Hari Akhir

Yoel 2:28, 30 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (=pada orang percaya Tuhan, juga pada orang yang belum percaya Tuhan agar mereka bisa bertobat), maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat (=mofet) di langit dan di bumi: darah (=aniaya) dan api (=kerusuhan) dan gumpalan-gumpalan asap (=perang).

Kata mujizat tertulis dalam 2 makna, yaitu:

1) seymayon: mengarah ke mujizat kesembuhan, kelepasan, dsb

2) mofet: mengarah ke pertanda fisik di alam untuk memberitahukan kedatangan Tuhan

Firman Tuhan sangat sah, jadi tidak boleh diragukan/diuji. Tetapi penglihatan/mimpi/nubuatan harus diuji apakah sesuai dengan firman Tuhan atau tidak.

Seorang anak kecil menggambar pedang ksatria “yang baru”/pedang lain selain pedang Roh yang sudah ada (atas tuntunan Tuhan), arti profetiknya: Ini pedang emas. Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.” Menjelang akhir zaman, kita harus memiliki 2 pedang.

Penjelasan pedang lebih detail:

– Pedangnya putih terang dengan pegangan dari emas

– Bilah pedang berupa petir yang dapat langsung membunuh musuh (jadi jangan gunakan pedang Roh/firman Tuhan untuk ‘membunuh’ sesama)

– Bilah petir tsb tidak boleh terkena wajah kita karena bisa fatal, artinya tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan (kita ini faceless & nameless)

– Pembawa pedang adalah malaikat tentara putih terang, bertubuh sangat tinggi besar dengan wajah sangat marah pada musuh (pakaiannya tertulis 4 pola pengajaran pertanda gereja sehat: keselamatan, berkat kesembuhan Ilahi, Roh Kudus, second coming). Malaikat tsb menolong kita berperang (menggunakan pedang), sedangkan Tuhan melihat dari atas dan memberikan kita “skor kemenangan” (hanya yang menang yang akan masuk surga).

Tuhan berbicara kepada anak tsb:

– Jika kita hidup benar, kita diberi otoritas atas bangsa-bangsa

– Hanya prajurit yang gaya hidupnya doa pujian dan penyembahan yang akan diberi pedang oleh Tuhan, bukan diberi pedang dahulu baru menjadi prajurit

– Mereka yang tidak mendapat pedang akan kalah dan meninggal karena serangan musuh

– Mereka yang menerima pedang akan menang, juga karena bantuan para malaikat

– Tgl 5 Mei 2017, pedang diberikan untuk tentara manusia. Jika musuhnya mati, maka tentara diberi sayap untuk naik ke surga. Di lain tempat (yg mana mereka tidak saling mengenal), ternyata Rabi di Israel pun mendapatkan penglihatan tentang Elia (pertanda Mesias segera datang bagi orang Israel) & melihat 5 pintu anugerah (4 pintu sudah tertutup, tinggal 1 pintu masih ditahan oleh Elia sambil berkata “cepat, cepat, waktu semakin singkat!”).

Mujizat besar, tentu goncangan besar juga. Goncangan membuat gereja Tuhan dari semua denominasi bersatu berdoa untuk suatu hal yg baik (unity).

Pesan Tuhan:

– Beberapa anak Tuhan yang telah “selesai tugas” akan dibawa pulang ke rumah Bapa

– Kaum Kedar akan kembali pada panggilan Tuhan (=tuaian besar)

– Anak Tuhan diminta membereskan hati dan memperhatikan pemulihan keluarga (menjadi Elia, mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan)

– Akan muncul lawatan di luar nalar manusia karena pekerjaan Roh Kudus

– Tuhan menghendaki pertobatan di akhir zaman (urgent)

– Jika fokus hidup kita mencari uang, lama-kelamaan kita akan terhisap ke dalam jebakan iluminati dan diinfuskan chip Antikris (jadi penyembah berhala dan diikat/didampingi oleh seorang setan). Kita jangan menilai manusia berdasarkan uang, kita harus mengutamakan hidup benar. Yang akan rapture hanya orang Kristen yang sukacita.

– Tulisan tangan seorang anak menuliskan “AMX TUHAN”, artinya tank baja versi AMX. Akan ada perang besar-besaran di dunia.

– Banyak foto-foto yg diambil oleh Pak Aruna & tim memperlihatkan naga di langit beberapa kota di Indonesia, ini pertanda kita harus berdoa lebih sungguh-sungguh. Jaga anak-anak kita, ini bukan saatnya melepaskan mereka sesuka hati! Jika suatu tempat doanya kuat, maka naga tsb akan menjadi lemah dan mati (kemudian mencari teman untuk bersatu di tempat lain). Tapi jika doanya lemah, maka naganya akan semakin kuat dan bertelur.

Raja Salman memberi pedang emas saat berkunjung ke Indonesia pertanda bahwa “perang dimulai”.

Peperangan itu dilakukan dalam skala besar (bersama-sama) tetapi problema hidup yg harus dihadapi sendiri merupakan pergumulan (bukan peperangan). Dalam peperangan harus ada strategi & unity.

Tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda hidup benar bagi Tuhan secara total!

Advertisements

Membalas Dengan Hikmat Tuhan

Apakah hukum Taurat masih berlaku sekarang?

– hukum moral masih berlaku, contoh: jangan mencuri

– hukum sipil masih berlaku tapi dimodifikasi, contoh: aturan jual beli tanah

– hukum seremonial sudah tidak berlaku, contoh: mempersembahkan korban bakaran

Matius 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Jika kita menerima perlakuan jahat dari orang lain, kita harus membalasnya dengan perbuatan baik (bukan berdiam diri atau bahkan membalas dengan perbuatan jahat).

Perihal menampar dalam budaya orang Yahudi memiliki aturan sbb:

– punggung tangan digunakan untuk menampar orang yang lebih rendah kedudukannya, sedangkan telapak tangan digunakan untuk menampar orang yang setara kedudukannya

– jika sudah menampar orang menandakan telah merendahkan orang, maka sebuah tamparan harus diganti dengan uang tebusan setara gaji 8 bulan kepada orang yang telah ditampar

Matius 5:39 diberitakan Yesus kepada para budak untuk memerdekakan mereka, kemerdekaan adalah satu-satunya hal yang diinginkan oleh seorang budak sebab perihal menjadi budak adalah pekerjaan turun-temurun (seumur hidup tak bisa lepas dari generasi ke generasi, kecuali dibebaskan oleh tuannya). Yesus mengajarkan apabila tuan mereka menampar pipi kanan mereka, maka berilah pipi kiri untuk ditampar lagi oleh tuannya, dengan begitu:

– tuan menganggap budak tsb setara kedudukannya dengan sang tuan (berarti si budak bebas/merdeka dari perbudakan tuannya)

– selain memerdekakan budak tsb, sang tuan harus membayar uang tebusan sebesar gaji 8 bulan pada mantan budaknya tsb

Jadi, budak tsb bebas + mendapat upah.

Tuhan datang dalam hidup kita untuk membebaskan, memulihkan dan memberi mujizat seperti yang dialami budak tsb (bebas + upah). Maka ketika kita “ditampar” oleh berbagai permasalahan yang ‘merendahkan’ kita, kita harus bertindak/melawan dengan hikmat Tuhan sebab ketika kita bertindak itulah mujizat, pembebasan dan pemulihan terjadi (kita bebas dari perbudakan masalah). Sebagai anak Tuhan, adakalanya kita harus menghadapi masalah dengan berdiam diri dan berdoa, tapi adakalanya kita pun harus bertindak dengan hikmat Ilahi untuk alami mujizat-Nya.

Sinyal Tuhan

– 21 Agustus 2017 seluruh dunia (bukan hanya belahan bumi tertentu) akan melihat kejadian alam yang sangat langka, yaitu: gerhana matahari total yang garisnya membelah benua Amerika menjadi dua

– 23 September 2017 jika langit cerah, kita dapat melihat rasi bintang yang menggenapi firman Tuhan dalam Wahyu 12:1-2 (pertanda awal masa kesusahan besar), kita harus sudah siap rapture sebelum ini

– Yoel 2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (baik yg sudah percaya Tuhan maupun yg belum percaya, supaya mereka bisa menerima Tuhan sebagai Juruselamat), maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 

– Bulan September/Oktober 2017 Dewan Keamanan PBB akan mengadakan voting kedua untuk menyatakan bahwa Israel membuat tindakan ilegal karena telah membangun perumahan Yahudi di tanah Palestina; 70 negara (termasuk Indonesia) mengusulkan agar Israel dibagi 2, sesuai firman di Yoel 2, Tuhan berkata barangsiapa yang mencerai-beraikan Israel akan digoncang. Negara-negara penuntut Israel ini jadi dipersulit untuk berwisata ke Israel.

– Kita harus punya hati yang mengerti “sinyal Tuhan” melalui kegoncangan demi kegoncangan. Tanda-tanda alam sedang berjalan sesuai firman Tuhan, maka kita pun harus berjalan sesuai firman Tuhan.

– Masalah kita memang belum selesai, tetapi kita sudah mendapat janji Tuhan bahwa semuanya beres. Jadi hati kita tetap tenang di tengah goncangan. Sinyal seperti inilah yang harus kita miliki, jangan acuh dgn “pertanda2 kecil” dan baru sadar saat kehidupan kita sudah “diluluhlantahkan” Tuhan, segera bertobat dan perbaiki diri!

– Saat murid-murid menangkap 153 ikan setelah semalam-malaman gagal, mereka tidak bertanya Tuhan “siapakah Engkau?” sebab mereka mengerti angka 153 secara gematria dalam Bahasa Ibrani artinya “Akulah Tuhan”. Dalam kisah Yesus memberi makan dengan 5 roti dan 2 ikan, murid-murid tak banyak tanya lagi setelah Yesus bilang “suruh orang-orang itu duduk berkelompok-kelompok, masing-masing 50 orang per kelompok” sebab angka 50 mewakili kalimat “Akulah Penebus, Akulah Pemberi Makan” sehingga murid-murid dengan iman bertindak. Dari 2 kisah ini kita belajar, Tuhan tidak gamblang menyatakan Diri-Nya tapi dengan sinyal-sinyal maka kita harus peka dengar suara Tuhan.

Orang Kristen Sejati

Ciri orang Kristen:

1) Hidupnya berlawanan dengan arus dunia. (Di hadapan Tuhan kita seperti ikan)

2) Menunggangi badai, bukan ditunggangi badai. (Di hadapan masalah kita seperti rajawali)

3) Hidup bergantung pada Yesus. (Di hadapan manusia kita seperti domba)

Matius 13:47-51  (Perumpamaan tentang pukat) “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”

Cara kita masuk surga sama prosesnya seperti pukat ikan. Begitu pukat diangkat, semua biota laut tertangkap. Berikut adalah biota laut yang tidak diperlukan bagi ‘perusahaan pengalengan ikan’ (Kerajaan Surga):

1) Ular maksudnya tipu daya iblis, secara profetik ini adalah orang yang terikat kuasa kegelapan sehingga melakukan hal-hal yang dikehendaki iblis.

2) Ikan hias, yaitu orang yang “sukses” menurut dunia tetapi tidak dibutuhkan oleh surga. 1 Korintus 6:20  Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! Roma 13:14  Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

3) Semua biota laut yang dilindungi oleh undang-undang tetapi sudah mati dan hanya merepotkan tim pelaut untuk dibawa ke laut meski berguna. Mereka ini adalah simbol orang yang berkuasa di bumi, tetapi kekuasaannya tidak menjamin ia masuk surga.

4) Ikan kecil yang beguna tetapi ukurannya tidak masuk kriteria penangkapan perusahaan ikan, maksudnya adalah orang Kristen yang imannya terlalu besar atau terlalu kecil. Iman yang berkenan bagi Tuhan adalah iman yang bertumbuh.

5) Ikan besar dengan ukuran yang sesuai kriteria penangkapan tetapi cacat. Matius 7:22-23  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Ini adalah kriteria orang Kristen yang munafik (“setan bertopeng malaikat”).

Terakhir, ikan yang masuk kriteria penangkapan ikan adalah yang pas ukurannya, yaitu orang yang “pas” berkenan di hati Tuhan; inilah orang yang akan masuk surga.

Penyakit Soal Keuangan

Shalom!
Tahun Sabbath berarti merdeka, yaitu dilepaskan dari setiap belenggu-belenggu yang mengikat; itulah pelipatgandaan mujizat. Daud mengerti bahwa Tuhan yang membantunya menghadapi singa yang mencengkram domba-dombanya adalah Tuhan yang sama yang akan memberikannya kemenangan dalam menghadapi Goliat, inilah kunci kemenangan Daud. Pelipatgandaan mujizat disertai pelipatgandaan goncangan. Bisnis memang penuh dengan ketidakpastian, tetapi satu-satunya hal yang pasti adalah Tuhan Yesus. Berikut adalah penyakit-penyakit soal keuangan yang bisa ‘menular’, yaitu:

Selalu hidup ingin instan dan tidak mau bayar harga.
Pemalas. “Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.” (Amsal 6:9-11)
Tidak memiliki hikmat. “Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.” (Amsal 8:18-19) “Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.” (Amsal 13:18)
Lamban. “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” (Amsal 10:4) Kita harus berwaspada, karena iblis bisa menjebak kita dengan menjadi orang yang tergesa-gesa atau pun orang yang berlambat-lambat, kedua-duanya merupakan hal yang tidak baik.
Menjadi penanggung hutang orang lain (hal ini berbeda dengan menjadi penolong sesama). “Sangat malanglah orang yang menanggung orang lain, tetapi siapa membenci pertanggungan, amanlah ia.” (Amsal 11:15)
Ingin cepat kaya sehingga menerima suap. “Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.” (Amsal 23:5) “Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.” (Amsal 15:27)

Dosa.
Zinah. “supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal” (Amsal 5:10)
Jahat, korupsi, fasik. “Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut. TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.” (Amsal 10:2-3)
Melakukan riba (meminjamkan uang dengan bunga sangat tinggi kepada orang lemah, tidak memiliki belas kasihan). “Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah.” (Amsal 28:8)
Kikir/pelit. “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” (Amsal 11:24) Orang yang memberi adalah pertanda orang yang diberkati.
Mengandalkan kekayaan, harta dan manusia. “Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.” (Amsal 11:28)
Menjadi  pemabuk, peminum dan pelahap. “Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.” (Amsal 23:20)
Berfoya-foya. ” Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.”  (Amsal 21:17)

Ingin dihormati manusia.
Banyak berbicara/cakap. “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.” (Amsal 14:23)
Suka pamer. “Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran, siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran.” (Amsal 17:19b)
Suka cari perhatian. “Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.” (Amsal 22:16)
Boros, cirinya yaitu membeli barang-barang yang tidak pernah dipakai. “Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.” (Amsal 21:20)
Suka mengabaikan orang yang lemah. “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.” (Amsal 21:13)

Prioritas Tahun 5775

Shalom!

Gembala kita terus mengingatkan agar kita terus berjaga-jaga dan membaca Mazmur 91. Pelipatgandaan mujizat disertai pelipatgandaan goncangan juga. Wahyu 6:12-14 berkata “Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut [gerhana matahari total] dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. [gerhana bulan total] Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.” Kita harus senantiasa bersiap-siap agar kelak ketika goncangan tersebut terjadi, kita ada dalam perlindungan Tuhan. Dunia selalu mengalami krisis setiap 7 tahun, yaitu di tahun sabbat (tahun dimana tahun Yahudi bulat dibagi 7). Hal itu terjadi karena perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel. Meski begitu, bangsa Israel tetap mengalami perlindungan Tuhan dalam masa krisis karena mereka tahu bagaimana caranya menghadapi krisis berdasarkan Firman Tuhan, yaitu tahun Sabbath adalah tahun dimana mereka ‘praktek’ berharap kepada Tuhan. Tahun Sabbath, bangsa Israel tidak boleh mengolah tanah mereka, karenanya mereka bertahan hidup dengan mengolah usaha di bidang lain selain tanah, yaitu:

  • Ternak berfungsi sebagai korban bakaran bagi Tuhan. Secara profetik, kita harus memberikan ‘korban’ pujian penyembahan kepada Tuhan. Menyembah itu ‘mengangkat tangan’, hal ini berarti menyerah agar Tuhan menyelesaikan segala sesuatunya bagi Tuhan. Ketika kita ‘merasa bisa’ melakukan segala hal, ada baiknya untuk ‘mundur satu langkah’ agar Tuhan yang mengambil alih menyelesaikan segalanya lebih dari yang kita sanggup pikirkan ataupun doakan. Ketika kita merasa mampu melakukan segala hal, kita sulit untuk latihan iman. Ketika kita diizinkan Tuhan untuk mengalami ‘keterbatasan hidup’, disitulah muncul penyembahan kita.
  • Ikan berbicara tentang jiwa-jiwa. Apapun yang kita lakukan akhir-akhir ini, haruslah berdasarkan belaskasihan untuk jiwa-jiwa (apakah tindakan kita berdampak positif/menyelamatkan jiwa-jiwa atau berdampak negatif/’menghilangkan’ jiwa-jiwa).
  • Minyak zaitun, diperlukan agar pelita tetap menyala. Hal ini berbicara tentang pengurapan Tuhan. Urapan Tuhanlah yang menjadikan bangsa Israel begitu diurapi, dimana mereka bekerja dalam waktu yang sebentar tetapi menerima berkat berlimpah-limpah. Hal ini bukan berarti kita hanya mengandalkan urapan, tanpa berusaha. Berusaha boleh saja, tetapi tidak mengandalkan kemampuan sendiri. Semakin kita berfokus kepada perkara duniawi, semakin kita terlilit dalam goncangan. Kita harus tetap bertahan di tengah goncangan, ini saatnya bagi kita untuk ‘praktek iman’.

Krisis Keuangan Yang Datang Bersamaan Dengan Pelipatgandaan Mujizat

Shalom!
Prinsip orang Yahudi yang memegang perjanjian dengan Tuhan begitu fenomenal hingga mempengaruhi keadaan keuangan seluruh dunia, karena penguasa keuangan dunia adalah orang Yahudi. Sangat sulit memboikot produk-produk Yahudi karena produk-produk tersebut sebagian besar menjadi penunjang kehidupan kita. Kita memang bukan orang Yahudi namun disadari atau tidak, kita selalu terkena dampak dari apa yang dilakukan oleh orang Yahudi. Imamat 25:1-7 berkata “TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.” Tuhan menguduskan hari ke-7. Kudus dan suci itu berbeda. Suci itu berarti dibersihkan hingga tak bernoda, sedangkan kudus itu berarti dipotong, dipisahkan, diperlakukan secara berbeda sehingga memiliki hasil yang berbeda dengan orang yang tidak kudus. Hal ini berarti juga kegiatan kita di hari ke-7 harus berbeda dengan kegiatan yang kita lakukan di hari ke-1 hingga ke-6, begitu juga dengan tahun ke-7. Jika tahun ke-7 disebut tahun Sabbath, maka tahun ke-7 yang ke-7 (seventh seven, tahun ke 49) berarti tahun super Sabbath, itulah mengapa tahun ini disebut tahun double Sabbath. Kita harus berhati-hati dengan setiap perkataan kita karena suatu hari nanti kita pasti akan memakan buahnya. Krisis selalu terjadi setiap tujuh tahun karena perjanjian orang Yahudi dengan Tuhan, yaitu mereka harus memenuhi masa perhentian penuh (sabat) di tahun ke-7 sehingga ketidakproduktifan bangsa pemegang keuangan dunia tersebut berdampak pada kehidupan seluruh bangsa di dunia. 2 Tawarikh 36:12 berkata “Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.” Jika kita melupakan ‘sabat’, suatu hari nanti kita akan menanggung akibatnya. Jadi, kita harus merelakan hati kita ketika Tuhan sedang ‘memproses’ kita. Lakukanlah segala sesuatunya karena Tuhan, bukan karena ‘pembuktian diri’. Bagi anak Tuhan, krisis adalah ‘pemurnian’ bagi ‘kesehatan’ kerohanian maupun jasmani kita, maka relakanlah jika kadang kita harus ‘kehilangan’ karena mungkin hal-hal tersebut bukan dari Tuhan sehingga harus dibuang; jika hal tersebut adalah bagian kita pasti akan Tuhan pertahankan bagi kita. Krisis terjadi agar ada keseimbangan antara si miskin dan si kaya, selain itu membuat kita bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Cara untuk menghadapi krisis, yaitu: setelah diberkati, berkat tersebut dimanfaatkan untuk membuka bisnis baru. Namun, hal tersebut berpotensi membuat kita sombong. Selain itu, di tahun ini ada jenis berkat yang mana hanya Tuhan saja yang dapat melakukannya: Tuhan yang bekerja sedangkan kita diam saja berharap pada-Nya. Inilah yang membuat kita memuliakan Tuhan. Jika kita menginginkan ‘tanah’, kita harus memegang perjanjian dengan Tuhan, Sang Empunya tanah.

Lea VS Rahel

KEJADIAN 29:16-35 & KEJADIAN 30:1-25

Shalom!

Umat percaya adalah orang-orang yang paling berbahagia di bumi ini karena kita memiliki Firman Tuhan sebagai petunjuk kehidupan kita, maka hal-hal apapun yang terjadi dalam kehidupan kita…hadapilah sesuai dengan Firman Tuhan, kita harus lebih banyak berada dalam hadirat Tuhan juga berdoa dan berpuasa. Kita umat percaya memiliki satu DNA yang sama, yaitu DNA Kristus; namun akhir kehidupan kita bisa berbeda tergantung bagaimana kita menjalankan kehidupan kekristenan kita. Ketika kita mengalami hal yang tidak baik, belum tentu hal tersebut adalah akhir kehidupan kita. Tuhan bisa memakai semua orang dari berbagai macam latar belakang, dan Tuhan adalah Tuhan yang adil maka pastilah Ia akan membela kita jika kita menjaga hati dan kekudusan di hadapan-Nya. Tuhan melihat sikap hati, bukan salah atau tidaknya sebuah keadaan. Namun, ketika Tuhan membela kita…hendaklah kita tetap menjaga hati di hadapan-Nya dengan tetap rendah hati. Tuhan memberkati kita secara penuh, tidak setengah-setengah. Berkat Tuhan diberikan kepada kita bukan untuk membuat kita sombong tetapi untuk lebih banyak bersyukur. Berkat Tuhan bisa membuat orang mendekat kepada kita tetapi kita tidak boleh menjerat orang dengan berkat tersebut. Perhatikan sebuah pelajaran dari kehidupan Lea dan Rahel dalam menjalani kehidupan kita di tahun Ayin Hey (5775) mendatang: nilai kehidupan kita di hadapan Tuhan ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan musuh kita. Lea memang sepertinya ‘tidak baik’ di awal kisah ini, namun semakin lama imannya semakin bertumbuh kepada Tuhan; dibandingkan Rahel yang begitu ‘sempurna’ di awal kisah ini namun keadaan yang buruk begitu mempengaruhinya sehingga hidupnya semakin jauh dari Tuhan. Lea semakin mengerti bahwa berkat demi berkat yang ia terima berasal dari Tuhan dan ia semakin bersyukur karenanya, tidak seperti Rahel yang malah mengandalkan kuasa terafim (berhala) sebagai sumber berkat dalam hidupnya. “Tetapi Rahel telah mengambil terafim itu dan memasukkannya ke dalam pelana untanya, dan duduk di atasnya. Laban menggeledah seluruh kemah itu, tetapi terafim itu tidak ditemuinya.” (Kejadian 31:34) Percayalah bahwa ketika Tuhan memberkati kita dengan limpahnya, pasti Ia pun akan menjaga kehidupan kita, tidak membiarkan kita jatuh karena berkat tersebut. Kejadian 35:16 berkata “Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata [berkat ganda], bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar. Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: “Janganlah takut, sekali inipun anak laki-laki yang kaudapat.” Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas–sebab ia mati kemudian–diberikannyalah nama Ben-oni [anak yang tak pernah beruntung] kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin. [anak kepercayaan ayah]” Yang terpenting dalam kehidupan kita bukanlah keadaannya, tetapi bagaimana kita meresponi keadaan tersebut. Terkadang kita seperti ‘kena getahnya’ dari perbuatan salah orang lain, namun percayalah bahwa itu indah bagi kita karenanya hadapilah hal tersebut dengan cara Tuhan.

Orang Sabar Yang Menanti Waktu Tuhan

Matius 20:20-24

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.”

Shalom!

Seringkali kita meminta sesuatu hal yang tidak kita ketahui/mengerti kepada Tuhan dengan menuntut namun setelah Tuhan mengabulkan hal tersebut, kita pun tidak siap menerimanya (menanggung konsekuensinya). Tahun 2014 adalah tahun peperangan rohani yang besar, karenanya kita harus bangkit menjadi seorang prajurit Tuhan yang gagah perkasa dengan banyak berdoa, terutama berdoa bagi kesejahteraan dan keamanan bangsa Indonesia. Kita diberi kuasa untuk mengubah nasib bangsa ini melalui doa. Belajarlah  untuk peka mendengar suara Tuhan, Tuhan berbicara kepada setiap orang dengan cara yang berbeda tergantung ‘background’ orang tersebut.

Peperangan telah dimulai, maka kita harus menjaga diri, berdoa sungguh-sungguh, berpuasa dan ‘periksa barisan’ (jangan buka celah). Perhatikan keluarga kita, roh yang sedang dilepaskan oleh kuasa kegelapan hari-hari ini adalah roh yang menyebabkan perselingkuhan sehingga mengakibatkan banyak jiwa melayang demi pembalasan dendam atas kejadian tersebut. Kuasailah diri kita sedemikian rupa sehingga kita menyenangkan Tuhan, tidak hanya melakukan hal yang hanya mengenakan kita namun tidak berkenan kepada Tuhan. Akhir-akhir ini kita akan ‘diserang’ dengan ketidaksabaran melalui tawaran-tawaran yang menggiurkan (harta, tahta, cinta). Berhati-hatilah, jangan langsung terpengaruh dengan tawaran tersebut dan patah semangat dengan keadaan hidup kita yang tiba-tiba berubah tanpa bisa diantisipasi karena hidup kita tidaklah tergantung oleh hal tersebut, namun tergantung dari Firman Tuhan. Jangan bodoh menyikapi hidup yang tidak stabil akhir-akhir ini dengan melakukan sesuatu yang melebihi iman kita! Jangan paksa Tuhan untuk menyelesaikan masalah dengan cara kita tetapi carilah kehendak Tuhan karena hanya Tuhan yang sanggup memberikan jalan keluar dan kelegaan yang sempurna di tengah himpitan pergumulan hidup. Tak perlu bersungut-sungut dengan mengatakan hal yang tidak kita mengerti, tetapi berhikmatlah…bertindak dengan bijak karena segala sesuatunya terjadi atas seizing Tuhan.

Hal yang terus menjadi perdebatan antara orang Yahudi dan orang Kristen adalah pemahaman akan Taurat: orang Yahudi menganggap bahwa orang Kristen tidak menganggap Taurat menskipun percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Kelak Tuhan akan mengangkat orang-orangnya dan membuktikan bahwa Taurat-Nya (hukum-Nya) itu teguh dan benar. Jangan menganggap remeh hukum Taurat atau meniadakannya karena hal tersebut adalah dosa di hadapan Allah. Kita memang umat-umat yang ‘by pass’ karena tak perlu melakukan ‘ritual hukum Taurat’ seperti orang Israel zaman dahulu tetapi atas perkenanan Tuhan maka kita dilayakkan untuk berhubungan langsung dengan-Nya namun karena ‘kenyamanan’ tersebut kita menjadi umat yang lebih banyak pelanggarannya karena ‘meringankan’ perintah Tuhan. Marilah menjadi umat Tuhan yang hidupnya diatas rata-rata dengan tidak menjadi serupa dengan dunia ini.

Fakta Alam Di Akhir Zaman

Kisah 3:21

“Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.”

Shalom!

Menjelang akhir zaman, pengetahuan akan semakin bertambah. Akhir zaman sangat berkaitan dengan keadaan alam karena setiap kali Tuhan akan melaksanakan sebuah peristiwa, Ia akan memberi tanda-tanda melalui alam. Orang yang tidak dekat dengan Tuhan selalu memiliki jawaban secara ilmu pengetahuan atas segala peristiwa, sedangkan anak-anak Tuhan mengerti bahwa segala sesuatunya adalah rencana Tuhan. Penanda waktu akhir zaman adalah gerhana bulan total dan gerhana matahari total (Lukasi 21:28, Yoel 2:31, Kisah 2:20, Matius 24:29, Wahyu 6:12).

Gerhana matahari total sangat jarang terjadi, gerhana bulan total pun hanya terjadi 8 kali sepanjang sejarah. Tetrad adalah pola astronomi khusus dimana terjadi 4 kali gerhana bulan total secara berurutan. Tetrad yang bertepatan dengan hari raya orang Yahudi terjadi setelah bangsa Israel mengalami bencana. Diprediksi bahwa antara tahun 2014-2015 akan terjadi ‘sixtrad’, yaitu gerhana bulan dan matahari total yang terjadi bertepatan dengan hari raya orang Yahudi sebanyak 6 kali secara berturut-turut.

Perhatikanlah, bahwa sebagai orang Kristen yang sungguh-sungguh..kita akan mengalami banyak aniaya di hari-hari terakhir ini, karenanya kita harus banyak berdoa dan berpuasa. Tuhan melihat hati kita ketika kita berdoa, bukan dengan konsep/kata-kata doa kita.

Penanggalan yang sesuai dengan penanggalan Tuhan adalah sistem penanggalan luna-solar, yaitu sistem penanggalan orang Yahudi.

7 Hari Raya orang Yahudi (Mosaic Covenant):

  1. Paskah [14 Nisan] – pengorbanan
  2. Roti tak beragi [15 Nisan] – tanpa dosa, jangan berlambat-lambat melakukan kebenaran
  3. Buah sulung [17 Nisan] – pembebasan
  4. Pentakosta/7 minggu/Panen – turunnya Taurat & Roh Kudus
  5. Peniupan Sofar [1 Tishri] – hari tak tentu
  6. Pendamaian/Kippur [10 Tishri] – Wahyu 2:10, Hosea 5:15, Yes 53
  7. Tabernakel/Sukkoth [15 Tishri] – Wahyu 7:9, temporer ke permanen

Sistem penanggalan Yahudi berhubungan erat dengan kehidupan kerohanian kita, karena Tuhan menetapkan matahari dan bulan sebagai tanda yang menunjukan masa-masa (Kejadian 1:14 & Yeremia 31:35). Point nomor 1-3 adalah tentang kehidupan pertobatan kita, point nomor 4 menggambarkan kehidupan kita selama hidup di bumi setelah lahir baru, sedangkan point nomor 5-6 merupakan pewahyuan tentang surga.

Berdasarkan 1 Korintus 15:52 dan 1 Tesalonika 4:16, jelas bahwa Tuhan Yesus akan datang untuk kali kedua setelah bunyi nafiri terakhir ditiup, tetapi kita tidak pernah tahu kapan waktu yang tepat akan kedatangan-Nya karena hari tersebut jatuh pada tanggal 1 Tishri (hari yang tak tentu).

Manusia terbatas untuk mengerti banyak hal. Hal terpenting yang harus kita lakukan dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kali kedua adalah menginjili jiwa-jiwa yang terhilang dan hidup kudus.