dengan sempurna apa yang telah dimulai. “Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.” (Wahyu 3:2)
  3. Unity/Stay together/Tetap bersama-sama, berarti tidak memberontak & saling terbuka. Setia memegang komitmen untuk saling mengasihi sampai akhir bagaimanapun keadaannya. Tuhan Yesus memberkati.