Kebenaran Mengubah Kenyataan

Markus 5:21-42

“Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan”

Shalom!

Seperti Yairus yang mempertaruhkan jabatannya dan merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus (walaupun Yairus adalah seorang Yahudi yang menentang keberadaan Tuhan Yesus), kita juga perlu melakukan terobosan dalam hidup ini (langkah yang lebih dari biasanya). Kenyataan tidak dapat mengubah kebenaran tetapi kebenaran bisa mengubah kenyataan (Markus 5:23). Seorang pemimpin akan diikuti oleh bawahannya karena kebenaran yang dilakukannya (Markus 5:33-34).

Markus 5:35-36 berkata Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”” Waspadalah, karena setiap kali kita akan menerima suatu mujizat besar dari Tuhan, iblis selalu mencobai kita dengan keragu-raguan untuk tidak percaya pada Tuhan. Namun ketika kita tetap percaya, Tuhan Yesus tetap melakukan mujizat-Nya (Markus 5:41). Seringkali kita ‘membeda-bedakan’ penyakit/kelemahan kita dalam kategori ‘ringan’ dan ‘berat’, namun percayalah bahwa segala penyakit/kelemahan kita tidak ada yang terlalu sulit untuk Tuhan sembuhkan karena semua itu sama kecilnya di mata Tuhan.

Ketidaknyamanan yang Tuhan izinkan untuk kita alami dalam hidup ini semata-mata karena Tuhan mengasihi kita, karena masih ada hal yang harus kita perbaiki dalam diri kita. Kita harus semakin menjaga ketekunan iman kita menuju kesempurnaan hidup di dalam Kristus. Bergembiralah karena kebenaran, percaya saja dan lakukan terobosan karena mujizat masih ada! Jangan meragukan/mentertawakan kebenaran! Tuhan ingin melihat iman kita kepada-Nya.

Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:35-36)

Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

Sang Penerobos

Yesaya 48:18-19

“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”

Shalom!

Mikha 2:13 berkata “Penerobos akan maju di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, TUHAN sendiri di kepala barisan mereka!”

Sekalipun Tuhan selalu berjalan bersama kita, tetapi Tuhan selalu berjalan di depan kita (mendahului kita). Ketika kita bertobat dan menyerahkan diri kepada Tuhan, segala potensi untuk menjadi seorang ‘penerobos’ Tuhan taruh dalam diri kita. Oleh karena itu, tidak ada yang namanya putus asa, tetapi kita menjadi seorang penerobos yang memiliki iman yang luar biasa dan pantang menyerah sekalipun dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Sekiranya kita memperhatikan perintah-perintah Tuhan (tetap taat meskipun tidak mengerti), maka kehidupan kita akan sangat luar biasa, kita akan mengalami multiplikasi dan promosi dari Tuhan. Jadilah peka dalam memperhatikan perintah Tuhan! Percayalah, Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatunya di depan kita! Ingatlah, bahwa apa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita, tidak akan bisa diambil oleh siapapun. Tuhan Yesus ajaib, mujizat masih ada!

Tuhan telah berikan kita sesuatu yang besar, yaitu potensi Tuhan Yesus sendiri yang supranatural di dalam diri kita. Tetapi sebagian besar dari kita tidak menyadari potensi yang luar biasa itu. Mimpi-mimpi besar yang baik itu berasal dari Tuhan. Bagi manusia mungkin mustahil tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Oleh karena itu, kita harus menjaga pergaulan (memperhatikan dengan siapa kita bersahabat) setalah kita bertobat.

Kita memang memiliki ‘hak meminta’ kepada Tuhan. Tetapi sebenarnya Tuhan telah menyediakan kelimpahan/sesuatu yang besar/masa depan yang indah bagi kita maka kita harus memiliki pengharapan yang lebih besar pada Tuhan dan mempersiapkan diri kita (mentalitas yang benar) untuk menerima anugerah kelimpahan yang telah Tuhan sediakan itu. Janganlah takut/kuatir dengan masa depan kita karena keterbatasan kita karena Tuhan sudah menyediakan segala sesuatunya dengan cara-Nya yang ajaib. Biarlah kita berkata kepada Tuhan: “Tuhan saya siap menerima berkat Tuhan dan saya mau berjalan bersama Tuhan”.

Kejadian 18:14 berkata Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

Multiplikasi & Promosi Tuhan janjikan kepada kita di tahun ini, oleh karena itu harapkanlah hal itu terjadi di tahun ini, bukan di tahun depan. Tuhan menghendaki kita melewati masa-masa sukar itu dengan ucapan syukur. Setiap orang bisa melakukan kesalahan yang fatal, tetapi jangan putus asa! Kegagalan yang kita rasakan sekarang ini adalah keberhasilan yang tertunda. Tidak perlu merasa rendah diri, berserah saja pada Tuhan! Tuhan Yesus memberkati.

Percaya Dan Berubahlah!

Lukas 1:37-38 – “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”

Ketika malaikat Tuhan berbicara kepada Zakharia bahwa Tuhan akan mengaruniakannya seorang anak laki-laki, Zakharia tidak percaya padahal masih sangat besar kemungkinannya untuk mempunyai anak karena ia sudah menikah (Lukas 1:18-20). Tetapi ketika malaikat yang sama berbicara kepada Maria tentang hal yang sama, Maria tetap percaya meskipun hal itu mustahil sebab ia belum menikah (Lukas 1:34, 37-38).

Sebagian besar umat Tuhan yang sudah lama menjadi orang Kristen, merasa sudah dewasa rohani, serba tahu dan merasa paling tahu tentang Firman Tuhan, malah cenderung menjadi seorang yang sangat sulit untuk menerima janji Tuhan sebab ia mengukur perintah Tuhan dengan logika manusiawinya. Orang seperti ini menjadi kurang peka akan suara Tuhan karena kehidupan kerohaniannya yang monoton sehingga tidak mau mendengarkan perkataan Tuhan. Padahal cara Tuhan memberkati setiap umat-Nya itu ajaib, selalu dengan cara yang baru dan berbeda. Jadi, janganlah Saudara menjadi seperti Zakharia yang meragukan kuasa Tuhan dalam hidupnya meskipun ia adalah seorang imam, yang tentunya sangat mengenal Firman Tuhan. Tetapi hendaklah Saudara seperti Maria yang dengan rendah hati dan kesederhanaannya tetap taat dan percaya kepada Tuhan meskipun ia tidak mengerti tentang Firman Tuhan/keadaannya mustahil. Janganlah kita menjadi tidak percaya kepada Tuhan ketika perintah Tuhan tidak sesuai dengan logika kita, karena Tuhan adalah Allah yang kreatif, Dia selalu memiliki hal-hal yang baru dan berbeda untuk diberikan kepada umat-Nya.

Janganlah menjadi seperti Zakharia tetapi jadilah seperti Maria yang sederhana tetapi berkuasa. Milikilah jiwa muda yang selalu mau belajar, percaya dan mau mengalami perubahan. Taat saja kepada perubahan yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup Saudara. Perubahan berhubungan dengan pertumbuhan, jika tidak ada perubahan karena tidak bertumbuh berarti mati (dalam hal ini secara rohani). Jangan merasa sombong karena merasa memiliki pengetahuan yang lebih, karena Tuhan selalu memberikan cara yang baru yang tidak masuk akal. Ketika kita hidup selalu merasa lebih benar dari orang lain maka kita tidak akan memiliki hati untuk berjuang dan berubah agar orang lain juga dipulihkan.

Percayalah kepada Tuhan dan setialah melakukan Firman-Nya meskipun Saudara tidak mengerti. Be flexible, mengalir saja dalam kehendak Tuhan. Milikilah hubungan yang intim dengan Tuhan agar Saudara peka mendengarkan suara-Nya dan mampu melakukan kehendak-Nya, karena ketika Anda dekat kepada Tuhan dan mendengarkan suara-Nya sekalipun Anda tidak mengerti, maka Tuhan akan menyatakan mujizat-Nya bagi Anda. Belajarlah peka dan mengerti bahwa cara Tuhan menuntun Anda selalu dengan cara yang berbeda, baru dan tidak dimengerti. Tuhan mau memakai Anda maka jangan mengeluh lagi tetapi selalu perkatakan hal-hal yang baik, memberkati dan membangun iman Anda.  Jangan mengeluh lagi, tetapi ucapkanlah syukur kepada Tuhan senantiasa.

Percayalah bahwa hari ini selalu lebih baik dari kemarin dan besok selalu lebih baik dari hari ini. Lakukan terobosan-terobosan yang luar biasa bersama Tuhan dan nikmatilah berkat-berkat Tuhan yang luar biasa. Biarlah kekayaan itu adalah akibat karena kita dekat dengan Tuhan, bukan sebagai tujuan hidup. Berkat Tuhan selalu sempurna dan seimbang. Percayalah mujizat itu masih ada! Tidak selamanya Anda selalu mengalami masalah, perkatakanlah seperti yang Tuhan Yesus katakan ‘Sudah selesai!’ Tidak ada yang mustahil bagi Anda sebagai umat Tuhan. Jangan putus asa. Tetaplah setia dan rendah hati di hadapan Tuhan, alami multiplikasi dan promosi dari Tuhan! Tuhan Yesus memberkati.

Benih Ilahi

Kata-kata seorang murid Kristus akan selalu menguatkan orang-orang yang sedang lemah/down.

Yohanes 12:24

Kita adalah benih yang tertanam itu. Memang sakit ketika kita ditanam (pengap, gelap) tetapi ketika kita merasa dalam “bahaya” itulah Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang terbaik bagi masa depan kita. Jangan ragu pada Tuhan, pegang terus janji-Nya (visi Tuhan dalam hidup kita, jika tidak percaya – cepatlah bertobat) sebab Tuhan setia dan tidak pernah melupakan rencana-Nya atas kita. Dia pasti akan memberkati kita sesuai janji-Nya. Dia tak pernah meninggalkanmu. Ketika kita sedang susah, jangan mengasihi diri sendiri! Belajarlah untuk selalu tersenyum dan bersyukur setiap saat. Senyuman itu membuat kita awet muda dan semangat membuat kita hidup (panjang umur). Tak ada yang mustahil jika Tuhan beserta kita. Masalah-masalah yang kita hadapi itu untuk membentuk kita agar kita memiliki mentalitas seorang pemenang. Milikilah keyakinan yang tak tergoyahkan pada Tuhan seperti kita yakin kalau Matahari masih terbit esok hari. Yang menggagalkan janji Tuhan dalam hidup kita adalah diri kita sendiri karena kita tidak memperhatikan perintah-perintah-Nya, terutama perintah-Nya yang tak bisa ditunda yaitu pengampunan. Kita punya kuasa pemulihan. Dalam keadaan mati pun Tuhan tetap tepati janji-Nya. Tuhan itu ajaib, kita pun adalah benih yang ajaib. Tuhan sudah menyiapkan keajaiban-Nya di depan kita. Beri dirimu kesempatan untuk bertumbuh! Tujuan hidup kita adalah memberi pengaruh yang baik pada generasi selanjutnya.