Revival (Kebangunan Rohani)

API ROH KUDUS

Api Roh Kudus membawa kebangunan rohani, lalu apa yang harus kita lakukan di era Pentakosta ke-3 ini?

  1. Catch the fire (menangkap api Roh Kudus).
  2. Keep the fire (menjaga api Roh Kudus). Imamat 6:12  Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.
  3. Spread the fire (menyebarkan api Roh Kudus).

7 GUNUNG

Wahyu 17:9  Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, 

Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”

Kita harus seperti Kaleb bin Yefune merebut gunung yang dijanjikan Tuhan dari tangan orang-orang Enak! Adapun tujuh gunung yang harus kita rebut, yaitu:

  1. Gunung Agama
  2. Gunung Keluarga
  3. Gunung Pendidikan
  4. Gunung Pemerintahan
  5. Gunung Media & Komunikasi
  6. Gunung Seni & Hiburan
  7. Gunung Bisnis

Untuk merebutnya, kita harus “masuk” ke gunung-gunung tersebut tanpa harus berkompromi (menjadi serupa dengan dunia). Kita perlu penyertaan Tuhan!

Advertisements

Nehemia Bagi Indonesia

Pendoa syafaat harus tajam melihat keadaan seperti Tuhan melihat, salah satunya kita belajar pemetaan (lingkungan, calon pemimpin, dll) berdasarkan aspek historis, fisik dan rohani. Contoh: calon walikota adalah si A, B dan C, maka kita harus tau profil mereka masing-masing, meliputi latar belakang kehidupan mereka (historis), spanduk-spanduk program kerja mereka (fisik), dan kriteria pemimpin yang Tuhan kehendaki (rohani). Dengan demikian kita menjadi bertanggung jawab atas apa yang kita pilih (entah nanti mereka akan menang atau kalah dalam Pilkada), Tuhan ingin para pendoa yang mengerti apa yang sedang dikerjakan. Ini dimulai dari hal-hal kecil sebelum kelak kita melangkah dalam Pemilihan Presiden.

Nehemia 1:4-5 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

Kita yakin bahwa yang berdosa adalah orang Israel tapi tidak termasuk Nehemia dan keluarganya. Namun dari doa Yeremia ini kita belajar tentang kerendahan hati mengakui dosa pribadi (meskipun kita tidak melakukannya). Kita harus rendah hati introspeksi diri sendiri sebelum memohon pengampunan Tuhan atas kesalahan orang lain. Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Kita diwajibkan berpuasa selama 52 hari sebelum Pilkada. Kita percaya bahwa apa yang kita lakukan ini seperti puasa yang Nehemia lakukan, yaitu sambil membangun tembok Yerusalem. Nehemia artinya penghibur (pembawa sukacita), jadi kita sedang membangun tembok-tembok yang menangkal setiap intimidasi dan ketakutan dalam masa Pilkada di Indonesia.

Secret Place

Yehezkiel 3:1-3 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. Lalu firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Sebagai pendoa syafaat, membaca Alkitab setiap hari adalah sebuah kesukaan, bukan sekedar kewajiban. Sangat aneh jika kita sebagai pendoa syafaat enggan membaca Alkitab (saat teduh tidak teratur).

2 Petrus 1:10-11 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Dalam ayat tsb dijelaskan bahwa iblis memiliki tingkatan hierarki, maka peperangan kita melawan iblis pun harus sesuai dengan tingkatan hierarki tsb, caranya:
1) Tingkat I : roh-roh jahat di udara, tingkat ini hanya setara dengan yang disebutkan dalam 1 Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
2) ‎Tingkat II : penghulu-penghulu dunia yang gelap, tingkat ini dapat dilawan dengan Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
3) ‎Tingkat III : penguasa-penguasa, tingkat ini hanya dapat dilawan oleh orang-orang yang kesukaannya berada dalam hadirat Tuhan (secret place), hal ini tercermin dari buah-buah Roh dalam hidupnya.
4) ‎Tingkat IV : pemerintah-pemerintah (Lucifer), akan dilawan oleh Tuhan sendiri.

5778 (Ayin Chet)

1) Permulaan baru, musim baru. Menjadi kirbat yang baru agar dapat menerima anggur yang baru. Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.” Artinya FLEKSIBEL: mudah diubah/dibentuk. Namun, pasti ada orang-orang yang tidak sepakat dengan kita. Karena ini waktu percepatan dan banyak belokan tajam terjadi, kita harus berlari bersama Tuhan. Ibrani 3:7-8 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

2) ‎Tahun pintu, seperti tembok. Kita bisa menembus tembok itu, tapi yang bisa menembusnya hanya orang yang:
– Memandang Tuhan
– ‎Hidup dalam pengurapan Roh Kudus

3) Tahun energi, supranatural energi. Ini berbicara tentang Rut! Untuk bertemu Boas, Naomi minta Rut agar: mandi, berurap, kenakan pakaian yang baru. Artinya ini tahun MEREBUT WARISAN, hidup dalam pengurapan, kekudusan dan wangi-wangian. Yesaya 61:6-7 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. Apa yang telah dicuri si jahat di tahun 2017 akan Tuhan gantikan 2X lipat di tahun 2018.

4) ‎Tahun nyanyian baru. Tuhan akan memberikan nyanyian-nyanyian baru. Iman datang saat kita NAIK dalam penyembahan. Mazmur 33:3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! Sewaktu kita bersenandung saja, Tuhan hadir di situ.

Di balik pintu/tembok, ada 5 hal yang harus diperangi:
1) Spirit of python. Cara kerja ular piton adalah lebih dulu meremukkan tulang. Spirit ini membuat kita sulit untuk memuji dan menyembah Tuhan.
2) ‎Spirit Lewiatan (dolak dalik/adu domba).
3) ‎Spirit Naga (berjaga-jaga mencari orang yang dapat ditelannya).
4) Spirit ‎Izebel (suka menguasai/dominasi).
5) ‎Spirit Farisi/Herodian (munafik).

Kita harus berhati-hati agar tidak terjerat 5 spirit tsb, karena tentulah akan dihukum Tuhan. Yesaya 27:1 Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.

Kita bisa menang dari 5 spirit tsb, jika kita punya KEMURAHAN HATI YANG BARU. Ini adalah tahun yang spesial: akan ada penyatuan warrior & warrior bride. Tahun ini berhubungan erat dengan buah sulung.

Ingat-ingat lagi hal yang sederhana:
– Masuk Menara Doa
– ‎Doa Keliling
– ‎Puasa (pendoa syafaat wajib berpuasa 2X seminggu; pesan Ka. Sub. Div. Profetik: Pdp. Kristina Faraknimella)

Mazmur 113:7-8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya. Tuhan janjikan bahwa Ia akan memberkati para pendoa syafaat berlimpah limpah limpah limpah! Banyak mujizat yang tidak lazim akan terjadi selama kita taat pada jalan Tuhan.

Nubutan Cindy Jacob 26/07/2017: Indonesia akan menjadi negara pertama yang meng-nol-kan kemiskinan. Indonesia tidak akan berhutang lagi, melainkan memiutangi bangsa-bangsa.

Hamba Yang Dapat Dipercaya

Tahun Ayin Zayin melambangkan pedang. Pedang memiliki 2 sisi, secara profetik berbicara tentang: sisi peperangan & sisi belas kasih. Penyangga pedang adalah pujian penyembahan kita, sedangkan sarung pedangnya adalah tudung kasih karunia Tuhan (mercy seat).

Berjaga-jaga itu sifatnya aktif (menyerang), bukan pasif (sikap siaga, menunggu diserang). Kita harus aktif dalam doa-doa kita.

Apa yang sudah kita mulai dalam Roh, harus diteruskan dalam Roh juga. Jika tidak, berarti kita sedang berjalan dalam kedagingan. Ini memerlukan kesetiaan.

Para pemimpin doa harus membangkitkan pasukan doa!

1 Korintus 4:1-2  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai

Bagaimana agar kita semakin hari semakin dapat dipercayai oleh Tuhan?

  1. Setia pada perkara kecil, di sinilah waktunya Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk melakukan hal besar. Lukas 16:10  “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Matius 25:23  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 
  2. Bertanggung jawab. 1 Tawarikh 9:26-27  sedang keempat kepala penunggu pintu gerbang itu memegang jabatan tetap. Mereka adalah orang Lewi dan mengawasi bilik-bilik serta perbendaharaan rumah Allah. Mereka bermalam di sekitar rumah Allah itu sebab mereka bertanggung jawab atas penjagaan dan harus membuka pintu setiap pagi.
  3. Berkomitmen terhadap Tuhan. Amos 3:3  Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Kita tidak bisa berjalan selaras dengan Tuhan tanpa komitmen apapun yang terjadi tetap mengikut Tuhan.
  4. Mau bayar harga untuk Tuhan. Semakin kita banyak bayar harga bagi Tuhan, maka semakin besar pula berkat yang kita dapat dari Tuhan. Amsal 28:20a  Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat.

Kita harus doakan:

  • “Nikodemus” (=para pemimpin orang Farisi yang memiliki rasa keingintahuan tentang Kristus). Kita harus terbuka tentang Kristus jika suatu saat “Nikodemus” ini mau membahasnya bersama kita dan menyambut mereka dengan baik. Suatu saat ketika terjadi penganiayaan terhadap orang Kristen, Tuhan bisa pakai mereka untuk membela kita sebab mereka “terpandang” di mata manusia. [Baca Yoh. 3:1-2, Yoh. 7:42-52, Yoh. 19:38-39]
  • Orang-orang yang mendapat “second chance” (kesempatan kedua untuk hidup kembali) dari Tuhan agar mereka bisa mengenal Kristus terlebih dahulu sebelum meninggal.

Menanti-nantikan Tuhan

​Yesaya 40:30-31  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. 

Hal yang harus kita lakukan agar menerima mujizat Tuhan adalah terus menanti-nantikan Tuhan.

Belajar dari burung rajawali: Burung rajawali hanya perlu mengepakan sayapnya selama 2 menit untuk dapat terbang selama 1 jam tanpa mengepakan sayapnya. Maknanya, kita perlu minimal 48 menit saat teduh bersama Tuhan untuk kuat menjalani aktifitas selama 24 jam. Semakin banyak kita intim dengan Tuhan, semakin dahsyatlah kekuatan kita!

Mazmur 130:5-6  Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. 

Kita harus memiliki kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan maka tentulah kita bisa setia menunggu “keterlambatan Tuhan” dan takkan menyia-nyiakan waktu.

Mazmur 37:34  Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan. 

Kedisiplinan Tentara Allah / Pasukan Doa

1 Kor 9:27 But (like a boxer) I buffet my body (handle it roughly), DISCIPLINE it by hardships and subdue it.

“Supaya……….jangan aku sendiri ditolak” (Yun. ADOKIMOS = gagal dalam ujian; kehilangan pahala pelayanan dan keselamatan.
Contoh: keluarga Imam Eli (1 Sam 2:11, 1 Sam 4:21)

Disiplin adalah mutlak bagi seorang Tentara untuk menang.
Arti disiplin (discipline) Yun. Hupopiazo : to beat = memukul untuk menaklukannya, ketertiban, menghukum (untuk kebaikan/mendidik).

Mengapa?
– Tunduk/takluk/disiplin pada Allah baru melawan iblis
(Yakobus 4:7)
– Roh memang penurut tapi daging lemah (Matius 26:41)
– Sebab yang lahir baru hanya roh sedangkan jiwa dan tubuh tidak, karenanya jiwa dan tubuh harus dikuasai Roh Kudus melalui roh yang sudah lahir baru
– Keselamatan adalah pemberian/anugrah tetapi menjadi Tentara adalah pembentukan/ada proses dan harga yang harus dibayar untuk itu (2 Timotius 2:3)
– Persyaratan Pasukan Anak Domba (Wahyu 14:1-5, Wahyu 19:8)

Bagaimana?
– Penyangkalan diri dan menyalibkan kedagingan setiap hari (Lukas 9:23)
– Dengan kuasa Roh Kudus (Roma 8:13)
– Tinggal dalam Firman Allah melalui persekutuan dan ketaatan (Yohanes 8:31-32)
– Tidak memberi kesempatan (tidak buka celah) bagi iblis (Efesus 4:27), tolak dosa sejak dini (Kejadian 4:6-7) sebab makin lama makin “kuat menggoda” kedagingan (Yakobus 1:13-15)
– Latihan ibadah (1 Timotius 4:7-8) melalui: kehidupan doa pribadi, mezbah keluarga (Yosua 24:15), juga ibadah bersama untuk menerima pengurapan, arahan dan impartasi (Mazmur 133)
– Fokus/konsentrasi pada instruksi Komandan, visi, tugas dan tanggung jawab, jaga hati dan pikiran (Filipi 2:5)

Hasil?
– Kebiasaan disiplin akan menjadi karakter (Ibrani 12:10-11)
– Karakter Kristus adalah ukuran kekuatan dan kedewasaan Kristen (Amsal 16:32, 1 Korintus 13)
– Peka (Yesaya 50:4) → menang karena bergerak “tepat” waktunya (1 Tawarikh 14:8-17, Mazmur 5:4)
– Berkenan kepada komandan (2 Timotius 2:4), akibatnya diberi kepercayaan yang lebih besar
– Menang sampai garis akhir (2 Timotius 4:6-8)

Siapakah Tuhan Kita?

Daniel 11:32  Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.

Apakah kita benar-benar mengenal “Gembala” kita? Gembala mengenal domba-domba-Nya dan domba-domba-Nya mengenal Gembalanya. Gembala kita itu:
1) Yehova Shikenu (Tuhan kebenaran kita). Tak perlu mencari pembelaan atau berusaha membuktikan kebenaran karena Tuhan yang akan menyatakan kebenaran itu.
2) Yehova Shalom (Tuhan damai sejahtera kita). Kemanapun Tuhan utus kita, kita percaya Ia yang menyertai kita, tak perlu kita takut dengan keadaan sekeliling kita.
3) Yehova Emkadesh (Tuhan yang menyucikan kita). Jika ada dosa, kita harus cepat membereskannya di hadapan Tuhan tanpa perlu membela diri di hadapan-Nya.
4) Yehova Shama (Tuhan ada di hati kita). Roh Kudus ada di hati kita.
5) Yehova Rapha (Tuhan penyembuh kita). Kita harus disiplin dalam roh juga dalam tubuh dan jiwa kita. Jangan salahkan Tuhan jika kita sakit karena kita tidak memelihara tubuh kita.
6) Yehova Jireh (Tuhan penyedia kita). Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan, Ia tidak akan membiarkan kita.
7) Yehova Rohi (Tuhan gembala kita). Tuhan adalah gembala kita, penuntun kita hidup kepada kebenaran.
8) Yehova Nissi (Tuhan panji kita). Tuhan selalu memberi kemenangan kepada kita. Yesus selalu berkemenangan dalam hidup-Nya meski sangat disakiti tetapi Ia selalu memberkati orang-orang yang menganiaya-Nya karena Ia percaya kemenangan-Nya dimulai dari Roh-Nya yang mau mengampuni.

Kita tidak boleh meragukan identitas sejati Gembala kita.

DOA

Matius 6:6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Tidak ada satupun kegerakan tanpa diawali dengan doa. Ibadah-ibadah kita tidak akan berkuasa jika tidak ada pasukan-pasukan yang mau berkorban “membayar dengan doa”. Persiapan doa itu bukan saja saat PIR tetapi dari sejak waktu-waktu pribadi kita di tempat tersembunyi bersama Tuhan (ketika orang lain tidak ada yang melihat, tidak ada yang tahu). Upah yang spesial akan Tuhan beri ketika kita mengorbankan waktu untuk berdoa khusus dan menjadikannya sebagai gaya hidup yang konsisten dan disiplin. Kerinduan setiap kita untuk menjadi pendoa syafaat dan dibarengi dengan kedisiplinan pasti mendatangkan perkenanan Tuhan. Percuma banyak pendoa syafaat tetapi tak memiliki hati untuk berkorban dalam doa.

Matius 21:12-17  (Perikop: Yesus Menyucikan Bait Allah) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?” Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

Kita memiliki visi sebagai prajurit Tuhan yang tidak memusingkan persoalan hidupnya. Jika kita masih memusingkan persoalan-persoalan kehidupan, kita tidak akan mengalami kelimpahan. Tuhan sangat mengetahui kebutuhan kita, karenanya tak perlu kuatir akan itu. Tetapi ambilah yang terpenting, yaitu sebagai rumah doa. Ketika kita memilih untuk bersyafaat dibandingkan memusingkan persoalan pribadi, ada kuasa Allah yang dahsyat bekerja di dalam kita dan yang terpenting adalah ketika orang lain mengakui ada Allah dalam diri kita karena kehidupan kita yang memuliakan Allah.

Tuhan Yesus memberi teladan terbaik bagi kita, yaitu selalu berdoa siang dan malam, bahkan sebelum kematian-Nya pun Ia berdoa. Kitapun harus disiplin menambahkan jam-jam doa kita dan selalu mencari Tuhan sebelum memulai apapun juga setiap harinya. Perjalanan hidup Yesus sebagai pendoa syafaat adalah perjalanan penuh kemenangan, Ia tidak pernah dikalahkan oleh apapun juga, termasuk persoalan hidup-Nya. Urapan doa kita terima bukan dari pemimpin rohani tetapi impartasi langsung dari Tuhan.

Pelayan Tersembunyi

Kita perlu hidup seimbang agar kondisi tubuh, jiwa dan roh kita pun tetap prima. Ingat yg Ps. Jacob Curien sampaikan saat Diklat Upgrading yang lalu? Tuhan menghendaki kita tetap sehat, karena jika tubuh kita letih dan sakit, pasti jiwa kita terpengaruh sakit dan roh pun menjadi lemah. Kita harus terus memiliki ‘spiritual refreshing’ agar terus kuat, karena tak ada sumber kekuatan lain selain di waktu-waktu bersama Tuhan..

Tuhan ingatkan saya dengan satu kata “kecil” di hadapan Tuhan. Kita harus perhatikan hal-hal yang kecil. Sebuah batu kecil di tangan Daud dapat mengalahkan Goliat yang besar, sebuah tongkat kecil di tangan Musa dapat membelah lautan luas. Ingat, hal-hal kecil di tangan kita yang kita serahkan kepada Tuhan pasti dapat menjadi dahsyat bagi kemuliaan Tuhan. Begitu juga mengapa kita sebagai pendoa syafaat tampak “kecil”, sangat “tersembunyi” dari orang lain. Karena waktu kita ‘tak terlihat’, manusia dan iblis pun tak memperhatikan doa-doa kita, kita hanya menyerahkan doa-doa tersebut kepada Tuhan dan Tuhan mendengar doa-doa tersebut meskipun menurut kita hal tersebut hanyalah sebuah kata-kata biasa. Namun Tuhan sanggup mengubahkan “doa-doa biasa” itu menjadi hal yang besar, berdampak besar bagi orang-orang yang kita topang. Kita diibaratkan pondasi sebuah gedung, yang mana makin tinggi gedungnya makin dalam pondasinya dan tidak terlihat karena dibangun ke bawah. Iblis selalu berusaha menjatuhkan hamba-hamba Tuhan “yang terlihat di hadapan manusia”, karena hamba-hamba Tuhan tersebut “dianggap besar” sehingga jika mereka jatuh, berdampak pada kehidupan banyak orang-orang yang melihat mereka. Karenanya hati-hatilah jika kita sudah berkeinginan “tampil depan umum”, hati-hati ketika kita “diangkat”. Daud sanggup mengalahkan Goliat dengan batu kecil, ketika ia sederhana. Musa yang tdk petah lidah pun menggunakan tongkatnya untuk membelah lautan. Tetapi apa yg Daud lakukan ketika ia diangkat Tuhan menjadi raja? Daud jatuh dalam dosa bersama Batsyeba. Musa pun tidak diperkenankan Tuhan masuk tanah perjanjian karena berdosa dengan memukulkan tongkatnya ke batu.

Jujur, saya semakin tahun semakin memohon di hadapan Tuhan: “Tuhan tolong terus sembunyikan saya”.  Semakin Tuhan angkat jabatan saya, semakin saya harus banyak tampil di muka umum, sejujurnya itu sangat menjadi beban bagi saya. Saya rindu agar kita sebagai pendoa syafaat tidak perlu dimunculkan di depan umum.