Hidup Kudus Dan Benar Di Hadapan Allah

Yakobus 5:16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Orang benar adalah orang yang hidup dalam kebenaran bagaimanapun keadaan lingkungannya.

Yehezkiel 14:14, 16, 20 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan; hanya mereka sendiri akan diselamatkan, tetapi negeri itu akan menjadi sunyi sepi. dan biarpun Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.

Ayub 1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

Hidup dalam kekudusan adalah bukti nyata atau buah dari pertobatan kita.

Mengapa kita harus hidup dalam kekudusan?

  1. Dosa memisahkan kita dari Allah. Yesaya 59:1-2 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
  2. Dosa membuat hati kita menjadi keras. Kisah Para Rasul 7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Ibrani 3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
  3. Dosa membuat kerohanian kita tidak maksimal. 1 Korintus 6:19-20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
  4. Dosa menghancurkan, tetapi kekudusan menghindarkan diri kita dari kehancuran. Sebab itu pilihlah untuk hidup dalam kebenaran. Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
  5. Kekudusan menjadikan kita sebagai orang yang bisa dipercaya. Yeremia 5:25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu. Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
  6. Kekudusan membuat kita berjalan dalam kuasa dan kemuliaan Allah. Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; Yosua 3:5 Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
  7. Kekudusan menjadikan kita mempelai yang siap diangkat ke surga. Wahyu 19:7-8 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Kekudusan dan hidup dalam kebenaran adalah ciri dari orang-orang yang pasti masuk dalam Pesta Perjamuan Kawin Anak Domba.

Roh Yang Luar Biasa (Daniel)

Daniel 5:12 karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”

Bagaimana agar roh Daniel yang luar biasa itu ada pada kita?

  1. Setia. Daniel 6:5 Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
  2. Integritas (ketetapan hati). Daniel 1:8-9 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;
  3. Kehidupan doa yang berkualitas. Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

SIKAP & REAKSI UNTUK MENDAPAT PERKENANAN TUHAN

Sikap (attitude) diartikan pikiran dan perasaan yang mendorong kita untuk menyukai sesuatu atau tidak, dapat bersifat konsisten maupun tidak, tergantung situasi. Ada 3 jenis sikap manusia, yaitu:
1) Kognitif (pengetahuan)
2) Afektif (emosi/perasaan)
3) Psikomotorik/konaktif (perilaku)

Reaksi merupakan respon/tindakan yang dilakukan akibat suatu peristiwa.

BELAJAR DARI KEHIDUPAN SAUL & DAUD
Saul & Daud memiliki masa lalu yang sederhana. Saul berasal dari suku terkecil Israel (1 Samuel 9:21) dan Daud anak bungsu dari keluarganya (1 Samuel 16:11). Oleh kasih karunia Tuhan, baik Daud maupun Saul dipilih Tuhan dari kalangan sosial paling bawah dan ditinggikan menjadi raja. Atas perintah Tuhan, Samuel mengurapi mereka dengan minyak sehingga kuasa Tuhan turun ke atas mereka. JANGAN ANGGAP REMEH PENGURAPAN TUHAN ATAS KITA. Pengurapan Tuhan memperlengkapi kita yang sederhana untuk mampu melaksanakan kehendak-Nya.

Mengapa Daud berkenan di mata Tuhan sementara Saul tidak? Jawabannya terletak pada PERBEDAAN SIKAP Daud dan Saul terhadap Tuhan dan perintah-Nya.

Kesalahan Saul?
– Mempersembahkan korban tanpa peduli perintah Tuhan untuk menunggu Samuel selama 7 hari (1 Samuel 13:13-14). Banyak berdalih/beralasan ketika bersalah, bukannya mengakui kesalahan dan meminta maaf.
– Menyuruh prajurit-prajuritnya bersumpah: “Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku.” (1 Samuel 14:24). Saul mengucapkan hal yang tidak Tuhan perintahkan, bahkan ia mengingkari sumpahnya sendiri ketika Yonatan memenangkan pertempuran setelah memakan madu.
– Tidak mematuhi perintah Tuhan: “Kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya.” (1 Samuel 15:3). Saul memiliki ide-ide yang “terkesan baik” tetapi tidak sesuai perintah Tuhan.

Bagaimana sikap Saul?
– Tidak pernah taat sepenuhnya
– Menganggap ringan perintah Tuhan
– Menghargai alasan dan kehendaknya sendiri lebih daripada alasan dan kehendak Tuhan

Kesalahan Daud?
– Tidak mengerjakan apa-apa sementara tentara Israel mengepung kota Raba, dengan kata lain sibuk dengan Batsyeba
– Daud merencanakan kematian Uria

Bagaimana sikap Daul?
– Mencari kehendak Tuhan, senantiasa menaruh kehendak Tuhan dalam pikirannya. Misalnya: selalu bertanya dulu apa yang harus dilakukan di Nob (1 Samuel 22:13-15), Kehila (1 Samuel 23:2-12) dan Ziklag (1 Samuel 30:7-8).
– Percaya kepada Tuhan, bersandar dan yakin pada Tuhan. Contoh: ketika menghadapi Goliat, Daud datang atas nama Tuhan tanpa mempedulikan keraguan kakak-kakaknya dan Saul, bahkan perkataan kasar Goliat sendiri.
– Memiliki ketaatan dan iman kepada Allah. Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Apa yang membuat Saul gagal dalam pertobatannya?
– Memindahkan kesalahannya kepada orang lain (mencari kambing hitam) dan berbohong
– Menolak untuk mengaku salah saat tidak menuruti perintah Tuhan
– Pertobatan yang tidak tulus: mengakui kesalahannya dengan mulutnya tetapi kenyataannya tidak tulus.

Bagaimana pertobatan Daud?
– Mengaku bersalah, punya rasa hormat yang benar kepada Tuhan dan bertobat dengan setulus hati. Tidak mencari alasan ketika berdosa, mau ditegur oleh orang yang jabatannya lebih rendah dibanding dia, dan tidak mengulangi kesalahannya.
– Hatinya remuk, tidak menyuruh orang-orang untuk membunuh Saul melainkan menghormati orang yang diurapi Tuhan.

Bagaimana dengan sikap dan reaksi kita yang disebut sebagai tentara yang gagah perkasa?
– Masih cengeng? Manja?
– Masih mudah tersinggung? Sensitif?
– Masih menumpuk sampah dalam hati?
– Masih ngeyel? Bersungut-sungut?
– Masih malas atau biasa-biasa kepada Tuhan?
– Sampai di mana ketaatanmu?