Jangan Kuatir, Jadi Saksi Kristus!

1) Perhatikan kehidupan rohani kita.

Matius 6:25  “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Sebagai pelayan Tuhan, tidak seharusnya kita bergumul dengan perkara jasmaniah, melainkan bergumulah dengan hadirat Tuhan sebab kehidupan rohani lebih penting dibandingkan kehidupan jasmani.

Matius 4:4  Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” 
1 Korintus 15:50  Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
2) Bagaimana kita bersosialisasi?

Ibrani 12:1  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 
Banyak jenis saksi yang mengelilingi kita, yaitu:

– Orang yang ingin menjatuhkan kita [kita harus mengampuni mereka seperti Yusuf mengampuni saudara-saudaranya, teladan Daud dan Yesus].

– Orang yang bersama kita hanya ketika kita sedang diberkati, tetapi meninggalkan kita disaat kita terpuruk. Orang seperti ini hanya mencari keuntungan pribadinya semata; contoh: Simei yang menyambut Daud ketika naik tahta tapi mengutuki Daud ketika melarikan diri dari Absalom.

– Orang yang selalu ingin melihat kita berhasil; contoh: Yonathan kepada Daud.

Sebagai pendoa syafaat, kita harus selalu menjaga perkataan agar doa-doa kita tembus ke surga (tidak terhalang). Meneladani para nabi di Alkitab, Tuhan angkat mereka untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada para raja di zaman itu. Ketika kita menjaga perkataan, Tuhan pasti angkat kita naik level. Mari perkatakan berkat, bukan kutuk!

Advertisements