Refresh & Release

REFRESH
Refresh artinya menyegarkan diri atau membangkitkan ingatan memori.

Kita harus selalu mengingat (sekecil apapun) kebaikan Tuhan dan tidak mengingat (sebesar apapun) kejahatan manusia. Mazmur 77:12 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Mengapa demikian? Supaya kehidupan kita semakin bergairah di hadapan Tuhan dan iblis tidak dapat mengintimidasi kita dalam keadaan tersesak sekalipun.

Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Jiwa terdiri dari perasaan, pikiran, kehendak, memori dan imajinasi. Memori adalah:
– kesadaran akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali,
– daya yang dapat kita terima dan kita simpan yang akan memproduksi kembali sebuah pengetahuan.

Memori dipengaruhi oleh sifat seseorang, alam sekitar, keadaan jasmani, keadaan rohani dan usia.

Daya ingatan manusia ada 2 macam:
1) Mekanis, untuk pengetahuan yang diperoleh dari penginderaan.
2) Logis, untuk pengetahuan yang mengandung pengertian.

Fungsi memori:
– Encording, memasukan pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar.
– Storage, menyimpan pengetahuan-pengetahuan.
– Recall, mengingat kembali jika diperlukan.

Modal utama untuk melatih daya ingat:
– Kepercayaan (believe)
– Hasrat (desire)
– Kesungguhan

2 pribadi dengan memori yang bertolak belakang di dalam Alkitab, yaitu Yudas dan Petrus.

a) Yudas, mengingat dosanya (menyangkal Yesus) dan menggantung diri (tidak bertobat). Matius 27:3-5 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.“ Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

b) Petrus, mengingat dosanya (menyangkal Yesus) dan kembali kepada Tuhan (bertobat, memperbaiki diri). Yohanes 21:6-7 Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus [=Yohanes] itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan. [Note: hanya orang yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan yang benar-benar peka akan kehadiran-Nya.] Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Masalah menimbulkan memori yang buruk dan itu harus diselesaikan, bukan sekedar dilupakan. Karena itu, jangan main-main dengan memori, simpanlah hal-hal yang baik saja!

Secara kedokteran, memori yang buruk dapat dihilangkan dari otak manusia. Namun, hal tersebut tidak dapat memperbaiki keadaan karena:
– Biaya yang sangat mahal. Jika dikemudian hari kita mengalami kejadian yang buruk lagi, tentu bukanlah jalan keluar yang bijaksana jika kita harus menghabiskan uang demi hal tsb.
– Andaipun memori yang buruk di masa lalu telah dihilangkan, lalu kita mengalami kejadian buruk serupa di masa depan (dengan usia yang sudah bertambah). Tindakan menghilangkan memori yang buruk secara kedokteran hanya akan menjadikan kita sebagai manusia bermental payah (tidak dapat bertumbuh dewasa serupa Kristus karena selalu lari dari proses kehidupan). Sungguh memalukan jika semakin bertambahnya usia kita tidak diimbangi dengan semakin dewasanya mental kita.

Jadi, apa obat untuk menghapus memori yang buruk dari otak kita (refresh)? Firman Tuhan.
– Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
– Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Mazmur 139:15-16 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Sekecil apapun kebaikan yang kita perbuat itu direkam oleh Tuhan, namun sekecil apapun kejahatan yang kita perbuat akan direkam iblis sebagai senjata untuk mendakwa kita kelak.

Yakobus 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

RELEASE
Release artinya membebaskan atau merilis atau melepaskan.

Release berbicara tentang gelombang kebangkitan pendoa syafaat yang terbesar dan terakhir selaras dengan intensitas pencurahan Roh Kudus yang semakin besar di Pentakosta ke-3 (dibandingkan saat Pentakosta ke-1 & 2).

Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi [=Indonesia, sebagai negara dengan jarak terjauh dari Israel]. Dengan demikian, kita merupakan ‘pelari terakhir’ sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kelak, maka kita harus meminta “Roh Penyelesaian” untuk menyelesaikan kegerakan ini dengan sempurna.

Kita dipanggil oleh Tuhan untuk bersatu, bukan untuk tercerai-berai (Efesus 4:1-6). Maka dari itu, kita harus bergandengan tangan dalam kebenaran tanpa mempermasalahkan doktrin antar denominasi. Itulah makna Pentakosta ke-3, sebab Allah Tritunggal bekerja dalam satu kesatuan (tidak terpisah). Kita harus menunjukan kesediaan kita untuk bersatu dengan para pengerja lain di gereja cabang kita meskipun mereka tidak menghargainya.

AND
Tema Retreat Leader: Refresh And Release.

Ada kata “and” sebagai penghubung antara kata “refresh” dan “release”, artinya refresh dan release harus dilakukan bersamaan (tidak bisa hanya salah satu saja yang dilakukan). Dengan demikian, kita akan menjadi orang-orang Kristen yang sehat dalam hubungan kita dengan Tuhan dan manusia (lihat grafik Peter Wagner).

UNITY
[Perikop: Mengenai minyak urapan yang kudus.] Keluaran 30:22-25 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal, dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin. Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.

Untuk menghasilkan minyak urapan yang kudus, diperlukan berbagai macam bahan dengan ukuran tertentu. Artinya, berbagai karakter yang berbeda harus digabungkan (saling membangun dengan kelebihan masing-masing dan saling menerima kekurangan masing-masing) agar hadirat Tuhan turun.

MOMEN API UNGGUN
Momen ini merupakan tindakan profetik untuk memenangkan Bandung Selatan bagi kemuliaan Tuhan sesuai Yehezkiel 20:47 dan katakanlah kepada hutan di sebelah selatan: Dengarlah firman TUHAN: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyalakan api di dalammu yang akan memakan habis setiap pohon yang hidup padamu dan setiap pohon yang layu kering. Apinya yang sedang bernyala-nyala tidak akan padam dan semua muka dari selatan sampai utara akan terbakar kepanasan olehnya.

Ketika pujian penyembahan dinaikan, Tuhan memberikan tanda kepada Kadept melalui bulan purnama di malam itu yang bergerak dari selatan ke utara, juga melalui penampakan api unggun yang menyerupai sesosok Pribadi yang kita yakini adalah Tuhan Yesus yang sedang mengenakan mahkota (lihat foto api unggun berbagai sudut).

Ulangan 33:23 Tentang Naftali ia berkata: “Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan.”

“Kunci penuaian jiwa ada pada pendoa syafaat. Jika di gereja tidak terjadi penuaian jiwa, maka ada yang salah dengan pendoa syafaatnya. Pendoa syafaat sebagai penuai jiwa harus bergerak lebih cepat dibanding jiwa-jiwa yang dituai!”

Advertisements

Penyembah Yang Benar

Mimpi seorang hamba Tuhan: beliau beserta para leader ada dalam permainan labirin. Awalnya mereka begitu kompak namun kemudian terjadi perbedaan pendapat tentang arah yang mereka tuju untuk keluar dari labirin tsb. Akhirnya mereka mendapat pesan Tuhan utk menyembah, tanpa usaha apapun (hanya dengan menyembah) secara tiba-tiba labirin yang mengelilingi mereka pun menghilang.

Dari mimpi tsb, beliau mendapat pesan Tuhan: Tuhan tidak akan membuat kita pusing menjalani kehidupan, melainkan iblislah yang membuat pusing kehidupan kita (dengan mengurung kita dalam “labirin”). Doa, pujian dan penyembahan dalam unity akan menghancurkan “labirin” yang dibangun iblis sehingga kita bisa menemukan jalan keluar yang jelas. Unity tanpa doa pujian penyembahan akan berakhir dengan perpecahan, namun doa pujian penyembahan tanpa unity pun tidak dapat menghancurkan “labirin” tsb. Dengan demikian, doa pujian penyembahan dan unity itu satu paket (tidak terpisahkan).

Yohanes 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Yohanes 4:1-42 mengisahkan pertobatan wanita Samaria ketika berjumpa dengan Yesus. Ketika kita menjadi penyembah yang benar maka Tuhan akan memakai kita untuk menuai jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan!

Menyembah artinya mempunyai sikap yang merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan yang disembah disertai dengan ketulusan, kesungguhan dan motivasi yang benar sesuai firman Tuhan. Ketika kita menyembah dengan benar maka Tuhan akan mengangkat kita!

Allah Mengasihi Kita

Efesus 3:14-19 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Kita harus mengenal kasih Allah sedemikian rupa, bukan hanya fokus pada janji-janji-Nya sebab tentu janji-janji-Nya pasti digenapi bagi kita. Jadi, kita tidak perlu khawatir bahwa Tuhan tidak akan memberkati kita sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita!

3 karakteristik kasih Tuhan, yaitu:
1) Tetap. 1 Yohanes 4:13-16 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.
2) Sempurna adanya. 1 Yohanes 4:12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
3) Tak bersyarat. 1 Yohanes 4:19-21 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Bahkan Anak Tunggal-Nya saja Ia relakan bagi kita, bagaimana mungkin Ia tidak sanggup menjawab doa-doa kita?

Roma 8:37-39 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Seburuk apapun hal yang kita alami, Allah tetap mengasihi kita dan tidak menghendaki malapetaka terjadi atas kita. Allah tidak pernah curang, Ia setia dan terlebih ingin menjawab doa-doa kita! Dengan demikian, hidup kita bersama Tuhan penuh dengan kepastian bukan keraguan!

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Allah kita bukan pencuri yang akan mengambil apa yang sudah Ia berikan. Tetap percaya!

Pray For Jerusalem

Kejadian 27:29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.” [Kita harus memberkati Israel!]

Ada 8 wanita mandul di Alkitab:
1) Sara, melahirkan Ishak.
2) Ribka, melahirkan Esau & Yakub.
3) Rahel, melahirkan Yusuf & Benyamin.
4) Isteri Manoah, melahirkan Simson.
5) Ruth, melahirkan Obed.
6) Hana, melahirkan Samuel.
7) Isteri Zakharia, melahirkan Yohanes Pembaptis.
8) Yesaya 66:8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya. [Kita akan melahirkan generasi Yeremia.] — inilah goal dari dilaksanakannya Malam Berjaga-jaga!

Yeremia 31:10 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali [=topik doa kita], dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

Daniel 9:2 pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun. [Tahun 2018 adalah tahun ke-70 kemerdekaan Israel.]

Yeremia 25:11-12 Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya. Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah firman TUHAN, maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya. [Negara-negara yang pernah menyerang Israel menjadi tandus secara fisik.]

Yeremia 29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.

Pentakosta ke-3 terjadi dari Timur ke Barat, dan sekaranglah waktunya (saat 70 tahun kemerdekaan Israel)! Karena itu, tidak ada waktu bagi kita untuk bersantai!

Yesaya 11:11-12 Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut. Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.

Tuhan akan datang ketika seluruh orang Israel yang terserak ke bangsa-bangsa kembali ke Israel, kita harus mendoakan kepulangan mereka tsb!

Yeremia 16:14-16 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka. Sesungguhnya, Aku mau menyuruh banyak penangkap ikan, demikianlah firman TUHAN, yang akan menangkap mereka, sesudah itu Aku mau menyuruh banyak pemburu yang akan memburu mereka dari atas segala gunung dan dari atas segala bukit dan dari celah-celah bukit batu.

Ini pengumpulan yang terakhir!

Yeremia 31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!

Mazmur 122:6-8 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!” Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: “Semoga kesejahteraan ada di dalammu!”

Kita harus minta hati Tuhan dan belas kasihan-Nya supaya kita mengasihi Yerusalem seperti Yesus mengasihi mereka [Lukas 13:34].

Bertobat dan Merebut Jiwa-Jiwa!

Mazmur 24:3-4 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

Cek hidup kita masing-masing apakah sudah memenuhi syarat tsb untuk masuk ke gunung kudus Tuhan? Bertobat.

Ratapan 2:18-19 Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!

Kita harus mengerang bagi keselamatan jiwa-jiwa, bukan karena permasalahan pribadi.

Penyebab generasi yang hilang:
1) Tidak ada penginjilan.
2) Peranan Roh Kudus tidak diberdayakan.
3) Gereja tidak unity.

Kita harus memerangi 3 hal tsb!

Penjaga Yang Berjaga

Malam berjaga-jaga di hadapan Tuhan merupakan alat-alat yang dipakai pada zaman dulu dan sampai dengan saat ini.
Berjaga-jaga di hadapan Tuhan pada dasarnya telah menjadi model doa yang dilupakan, karenanya alat ini perlu diasah kembali dan dipertajam.
Kegerakan Moravia pada tahun 1700an yang mendirikan sebuah desa di Saxony (bagian timur Jerman), bernama Herrnut, artinya berjaga-jaga di hadapan Tuhan.
Selama 100 tahun, mereka terus berdoa selama 24 jam.

Berjaga-jaga artinya: *Waspadalah! Sadarlah!*
Bahasa Yunani: “gregorio”, artinya sadar atau waspada.
Kamus Webster: tetap sadar agar bisa menjaga, memperhatikan dengan seksama, tengah waspada atau bersikap waspada.

Berjaga-jaga ada kaitannya dengan memiliki kekuatan untuk menang.
Kegunaan utama dalam berjaga-jaga:
a) Gambaran sebuah sikap rohani berupa kewaspadaan dalam hati seseorang.
b) Suatu bentuk doa tertentu.

Penjaga-penjaga profetik bisa disamakan dengan para penjaga yang berjaga-jaga di malam hari.
Ini merupakan senjata Roh Kudus dalam peperangan rohani dan suatu bentuk doa syafaat.
Sejak awal Roh Kudus telah bergerak dan tidak pernah berhenti bergerak (Kejadian 1:2). Iblis dan antek-anteknya juga terus bergerak (1 Petrus 5:8-9).

Markus 6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. [Dalam konteks ini kita tahu bahwa, para murid melihat Yesus sebagai hantu (masalah), bukan sebagai Tuhan (berkat). Berkaca dari ayat ini, sebagai pendoa syafaat kita harus memiliki roh yang peka membedakan sesuatu yang datang kepada kita apakah benar-benar dari Tuhan atau bukan.]
Para prajurit dipanggil untuk melaporkan apa yang mereka lihat.
Para penjaga rohani diperlukan untuk melindungi komunitas-komunitas orang percaya dari serangan musuh yang akan datang. Contoh: jika kita sebagai pendka syafaat, tetapi salah seorang keluarga terdekat kita “salah jalan”, maka jangan salahkan anggota keluarga tsb, sebab yang salah adalah kita yang tidak berjaga-jaga atas keluarga kita.

Dalam budaya Ibrani, waktu jaga dibagi menjadi 8 bagian:
– pk. 18.00 – 21.00
– pk. 21.00 – 24.00
– pk. 00.00 – 03.00
– pk. 03.00 – 06.00
– pk. 06.00 – 09.00
– pk. 09.00 – 12.00
– pk. 12.00 – 15.00
– pk. 15.00 – 18.00

Keluaran 14:24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.
Pada pk. 00.00 adalah saat pertarungan di alam rohani, dukun-dukun melepaskan kutuk-kutuk mereka di malam hari. Di sinilah saatnya untuk mematahkan kuasa kegelapan dan berseru agar terang Yesus datang untuk mengalahkan kegelapan. Para pendoa syafaat Rayon 2 menjadi perisai doa bagi Gembala Pembina (Pdt. Niko Njotorahardjo) pk. 00.00 – 01.00 WIB.

Kita dipanggil lebih dari sekedar untuk melihat camp musuh, tetapi kita diajak untuk melihat ke dalam camp Tuhan dan melihat apa yang ingin Tuhan lakukan.Malam berjaga-jaga di hadapan Tuhan merupakan alat-alat yang dipakai pada zaman dulu dan sampai dengan saat ini.
Berjaga-jaga di hadapan Tuhan pada dasarnya telah menjadi model doa yang dilupakan, karenanya alat ini perlu diasah kembali dan dipertajam.
Kegerakan Moravia pada tahun 1700an yang mendirikan sebuah desa di Saxony (bagian timur Jerman), bernama Herrnut, artinya berjaga-jaga di hadapan Tuhan.
Selama 100 tahun, mereka terus berdoa selama 24 jam.

Berjaga-jaga artinya: *Waspadalah! Sadarlah!*
Bahasa Yunani: “gregorio”, artinya sadar atau waspada.
Kamus Webster: tetap sadar agar bisa menjaga, memperhatikan dengan seksama, tengah waspada atau bersikap waspada.

Berjaga-jaga ada kaitannya dengan memiliki kekuatan untuk menang.
Kegunaan utama dalam berjaga-jaga:
a) Gambaran sebuah sikap rohani berupa kewaspadaan dalam hati seseorang.
b) Suatu bentuk doa tertentu.

Penjaga-penjaga profetik bisa disamakan dengan para penjaga yang berjaga-jaga di malam hari.
Ini merupakan senjata Roh Kudus dalam peperangan rohani dan suatu bentuk doa syafaat.
Sejak awal Roh Kudus telah bergerak dan tidak pernah berhenti bergerak (Kejadian 1:2). Iblis dan antek-anteknya juga terus bergerak (1 Petrus 5:8-9).

Markus 6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. [Dalam konteks ini kita tahu bahwa, para murid melihat Yesus sebagai hantu (masalah), bukan sebagai Tuhan (berkat). Berkaca dari ayat ini, sebagai pendoa syafaat kita harus memiliki roh yang peka membedakan sesuatu yang datang kepada kita apakah benar-benar dari Tuhan atau bukan.]
Para prajurit dipanggil untuk melaporkan apa yang mereka lihat.
Para penjaga rohani diperlukan untuk melindungi komunitas-komunitas orang percaya dari serangan musuh yang akan datang. Contoh: jika kita sebagai pendka syafaat, tetapi salah seorang keluarga terdekat kita “salah jalan”, maka jangan salahkan anggota keluarga tsb, sebab yang salah adalah kita yang tidak berjaga-jaga atas keluarga kita.

Dalam budaya Ibrani, waktu jaga dibagi menjadi 8 bagian:
– pk. 18.00 – 21.00
– pk. 21.00 – 24.00
– pk. 00.00 – 03.00
– pk. 03.00 – 06.00
– pk. 06.00 – 09.00
– pk. 09.00 – 12.00
– pk. 12.00 – 15.00
– pk. 15.00 – 18.00

Keluaran 14:24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.
Pada pk. 00.00 adalah saat pertarungan di alam rohani, dukun-dukun melepaskan kutuk-kutuk mereka di malam hari. Di sinilah saatnya untuk mematahkan kuasa kegelapan dan berseru agar terang Yesus datang untuk mengalahkan kegelapan. Para pendoa syafaat Rayon 2 menjadi perisai doa bagi Gembala Pembina (Pdt. Niko Njotorahardjo) pk. 00.00 – 01.00 WIB.

Kita dipanggil lebih dari sekedar untuk melihat camp musuh, tetapi kita diajak untuk melihat ke dalam camp Tuhan dan melihat apa yang ingin Tuhan lakukan.

Revival (Kebangunan Rohani)

API ROH KUDUS

Api Roh Kudus membawa kebangunan rohani, lalu apa yang harus kita lakukan di era Pentakosta ke-3 ini?

  1. Catch the fire (menangkap api Roh Kudus).
  2. Keep the fire (menjaga api Roh Kudus). Imamat 6:12  Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.
  3. Spread the fire (menyebarkan api Roh Kudus).

7 GUNUNG

Wahyu 17:9  Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, 

Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”

Kita harus seperti Kaleb bin Yefune merebut gunung yang dijanjikan Tuhan dari tangan orang-orang Enak! Adapun tujuh gunung yang harus kita rebut, yaitu:

  1. Gunung Agama
  2. Gunung Keluarga
  3. Gunung Pendidikan
  4. Gunung Pemerintahan
  5. Gunung Media & Komunikasi
  6. Gunung Seni & Hiburan
  7. Gunung Bisnis

Untuk merebutnya, kita harus “masuk” ke gunung-gunung tersebut tanpa harus berkompromi (menjadi serupa dengan dunia). Kita perlu penyertaan Tuhan!

Nehemia Bagi Indonesia

Pendoa syafaat harus tajam melihat keadaan seperti Tuhan melihat, salah satunya kita belajar pemetaan (lingkungan, calon pemimpin, dll) berdasarkan aspek historis, fisik dan rohani. Contoh: calon walikota adalah si A, B dan C, maka kita harus tau profil mereka masing-masing, meliputi latar belakang kehidupan mereka (historis), spanduk-spanduk program kerja mereka (fisik), dan kriteria pemimpin yang Tuhan kehendaki (rohani). Dengan demikian kita menjadi bertanggung jawab atas apa yang kita pilih (entah nanti mereka akan menang atau kalah dalam Pilkada), Tuhan ingin para pendoa yang mengerti apa yang sedang dikerjakan. Ini dimulai dari hal-hal kecil sebelum kelak kita melangkah dalam Pemilihan Presiden.

Nehemia 1:4-5 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

Kita yakin bahwa yang berdosa adalah orang Israel tapi tidak termasuk Nehemia dan keluarganya. Namun dari doa Yeremia ini kita belajar tentang kerendahan hati mengakui dosa pribadi (meskipun kita tidak melakukannya). Kita harus rendah hati introspeksi diri sendiri sebelum memohon pengampunan Tuhan atas kesalahan orang lain. Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Kita diwajibkan berpuasa selama 52 hari sebelum Pilkada. Kita percaya bahwa apa yang kita lakukan ini seperti puasa yang Nehemia lakukan, yaitu sambil membangun tembok Yerusalem. Nehemia artinya penghibur (pembawa sukacita), jadi kita sedang membangun tembok-tembok yang menangkal setiap intimidasi dan ketakutan dalam masa Pilkada di Indonesia.

Secret Place

Yehezkiel 3:1-3 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. Lalu firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Sebagai pendoa syafaat, membaca Alkitab setiap hari adalah sebuah kesukaan, bukan sekedar kewajiban. Sangat aneh jika kita sebagai pendoa syafaat enggan membaca Alkitab (saat teduh tidak teratur).

2 Petrus 1:10-11 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Dalam ayat tsb dijelaskan bahwa iblis memiliki tingkatan hierarki, maka peperangan kita melawan iblis pun harus sesuai dengan tingkatan hierarki tsb, caranya:
1) Tingkat I : roh-roh jahat di udara, tingkat ini hanya setara dengan yang disebutkan dalam 1 Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
2) ‎Tingkat II : penghulu-penghulu dunia yang gelap, tingkat ini dapat dilawan dengan Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
3) ‎Tingkat III : penguasa-penguasa, tingkat ini hanya dapat dilawan oleh orang-orang yang kesukaannya berada dalam hadirat Tuhan (secret place), hal ini tercermin dari buah-buah Roh dalam hidupnya.
4) ‎Tingkat IV : pemerintah-pemerintah (Lucifer), akan dilawan oleh Tuhan sendiri.

5778 (Ayin Chet)

1) Permulaan baru, musim baru. Menjadi kirbat yang baru agar dapat menerima anggur yang baru. Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.” Artinya FLEKSIBEL: mudah diubah/dibentuk. Namun, pasti ada orang-orang yang tidak sepakat dengan kita. Karena ini waktu percepatan dan banyak belokan tajam terjadi, kita harus berlari bersama Tuhan. Ibrani 3:7-8 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

2) ‎Tahun pintu, seperti tembok. Kita bisa menembus tembok itu, tapi yang bisa menembusnya hanya orang yang:
– Memandang Tuhan
– ‎Hidup dalam pengurapan Roh Kudus

3) Tahun energi, supranatural energi. Ini berbicara tentang Rut! Untuk bertemu Boas, Naomi minta Rut agar: mandi, berurap, kenakan pakaian yang baru. Artinya ini tahun MEREBUT WARISAN, hidup dalam pengurapan, kekudusan dan wangi-wangian. Yesaya 61:6-7 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. Apa yang telah dicuri si jahat di tahun 2017 akan Tuhan gantikan 2X lipat di tahun 2018.

4) ‎Tahun nyanyian baru. Tuhan akan memberikan nyanyian-nyanyian baru. Iman datang saat kita NAIK dalam penyembahan. Mazmur 33:3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! Sewaktu kita bersenandung saja, Tuhan hadir di situ.

Di balik pintu/tembok, ada 5 hal yang harus diperangi:
1) Spirit of python. Cara kerja ular piton adalah lebih dulu meremukkan tulang. Spirit ini membuat kita sulit untuk memuji dan menyembah Tuhan.
2) ‎Spirit Lewiatan (dolak dalik/adu domba).
3) ‎Spirit Naga (berjaga-jaga mencari orang yang dapat ditelannya).
4) Spirit ‎Izebel (suka menguasai/dominasi).
5) ‎Spirit Farisi/Herodian (munafik).

Kita harus berhati-hati agar tidak terjerat 5 spirit tsb, karena tentulah akan dihukum Tuhan. Yesaya 27:1 Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.

Kita bisa menang dari 5 spirit tsb, jika kita punya KEMURAHAN HATI YANG BARU. Ini adalah tahun yang spesial: akan ada penyatuan warrior & warrior bride. Tahun ini berhubungan erat dengan buah sulung.

Ingat-ingat lagi hal yang sederhana:
– Masuk Menara Doa
– ‎Doa Keliling
– ‎Puasa (pendoa syafaat wajib berpuasa 2X seminggu; pesan Ka. Sub. Div. Profetik: Pdp. Kristina Faraknimella)

Mazmur 113:7-8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya. Tuhan janjikan bahwa Ia akan memberkati para pendoa syafaat berlimpah limpah limpah limpah! Banyak mujizat yang tidak lazim akan terjadi selama kita taat pada jalan Tuhan.

Nubutan Cindy Jacob 26/07/2017: Indonesia akan menjadi negara pertama yang meng-nol-kan kemiskinan. Indonesia tidak akan berhutang lagi, melainkan memiutangi bangsa-bangsa.