Pelipatgandaan Hubungan Dengan Tuhan

1 Korintus 3:12-15 “Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.”
Shalom!
Tahun ini adalah Tahun Pelipatgandaan Mujizat dimana bukan sekedar double mujizat tetapi mujizat yang dilipatgandakan, dilipatgandakan dan terus dilipatgandakan. Tahun double sabath berarti hubungan kita dengan Tuhan juga harus dilipatgandakan, bukan hanya sekedar mengejar pelipatgandaan berkat-Nya. Gereja kita dituntun Tuhan untuk merestorasi Pondok Daud dan kita berada di penghujung masa tersebut, karenanya kita harus sempurna dalam hal ini (doa, pujian, penyembahan) agar kelak kita siap menyambut kedatangan Tuhan yang keduakalinya dan masuk dalam pengangkatan (rapture) karena hanya sedikit orang yang ditentukan untuk rapture dan ada banyak orang yang ditentukan untuk tidak rapture (mengalami aniaya dalam mempertahankan iman). Dasar hidup kita dibangun di atas Kristus, namun bagaimana kita membangunnya itu tergantung kita sendiri (serius atau tidak) yang mana suatu saat hasil pekerjaan kita akan diuji. Hendaklah kehidupan kita selalu sama baik (tanpa kemunafikan) di dalam gereja maupun di luar gereja. Jika kelak Tuhan datang dan menguji segala pekerjaan kita yang ‘tahan uji’, pastilah kita akan masuk surga. Namun, jika kelak kita tidak tahan uji pastilah kita akan mengalami aniaya besar dan harus mengorbankan diri kita sendiri untuk masuk surga karena kita tidak pernah serius dalam menjalankan kekristenan kita. Mana yang akan kita pilih? Masuk surga dengan berkilau-kilau atau masuk surga tapi menanggung malu karena segala kemunafikan kita selama hidup di dunia? Hal tersebut tergantung keseriusan kita dengan Tuhan, suatu ketika api Tuhan akan menguji kita dan segala kemunafikan kita akan terbongkar. Ketika kita berani bayar harga demi menjaga kekudusan agar hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, Tuhan tidak akan pernah mempermalukan kita. Ia pasti akan membela, mengangkat kita dan memberikan kita mahkota kehidupan. Semua pekerjaan kita akan ada upahnya, baik di surga maupun di neraka. Apa yang kita bangun dalam hidup rohani kita hari ini akan  menentukan  masa depan kita. Tuhan akan datang tiba-tiba, berjaga-jagalah! Karakter kita yang sebenarnya adalah ketika kita diuji dengan api, biarlah kita semua muncul sebagai emas di hadapan Tuhan. Hal tersebut tergantung kita sendiri, seberapa haus dan rindu kita akan Tuhan, seberapa serius kita menghormati hubungan kita dengan-Nya, seberapa serius kita mencari Dia ketika beribadah.

Advertisements

Perkenanan Tuhan

2 Korintus 6:2

“Sebab Allah berfirman:  “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”  Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”

Shalom!

Kalau kita mau menerima perkenanan Tuhan, kita harus menjadi orang yang berkenan dihadapan-Nya terlebih dahulu. Usahakanlah mengejar perkenanan Tuhan lebih dari tahun-tahun yang lalu. Biarlah kita dikenal Bapa di Surga karena kita “special” di mata-Nya (hidup kita lebih benar dibandingkan orang-orang sezaman kita dihadapan-Nya) sehingga kita mendapat perkenanan-Nya. Orang yang hanya “sekedar” Kristen (rata-rata/biasa) itu banyak, karenanya milikilah kehidupan kerohanian yang “diatas rata-rata”. Tuhan mencari orang Kristen yang lebih dari rata-rata, Ia mencari orang-orang yang “special” sehingga kasih karunia-Nya dicurahkan.

Perkenanan Tuhan hanya bagi mereka yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh karena Tuhan “tidak tahan” dengan orang-orang yang seperti itu (1 Korintus 2:9). Lalu, seberapa sungguh kita mengasihi Tuhan? Seberapa serius kita menjadi orang Kristen? Tuhan itu sebenarnya “siapa” bagi kita? Kasih itu bukan hanya di mulut, tapi muncul dari hati yang lahir dari keintiman kita dengan Tuhan (pakailah waktu kita seefektif mungkin untuk bergaul dengan Tuhan setiap hari –Mazmur 1:1-2).

Kehidupan kita mulai kacau ketika kita merasa bisa berjalan sendiri tanpa Tuhan; tanpa Tuhan kita tak bisa  melakukan apa-apa karena hanya Tuhanlah kekuatan kita, Dialah yang memberikan kita pengurapan Roh untuk mampu membagikan Firman-Nya kepada jemaat.

Sekarang adalah tahun dengan “musim ganda” (multiplikasi & promosi dan perkenanan Tuhan); kita akan menerima berkat berlimpah ganda jika kita intim dengan Tuhan. Salah satu cara intim dengan Tuhan adalah melalui doa. Hendaklah kita berdoa dengan tidak basa-basi atau hanya mengatakan serentetan permintaan kita saja kepada Tuhan. Berdoalah dari hati, bukan hanya di mulut saja. Isi doa kita adalah pergaulan kita dengan Tuhan (komunikasi dua arah). Lihatlah, Tuhan telah terlebih dahulu menyediakan berkat bagi kita meskipun kita tidak memintanya.

Jangan menyalahartikan Firman Tuhan dalam Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” tetapi introspeksilah diri kita sendiri, bagaimana hubungan kita dengan Tuhan? Naikanlah kerinduan hati kita kepada Tuhan, bukan “permintaan”. “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain…” (Mazmur 84:11)

Lihatlah, betapa akan berubahnya kehidupan kita ketika kita belajar intim dengan Tuhan. Perlu waktu untuk memiliki keintiman ini (tidak instant) –perlu kerinduan hati akan kedatangan Tuhan, tetapi pasti tidak mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.