Facing Your Future

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Bagaimana menghadapi masa depan?

Filipi 3:13-14 aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

  1. Forget (melupakan masa lalu). Kita tidak dapat memasuki masa depan jika selalu terperangkap dalam masa lalu. Kita harus melupakan kesalahan orang lain tetapi harus mengingat kebaikan Tuhan dan tanggung jawab kita. Yeremia 31:34b sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” Yusuf memberi nama anak sulungnya Manasye (artinya lupa) dan memberi nama anak keduanya Efraim (artinya berbuah), secara rohani bermakna pertama-tama kita harus melupakan masa lalu (mengampuni) maka dengan demikian kita dapat berbuah.
  2. Foward (melangkah maju). Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
  3. Focus (menetapkan fokus). Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Enter The Gate

Kisah Para Rasul 3:1-10 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Hari-hari yang berlalu adalah pintu-pintu gerbang kehidupan yang Tuhan beri sebagai kesempatan baru bagi kita. Rutinitas dapat “melumpuhkan” kehidupan kita, baik secara jasmani maupun rohani. Lumpuh dimaksudkan hidup namun tanpa pergerakan/terobosan. Hal yang harus kita lakukan agar tidak dilumpuhkan oleh rutinitas, yaitu:

  1. Menyadari waktu Tuhan. Kita harus menjadi orang yang semakin rohani di hadapan Tuhan, itulah kunci keberhasilan kita.
  2. Mengharapkan mujizat. Hidup kita tergantung mata kita, Lukas 11:34 Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Mata kita harus tertuju pada Tuhan. 

    Kita ada di “Gerbang Indah Bait Allah”, jangan biarkan hal-hal indah berlalu dilumpuhkan oleh rutinitas kita.

    Gerbang Indah (entering the gate)

    Kisah Rasul 3:1-10

    Shalom!

    Gereja Tuhan yang sejati adalah mereka yang berada di luar tembok gereja untuk menyatakan Kerajaan Allah di muka bumi.

    Pintu adalah sebuah tempat transisi ke ruangan lain. Hari demi hari yang kita lewati adalah sebuah pintu menuju level berikutnya, jadi jangan sampai kita melewatkan setiap hari tanpa sesuatu yang berguna. Waspadalah terhadap rutinitas yang dapat ‘melumpuhkan’ kita untuk tidak naik level di tahun ini. Selain itu, jangan sampai kita ‘lumpuh’ karena kegagalan masa lalu, tetapi tetap bersemangat dan terus mencoba!

    Jadi, bagaimana sikap kita untuk melewati hari demi hari di tahun naik level ini agar kita tidak menjadi ‘lumpuh’?

    1. Kejar hal yang spiritual lebih dari hal material. Milikilah mata yang menangkap visi Tuhan, yaitu mata spriritual yang melihat dari ketinggian hadirat Tuhan, bukan hanya mata yang memandang sebatas masalah ataupun ‘mata duitan’. Ketika kita mampu melihat kehidupan seperti Tuhan melihat, kita tidak akan dikalahkan oleh cobaan kehidupan.
    2. Targetkan maksimal, kerjakan optimal. Tuhan tidak menuntut kita untuk bisa melakukan segala hal, yang Ia kehendaki hanyalah melakukan semaksimal mungkin apa yang kita mampu lakukan untuk mencapai visi-Nya yang sempurna. Milikilah tangan yang bukan hanya minta diberkati, tetapi tangan yang selalu memberkati. Kelola waktu yang kita miliki untuk semaksimal mungkin melakukan hal yang berguna.

    Mujizat hanya datang kepada mereka yang mengharapkannya, maka harapkanlah mujizat datang dalam hidup kita setiap hari karena mujizat masih ada! Tuhan Yesus memberkati.