Warisan Tuhan Yesus

Shalom!

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:23)

Kita akan semakin serupa dengan apa yang kita sembah.

Dua warisan Tuhan Yesus, yaitu:

  1. Roh Kudus.Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Rasul 1:8)
  2. Firman Allah. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1)

Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:46)

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21)

Hidup adalah kesempatan untuk berubah dan menikmati kebaikan Tuhan yang tak habis-habisnya. Firman Allah dan Roh Kudus tak dapat dipisahkan, mereka menuntun kita kepada kebenaran Ilahi; kesatuan mereka menghasilkan kuasa yang besar yang mampu mengubahkan hidup kita menjadi dahsyat. Firman Allah dan Roh Kudus akan bekerja ketika kita melakukan kebenaran tanpa mempedulikan perasaan kita, hal ini diperhitungkan Tuhan sebagai sebuah korban yang berharga (Roma 12:1). Ingatlah, bahwa apa yang kita tabur bagi Tuhan, tak akan sia-sia..kita akan menuai berkat-Nya yang besar suatu hari kelak. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

3 Hambatan Kesuksesan

“Orang besar memilih menjadi lebih besar daripada masalah mereka” – Mark Victor Hansen

Sebuah tujuan adalah tantangan. Dalam setiap tantangan, akan selalu ada hambatan.

Jadi berusahalah tidak  terkejut atau kehilangan semangat ketika menghadapi hambatan dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Mungkin itu hanyalah kehidupan yang mengujimu untuk melihat seberapa besar keinginanmu mencapai sesuatu.

“Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (Bilangan 14:9)

Tiga hambatan kesuksesan adalah:

Pertimbangan

“Tetapi…?”, “Bagaimana kalau…?”, “Apa bisa…?” dan akhirnya banyak orang yang tidak melakukan sesuatu apa pun sebelum mencoba akibat terlalu banyak pertimbangan.

Bukan karena mereka tidak mampu, tetapi mereka hanya terus-menerus mendengar masukan negatif.

Pertimbangan baik untuk membantu diri kita siap secara mental guna menghadapi rintangan yang mungkin ada di depan, tetapi jangan jadikan pertimbangan sebagai penghenti kita bergerak.

Rasa Takut

Rasa takut adalah perasaan yang mungkin kau alami. Hal penting yang perlu diingat adalah rasa takut hanyalah bagian dan proses.

Rasa takut memang dapat menuntunmu untuk selalu waspada, tetapi jangan biarkan rasa takut itu mengambil kendali sepenuhnya.

Rasa takut sebenarnya hanyalah dirimu berfokus pada apa yang tidak kau inginkan terjadi.

Hadapilah rasa takut dengan mulai bayangkan sesuatu terjadi seperti yang kau inginkan dan yakini itu. Kalau cukup sering melakukannya, kau akan membangun kepercayaan diri yang kauperlukan untuk menghadapi rasa takut dan terus mengambil langkah maju yang berani.

Rintangan

Banyak dari rintangan itu mungkin ada di luar kendalimu, tapi tidak pernah merupakan jalan buntu, kecuali kau memilih menyerah.

Cara kita menangani rintangan terpulang kembali kepada kita. Kau bisa menemukan cara untuk mengitari hambatan dalam perjalananmu.

The Success Principles for Teens – Jack Canfiled & Kent Healy

Membangun Pergaulan

80% Keberhasilan dan kesuksesan terbentuk karena pergaulan – Rob Thompson –

Manusia diciptakan Tuhan tidak untuk sendiri tetapi untuk bersosialisasi dan dengan siapa manusia itu membangun pergaulan menentukan apakah dia akan mengalami kenaikan atau penurunan.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:17)

Pergaulan yang benar membawa Anda untuk semakin tajam menuju visi yang hendak Anda capai.

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. (Amsal 13:20)

Menyambut Tahun Yang Baru Dengan Cara Berpikir Yang Baru!!!

 “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” (Efesus 3:20)

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8)

Berhentilah memikirkan tentang apa yang pernah terjadi di masa lalu, tetapi mulailah memikirkan tujuan apa yang hendak dicapai di masa depan untuk menjadi lebih baik dan semakin baik dan mengalami berkat Tuhan.

Mengapa kita perlu menguasai cara berpikir kita?

  1. Apa yang Anda pikirkan akan mempengaruhi perasaan dan sikap hatimu. Bagaimana perasaan takut dan kuatir muncul? Ketika kita banyak memikirkan hal-hal yang menakutkan itu. Dan darimana pikiran-pikiran menakutkan itu muncul? Dari kabar-kabar atau cerita-cerita menakutkan yang kita izinkan untuk masuk dalam hidup kita. Demikian sebaliknya, apabila yang sering kita masukkan adalah pesan-pesan atau hal-hal yang membangkitkan iman, yang membangkitkan pengharapan dan keyakinan, maka pikiran kita adalah pikiran yang jernih dan hati kita akan memancarkan suatu kehidupan yang baik (2 Korintus 10:5b).
  2. Bagaimana Anda mengarahhkan pikiranmu menentukan apakan Anda dapat menerima janji Tuhan atau tidak. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2) Di dalam Kitab Bilangan 13-14, bangsa Israel akhirnya tidak bisa masuk tanah perjanjian karena mereka tidak mengarahkan hati dan pikiran mereka kepada Tuhan, tetapi lebih memikirkan masalah yang mereka hadapi, persoalan dalam diri mereka dan masa lalu mereka.
  3. Pikiran yang dibangun dengan benar membuat Anda menjadi bijaksana dalam mengammbil keputusan menuju keberhasilan. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)

Persiapan Dalam Perjalanan Menuju Sukses

Sukses itu sebetulnya satu perjalanan yang harus Anda tempuh sepanjang hidup Anda.

  1. Terus mau berubah menuju pertumbuhan ke arah yang lebih baik, jangan menunda-nunda. Bertumbuh itu bukan sesuatu yang otomatis, perlu usaha. Lebih dini Anda memutuskan bertumbuh, lebih dekat Anda pada sukses. Bertumbuh hari ini, memberikan hari esok yang lebih cerah. Pertumbuhan merupakan tanggung jawab.
  2. Jangan berhenti belajar. Jika Anda tetap mau belajar, potensi Anda menjadi tidak terbatas. Jangan pernah puas dengan prestasi saat ini. Learning something everyday. ‘Musuh terbesar sukses esok hari adalah sukses hari ini’ – Rick Warren.
  3. Mengembangkan hubungan dengan orang-orang yang bertumbuh dan ‘menumbuhkan’ orang lain juga.

Mengembangkan Sikap Yang Benar

Setiap hari adalah sama, Andalah yang membuatnya berbeda. Jalan kehidupan Anda ditentukan oleh hubungan-hubungan yang Anda bentuk, keputusan-keputusan yang Anda ambil dan tindakan-tindakan yang Anda ambil.

  1. Mulailah setiap hari dengan mengucap syukur kepada Tuhan (Mazmur 37:4).
  2. Pekerjaan baik yang Anda lakukan dengan baik setiap hari adalah proses pembelajaran dan persiapan menuju hal yang lebih besar lagi dari Tuhan. Lakukanlah setiap pekerjaan yang dipercayakan kepada Anda pada hari ini dengan sebaik-baiknya dan penuh sukacita. “Mulailah dengan mengerjakan apa yang perlu; lalu kerjakanlah apa yang mungkin; maka tiba-tiba Anda mengerjakan yang mustahil.” – ST. Francis dari Assisi –
  3. Berusahalah untuk menjadi berkat dan memberi kesaksian yang baik saat Anda bekerja dan berusaha (Matius 7:12).

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” (Kolose 3:23-24)