Menjadi Garam & Terang Dunia

Matius 5:13-16 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Gereja tercipta untuk bertanggung jawab atas kehidupan sosial di dunia. Kuncinya terletak pada Matius 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Kasih kita kepada Tuhan terlihat dari cara penyembahan kita. Tuhan menghendaki agar apapun yang kita lakukan dilakukan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi, itulah yang berkenan pada-Nya!

1 Korintus 13:1-3 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Lalu, bagaimana menyatakan kasih kepada sesama? Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Allah tak terukur kuasa dan kasih-Nya, namun Allah bisa “berhutang” kepada kita ketika kita menolong sesama yang sedang membutuhkan.

Matius 25:34-36, 40 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Jadi, orang-orang miskin ditempatkan di sekitar kita untuk membuat kerohanian kita lebih baik, yaitu: semakin mengasihi dan diberkati. Amsal 11:17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

Lalu, bagaimana Tuhan membalas perbuatan kasih kita tsb?

  1. Mazmur 41:1-3 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.
  2. Yesaya 58:10-11 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
Advertisements

Berkat Ibadah

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

1 Timotius 4:8  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
Daud berkenan di hadapan Tuhan sebab ibadahnya berkualitas. Mazmur 119:164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Ibadah mengubah Daud menjadi seorang pribadi yang lebih baik menjalani hidup. Mazmur 119:98-100 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

1 Tawarikh 13:14 Tiga bulan lamanya tabut Allah itu tinggal pada keluarga Obed-Edom di rumahnya dan TUHAN memberkati keluarga Obed-Edom dan segala yang dipunyainya. Berkat atas suatu tempat ditentukan oleh ada atau tidaknya hadirat Tuhan di tempat tsb sebab hadirat Tuhan akan menarik segala kekayaan ke tempat tsb. Tuhan selalu memberikan berkat yang baru setiap pagi bagi kita, bukan berkat sisa.

Begitu “kecanduannya” Obed-Edom untuk dekat dengan tabut Allah terlihat dari hasratnya dalam pelayanan sbb:

  • 1 Tawarikh 15:18, 21, 24 dan bersama-sama mereka itu saudara-saudara mereka dari tingkat kedua: Zakharia, Yaaziel, Semiramot, Yehiel, Uni, Eliab, Benaya, Maaseya, Matica, Elifele, Mikneya, dan Obed-Edom serta Yeiel, para penunggu pintu gerbang. 
  • sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom, Yeiel dan Azazya harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih rendah tingkatnya untuk mengiringi nyanyian.
  • dan Sebanya, Yosafat, Netaneel, Amasai, Zakharia, Benaya dan Eliezer, yakni imam-imam itu, meniup nafiri di hadapan tabut Allah, sedang Obed-Edom dan Yehia adalah penunggu pintu pada tabut itu.

Jika kualitas cinta kita kepada Tuhan seperti Obed-Edom, tentu hidup kita akan diubahkan menjadi berkat. Sebagai umat-Nya, kita ditakdirkan untuk menerima berkat dari Tuhan.

The True Worshipper

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

(Yohanes 4:23-24)

Menelaah kisah pertemuan wanita Samaria dengan Yesus, kita tersadar bahwa Allah sanggup memakai kita bagaimanapun keadaan kita. Mengapa wanita Samaria itu bisa berubah total setelah mengalami perjumpaan pribadi bersama Tuhan Yesus? Karena Tuhan Yesus mengajarkan pola ibadah yang baru kepada wanita tersebut, dimana umumnya mereka beribadah kepada Tuhan seperti hubungan antara tuan dan hamba (Mazmur 123:2) tetapi kini Yesus mengajarkan bahwa ibadah kepada Tuhan sebagai hubungan yang sangat intim dengan Bapa bahkan seperti hubungan suami dan istri (Efesus 5:32).

Ibadah penyembahan yang sejati adalah ketika kita bisa merasakan lawatan Tuhan yang mengubahkan kehidupan kita, yaitu mengalami keintiman dengan-Nya. Lalu, bagaimana kita masuk sebagai seorang penyembah yang sejati?

1 Korintus 14:14-15 berkata: “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

Kita harus menyembah dengan Roh karena daging tidak mendapat tempat dalam Kerajaan Surga. Penyembahan kita akan dibawa hingga kekekalan, karena Rumah Bapa adalah Rumah pujian dan penyembahan. Ketika kita menyembah dengan Roh, maka “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes 16:13)

Yohanes 8:23 berkata “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” tapi mengapa masih ada saja pelaku-pelaku penyembahan yang hidupnya masih terikat dengan keduniawian? Karena mereka tidak mau masuk lebih dalam lagi kepada keintiman penyembahan akan Bapa.

Pujian penyembahan adalah sesuatu yang keluar dari dalam hati kita. Surga akan ‘sensitif’ dengan penyembah-penyembah dalam Roh dan kebenaran, bukan karena ‘faktor X’. Ketika kita melakukan penyembahan yang dari hati maka terciptalah “HEAVEN ON EARTH”.

Hormati Tuhan

1 Samuel 3:1

Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering.”

Shalom!

Mengapa di zaman imam Eli, Tuhan ‘berhenti’ menuntun umat-Nya? …”Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.” (1 Samuel 2:12-17). Dosa yang membuat Tuhan tidak mau menuntun umat-Nya sehingga umat-Nya hidup dalam kegelapan yaitu tidak hormat kepada Tuhan. 1 Samuel 2:30 berkata “Sebab itu — demikianlah firman TUHAN, Allah Israel — sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang — demikianlah firman TUHAN –: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.”.

Rasa hormat kita kepada Tuhan tercermin dari cara kita beribadah kepada-Nya. Rasa hormat seperti apa yang tidak dilakukan oleh bangsa Israel sehingga Tuhan ‘menutup diri’ dan membiarkan meraka hidup sesuka hati mereka?

  1. Bangsa Israel tidak menghormati Tuhan dalam hal memberikan korban persembahan yang terbaik. Maleakhi 1:6-8 berkata Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?” Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?” Dengan cara menyangka: “Meja TUHAN boleh dihinakan!” Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.” Hendaklah kita selalu beribadah dengan memberikan yang terbaik bagi Tuhan, bukan sesuatu yang biasa.
  2. Bangsa Israel melanggar janji pernikahannya –manusia tidak hidup dalam rasa hormat antara satu dengan yang lainnya. Maleakhi 2:13-16 berkata Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”
  3. Bangsa Israel tidak memperhatikan masalah persepuluhan. Maleakhi 3:10-12 berkata Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.”

Jika kita ingin dibawa Tuhan naik ke level yang lebih tinggi lagi, maka kita pun harus menaikkan standar hormat kita kepada Tuhan dan lihatlah “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9). Tuhan Yesus memberkati.

Dimuliakan Sebagai Imam & Raja

Roma 8:29-30

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Shalom!

Sepantasnyalah kita berbahagia karena Tuhan ingin agar posisi/kedudukan umat-Nya ada di tempat yang paling tinggi, yaitu di tempat di mana Tuhan mengangkat dan memuliakan kita. Waktu demi waktu hidup kita semakin disempurnakan oleh Tuhan melalui pengenalan yang lebih dalam lagi akan Dia. 1 Petrus 2:9-10 berkata “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” Kemuliaan yang seperti inilah yang Tuhan ingin agar kita ada di dalamnya.

Keluaran 19:4-6 berkata “Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” Tuhan sangat rindu untuk mengubah pola pikir umat Israel sebagai budak menjadi pola pikir sebagai raja sehingga mereka layak berada di tempat yang mulia di mata Tuhan.

Wahyu 20:5-6 berkata “Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.” Tujuan akhir (goal) orang Kristen bukanlah banyaknya umat atau besarnya gedung beribadah tetapi status imam dan raja yang mulia dalam Kerajaan Damai bersama Tuhan.

Bilangan 3:3 berkata “Itulah nama anak-anak Harun, imam-imam yang diurapi, yang telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam.” Tuhan telah menentukan umat-Nya menjadi imam dan raja. Tuhan telah menyediakan pengurapan yang luar biasa bagi kita sebagai iman dan raja.

Tugas imam yaitu melayani di tempat kudus Tuhan untuk menyenangkan hati Tuhan dan menyampaikan pesan Tuhan kepada umat-Nya (memberkati orang lain, menjadi garam dan terang dunia) sedangkan raja bertugas untuk menyediakan seluruh kebutuhan imam (memperhatikan kebutuhan orang lain yang menderita – Mazmur 72:12-14, Amsal 19:17). Ketika kita menunaikan kewajiban kita sebagai imam dan raja, maka berkat Tuhan yang melimpah akan kita terima (Yesaya 45:1). Tuhan Yesus memberkati.