Coba Lagi!

Lukas 18:1-7 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Kata “berdoa dengan tidak jemu-jemu” menggunakan kata yang sama dengan “berdoa syafaat” yang mana digambarkan dengan orang yang sedang memasak air (perlu waktu untuk mendidih). Dengan demikian, Tuhan menghendaki agar kita berdoa terus hingga menerima jawaban doa. Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

Tuhan bukan saja memberikan perumpamaan, bahkan Ia memberikan sebuah pengalaman tertulis dalam Yohanes 21:1-6, tertulis bagaimana Simon dan kawan-kawannya tidak mendapat apapun setelah memancing semalaman namun akhirnya mendapat banyak ikan ketika bertemu Yesus dan mentaati perintah-Nya. Lukas 5:5 Simon menjawab: “Guru [terjemahan lain: Sir -Bapak, karena Simon tidak sadar bahwa orang tsb Yesus], telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga [terjemahan lain: coba lagi].”

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh (waktu untuk berdoa) dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan [=in quality more than super, so in quantity unaccounted – kita harus menjaga kualitas maka kuantitas akan mengikuti]. Semakin kita memiliki waktu untuk berdoa maka akan semakin kelimpahan hidup kita!

Yohanes 5:5-8 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” [=padahal Tuhan bukannya tidak tahu bahwa ia sedang sakit] Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang [=no one cares, everybody leaves me] yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” [=coba lagi]

Seperti perempuan yang bertahun-tahun pendarahan, terus mencoba menjamah jubah Yesus meskipun terus-menerus orang-orang menghalanginya dan menganggapnya tak layak. Dan akhirnya, perempuan tsb menerima mujizat!

Syaratnya hanya percaya.

Advertisements

Kebutuhan Yang Utama

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kita memiliki keinginan dan kebutuhan, tetapi Tuhan akan terlebih dahulu memenuhi kebutuhan kita (bukan keinginan). Kebutuhan kita yang utama adalah Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Markus 2:1-5 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Pengampunan dosa adalah kebutuhan utama si lumpuh tsb dibanding dapat berjalan kembali. Setelah itu barulah Tuhan menyembuhkan sakitnya, Markus 2:10-12 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu —: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Kata ‘hidup’ (=zoe), artinya faktor luar tidak dapat mempengaruhi faktor dalamnya. Contoh: Yesus tidur di buritan meskipun badai melanda, Mazmur 91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Kata ‘kelimpahan’ (=peruso), artinya tidak dapat terjadi jika kualitas hidup di hadapan Tuhan tidak dilakukan. Kuantitas akan mengikuti jika kualitas hidup selalu dijaga.

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mazmur 1:3 akan kita terima jika kita melakukan Mazmur 1:1-2.