Membangun Tembok Yerusalem

Pembangunan tembok Yerusalem seharusnya diselesaikan selama 4 tahun, tetapi dapat diselesaikan selama 52 hari di zaman Nehemia, ini adalah unusual miracle! Ketika kita berpuasa selama 52 hari berarti kita pun sedang membangun tembok bagi Indonesia seperti yang dilakukan oleh Nehemia.

Ada 3 tahap dalam membangun tembok, yaitu:

A. TAHAP PERSIAPAN SEBELUM PEMBANGUNAN

Yang harus kita lakukan di tahap ini adalah:

a) Meminta hati Tuhan yang penuh belas kasihan atas jiwa-jiwa yang terhilang.

Nehemia 1:3-4 Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

Kapan terakhir kali kita menangisi jiwa-jiwa yang terhilang dengan hancur hati? Tuhan mencari para penyembah yang mengerti isi hati Tuhan, yaitu keselamatan jiwa-jiwa.

b) Sering memohon ampun kepada Tuhan atas segala dosa baik yang disadari maupun yang tidak disadari.

Nehemia 1:6-7 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.

Ketika kita selalu memohon ampun kepada Tuhan, maka kasih mula-mula akan turun bagi kita sehingga kita terus berapi-api bagi Tuhan. Hal ini mematahkan spirit kesombongan rohani. Jika kita sering merasa ‘kering rohani’ mungkin salah satunya disebabkan karena jarang memohon ampun pada Tuhan. Pendoa syafaat tanpa attitude yang rendah hati, doanya tidak berkuasa.

B. TAHAP SAAT PEMBANGUNAN DILAKSANAKAN

Yang harus kita lakukan di tahap ini adalah:

a) Menjaga hati.

Nehemia 2:10 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.

Mengapa kita harus menjaga hati? Karena tidak semua orang mendukung apa yang kita lakukan, namun kita harus tetap berjuang menyelesaikan apa yang Tuhan kehendaki. Di titik inilah kita diuji dan harus keluar sebagai pemenang!

Tuhan memberikan upah yang berbeda bagi orang-orang yang berjuang dan tidak berjuang, yaitu rumah di surga. Sesuai kesaksian Pdt. Park Yong Gyu yang pada tahun 1987 telah meninggal akibat tekanan darah tinggi. Tetapi karena kasih karunia Allah, hidupnya diperpanjang untuk 20 tahun. Selama kematiannya, ia diperlihatkan Tuhan keadaan surga dan neraka. Di surga ia diberitahu bahwa ada 7 hal yang harus dilakukan seseorang untuk mengumpulkan bahan-bahan bagi pembangunan rumahnya:

1. Penjumlahan dari total penyembahan dan pujian kepada Allah.

2. Waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.

3. Waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.

4. Waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.

5. Persembahan seseorang kepada Allah.

6. Ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada Allah.

7. Waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.

Renungkan kembali standar kerohanian kita! Sebagai prajurit Tuhan yang gagah perkasa kita harus berprinsip: “tetap taat meskipun menyakitkan”. Ketika kita serius terhadap Tuhan, maka Ia pun akan serius terhadap kita. Sebaliknya, ketika kita tidak serius terhadap Tuhan, jangan menuntut Tuhan untuk serius terhadap kita.

b) Menyelidiki dengan seksama (teliti).

Nehemia 2:13 Demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api.

Nehemia melakukan penyelidikan di malam hari, artinya ia melakukan riset (pemetaaan rohani) dengan diam-diam (tanpa banyak bicara kepada banyak orang). Kita harus melakukan “riset terbaru” berdasarkan aspek sejarah, rohani dan fisik dalam pemetaan rohani, selanjutnya diperangi dalam doa keliling.

c) Memiliki komitmen.

Nehemia 2:18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.

C. TAHAP SETELAH PEMBANGUNAN DISELESAIKAN

Yang harus kita lakukan di tahap ini adalah:

a) Tetap fokus.

Nehemia 4:7 Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.

Kita harus waspada terhadap “distraction” (gangguan), baik itu berupa masalah ataupun berkat. Khususnya bagi para pemimpin, jangan sampai tidak menangkap visi Tuhan bagi pasukan yang dipercayakan kepadanya.

b) Membangun dengan unity (Nehemia 3:1-32).

Semua pihak (Gembala, diaken diakones, pendoa syafaat, pemusik, sekolah minggu, dll) harus bergandengan tangan, jangan one man show!

c) Mengadakan penjagaan siang dan malam.

Nehemia 4:9 Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

Bagaimana bentuk penjagaan itu?

  • Kita harus tahu bahwa kita memiliki Tuhan yang maha besar dan dahsyat. Nehemia 4:14 Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: “Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu.”
  • Memegang senjata rohani (Efesus 6:14-18) dan membaca Mazmur 91 setiap hari. Nehemia 4:16 Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum Yehuda
  • Maju berperang dan merebut jiwa-jiwa. Nehemia 4:17-18 yang membangun di tembok. Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata [artinya pekerjaan di market place dan pelayanan di Gereja berjalan bersamaan, bukan bergantian]. Setiap orang yang membangun bekerja dengan berikatkan pedang pada pinggangnya, dan di sampingku berdiri peniup sangkakala [artinya kita harus dengar-dengaran akan suara sangkakala/tanda-tanda peringatan dari Tuhan].
Advertisements

Menjadi Penuai Jiwa Di Akhir Zaman

Ini adalah era penuaian jiwa besar-besaran, yang harus kita lakukan adalah:
1) Pertajam sabit. Yoel 3:13  Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. Jika sabit tumpul, akan sulit untuk menuai. Kita harus menjadi sabit yang tajam di tangan Tuhan agar cepat menuai. Sabit harus diasah supaya tajam, kita tajam melalui a) proses demi proses kehidupan (harus miliki respon yang benar dalam setiap proses); b) perkuat DNA kita, yaitu: “Restorasi Pondok Daud”prajurit-prajurit yang gagah perkasa yang mempunyai gaya hidup doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam yang melakukan kehendak Bapa pada zaman ini. Kehendak Bapa yaitu menuai jiwa. Tuhan menghendaki agar kita menjadi prajurit yang gagah perkasa (prajurit yang menang dalam setiap pencobaan), bukan jemaat biasa. Banyak berdoa dan berpuasa untuk mematikan kedagingan.
2) Perkuat jala. Lukas 5:6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Jala berbicara tentang unity (kesatuan) dan banyak merendahkan diri, merendahkan hati di hadapan Tuhan (banyak introspeksi diri dan minta ampun atas segala dosa yang disadari ataupun tidak). Tuhan Yesus akan segera datang menjemput umat-Nya yang tanpa cacat cela.

Prajurit Pemenang

Tahun 2016 adalah tahun pembebasan seutuhnya. Pendoa syafaat harus mengalami terobosan, yaitu hingga jiwa-jiwa bertobat dan mengalami Tuhan.

Ini era peperangan rohani yang dahsyat dan kita sebagai prajurit Allah yang gagah perkasa harus menang melawan keakuan kita. Seorang prajurit harus tahu komandannya. DNA kita adalah restorasi pondok Daud, yaitu prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang mempunyai gaya hidup doa, pujian dan penyembahan bersama-sama siang dan malam yang melakukan kehendak Bapa pada zaman ini. Kehendak Tuhan zaman ini adalah menuai jiwa-jiwa, strateginya:
1) Menjadi prajurit Tuhan yang gagah perkasa
2) Gaya hidupnya doa, pujian dan penyembahan

Peperangan rohani itu seumur hidup kita, dan seorang prajurit harus:
a) Memiliki strategi peperangan.
b) Tekun, kita pasti akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.
c) Memperbaharui pemetaan, agar tidak ‘salah langkah’ dalam berperang. Pemetaan itu mencakup: riset sejarah (masa lalu), riset fisik (yang kelihatan), riset rohani (yang tidak terlihat).
d) Jangan sembarangan bicara (terus perkatakan yang baik), semakin rendah hati-introspeksi diri-hidup kudus, banyak masuk hadirat Tuhan, hanya mendengar suara komandannya dan bergeraj sesuai komando.

Tahun Ayin Beth – 5772

Shalom!

Sejak tanggal 28 September 2011 sampai 16 September 2012 kita memasuki tahun 5772 (Tahun Ayin Beth) secara penanggalan Ibrani. Tahun 2012 adalah “Tahun Perkenanan  Tuhan”.

Mazmur 32:8 berkata Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” Ayin (angka 70) berbicara tentang mata Tuhan yang terus memandang, mengawasi, menuntun dan memberi nasihat bagi kita; Ayin juga berbicara tentang mata kita yang harus hanya senantiasa tertuju kepada Tuhan Yesus (cinta Tuhan, menurut dan menyenangkan Tuhan).

1 Korintus 6:19-20 berkata Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Beth (angka 2) berbicara tentang bait/rumah. Kita adalah rumah Roh Kudus (tubuh kita milik Tuhan); rumah roti (kita memberi makanan/Firman Tuhan bagi orang lain); rumah doa, pujian dan penyembahan; rumah mujizat; rumah berkat dan damai sejahtera.

Selain itu, Beth juga berbicara tentang awal penciptaan/penciptaan yang baru (doa-doa kita selama ini yang belum terjawab, akan dijawab Tuhan secara dahsyat). Tuhan inginkan agar kita memperhatikan baik-baik setiap perkataan yang kita ucapkan karena melalui perkataan, kita sedang menciptakan sesuatu. Oleh karena itu, perkatakanlah hal yang baik dan memberkati.

Beth juga berbicara tentang rumah tangga/keluarga Tuhan (akan ada banyak rumah tangga yang dipulihkan Tuhan) dan tentang zona berkat ‘bagi orang yang tidak mata duitan/mata keranjang/jelalatan’. Yang terpenting hari-hari ini adalah fokus kepada Tuhan dan menyenangkan-Nya, sedangkan bagian Tuhan adalah menyenangkan hidup kita.

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Korintus 2:9)