Roh Yang Luar Biasa (Daniel)

Daniel 5:12 karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”

Bagaimana agar roh Daniel yang luar biasa itu ada pada kita?

  1. Setia. Daniel 6:5 Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
  2. Integritas (ketetapan hati). Daniel 1:8-9 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;
  3. Kehidupan doa yang berkualitas. Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Advertisements

SIKAP & REAKSI UNTUK MENDAPAT PERKENANAN TUHAN

Sikap (attitude) diartikan pikiran dan perasaan yang mendorong kita untuk menyukai sesuatu atau tidak, dapat bersifat konsisten maupun tidak, tergantung situasi. Ada 3 jenis sikap manusia, yaitu:
1) Kognitif (pengetahuan)
2) Afektif (emosi/perasaan)
3) Psikomotorik/konaktif (perilaku)

Reaksi merupakan respon/tindakan yang dilakukan akibat suatu peristiwa.

BELAJAR DARI KEHIDUPAN SAUL & DAUD
Saul & Daud memiliki masa lalu yang sederhana. Saul berasal dari suku terkecil Israel (1 Samuel 9:21) dan Daud anak bungsu dari keluarganya (1 Samuel 16:11). Oleh kasih karunia Tuhan, baik Daud maupun Saul dipilih Tuhan dari kalangan sosial paling bawah dan ditinggikan menjadi raja. Atas perintah Tuhan, Samuel mengurapi mereka dengan minyak sehingga kuasa Tuhan turun ke atas mereka. JANGAN ANGGAP REMEH PENGURAPAN TUHAN ATAS KITA. Pengurapan Tuhan memperlengkapi kita yang sederhana untuk mampu melaksanakan kehendak-Nya.

Mengapa Daud berkenan di mata Tuhan sementara Saul tidak? Jawabannya terletak pada PERBEDAAN SIKAP Daud dan Saul terhadap Tuhan dan perintah-Nya.

Kesalahan Saul?
– Mempersembahkan korban tanpa peduli perintah Tuhan untuk menunggu Samuel selama 7 hari (1 Samuel 13:13-14). Banyak berdalih/beralasan ketika bersalah, bukannya mengakui kesalahan dan meminta maaf.
– Menyuruh prajurit-prajuritnya bersumpah: “Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku.” (1 Samuel 14:24). Saul mengucapkan hal yang tidak Tuhan perintahkan, bahkan ia mengingkari sumpahnya sendiri ketika Yonatan memenangkan pertempuran setelah memakan madu.
– Tidak mematuhi perintah Tuhan: “Kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya.” (1 Samuel 15:3). Saul memiliki ide-ide yang “terkesan baik” tetapi tidak sesuai perintah Tuhan.

Bagaimana sikap Saul?
– Tidak pernah taat sepenuhnya
– Menganggap ringan perintah Tuhan
– Menghargai alasan dan kehendaknya sendiri lebih daripada alasan dan kehendak Tuhan

Kesalahan Daud?
– Tidak mengerjakan apa-apa sementara tentara Israel mengepung kota Raba, dengan kata lain sibuk dengan Batsyeba
– Daud merencanakan kematian Uria

Bagaimana sikap Daul?
– Mencari kehendak Tuhan, senantiasa menaruh kehendak Tuhan dalam pikirannya. Misalnya: selalu bertanya dulu apa yang harus dilakukan di Nob (1 Samuel 22:13-15), Kehila (1 Samuel 23:2-12) dan Ziklag (1 Samuel 30:7-8).
– Percaya kepada Tuhan, bersandar dan yakin pada Tuhan. Contoh: ketika menghadapi Goliat, Daud datang atas nama Tuhan tanpa mempedulikan keraguan kakak-kakaknya dan Saul, bahkan perkataan kasar Goliat sendiri.
– Memiliki ketaatan dan iman kepada Allah. Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Apa yang membuat Saul gagal dalam pertobatannya?
– Memindahkan kesalahannya kepada orang lain (mencari kambing hitam) dan berbohong
– Menolak untuk mengaku salah saat tidak menuruti perintah Tuhan
– Pertobatan yang tidak tulus: mengakui kesalahannya dengan mulutnya tetapi kenyataannya tidak tulus.

Bagaimana pertobatan Daud?
– Mengaku bersalah, punya rasa hormat yang benar kepada Tuhan dan bertobat dengan setulus hati. Tidak mencari alasan ketika berdosa, mau ditegur oleh orang yang jabatannya lebih rendah dibanding dia, dan tidak mengulangi kesalahannya.
– Hatinya remuk, tidak menyuruh orang-orang untuk membunuh Saul melainkan menghormati orang yang diurapi Tuhan.

Bagaimana dengan sikap dan reaksi kita yang disebut sebagai tentara yang gagah perkasa?
– Masih cengeng? Manja?
– Masih mudah tersinggung? Sensitif?
– Masih menumpuk sampah dalam hati?
– Masih ngeyel? Bersungut-sungut?
– Masih malas atau biasa-biasa kepada Tuhan?
– Sampai di mana ketaatanmu?