Kingdom Mentality

“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.” (2 Timotius 2:1-7)

Apa yang harus kita teladankan sebagai anak-anak Terang yang memiliki mentalitas Kerajaan Surga?

  1. Penguasaan diri melalui disiplin waktu dan emosi
  2. Kerendahan hati (karena tak ada satu pun dari diri kita yang patut dibanggakan)
  3. Semangat yang terus berkobar, gigih dan pantang menyerah
  4. Rela berkorban bagi Kerajaan Surga seperti Kristus telah mengorbankan nyawanya bagi keselamatan umat manusia
Advertisements

Panggilan Sebagai Penyembah Yang Benar

1 Petrus 2:9-10

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

Shalom!

Semua umat manusia begitu menantikan Sang Juru Selamat Dunia. Kita sebagai gereja adalah kumpulan orang-orang yang dipanggil dari kegelapan kepada terang Kristus. Bersyukurlah sebab kita telah dipilih oleh Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan: itulah panggilan Tuhan bagi hidup kita. Kekristenan mulai menghilang ketika kita tidak mewariskan iman kepada keturunan kita karena keduniawian yang menjadi fokus hidup kita tanpa melibatkan sedikitpun kuasa Tuhan dalam hidup kita. Namun, prinsip Kerajaan Allah menekankan bahwa memiliki seluruh harta dunia tanpa Allah hanyalah kesia-siaan belaka, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.(Matius 6:33) Kita perlu penyertaan Ilahi. Pada awalnya bangsa Israel dijagai oleh Tuhan dengan tiang awan dan tiang api, namun seiring memasuki Tanah Perjanjian maka Tuhan menghendaki bangsa Israel untuk bekerja dan menuai hasilnya. Itulah saat dimana kita hidup berpindah dari dimensi jasmani ke dimensi rohani, yaitu sepenuhnya mempercayai Tuhan meskipun kita tidak melihatnya secara jasmani. Jadi, kunci dari berkat-berkat Tuhan yang berkelimpahan, yaitu:

1)                  Calling. Roma 13:1 berkata Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.Melihat keadaan negara kita yang berantakan, hendaklah kita tetap bersikap bijaksana dengan mendoakan para pemimpin bangsa ini bukannya menghakimi mereka. Kita harus tetap mengusahakan kesejahteraan negara kita, minimal melalui doa yang memberkati bangsa ini. Meskipun kita minoritas namun Tuhan menciptakan kita untuk menjadi terang ditengah kegelapan yang melanda negara ini agar kelak nama-Nya dipermuliakan oleh seluruh bangsa ini. Inilah panggilan kita sebagai ciptaan yang baru di dalam Kristus. Tak perlu kuatir dengan siapa pemimpin bangsa ini karena kita adalah warga negara surga sehingga seharusnyalah kita berharap hanya kepada Tuhan yang adalah sumber kehidupan kita. Kita adalah bait Allah, Allah ada di dalam kita. Roh yang ada di dalam kita lebih besar kuasa-Nya dibandingkan segala roh di dunia ini, karenanya kita tak perlu kuatir dengan segala ketidakpastian dunia ini. Ketika Roh Allah ada dalam kita, apapun yang kita perbuat pasti berhasil.

2)                  Character. Pengajaran yang hebat kalah dengan sifat dasar manusia. Jelaslah bahwa karakter Kristus menentukan kehidupan kita lebih dari segala pengetahuan yang kita kuasai. Syarat agar karakter Kristus tersebut semakin besar di dalam kita yaitu kita harus hidup sesuai kebenaran dan penuh dengan Roh Allah. Kita yang tidak layak untuk beribadah kepada Allah yang kudus dilayakkan untuk bersekutu dengan-Nya melalui penyembahan kita. Semakin kita bersekutu dengan Tuhan maka semakin kita serupa dengan-Nya. Milikilah karakter manusia kerajaan Surga yang berkomitmen dan berdedikasi untuk hidup benar ditengah kegelapan dunia ini.

3)                  Capability. Lipatgandakanlah talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita untuk meningkatkan kesejahteraan hidup kita. Sebagai anak Allah, kita tidak boleh kalah dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita harus meningkatkan kemampuan kita dalam segala hal agar nama Tuhan dipermuliakan.

4)                  Capacity. Seiring dengan meningkatnya kemampuan kita, maka kapasitas kita pun akan diperbesar. Kita harus siap dengan proses Tuhan untuk meningkatkan kapasitas hidup kita, baik rohani maupun jasmani.

5)                  Commitment. Sebagai anak-anak Allah yang tangguh, kita harus berani berkomitmen untuk hidup benar ditengah keadaan dunia yang tidak benar. Kita tidak boleh hidup dalam ‘zona abu-abu’ yang kelak malah akan mempermalukan nama Tuhan karena kita telah membuat diri kita menjadi ‘payah’ di hadapan orang lain. Tetaplah pertahankan iman untuk menyembah Yesus meskipun dunia menolak kita.

6)                  Connect to Jesus. Tetaplah terhubung dengan Kristus yang adalah sumber kehidupan kita.

 

Mental Lebih Dari Pemenang

 “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.”

(2 Korintus 4:8-9)

Seluruh manusia di bumi ini baik orang Kristen maupun non-Kristen mengalami problema umum yang sama, namun yang membedakan keduanya adalah cara mereka mengatasi problema tersebut karena sebagai anak Allah kita memiliki Roh Kudus di dalam diri kita yang lebih besar kuasanya dibanding roh-roh yang ada di bumi. Mental lebih dari pemenang berarti meyakini bahwa kita adalah anak Allah sehingga kita berhak untuk diberkati selama hidup di bumi ini sesuai dengan cara Allah memberkati.

Kualitas seseorang terlihat ketika ia sedang dalam masalah; bersungut-sungut sebenarnya sedang melemahkan semangat kita dalam menghadapi masalah. Amsal 13:12 berkata Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.” Meskipun Tuhan izinkan kita mengalami masa-masa sedih karena harapan yang tertunda, namun tetaplah berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa … Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

MENTAL PECUNDANG

Ciri-cirinya yaitu mudah menjadi lemah, mencari kambing hitam dan tidak terima dengan keadaan ketika ia menghadapi masalah.

MENTAL PEMENANG

Ciri-cirinya yaitu mengalahkan segala hambatan dengan berpikiran positif dan semangat yang luar biasa ketika ia menghadapi masalah. Ia seorang pengampun dan berusaha merubah yang negatif menjadi positif dengan yakin berdoa bahwa apa yang ia doakan telah ia terima (Markus 11:24) serta melakukan tindakan-tindakan iman.

MENTAL LEBIH DARI PEMENANG

Ciri-cirinya yaitu berani menghadapi setiap masalah, selalu melihat peluang/kesempatan dibalik setiap masalah dan menggunakan hikmat Allah untuk menyelesaikan masalahnya yang notabene berbanding terbalik dengan pola pikir dunia. Ia percaya ketika ia menggunakan kekuatan yang dari Allah, maka segala masalah akan terlihat lebih kecil dibanding kekuatan yang ia terima dari Allah sehingga ia memiliki keberanian Ilahi (bukan keberanian yang ‘nekat’) untuk melangkah mengambil ‘peluang’ tersebut dengan cara Allah tanpa berfokus kepada masalahnya. Seorang dengan mental lebih dari pemenang tidak cinta uang tetapi cinta Tuhan sehingga ia dituntun Tuhan melakukan apa yang mendatangkan damai sejahtera Allah karena ia memiliki prinsip hidup …carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Upah Pelayanan

2 Raja-Raja 4:8-17

Shalom!

Masalah yang kita hadapi, tidak ada bedanya dengan masalah yang dihadapi oleh orang bukan Kristen. Tuhan pun tidak membeda-bedakan masalah yang kita hadapi. Jadi, yang harus kita lakukan dalam menghadapi masalah kehidupan kita, yaitu:

  1. Memiliki suatu kerinduan yang besar untuk melayani Tuhan, meski kita merasa tidak memiliki kemampuan untuk melayani atau sepertinya pelayanan yang kita lakukan “tidak berarti”. Yang membedakan umat Kristiani dengan yang bukan adalah Tuhan yang kita sembah memberikan “kepastian” kepada kita akan tempat akhir kita dalam kekekalan, yaitu surga bagi mereka yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Karenanya, hendaklah kita “berbagi surga” tersebut dengan orang lain di bumi ini dengan melayani mereka untuk kemuliaan Tuhan. Sebuah doa pun adalah pelayanan. Jangan mudah puas dengan pelayanan yang telah kita lakukan sekarang, mari go to the next level! Mari kita mempengaruhi sesama kita untuk mulai masuk dalam pelayanan bagi Tuhan juga.
  2. Bersedia melayani meskipun merasa tidak siap/tidak layak untuk melayani. Saat terbaik bagi kita untuk melayani adalah di saat kita sama sekali tidak ingin melayani. Justru di saat kita memiliki masalah kehidupan, melalui pelayanan tersebut kita akan diberkati. Jangan tunda-tunda lagi!
  3. Tetap tenang dan mengkoreksi diri meskipun masalah yang kita hadapi semakin berat ketika kita telah melayani Tuhan karena ini adalah suatu ujian agar kita semakin melihat kebesaran Tuhan nyata dalam hidup kita. 1 Petrus 4:7 berkata “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Milikilah iman sebab “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28) Kemudian lakukanlah tindakan iman dan tetap perkatakan Firman Tuhan (ucapan iman). Ketika hati dan pikiran kita positif, dan tindakan serta perkataan kita positif maka hal yang positif pula yang akan terjadi pada kita. Bersemangatlah setiap hari, meski tubuh kita lemah tetapi hendaklah Roh kita semakin kuat! Jika kita hidup benar, “”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7)

Mengosongkan Diri

Filipi 2:5-11

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Shalom!

Mengosongkan diri berarti membuang ke’aku’an kita, seperti Tuhan Yesus yang walaupun Allah tapi merelakan diri-Nya untuk hidup di bumi sebagai hamba. Markus 6:1-3 menyatakan bahwa Yesus adalah seorang manusia biasa di mata orang-orang sekitar-Nya, namun mereka terheran-heran karena Yesus mampu melakukan hal-hal luar biasa yang supranatural. Yesus menyatakan bahwa “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. (Yohanes 14:10) Inilah yang menyebabkan Yesus mampu melakukan hal-hal yang supranatural.

Allah adalah Roh, untuk menyatakan kuasa-Nya, Roh tersebut memerlukan sebuah tempat untuk bermanifestasi, yaitu manusia. Roh-lah yang menggerakan tubuh manusia. Tubuh kita adalah bait Allah, tempat di mana Roh Allah berdiam. Roh iblis pun bekerja seperti prinsip Roh Allah bekerja, ia memerlukan tempat untuk bermanifestasi tetapi roh iblis sifatnya merusak tubuh seseorang (Lukas 13:11) sedangkan Roh Allah sifatnya memampukan manusia untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dibandingkan yang manusia itu sanggup lakukan.

Jadi, apa gunanya kita mengosongkan diri?

  1. Roh Allah akan mengisi diri kita sehingga kita melakukan apa yang Allah kehendaki bukan dengan kemampuan kita sendiri tetapi dengan kekuatan Ilahi (Matius 16:16). Tuhan menghendaki anak-Nya untuk tidak meninggikan diri atas ‘kehebatan’ yang telah dilakukannya, karena semua itu dilakukan oleh Allah melalui diri manusia. Tuhan menghendaki agar kita mengosongkan diri agar Roh Allah bekerja dan nama Tuhan dipermuliakan melalui kita. Ketika kita mengosongkan diri, terjadilah sesuatu yang luar biasa.
  2. Mengosongkan diri mendatangkan berkat bagi kita. Sebagai rekan sekerja Allah, kita harus juga harus memperlengkapi diri dengan ilmu-ilmu dunia sebagai bekal bagi kita untuk hidup bertanggung jawab di bumi. Mengosongkan diri berarti berserah sepenuhnya kepada Tuhan namun tetap melakukan ‘bagian’ kita, seperti kisah janda Sarfat dan ketika Yesus memberi makan 5000 orang. Mereka melakukan bagian mereka dengan apa yang ada pada mereka (bertanggung jawab) kemudian berserah kepada Tuhan agar mujizat terjadi tanpa perlu mengkhawatirkan bagaimana cara mujizat tersebut terjadi. Mengosongkan diri berarti tidak mempergunakan hak kita untuk melawan orang yang menyakiti kita, melainkan bersedia mengampuni dan berserah kepada Allah (contoh: Stefanus). Mengosongkan diri juga berarti tetap memiliki iman kepada Allah bagaimanapun konsekuensi yang akan terjadi kepadanya, merelakan diri untuk kemuliaan Allah (contoh: Sadrakh, Mesakh dan Abednego). “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7)

Panjang Umur Dan Diberkati

“Berbahagialah orang  yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannyaialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;  apa saja yang diperbuatnya berhasil.  Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam  yang ditiupkan angin.  Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;  sebab TUHAN mengenal  jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.” (Mazmur 1:1-6)

Kekayaan bukan tujuan hidup kita, tetapi kekayaan adalah sebagai akibat hubungan baik kita dengan Tuhan. Tuhan tahu kebutuhan kita. Umur panjang 30% tergantung dari faktor genetika dan 70% dari sikap hidup kita setelah lahir baru, yaitu:

Secara jasmani

  • Berbagi kebahagiaan dalam kebersamaan
  • Terbiasa menggunakan otak dan tubuhnya tetap aktif
  • Menghargai tubuh sebagai bait Allah yang harus dijaga sebaik mungkin dengan memakan makanan yang sehat

Secara rohani

  • Tetap beriman kepada Tuhan karena tidak ada yang bisa diharapkan dari dunia ini. Ketika kita tetap di dalam Allah, maka Ia akan beri masa depan yang penuh harapan kepada kita. Iman kepada Roh yang luar biasa membuat kita hidup lebih optimis karena mendapat kekuatan baru dari Allah. Iman adalah tenang melakukan sesuatu bersama Tuhan. Ketika kita tenang, maka tingkat stress akan menurun dan berdampak kepada umur yang panjang. Hati yang gembira meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. So, think positively, be easy going and share your life!
  • Menjaga pikiran positif karena pikiran yang positif akan berdampak pada kehidupan yang positif pula. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5)
  • Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal, bukan mengeluh. Temukanlah 1% talentamu bagi kemuliaan Tuhan dan berkat bagi sesama + 99% kemauan untuk berusaha, so you will find yourself is great!
  • Meminta hikmat Tuhan untuk melakukan terobosan. Jangan andalkan diri sendiri tetapi andalkanlah kuasa Allah, maka hal-hal yang lain akan ditambahkan meski kita tak memintanya. “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.  Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.” (Amsal 3:13-16)

Gaul, Amal, Jalan-Jalan, Introspeksi (Ketaatan & Iman)

MATIUS 10:5-15

Shalom!

GAUL             Gereja adalah suatu komunitas dimana orang-orang yang terhilang (dari gelap) masuk ke dalam terang Kristus. Maka berbahagialah kita yang sudah mengenal Kristus, janganlah kita merusaknya dengan gaya hidup yang duniawi sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Tuhan Yesus memberi teladan yang sangat baik dengan bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status sosial atau latar belakang mereka sebab Tuhan hanya melihat hati. Tujuan Tuhan Yesus tidak menutup diri dari pergaulan meskipun mereka berdosa adalah “memberi dampak” (menjadi garam & terang) kepada mereka agar kehidupan mereka berubah menjadi lebih baik (Yohanes 4:9). Hendaklah kita juga bergaul tanpa membeda-bedakan orang berdasarkan standar tertentu (jabatan, kekayaan, ras, agama, dll) karena dalam Yesus kita semua bersaudara. Bergaul itu ‘duduk sama rendah, berdiri sama tinggi’. Ketika kita sudah dewasa kerohaniannya, maka kita akan dimampukan untuk bergaul dengan siapa saja tanpa harus memperdebatkan/menyalahkan kebenaran doktrin-doktrin dari masing-masing pihak tetapi kita akan saling menghargainya. Sebagai orang Kristen, kita harus tahu bagaimana caranya bergaul dengan baik dengan siapapun (sesama anggota gereja & masyarakat umum) dan yang terpenting & terutama adalah bagaimana kita harus selalu bergaul erat dengan Allah sebab pergaulan dengan Allah menghasilkan sesuatu yang baik. Melalui pergaulan dengan Tuhan, kita akan lebih peka mendengar suara-Nya; maka semua hal yang kita perlukan pasti Tuhan sediakan bagi kita.

AMAL             Amal adalah menolong orang lain yang membutuhkan dengan apapun yang kita miliki (uang, tindakan, senyum, penghiburan). Ketika kita menolong orang lain, selalu lakukan & berikanlah yang terbaik dengan kerelaan tanpa mengharapkan pamrih. Ingat, hukum tabor-tuai selalu berlaku. Sebagai orang Kristen, kita harus tetap menjadi garam & terang, tetap harus memberi meskipun kekurangan. Harus menjadi berkat dengan bersukacita tanpa bersungut-sungut!

JALAN           Jangan sampai kita kehilangan waktu-waktu yang produktif dengan hanya berdiam diri saja (do nothing) tetapi jadilah pro-aktif (do something) untuk menambah wawasan. ‘Keluarlah dari rumah’ untuk suatu hal yang positif (berbagi dan mengambil hal-hal yang baik) sehingga orientasi kita akan menjadi luas!

INTROSPEKSI          Hendaklah kita selalu mawas diri akan: KEROHANIAN (apakah kita & keluarga kita sudah belajar membangun hubungan baik dengan Allah & membaca Alkitab secara rutin; kunci diberkati Tuhan adalah ‘percaya saja’ –Yosua 1:8), KELUARGA (keluarga merupakan stasiun/tempat perhentian dari segala kesibukan kita karenanya hendaklah kita ‘menyelesaikan’ segala permasalahan keluarga kita dengan saling rendah hati & terbuka demi kebaikan keluarga kita –berani berbuat, berani bertanggungjawab), KEUANGAN (hendaklah kita hidup dengan ‘kebebasan finansial’ & bertanggung jawab mempergunakannya), KESAKSIAN HIDUP (taat melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus –Markus 16:15). Tuhan Yesus memberkati.

Peningkatan Kehidupan Di Tahun Yang baru

1 Korintus 13:11-13

“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Shalom!

Untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin buruk, diperlukan kualitas manusia yang semakin baik. Berbahagialah kita karena kita memiliki Roh Kudus yang menjadi penolong, penghibur dan penasehat ketika kita galau. Roh yang ada dalam diri kita lebih besar kuasanya dibanding roh yang di dunia sehingga kita adalah manusia-manusia dengan kualitas ekstra yang sanggup menghadapi lingkungan yang sulit. Kita diciptakan segambar dengan Allah maka hendaklah kita hidup dengan menghidupi Yesus Kristus yang ada dalam diri kita sehingga kehidupan kita menggambarkan citra diri Allah. Apa yang harus kita tingkatkan di tahun 2012 supaya kita menang menghadapi tantangan?

  1. Kerohanian. Hendaklah kita lebih memperhatikan apa yang tak terlihat dibanding apa yang terlihat secara jasmani. Yosua 1:8 berkata “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (bd. Roma 10:17). Kemenangan kita ditentukan oleh seberapa dekat kita dengan Allah (Matius 6:33). Firman Tuhan akan menguatkan kita ditengah goncangan, karenanya bacalah Firman Tuhan setiap hari sebelum datang waktunya dimana Firman Tuhan tidak dapat ditemukan lagi.
  2. Keluarga. Allah sangat mempedulikan kesejahteraan keluarga. Tata krama (rasa hormat) anak kepada orang tua harus tetap ada meskipun hubungannya seperti ‘teman’. Latihlah anak-anak kita beribadah (ada jam doa, mengontrol kebutuhan ibadah yang sesuai dengan usianya). Bagaimanapun jahatnya orang tua kita, mereka tetaplah orang tua kita, peliharalah keluarga kita! Berterimakasihlah kepada orang tua sekarang karena tiada gunanya menyesal ketika mereka sudah tiada. Keluarga harus bertumbuh semakin baik setiap harinya, kita harus hidup rukun karena dalam Kristus kita bersaudara. Diperlukan kerendahan hati untuk suatu perbaikan keluarga.
  3. Keuangan. Di hari-hari kedepan keadaan dunia akan semakin sulit. Berdoalah dan gunakan hikmat dari Tuhan untuk setia mengembangkan pekerjaan yang ‘sudah’ Tuhan percayakan kepada kita ketimbang sibuk memulai pekerjaan ‘yang baru’. Bangunlah kehidupan yang lebih baik (menabung, asuransi, menjaga kesehatan) karena percumalah kita memiliki kuasa untuk mencari/mendapatkan tetapi tidak memiliki kuasa untuk menikmati (1 Korintus 6:19-20). Tuhan memagari berkat yang ia beri kepada kita, yaitu melalui (1)kuasa darah Yesus (Ayub 1:10), (2)memenangkan jiwa (Matius 28:19), (3)memberi kepada mereka yang lemah (Amsal 19:17), (4)setia dalam perkara kecil/persepuluhan (Maleakhi 3:10).
  4. Keterampilan di dalam pelayanan. Kita harus mencari jiwa-jiwa baru dengan (1)bersaksi tentang Tuhan Yesus dengan kekuatan Roh bukan kekuatan jasmani (inti bersaksi: bagaimana keadaan kita sebelum menerima Tuhan Yesus, proses bagaimana menerima Tuhan Yesus, keadaan kita setelah terima Tuhan Yesus); (2)berdoalah sebelum melakukannya, mintalah tuntunan Tuhan agar Tuhan mengurapi kita dan orang yang kita tuju, lakukan pendekatan terlebih dahulu dengan target bukan dengan cara yang radikal, kemudian pelajari ‘sinyal’ dari target dan bersaksilah; (3)undang target untuk menerima Yesus dengan: akui dosa-tobat-buka hati-iman percaya-hidupku bukan aku lagi tetapi Yesus-ucapkanlah syukur. Menangkan jiwa dengan apa yang Tuhan beri pada kita (apa yang kita miliki). Tuhan Yesus memberkati.

Rahasia Mengalami Multiplikasi Dalam Dunia Usaha

Shalom!

Pertama Anda harus menyadari status Anda sebagai anak Allah dan yang membuat Anda mengalami berkat berlipat ganda hanyalah penyertaan Tuhan (Kejadian 26:12-13). Utamakanlah Tuhan selalu, maka hal yang lain akan Tuhan tambahkan bagi Anda (Matius 6:33). Mulailah usaha/bisnis Anda sendiri yang sesuai dengan karunia dan talenta yang Tuhan beri pada Anda (lakukan saja yang Anda bisa – Matius 25:23, 29; Kolose 3:23), dan biarlah selebihnya Tuhan yang menyelesaikan (Efesus 3:20). Awal tempat Anda bekerja adalah cikal bakal bisnis yang akan berlipat ganda.

Milikilah hubungan yang sangat intim dengan Tuhan dengan selalu mengundang hadirat dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan Anda sehingga Anda memiliki pandangan sebagai manusia rohani dan dimampukan Tuhan dalam menjalankan apa yang Tuhan sudah taruhkan dalam hidup Anda.

Catatlah setiap hal yang Anda alami selama menjalankan usaha Anda (kegagalan, keberhasilan, trik-trik, bagaimana mengatasi hal-hal sepele namun penting) agar Anda dapat mengajarkannya kepada pegawai Anda kelak ketika usaha Anda sudah mengalami multiplikasi. Buatlah struktur/ketetapan-ketetapan yang Anda inginkan dalam menjalankan usaha Anda, kemudian belajarlah mendelegasikan tugas kepada pegawai Anda dan perhatikan feed back dari apa yang telah Anda lakukan, baik dari pegawai, orang sekitar maupun konsumen.

Ketika Anda sudah mulai memperluas usaha Anda dengan membuka cabang-cabang usaha yang baru, berhati-hatilah dalam memiliki rekan bisnis, terutama jika Anda membuka cabang baru di daerah lain yang Anda tidak familiar. Pilihlah rekan bisnis yang memiliki tujuan bisnis yang sama dengan Anda (menjual barang yang sama, setting goal yang sama) juga yang adalah orang pribumi di daerah cabang baru tersebut sehingga dia sangat mengenal bagaimana cara berbisnis/kompromi yang lazim dengan orang lain di daerah tersebut.

Yang terakhir, setelah Anda diberkati berlimpah oleh Tuhan, jangan lupakan prinsip diberkati untuk memberkati. Setialah dalam mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan (Maleakhi 3:10) dan dengan hati yang tulus ikhlas memberi kepada mereka yang membutuhkan (Amsal 19:17).

Tuhan Yesus memberkati.

Mengundang Hadirat Tuhan

Apabila hadirat Allah kita hormati, hadirat Allah selalu ada dalam kehidupan kita bahkan pada segala kepunyaan kita penyertaan Tuhan sungguh sempurna. Kita adalah bait Allah yang hidup yang bisa mengundang hadirat Allah sehingga bangsa-bangsa lain diberkati melalui kita. Tuhan selalu mencari orang-orang yang mau dipakai untuk kebaikan (rencana-Nya) tetapi tergantung kita, apakah kita mau diketuk pintu hatinya oleh Tuhan? (Why 3:20)

Harus selalu menghormati orang tua bagaimanapun kesalahan mereka harus ditutupi, jangan seperti Ham yang tidak menghormati Nuh. Juga jangan kutuk Israel, karena kita ini umat cangkokan dari Israel.

Beribadahlah dengan cara yang berkenan di hadapan Tuhan, miliki standar hormat yang tinggi pada Tuhan.