Hidup Berkenan Kepada Tuhan

2 Korintus 5:9-10 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Fokus hidup kita adalah mencari perkenanan Tuhan, bukan semata-mata diberkati oleh Tuhan. Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Persoalan diijinkan terjadi oleh Tuhan agar kita introspeksi diri apakah sudah hidup berkenan atau tidak pada-Nya. Hidup kita akan “dilatih” terus hingga kita berbuah 30, 60 bahkan 100 kali lipat. 

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Tanda bahwa hidup kita berkenan kepada Tuhan, yaitu ada damai sejahtera di hati meskipun sedang di tengah goncangan. Hendaklah ketaatan kita karena mencintai Yesus, bukan karena sekedar kewajiban. Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 

Hidup yang berkenan kepada Tuhan harus diusahakan. Roh Kudus memampukan kita melakukannya.

Advertisements

Hidup Seperti Kristus

Ibrani 12:1-2

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Shalom!

Firman Tuhan yang jatuh ke tanah yang subur maksudnya kita mendengar dan mengerti Firman Tuhan kemudian melakukannya sehingga hidup kita berbuah di dalam Kristus. Hidup ini adalah suatu perlombaan dan yang Tuhan kehendaki dari akhir perlombaan tersebut adalah kesempurnaan, yaitu hidup yang diubahkan oleh kuasa darah Yesus dan pimpinan Roh Kudus sehingga kita mampu bertahan sampai akhir dan menjadi mempelai Kristus. Menerima Yesus bertujuan agar kita mengalami perubahan karakter seperti Kristus dan mengembalikan kita kepada ciptaan semula yang diciptakan segambar dengan Allah yang telah rusak oleh dosa.

Kolose 3:8-10 berkata “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” Menjadi seperti Kristus adalah suatu proses seumur hidup; semakin kita hidup seperti Kristus seharusnya semakin banyak orang yang melihat damai Ilahi dalam diri kita. Roma 11:36 berkata “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Karena itu, mata kita harus selalu tertuju kepada Tuhan agar dimampukan hidup untuk Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, bukannya hanya hidup bagi diri sendiri. “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” (2 Korintus 5:15) Lalu, apa cirinya orang yang hidup untuk Tuhan?

  1. Orang yang mata hatinya tertuju kepada Tuhan (hidup untuk Tuhan) pasti memiliki hidup yang intim dengan Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan dan pembacaan Firman Tuhan secara teratur. 2 Timotius 3:15 berkata “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” Jika Firman selalu terpatri dalam hati kita, maka Tuhan akan memberikan hikmat kepada kita untuk menjalani setiap persoalan kehidupan kita. Percayalah, di dalam Kristus selalu ada jalan keluar; Tuhan memberikan pengharapan.
  2. Kejadian 39:23 berkata “Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” Apa yang membuat Yusuf begitu diberkati oleh Tuhan? Karena ia melakukan apa yang dipercayakan kepadanya dengan segenap hati. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23) Lakukanlah segala sesuatunya dengan segenap hati, dan percayalah bahwa Tuhan memperhitungkannya dan sanggup mengangkat kita pada waktu-Nya.
  3. Orang yang mata hatinya tertuju kepada Tuhan pasti memiliki komitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya. Kejadian 39:8-9 berkata “Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”” Ketika kita tetap memikirkan perasaan Tuhan dalam masa sulit kita dan tetap hidup berkenan di hadapan-Nya, maka lihatlah kelak bahwa Tuhan tidak segan-segan untuk mempromosikan kita. Selain itu, kita harus menjaga hati kita dari kepahitan agar senantiasa memiliki damai sejahtera dalam hidup ini. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20)

Nilai Kehidupan Kekal

Yohanes 6:27

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Shalom!

Ada kuasa dalam kesatuan hati (unity). Unity dalam tubuh Kristus harus dimulai dengan unity dengan Tuhan secara pribadi terlebih dahulu.

Kehidupan yang kekal akan kita peroleh jika kita menjalani hidup yang sementara ini berdasarkan tuntunan Tuhan, yaitu bekerja untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal (hidup berfokus kepada tujuan akhir kehidupan –mengejar esensi nilai-nilai kehidupan yang kekal). Apakah “makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” itu? Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34)

Matius 7:21 berkata Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Orang Kristen yang tak melakukan Firman Tuhan tidak akan masuk surga.

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8)

Matius 22:37,39 berkata Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,” (1 Yohanes 5:3)

Filipi 4:8 berkata Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Merenungkan Firman Tuhan adalah tanda bahwa kita mengasihi-Nya (mengutamakan Tuhan), melakukan Firman adalah salah satu bentuk dari mengasihi sesama. Kasih kepada Tuhan memampukan kita untuk melakukan kehendak-Nya sebab Roh Allah ada di dalam kita, yaitu Roh Kudus yang lebih besar dari segala roh yang ada di dunia ini. Mengasihi Tuhan membuat hidup kita berfokus kepada nilai-nilai kehidupan yang membawa kepada kehidupan kekal sehingga kita pun sangat rindu untuk menjadi berkat bagi orang lain dan mengakhiri hidup yang sementara ini sebagai seorang yang lebih dari pemenang. Tuhan Yesus memberkati.

Janji Tuhan

Yosua 21:45 – “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.”

Ayat tersebut juga berlaku demikian : “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada saya (sebutkan nama Anda), tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.”

Yosua 1:8 – “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Yohanes 14:27 – “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Kisah Rasul 16:25-31 – “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!” Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Ibrani 3:14 – “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”

Ketika kita sedang dalam pergumulan, jangan mengeluh lagi, tetapi pujilah Tuhan! Tuhan Yang Maha Dahsyat sanggup menolong kita dengan cara-Nya yang ajaib. Juga jangan pernah berpikir untuk mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan masalah seperti bunuh diri, percayalah Tuhan beserta kita! Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, bersama Tuhan kita pasti bisa lakukan perkara-perkara besar! Tuhan telah menyediakan keselamatan bagi kita setelah kita meninggal, juga ketika kita masih hidup di dunia asalkan kita tetap setia dan bertahan hidup di dalam Kristus Yesus. Semua janji-janji Tuhan di dalam Alkitab adalah untuk kita selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati.