Hati Bapa

Maleakhi 4:5-6  Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.  Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Gambar Bapa di surga rusak ketika gambar bapa di bumi rusak karena dosa. Hal ini menyebabkan kita sulit memiliki hubungan yang intim dengan Bapa di surga. Sebelum kedatangan Tuhan, hubungan Bapa di surga dengan kita harus dipulihkan tetapi sebelumnya hubungan bapa di bumi dengan kita harus dipulihkan.

Anak menjadi hebat karena Tuhan Yesus dan karena orang tua yang hebat. Sebagai orang tua, kita harus mewariskan iman kepada anak-anak kita, lebih dari warisan harta.

Hal yang iblis hancurkan ketika merusak gambaran Bapa di surga, yaitu:
1) Merusak komunikasi antara anak dan bapa jasmaninya. Anak-anak yang tidak hidup menghormati orang tuanya sedang hidup di bawah kutuk.
2) Kedisiplinan. Bapa tanpa kedisiplinan hanya menghasilkan anak-anak yang tidak takut akan Tuhan, tetapi bapa yang terlalu disiplin membuat anak-anak memiliki gambaran yang kejam akan Bapa di surga. Ingat, Bapa di surga memiliki peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar. Tiap-tiap pukulan Tuhan mendatangkan dukacita tetapi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mau taat dan mengasihi-Nya.

Advertisements

HERO

Tuhan menghendaki kita bukan hanya menjadi seorang jemaat biasa, namun menjadi pasukan pahlawan Tuhan untuk membebaskan generasi yang terhilang dari cengkeraman orang Midian dan orang Amalek (Hakim 6:3). Midian berbicara tentang perzinahan, sedangkan Amalek berbicara tentang mengutamakan kesenangan duniawi dibandingkan Tuhan.

So, how to be a hero for the lost generation?

  1. “Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”” (Hakim 6:12) Mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan adalah bukti bahwa Tuhan telah memilih kita untuk menegakkan kerajaan-Nya di muka bumi. Pengurapan dari Tuhan-lah yang memampukan kita untuk menjadi pahlawan-Nya.
  2. “Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.” (Hakim 6:24) Gideon bukan seorang yang hebat, tetapi ia memutuskan untuk selalu mengutamakan Tuhan. Membangun mezbah bagi Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan bukan saja ketika kita bersaat teduh tetapi juga selalu berkomunikasi dengan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita.

Menjadi pahlawan berarti bagaimana kita benar-benar mengalami hidup yang berkemenangan di dalam Kristus sehingga melalui kita akan ada banyak jiwa yang terhilang dimenangkan bagi kemuliaan Tuhan. Be grateful because God choose us to be something for Him even though we are nothing. Let’s be the hero of God!

Pemulihan Hati Bapa

Gambaran Bapa Surgawi yang sebenarnya:

  1. Allah memiliki otoritas dan sangat berkuasa, tetapi Dia sangat penuh kasih dan pengampunan. Dia bukan seorang bapa yang otoriter/kejam juga bukan seorang bapa yang tidak berotoritas/loyo. (Matius 10:29-31)
  2. Allah kita setia dan dapat dipercaya, Dia bukan bapa yang ingkar janji (Mazmur 12:7-8).
  3. Allah sangat menghargai kita sebagai anak-anaknya (Mazmur 27:10), Dia tidak pernah memadamkan semangat kita, tetapi Dialah sumber pengharapan kita.
  4. Allah mendisiplinkan kita untuk kebaikan kita bukan untuk menyiksa kita (1 Yohanes 1:9; Ibrani 12:10-11; Wahyu 3:19)
  5. Allah itu dekat dan selalu menunggu kita untuk “curhat”. Dia bukan bapa yang jauh, formal dan tidak mau mendengarkan kita. (Yeremia 29:12-14)
  6. Allah mengasihi kita tanpa syarat apapun. Dia bukan bapa yang baik dan menyayangi kita hanya ketika kita telah mencapai standar tertentu (prestasi, dsb). (1 Yohanes 4:10)
  7. Allah melihat hati kita. Dia menghargai setiap usaha dan kerinduan kita pada-Nya. Dia bukan bapa yang pilih kasih. (1 Samuel 16:7b)

Bapa di Surga tidak pernah mengutuk, tetapi selalu memberkati. Sekalipun kita sering melukai Tuhan, tapi Tuhan tetap setia dan sangat mengasihi kita. Bagi Dia, kita jauh lebih berharga dari apapun. (Mat 10:29-31; Yesaya 43:4)

Langkah-langkah pemulihan:

  1. Melihat gambaran Bapa yang benar (Bapa di Surga)
  2. Alami kasih Bapa di Surga
  3. Miliki keterbukaan (jangan ja-im) dan kemauan untuk berubah
  4. Lepaskan pengampunan kepada bapa jasmani kita (Maleakhi 4:5-6) sebab jika kita tidak mengampuni orang tua, kita terkutuk (Ulangan 27:16)

Sejahat apapun yang dilakukan orang tua kita kepada kita, bahkan sampai menggugurkan anaknya sekalipun, yakinlah bahwa mereka telah dan selalu ingin berusaha semaksimal mungkin semampu mereka untuk selalu melakukan dan memberikan yang terbaik bagi kita hanya mereka tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkannya. Cara pandang kita dan mereka sering berbeda karena posisi kita dan mereka juga berbeda. Mereka bukannya tidak mencintai anak-anaknya, hanya saja mereka menyatakan cintanya dengan cara mereka sendiri, bukan dengan cara yang diinginkan anak-anaknya. Oleh karena itulah kita perlu selalu terbuka dengan orang tua kita, seberat apapun konsekuensinya. Kita tak mungkin meminta sesuatu kepada orang lain jika mereka tak memiliki yang kita inginkan, mungkin orang tua kita juga tidak pernah mendapatkan “hal yang kita inginkan itu” dari orang tua mereka. Tetapi percayalah, selalu memberi yang terbaik untuk kita, berarti dilahirkan dan dipelihara oleh orang tua kita yang sekarang itu adalah yang terbaik untuk kita ketimbang jika kita diasuh oleh orang tua lain. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tidak mengungkit masa lalu, mengampuni mereka dan diri sendiri, lalu menerima dan menjalani hidup kita sesuai panggilan Tuhan dengan penuh sukacita.