Hope & Warning (Pengharapan & Peringatan)

Kalimat “this too shall pass” (inipun akan segera berlalu) dimaksudkan agar kita tidak berlarut dalam kesedihan sekaligus mengingatkan bahwa kebahagiaan di dalam dunia itu tidak kekal.

Yesaya 30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

Bagaimana menghadapi kehidupan yang tidak tentu (“this too shall pass”)?

HOPE

1) JANGAN TAWAR HATI. Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. Kita harus membangun kekuatan dari dalam diri (melekat pada Kristus) agar tidak tergoncangkan. Sikap hati kita kepada Kristus akan menjadi warisan bagi generasi selanjutnya (teladan tanpa perkataan lebih bermakna).

Bagaimana kita bisa kuat (tidak tawar hati)?

  1. Perhatikan apa yang kita dengar dan lihat (jangan sampai kita dilemahkan oleh orang lain), juga perhatikan apa yang kita katakan (jangan melemahkan orang lain). Ulangan 1:28 Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus (kabar bahagia), sebaliknya tawar hati timbul dari pendengaran akan kabar buruk.
  2. Mencari hadirat Tuhan, itulah “service center” kita. Mazmur 22:20 Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! 2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
  3. Mengingat janji Tuhan. Mazmur 12:7-8 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

2) PERCAYA JANGAN PUTUS HARAPAN.

Matius 9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

3) PEMBALASAN ADALAH HAK TUHAN. Ibrani 10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”

WARNING

1) JANGAN TINGGI HATI (Ulangan 8:11-20).

Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Mazmur 75:8 tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

2) JANGAN MELUPAKAN TUHAN. Ulangan 8:14, 17-18 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Diskualifikasi & Promosi

Mazmur 75:7-8 Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

DISKUALIFIKASI

Beberapa penyebab diskualifikasi, yaitu:

a) Menolak Perintah Raja. Contoh: jabatan Wasti dicopot.

Ester 1:11-12 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya. Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya. Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

Dampak Menolak Perintah:

Imamat 26:13-16 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.” “Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, jikalau kamu menolak ketetapan-Ku dan hatimu muak mendengar peraturan-Ku, sehingga kamu tidak melakukan segala perintah-Ku dan kamu mengingkari perjanjian-Ku, maka Aku pun akan berbuat begini kepadamu, yakni Aku akan mendatangkan kekejutan atasmu, batuk kering serta demam, yang membuat mata rusak dan jiwa merana; kamu akan sia-sia menabur benihmu, karena hasilnya akan habis dimakan musuhmu.

Kunci Keberhasilan/Diberkati:

Yesaya 48:18-19 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”

Permintan Tuhan Kepada Kita:

Matius 22:37, 39 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yohanes 14:21, 24 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

b) Tidak Berjaga-Jaga. Contoh: 5 gadis bijaksana & 5 gadis bodoh. Beberapa faktor penyebab tidak berjaga-jaga, yaitu:

1) Spiritually Asleep:

1 Tesalonika 5:6-7 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.

2) Complacency (Rasa Puas):

Hanya karena saat ini semua baik-baik saja bukan berarti tidak dapat menjadi bencana setiap saat.

PROMOSI

Promosi terjadi ketika persiapan bertemu dengan kesempatan. Contoh: Ester diangkat menggantikan Wasti.

Ester 2:17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

Faktor-faktor dalam promosi, yaitu:

a) Dipanggil & Dipilih.

Daniel 1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

b) Rela Diproses.

Ester 2:12 Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur (=detoksifikasi) dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan (=mengenakan manusia baru).

2 Korintus 5:2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,

Kita akan mengenakan manusia baru ketika kita rela melepaskan manusia lama.

c) Ujian Motivasi.

Ester 2:15 Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, …

Yohanes 6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

d) Ujian Kesetiaan (Ester 4:1-17).

Lukas 16:10, 12 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

After Godbhad blessed us will The Kingdom of God enjoy the blessings that He gives to us.

Menyikapi Janji Tuhan Agar Digenapi

  1. Miliki semangat untuk terus jadi yang nomor 1 dan yang luar biasa (never give up)
  2. Menghormati dan mempertanggungjawabkan hak kesulungan dengan mencerminkan Kristus melalui kehidupan kita (hormati orang tua kita, karena mereka datang dari Tuhan)
  3. Bergumul dengan Tuhan (say I never let You go unless You bless me)
Tuhan Yesus memberkati.