Pernikahan Bahagia

Banyak pasangan menjadi ‘orang asing’ karena saling merahasiakan keuangan.

Kidung Agung 8:8-9 — Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang? Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.

Ayat tersebut menunjukkan bagaimana mempelai perempuan memikirkan untuk membiayai pernikahan adiknya (=pengeluaran tidak rutin). Kita harus membicarakan pengeluaran tidak rutin dengan pasangan sebelum menikah. Cara pasangan menangani keuangan satu sama lain terkait erat dengan aspek-aspek hubungan mereka yang lebih dalam.

Bagaimana untuk terbuka? Buatlah kesepakatan dan penyesuaian dalam pengaturan keuangan (pengeluaran, pelayanan, pemasukan, menabung rencana masa depan).

Keterbukaan memang tidak mudah, tetapi itu harus, karena menjadikan kepercayaan dan relasi dengan pasangan semakin kuat.

Lalu, bagaimana jika pasangan tidak terbuka? 1 Yohanes 4:18a Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;

Hargai keterbukaan pasangan kita: jangan jadi pasangan yang menakutkan, bukan interogasi tetapi komunikasi. Cintai pasangan hingga ia merasa aman untuk terbuka!

Bagaimana jika kita yang tidak terbuka? Amsal 11:3, 6 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.

Kita harus menyempurnakan kasih di dalam diri, sebuah ketulusan akan menyelesaikan pertengkaran. 1 Yohanes 4:18 … sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Kita harus jujur di waktu yang tepat (dalam suasana mood pasangan yang baik dan kondisi kerohanian yang cukup dewasa untuk menerima kejujuran kita). Jelaskan secara sabar dan logis, disertai alasan dan perhatikan keadilan untuk kepentingan keluarga masing-masing. Berbuat baiklah kepada keluarga pasangan terlebih dahulu, pasti kebaikan akan berbalik kepada keluarga kita!

Pernikahan adalah tempat di mana sepasang kekasih bisa berbicara apa saja, baik masa lalu, isi hati dan harapan masa depan. Persiapkan diri kita untuk “bulan madu” lagi di masa ketika anak-anak sudah dewasa dan tidak bersama kita lagi!

Kidung Agung 8:12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya. [Gadis sulam memberi penghasilannya kepada raja Salomo, istri yang berpenghasilan tidak menyimpan uangnya hanya bagi diri sendiri.]

Bagaimana wanita karir tetap dicintai suami? Amsal 31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

Wanita yang memenuhi hatinya dengan kebaikan, menggunakan harta sebagai alat untuk mencintai, akan menuai kebahagiaan dan kemuliaan.