Roh Percabulan

Wahyu 2:13-14 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Ayat tsb tertulis bagi Gereja di Pergamus. Gereja Pergamus adalah gereja yang kedudukannya ada di tempat yang tinggi. Oleh karena itu, Iblis mendirikan tahtanya di Pergamus sehingga Gereja Pergamus berhadapan langsung dengan Iblis. Di sisi lain, Gereja Pergamus berkembang di tengah tekanan.

Bileam adalah nabi palsu di Perjanjian Lama yang perkataannya dianggap mewakili perkataan Allah (Kitab Bilangan 22-24). Bileam lolos melewati 2 ujian pertama melalui Balak, namun ia jatuh dalam ujiam yang ketiga. Dalam perjalanannya ke tempat Balak, keledai Bileam melihat Malaikat Tuhan namun Bileam tidak melihat-Nya. Dari hal ini kita belajar bahwa mencintai mamon membuat kita tidak dapat mendengar suara Tuhan.

Ketika Bileam melihat bahwa ia tidak dapat mengutuki Israel karena Penjaganya kuat, maka Bileam menyarankan Balak untuk menawarkan perempuan-perempuan kepada bangsa Israel sehingga Israel ditulahi Allah (Bil. 31:16).

Wahyu 17:1-2 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.” [Pada hari-hari yang terakhir, roh percabulan melanda seluruh elemen masyarakat dari rakyat jelata hingga bangsawan.]

Tercatat dalam Alkitab, bahwa Simson (orang terkuat), Salomo (orang terpintar), Daud (orang paling berkenan), Musa (pemimpin paling terkenal), jatuh karena roh percabulan.

Dosa pertama terjadi di taman Eden, yaitu tempat di mana Allah dan manusia bekerja sama (tempat hadirat Tuhan). Jadi, jangan beranggapan bahwa kita sudah suci hanya karena kita berada di gereja.

Kejadian 3:1,4-6 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. [Dosa selalu nikmat sehingga banyak dicari namu ingat: bukan semua yang baik di mata kita itu baik bagi kita.]

Kejadian 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”

Kejadian 4 menjelaskan awal permulaan baru setelah manusia jatuh dalam dosa, yaitu bersetubuh (karena manusia kehilangan persekutuan dengan Tuhan maka manusia mencari penggantinya). Mengapa persetubuhan? Karena persetubuhan adalah tingkat tertinggi dalam keintiman sebuah hubungan. Jadi, jika hadirat Tuhan meninggalkan kita maka kedangingab akan menguasai kita. Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Pengkhotbah 7:26 Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.

Dalam persekutuan dengan Allah, kita akan merasa cukup dalam segala hal (wholeness, completeness). Jatuh dalam dosa percabulan membuat kita kehilangan penjagaan Allah sehingga Allah berbalik menulahi kita.

Talenta berbicara tentang kesetiaan, talenta merupakan sesuatu yang berharga yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Efesus 5:5-13 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

2 Petrus 2:14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!

Bagaimana kita menilai apakah roh percabulan melanda Gereja? Ada keserakahan, sebab orang yang kehilangan persekutuan dengan Tuhan tidak akan pernah merasa cukup dalam hatinya. Apakah kita merasa puas dengan Tuhan ataukah kita masih mencari kepuasan dari hal-hal yang lain?

Advertisements

Api Tuhan

Matius 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Apa kata Tuhan tentang cinta? Kidung Agung 8:6 — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

Cinta seperti maut, tak ada yang bisa menghindarinya. Jika cinta kita kepada Tuhan seperti maut, gereja akan kuat! Jika kita mencintai Tuhan, kita akan gigih mencari wajah-Nya. Kejadian 29:20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

1 Korintus 13:1-3 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Mengapa Tuhan kerap melambangkan Diri-Nya sebagai api?

Perhatikan, api memiliki warna yang beragam dan bergerak secara dinamis tanpa pola yang pasti. Ini menandakan bahwa Tuhan selalu baru (kreatif)! Persembahan tanpa api Tuhan (kasih mula-mula) tidaklah bermakna. Di hari-hari terakhir Tuhan akan menguji kita dengan api hingga membuat kasih kita menjadi dingin (tawar). Hal terpenting adalah seberapa besar kasih yang kita salurkan bagi kebaikan dunia.

Yakobus 3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Roket memerlukan api untuk mencapai langit, demikian pula Tuhan memerlukan api untuk membawa kita terus naik dan tidak turun. Tuhan akan mengangkat kita mengatasi goncangan ketika semakin diuji semakin kasih kita muncul bagi-Nya.

Saat masa pengujian tiba, kita akan dikondisikan pada satu titik di mana tak ada seorang pun menolong. Seperti ketika ujian sekolah di mana kita tidak boleh mencontek, sebab dengan mencontek menandakan bahwa kita tidak layak lulus dalam ujian tersebut.

Dipilih Untuk Menyembah

Yohanes 4:22

“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.”

Shalom!

Melalui kisah wanita Samaria, kita mengetahui bahwa Tuhan mengubah seseorang yang begitu ‘kotor’ hidupnya menjadi seorang yang memberitakan kabar baik dan memberkati orang lain. Pujian dan penyembahan adalah bagian dari hidup kita sebagai ibadah kepada Tuhan, hal tersebut bukanlah sebuah pertunjukan tetapi lahir dari sebuah pengenalan akan Tuhan. Pada dasarnya, manusia menyembah sesuatu yang lebih kuat darinya karena manusia menyadari bahwa dirinya lemah; manusia beribadah kepada ‘allah’ yang membawa berkah bagi dirinya sesuai kebutuhannya; di sisi lain manusia beribadah karena rasa takut (terancam jika tidak menyembah sesuatu). Namun, sebagai gereja Tuhan…kita hanya menyembah Allah yang kita kenal tanpa alasan-alasan seperti yang manusia lain lakukan. Kekristenan adalah Allah yang mencari manusia, bukan manusia mencari Allah. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:” (1 Petrus 2:9)

Manusia binasa bukan hanya karena dosa saja. “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hosea 4:6) Siapa Allah yang kepada-Nya kita beribadah? Semakin kita mengenal-Nya, kita pasti akan semakin rindu menyembah-Nya. Mazmur 139:13 berkata “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.” Kejadian 2:7 berkata “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” 1 Korintus 3:16 berkata “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” Tuhan adalah Immanuel yang artinya Allah menyertai kita. Tuhan bersama kita sekarang, bukan saja dulu atau di masa depan saja. Sudahkah kita mengenal Roh Allah yang ada dalam diri kita? Ketika kita mengenal-Nya, kita akan masuk dalam dimensi penyembahan yang merubah kehidupan kita tanpa harus diatur-atur oleh orang lain tentang tata cara penyembahan. Kita mengasihi Tuhan karena Tuhan terlebih dulu mengasihi kita. Tuhan mengasihi kita tanpa syarat, Ia tetap mengasihi kita meskipun kita berdosa. Tuhan memutuskan untuk mengasihi kita bukan karena perbuatan-perbuatan baik kita, tetapi Ia memutuskan untuk mengasihi kita apa adanya. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Tuhan menebus kita bukan dengan barang-barang berharga menurut standar manusia, karena darah-Nya lebih mahal dari apapun yang ada di dunia ini. Kita begitu berharga di mata-Nya. Tuhan menebus dan mengangkat kita sebagai mempelai-Nya. Mempelai wanita itu merefleksikan gambaran Sang Mempelai Pria. Kita menyembah-Nya bukan karena kita ada di gereja karismatik, tetapi kita menyembah-Nya karena kita mengenal-Nya. Sewajarnyalah kita selalu ingin dekat dengan Allah jika kita mencintai-Nya. Kita memuji-Nya karena segala kebaikan-Nya yang telah Ia lakukan bahkan sebelum kita lahir ke dunia. Ibadah itu adalah ketika mempelai wanita bertemu dengan mempelai pria dan saling mencurahkan kasih satu sama lain. Dunia semakin mengalami ketidakpastian, namun apapun yang terjadi kasih Tuhan tidak pernah berubah bagi kita. Ketika kita hidup melekat dalam penyembahan kepada Tuhan, kasih-Nya selalu berlimpah atas kita. “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23) Iman lahir dari pendengaran akan Firman Kristus, ketika goncangan terjadi tetaplah berpegang kepada Firman-Nya.

Berkat Surgawi

Shalom!

Berdasarkan Ulangan 28:1-14, kita akan menemukan 3 jenis berkat yang disediakan Tuhan bagi kita, yaitu:

  1. Berkat bakul. “Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.” (Ulangan 28:5).
  2. Berkat lumbung. “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” (Ulangan 28:8)
  3. Berkat bangsa. “TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.” (Ulangan 28:12). Ini adalah berkat yang berasal dari surga bukan dunia. Efesus 1:3 berkata “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Surga selalu memiliki berkat terbaik bagi kita, tidak ada sedikitpun hal yang tidak baik yang datang dari Allah. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:17) Hari-hari ini kita sangat membutuhkan berkat bangsa ini (berkat surgawi), bukan hanya sekedar berkat bakul dan berkat lumbung yang hanya ‘memuaskan’ jasmani kita.

Bagaimana caranya membuka perbendaharaan Tuhan di surga tersebut?

a)      Mengembalikan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus sebagai keputusan untuk berjalan bersama Tuhan dan mendekat kepada-Nya karena mengasihi-Nya, bukan karena ‘menyuap’ Tuhan. “Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?” Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Maleakhi 3:7-10)

b)      Hujan akan turun jika kita datang sujud menyembah kepada Tuhan. “Maka semua orang yang tinggal dari segala bangsa yang telah menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, dan untuk merayakan hari raya Pondok Daun. Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.” (Zakharia 14:16-17)

Menghormati orang tua kita. “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (Efesus 6:1-3) Maka genaplah janji Tuhan dalam Kejadian 27:28-29, yaitu “Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.””

Bangunlah Tempat Kudus Tuhan!

2 Tawarikh 32:27-30

Hizkia mendapat kekayaan dan kemuliaan yang sangat besar. Ia membuat perbendaharaan-perbendaharaan untuk emas, perak, batu permata yang mahal-mahal, rempah-rempah, perisai-perisai dan segala macam barang yang indah-indah, juga tempat perbekalan untuk hasil gandum, untuk anggur dan minyak, dan kandang-kandang untuk berbagai jenis hewan besar dan kandang-kandang untuk kawanan kambing domba. Ia mendirikan kota-kota, memperoleh banyak kambing domba dan lembu sapi, karena Allah mengaruniakan dia harta milik yang amat besar. Hizkia ini juga telah membendung aliran Gihon di sebelah hulu, dan menyalurkannya ke hilir, ke sebelah barat, ke kota Daud. Hizkia berhasil dalam segala usahanya.”

Shalom!
Salah satu pewahyuan Tuhan yang luar biasa, yakni bagaimana para pemimpin dipakai oleh Tuhan untuk mengubah nasib suatu bangsa. Hizkia adalah anak Raja Ahas yang hidup tidak berkenan di mata Tuhan sehingga Hizkia mewarisi sebuah negeri yang miskin (2 Tawarikh 29:1). Yohanes 10:10 berkata “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Hal ini berarti Tuhan menghendaki setiap kita untuk hidup berkelimpahan.

2 Tawarikh 29:3 berkata “Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama, ia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya.” Hizkia memutuskan untuk mencari Tuhan dan membangun rumah Tuhan di awal tahun pemerintahannya. Keluaran 25:8 berkata “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Membangun rumah Tuhan adalah isi hati Tuhan. Tuhan rindu untuk kita membangun “tempat kudus-Nya” yang kekal bukan yang sementara (bukan bangunan biasa).

Keluaran 33:16 berkata “Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”” Yang membuat kita berbeda dengan orang lain adalah Tuhan berkenan berjalan bersama-sama dengan kita. Immanuel berarti Allah bersama kita. Tuhan ingin bersama-sama dengan kita tidak hanya setelah kita meninggal, tetapi Ia juga rindu untuk selalu bersama-sama dengan kita selama kita hidup di bumi ini; karenanya Ia sangat rindu untuk kita membangun “tempat kudus-Nya” ketika kita masih berada di bumi ini.

Meski Daud disebut sebagai “The Mighty Warrior” oleh orang-orang sezamannya namun ia tetap merendahkan diri seperti hamba di hadapan Tuhan (Mazmur 123:2). Daud malu ketika ia melihat kekayaannya dibandingkan dengan rumah Tuhan pada masa ia memerintah, maka muncullah kerinduan Daud untuk membangun rumah bagi Tuhan (2 Samuel 7:1-3 & Mazmur 132:3-5). Ketika kita juga memiliki kerinduan untuk membangun rumah Tuhan, kita akan dimerdekakan/dilepaskan dari kuk perbudakan (belenggu kemiskinan, penyakit & keduniawian) dan diberkati berlimpah-limpah seperti Hizkia yang memutuskan untuk mencari (melibatkan) Tuhan bukan mencari pertolongan dari orang lain. Juga Daud yang tak pupus kerinduannya untuk membangun rumah Tuhan meski ia tahu bahwa bukan ia yang akan membangunnya (2 Samuel 8:2). Hanya mereka yang dipilih oleh Tuhan yang boleh membangun rumah Tuhan, it’s a trust (Keluaran 25:2). Imamat 26:11-13 berkata “Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku. Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.””

Hagai 2:19-20 berkata “Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya — mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat! Jehova Jireh – Allah yang melihat pengorbanan kita dan Allah yang menyediakan apa yang harus kita korbankan; seperti kisah Abraham dan Ishak. Naiklah ke atas gunung, maka Tuhan akan menyediakan! “maka TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon.” (1 Raja 9:2) Bahkan setelah rumah Tuhan selesai dibangun, berkat khusus pun Tuhan curahkan kepada mereka yang turut ambil bagian dalam pembangunan rumah Tuhan. “Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. Seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya.” (1 Raja 10:23-24)

            “Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.” (Hagai 1:9) “Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.” (Hagai 1:8) Percayalah, ketika umat Tuhan merendahkan diri dan berbalik kepada-Nya, maka pemulihan Tuhan terjadi (2 Tawarikh 7:14 & Ulangan 28:12). Tuhan menghendaki kita hidup diberkati untuk memberkati orang lain juga.

            “Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”” (Lukas 7:1-5) Ada masanya ketika kita tak dapat menolong diri kita sendiri bahkan dengan segala yang kita miliki, selain hanya menantikan pertolongan Tuhan saja. Cara untuk mendapatkan belas kasihan Tuhan adalah dengan “memberi”. Tuhan Yesus memberkati.

Hukum Tabur Tuai

Kejadian 8:22

  1. Akuilah Tuhan (Amsal 3:6-10)
  2. Memberi persembahan pada Tuhan dengan motivasi untuk lebih mendekat pada Tuhan bukan karena berkat-Nya. Jangan itung-itungan sama Tuhan
  3. Mengucap syukur