Mengenal Jalan Tuhan

1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain (=bukan berarti kita tidak perlu membaca Alkitab, mengikuti kelas KOM, maupun mendengar kotbah). Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Pengurapan menolong kita mengenal Tuhan dengan benar.

Keluaran 33:13-14 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”

Matius 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Membandingkan 2 ayat di atas, mengenal Tuhan adalah suatu keharusan jika kita ingin masuk surga.

Mazmur 103:7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya (=prinsip hidup yang diberkati) kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya (=berkat & mujizat) kepada orang Israel.

Jika kita mengenal jalan-jalan Tuhan (bukan sekedar perbuatan-perbuatan-Nya), tentu tak ada keluhan terhadap Tuhan ketika kita mengalami goncangan. Karena itu, jangan sekedar mencari berkat dan mujizat Tuhan, tapi carilah prinsip-prinsip kebenaran Tuhan.

Musa gagal masuk Tanah Perjanjian karena kepahitan, ini menandakan bahwa selain pengenalan akan Tuhan, kita perlu selalu mengampuni jika ingin masuk surga. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Advertisements

Mengenal Allah Dengan Benar

Efesus 1:17-19  dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 

Tanda bahwa kita sudah mengenal Allah dengan benar yaitu tidak ada sedikitpun keraguan atas apa yang tertulis di Alkitab (percaya penuh terhadap Tuhan). 

Kita selalu menyanyikan: “Kaulah Bapaku yang baik, tak pernah rancangkan yang jahat bagiku” maka tak sepatutnya kita mengeluh saat menghadapi goncangan. Ketika kita mau melakukan perintah Tuhan sepenuhnya, itulah pertanda bahwa kita sudah mengenal Allah dengan benar.

Kita harus memiliki mata hati yang terang, yaitu mata yang melihat sebagaimana mata Tuhan melihat sehingga kita bisa melihat berkat dibalik segala goncangan. Lukas 11:34 Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. 

Wahyu 3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku … minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Artinya, ada harga yang harus dibayar untuk memiliki mata seperti mata Tuhan yaitu melalui pengurapan minyak.

Buah Kasih

Yohanes 15:16-17 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Wahyu 2:4-5 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Kita harus berbuah dalam standar kasih mula-mula. Berdasarkan penelitian Prof. David Hawkins, seseorang dengan frekuensi getaran cinta dibawah angka 200 akan banyak terserang penyakit sedangkan jika frekuensi getaran cintanya diatas angka 700 pasti hidup bebas dari segala penyakit. Hidup sehat berawal dari hati yang penuh cinta (Amsal 17:22).

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kita harus bergairah kembali pada cinta yang mula-mula dengan melupakan segala kenangan buruk di masa lalu. 

Penyebab seseorang tidak berbuah kasih, yaitu:

  1. Tidak mengampuni. Matius 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Matius 18:21-22  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (sama dengan 70 pangkat 7 = 8.235.430.000.000). Mengampuni membuat tubuh kita sehat dan diberkati oleh Tuhan (seperti Ayub yang diberkati 2X lipat setelah dicobai Tuhan karena ia mengampuni teman-teman yang menghinanya ketika jatuh).
  2. Sikap hati yang tidak dijaga. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Yesaya 32:16 Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Artinya selama kita terus menuntut keadilan maka hidup kita akan selalu berada di ‘padang gurun’ (kehidupan tanpa berkat), tetapi ketika kita terus menghidupi kebenaran pasti hidup kita berada di ‘kebun buah-buahan’ (kehidupan penuh berkat). Kita harus memiliki sikap hati yang rendah hati. 

Makna Jumat Agung

  1. Ingat akan kasih Allah maka kita harus memperhatikan orang-orang sekeliling kita agar nyata kasih Allah dalam diri kita. ​1 Yohanes 3:16-18  Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
  2. Ingat akan restitusi (pertukaran yang telah Tuhan lalukan). 2 Korintus 8:9  Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. [Yesaya 53:2-6; Roma 8:28]
  3. Harus sepakat; tidak lepas dari ketaatan. Matius 18:18-20  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Belajar dari Adam dan Hawa, kita harus sepakat dengan Tuhan bukan dengan hal-hal yang ada di dunia ini/si jahat. Yesaya 48:18  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, Hari ini (Jumat Agung) ada karena Yesus sepakat dengan kehendak Bapa. Yohanes 4:34  Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kata “sepakat” diambil dari kata “harmoni” (istilah musik).

    Mengapa harus melewati kematian?

    • Ibrani 2:14-15  Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
    • Ulangan 30:19-20  Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” 

    Mengapa harus ada darah?

    1. Ada keselamatan di dalam darah (pintu rumah Israel ditandai darah maka terluput dari tulah Tuhan atas anak sulung Mesir).
    2. Ada kehidupan di dalam darah (darah Habel berteriak kepada Tuhan).

    Dalam kematian dan darah Yesus ada penebusan bagi keselamatan kita.

    Lembah Penentuan

    Lembah penentuan berbicara tentang keputusan sebelum kita masuk surga.

    Yesaya 22:5  Sebab Tuhan, TUHAN semesta alam telah menentukan suatu hari: Ia akan menggemparkan, menginjak-injak dan mengacaukan orang: di “lembah penglihatan” tembok akan dirombak dan teriakan minta tolong sampai ke puncak gunung! 
    Jadi, yang harus kita perhatikan di “hari penentuan” ini adalah persekutuan kita dengan Tuhan yang diekspresikan dalam ibadah. 1 Timotius 4:8  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Yang harus diperhatikan dalam ibadah, yaitu:

    1) Iman, percaya dan ketaatan. 1 Timotius 3:16  Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” 

    2) Kekudusan. Bilangan 20:12-13  Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.” Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka. Ibrani 12:14  Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Kekudusan kita peroleh ketika kita berdamai dengan semua orang (bukan hanya sebagian orang). 

    3) Ibadah harus menjadi gaya hidup kita, yaitu memiliki karakter Kristus [tidak dipengaruhi oleh keadaan tetapi mempengaruhi keadaan]. Yohanes 7:38-39  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan. Jika Roh Kudus termaterai dalam diri kita maka kita harus menjadi seorang pembawa perubahan yang lebih baik. Kristus adalah Tuan kita maka kita harus memiliki penundukan diri terhadap Dia.

    4) Sikap hati. Mazmur 106:32-33  Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya. Iblis tidak suka jika kita disebut sebagai Anak Allah, menerima mahkota kemuliaan dan diurapi Tuhan (Mazmur 55:13-20). Tidak ada dasar untuk kita menjadi kecewa jika kita menempatkan diri sebagai hamba, sebab kita tahu bahwa yang diserang iblis adalah Roh Kudus yang bertahta dalam kita, bukan diri kita.

    5) Perkataan. Matius 12:36-37  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” [person-to-person]

    Ujian Naik Level

    Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, segala sesuatu di bumi ini akan digoncang; hanya Kerajaan Allah yang tak tergoncangkan. Bagi dunia, goncangan tersebut adalah hukuman, tetapi bagi orang percaya, goncangan tersebut adalah pemurnian. Sebagai pendoa syafaat, kita harus mau diupgrade untuk naik level dan untuk itu kita harus lulus (tidak gugur) dari ujian-ujian berikut:

    1) Ujian iman. Ibrani 11:1  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. 1 Petrus 1:5-9  Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. Kunci untuk lulus dalam ujian iman ini adalah respon yang benar dalam menghadapi goncangan (ketaatan melakukan suara Tuhan sekalipun tidak masuk akal).

    2) Ujian kasih. Matius 24:12-13  Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apakah kita sudah teruji kasihnya kepada Tuhan dan kepada sesama? (Lukas 10:27) Jika kasih kita sudah menjadi dingin, maka sudah tak ada harapan lagi. Standar yang Tuhan kehendaki bagi kita adalah kasih yang mula-mula (the first love) sebab apapun yang kita tanpa lakukan tanpa kasih hanyalah kesia-siaan (Wahyu 2:1-7, 1 Korintus 13). Efesus 3:18-19  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Kasih diuji dalam 2 sisi, yaitu sebelum dan sesudah mendapatkan mujizat.

    3) Ujian hati. Matius 6:21-24  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Mata kita menjadi jahat ketika kita melihat 2 hal disaat yang bersamaan sehingga kita tidak fokus. Tuhan menghendaki kita diberkati berlimpah tetapi tidak menghendaki kita terikat kepada berkat tersebut. Kita harus kalahkan kecenderungan terhadap cinta mamon dengan mengutamakan Tuhan lebih dari apapun. Kita harus keluar sebagai pemenang dari semua ujian!

    Tangan Kanan Tuhan

    Tangan kanan Tuhan adalah simbol dari:
    1) Kuasa Tuhan. ​Mazmur 89:14 Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu. 

    2) Perlindungan Tuhan. Yesaya 41:10  janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

    Yesaya 41:13  Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” Kata “jangan takut” tertulis 365 hari (= 1 tahun), artinya setiap hari kita tidak perlu takut sebab firman-Nya selalu tersedia bagi kita untuk menguatkan dan memperlengkapi kita menghadapi kehidupan.

    3) Kehadiran Tuhan. Mazmur 16:11  Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah [in Thy presence is fullness of joy], di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Hanya dalam hadirat Tuhan ada jawaban kehidupan, bukan dari hal lain. Maksud Tuhan dari semua goncangan yang terjadi adalah supaya semua manusia mencari Tuhan lebih sungguh-sungguh.

    4) Kuasa Tuhan yang meluputkan. Mazmur 60:7 Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami! Jadilah orang yang dicintai Tuhan!

    5) Kemenangan. Mazmur 18:39 Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku, kemurahan-Mu membuat aku besar. Semua goncangan yang terjadi dimaksudkan Tuhan agar kita semakin ‘naik level’, yaitu semakin dicintai dan mencintai Tuhan. Hendaknya inilah yang menjadi fokus hidup kita, bukan keduniawian semata.

    6) Tuhan mengalahkan musuh-musuh-Nya. Mazmur 21:9 Tangan-Mu akan menjangkau semua musuh-Mu; tangan kanan-Mu akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau. Kita tak mungkin dicintai Tuhan sekaligus dicintai dunia, yang terpenting adalah kita mencintai Tuhan saja, tentu orang-orang yang juga mencintai Tuhan pasti akan mengasihi kita juga.

    7) Perbuatan Allah yang dahsyat. Mazmur 45:5 Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat! Yesaya 48:13  Tangan-Ku juga meletakkan dasar bumi, dan tangan kanan-Ku membentangkan langit. Ketika Aku menyebut namanya, semuanya bermunculan. Firman Allah menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada, jika kita hidup serupa dengan Kristus maka setiap firman Allah yang kita ucapkan pun pasti berkuasa.

    Menyenangkan Hati Tuhan

    Amsal 8:30  aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; 
    Hal yang menandakan bahwa kita menyenangkan hati Tuhan, yaitu:

    1) Memiliki kasih mula-mula (mengasihi Tuhan). Wahyu 2:4  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

    2) Melakukan kehendak Bapa dengan tepat (sungguh-sungguh), sampai tuntas, tanpa terkecuali. Yohanes 4:34  Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Ekspresi pemberontakan dimulai dari: pikiran, perkataan dan alasan. Kehendak Tuhan bagi kita merupakan suatu ‘standar’ yang jika tidak dilakukan akan menjadi tanda ketidaktaatan kita. Semakin tinggi Tuhan angkat kita, akan semakin besar tanggung jawab yang kita emban. Tetapi di atas segalanya, jabatan tertinggi kita adalah sebagai anak Allah. Matius 7:21  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    Seorang Pendoa Berkarakter Kristus

    Kita sebagai pendoa syafaat seharusnya adalah orang-orang yang paling dekat dengan Tuhan karena setiap saat pekerjaan kita adalah berdoa. Celakalah orang yang tidak mengetahui tujuan hidupnya.

    Roma 11:33-36  O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! 

    Kolose 1:16  karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

    Hendaknya itulah yang terpatri dalam hati kita, yaitu segala sesuatu adalah untuk Tuhan, bukan untuk kita. Kita tercipta untuk menjadi serupa dengan Kristus. Tuhan melihat karakter kita, harus sebagai penyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran.
    2 Korintus 3:17-18 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 
    Setiap saat kita harus semakin mencerminkan kemuliaan Tuhan, bukan hanya di saat-saat tertentu saja. Kita adalah orang merdeka, karenanya kita harus mempengaruhi situasi, bukan terpengaruhi situasi.

    Allah lebih tertarik kepada kepribadian kita dibandingkan dengan apa yang kita perbuat. Kita tidak boleh menghina diri sendiri ataupun ciptaan Tuhan yang lain karena dalam diri kita ada kemuliaan Tuhan.

    2 Korintus 1:22  memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
    Kita harus terus menjaga hati, bukan fokus membangun ‘otak’. Yang terlebih penting dari penampilan atau talenta kita adalah karakter kita, itu semua dibangun dari dalam hati kita.

    Matius 7:21-23  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Karunia rohani/talenta kita yang membuat kita menjadi “pusat perhatian” tidak menarik perhatian Tuhan, melainkan attitude hati kitalah (karakter Kristus) yang membuat Tuhan tertarik kepada kita.

    Amsal 4:23  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 
    Di mana harta kita berada, di situlah hati kita berada. Jangan korbankan hati kita untuk menjaga harta kita. Hati kita adalah pusat intelek, emosi, keinginan, seluruh aspek hidup kita. Karenanya kita harus benar-benar jaga hati.

    Roma 12:1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 
    Ibadah kita sia-sia ketika kita tidak mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Yesus lahir ke dunia bukan untuk membangun “agama”, melainkan membangun “kerajaan-Nya”. Karenanya kita harus benar-benar memahami sistem kerajaan-Nya, jika tidak mengerti…tentulah kita tidak akan masuk ke kerajaan-Nya. Yesus mengajarkan dalam doa Bapa kami “jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga”, maksudnya Yesus hendak menarik suasana surga datang ke bumi. Yesus mengajarkan bagaimana anak taat kepada Bapa, karena itu iblis selalu berusaha mengadakan pemberontakan di dalam tubuh Kristus.

    Kerajaan Allah selalu berbicara tentang ketaatan, ketaatan lahir dari kerja sama antara kerelaan hati kita dan Roh Allah. Karakter berbicara tentang sikap hati kita (Matius 13:1-23).

    Tuhan harus mendapat tempat terbaik di hati kita. Efesus 3:18-20  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

    Kita tidak bisa menyebut diri sebagai “pendoa syafaat” tetapi attitude kita berantakan karena tidak menjaga hati. Jika kita menjaga hati, perkataan kita akan selalu “memberi kehidupan” kepada orang lain, bukan kematian (mulut yang jahat).

    Filipi 4:7  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Hati dan pikiran selalu berhubungan. Dalam menghadapi segala keadaan, kita harus berbesar hati dan tidak mudah berpikiran negatif, sehingga tidak mudah memperkatakan hal-hal yang negatif. Kita harus semakin memancarkan karakter Kristus.
    Markus 7:21-23  sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

    Ketika kita tidak menjaga hati, maka bukan saja kehidupan kita yang menjadi najis, tetapi kita pun menajiskan kehidupan orang lain.

    Kisah Para Rasul 13:22  Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. 
    Artinya Daud tidak pernah jatuh ke dalam dosa yang sama berulang kali. Pemberontakan adalah sebuah prinsip yang menentang Allah dan tidak mudah mendapat pengampunan karena kita menentang otoritas yang telah dipercayakan Allah untuk memimpin kita. Begitu sulitnya masuk dalam Kerajaan Allah, kita harus masuk melalui pintu yang sempit itu. Kita harus berjuang agar termasuk bilangan orang yang sedikit itu (golongan orang-orang yang masuk surga). Kita harus “latihan ketaatan” setiap hari sesuai dengan apa yang tertulis di Alkitab, yaitu membaca, memperhatikan & melakukan dengan sungguh-sungguh. Pasti pelayanan kita akan berubah.

    Penyebab kita tidak bisa menjaga hati, yaitu perkataan yang teledor karena pahit hati. Seorang yang pahit hati tidak mungkin memperkatakan hal yang manis. Janganlah kita menjadi “artis rohani” yang pandai berpura-pura hidup sempurna di depan orang lain tetapi hatinya busuk.

    Mazmur 19:13-15 Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar. Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

    Orang yang kurang ajar itu provokator perpecahan orang lain (mengadu domba) dan tidak bertanggung jawab akan apa yang telah ia perbuat. Perkataan dan hati kita harus sama, jangan biarkan kita dirusak oleh perkataan kita sendiri. Belajarlah untuk “jarang marah” (menahan emosi) agar tidak menjadi teledor dalam berkata-kata sehingga doa-doa yang kita perkatakan menjadi sebuah ukupan kudus yang menyenangkan hati Tuhan.

    Note: Pendoa syafaat harus banyak berdiam, berkata-kata saja kepada Tuhan. Jangan beri telinga terhadap perkataan yang tidak benar (gosip) karena akan membuka “celah” bagi iblis untuk menghancurkan gereja. Jika kita tidak menguasai hati, iblis akan semakin mempengaruhi kita untuk berdosa dan jadi batu sandungan bagi orang lain.

    Tujuan Hidup Orang Percaya

    Umat-Ku binasa karena tidak ada pengetahuan. Bila tidak ada wahyu menjadi liarlah rakyat. Binasalah kita jika kita tidak memiliki visi (tujuan hidup).

    Tujuan hidup orang percaya, yaitu:
    1) Menjadi penyembah yang benar. Yohanes 4:23-24  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Kita harus hidup sesuai dengan standar kebenaran yang tertulis di Alkitab, bukan hanya sekedar hidup baik. Juga kita harus hidup dituntun oleh Roh Kudus. Masa lalu sudah berlalu, tetapi masa depan bisa kita perbaiki bersama Tuhan. Sebagai penyembah, harus ada keterbukaan kepada Tuhan (tidak ada yang ditutup-tutupi), harus merendahkan hati untuk mau diubahkan oleh Tuhan (Filipi 2:5-10), dan kita harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan agar mengalami perubahan hidup secara total. Tak ada yang bisa kita sombongkan di hadapan Tuhan, bersyukurlah sebab Tuhan mau memakai kita yang sederhana ini menjadi alat-Nya.
    2) Menjadi serupa dengan gambar anak-Nya. Roma 8:29  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Ketika kita menjadi serupa dengan anak-Nya maka terjadi suatu perubahan dari Yesus sebagai “anak tunggal” menjadi “anak sulung” (bandingkan dengan Yohanes 3:16). Jika kita tidak menjadi serupa dengan anak-Nya berarti kita sedang menggagalkan rencana Allah untuk menjadikan Yesus sebagai anak yang sulung. Untuk menjadi serupa dengan anak-Nya, kita harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus (Filipi 2:5) dan diurapi Roh Kudus (Kisah Rasul 10:38). Kita harus “menaruh perhatian dengan sungguh-sungguh” kepada suara Tuhan agar kita tidak memberontak seperti Kain yang meskipun telah mendapat peringatan dari Tuhan namun tetap membunuh saudaranya (Kejadian 4:7). Ibrani 2:1-2  Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, Orang yang sudah terbiasa untuk tidak memperhatikan suara Tuhan akan dibawa hanyut oleh iblis sebab ia tidak penuh Roh Kudus sehingga tidak memiliki kuasa untuk menolak yang jahat. Ketika kita mulai berkompromi dengan dosa, kita tidak akan mampu menolaknya. Karena itu, kita harus senantiasa penuh Roh Kudus sehingga memiliki kuasa dari tempat Maha Tinggi untuk menolak si jahat yang berusaha menggagalkan rencana baik Allah dalam hidup kita. Kisah Para Rasul 10:38  yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

    Amsal 23:7a  Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. (As he thinks in his heart, so is he.)
    Filipi 3:15  Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
    Matius 19:20-21  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
    Tuhan tidak melarang kita untuk menjadi kaya, tetapi Tuhan tidak menghendaki kita terikat dengan segala hal di dunia (atau dengan segala hal yang kita banggakan, baik harta maupun karakter).
    Filipi 3:8  Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
    Efesus 3:20  Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,